Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Hasutan sera


__ADS_3

"tapi...apa maksud mama berkata jika dia memiliki putera... bukannya anak mama dan ayah hanya aku , listiani dan issa...lantas bagaimana mungkin mama memiliki putera..."


"aku harus semakin rajin mencari informasi...aku yakin pasti kakek mengusir ayah bukan semata-mata karena ayah menikahi mama yang hanya anak panti..." sambung gitani.


Dari semenjak itu gitani terus mencari informasi, meskipun banyak teka-teki yang harus dipecahkan tidak membuat tekadnya berhenti mencari informasi, dan sampai akhirnya dia mengetahui informasi yang membuat nya pucat pasi .


"saya mengatakan yang sebenarnya nona... Kakek nona yaitu tuan besar abraham sudah mengetahui jika berapa hari ini nona menghacker laptop tuan besar... dan dia memberikan pesan ini nona bisa membacanya sendiri..." jeollus memberikan amplop cokelat yang diambil gitani.


dan gitani membuka nya dengan tidak sabaran.


...untuk cucuku hacker kecil ku...


...kau memang pintar cucuku... kau melakukan apa yang tidak bisa orang lakukan...kau membuktikan jika kau keturunan ku..aku akui kau sangat pandai...ck maksud ku kau sangat jenius......


...tapi sayang...kau tidak bisa di nobatkan sebagai salah satu pewaris keluarga sing Arespati......


...karena kami hanya membutuhkan satu pewaris ... dan kami juga sudah mendapatkan nya...yaitu adik mu Jeassen sing abraham cucu kebanggaan ku dan nenek mu sera sing maryam Sena... wanita yang paling ditakuti di dunia ini......


...kau tahu cucuku... kami tidak membutuhkan pewaris yang pengecut... apalagi pewaris perempuan seperti mu... walaupun sejenius apapun kau... kau lah hanya cucu perempuan yang tidak bisa melakukan apa-apa apalagi bisa membanggakan untuk kami......


...oleh karena itu kami hanya membutuhkan satu pewaris yaitu adik laki-laki mu...jadi jika kau berharap kau bisa merasakan harta ku... buang jauh-jauh pemikiran mu itu... karena sampai kapan pun kau tidak akan mendapatkannya......


^^^salah kakek mu^^^


^^^Abraham sing arespati^^^


tangan gitani seketika terkepal ... setelah membaca surat tersebut.


"itu surat dari tuan besar... dan ini ada kartu nama tuan besar... jika nona ingin membicarakan sesuatu nona bisa lihat no hp tuan di kartu tersebut..." ucap jeollus sedikit terkeheh melihat tatapan tajam gitani.


"tanpa kau berikan kartu tersebut pun...aku bisa menghubungi kakek ku dengan cara ku sendiri..."dingin gitani.


"saya tahu nona... karena urusan saya sudah selesai saya permisi... selamat siang semoga aktivitas nona berjalan dengan lancar..." jeollus membungkukan badannya dan pergi meninggalkan gitani yang masih mengepalkan tangannya di atas meja cafe yang cukup sepi.


"apa yang sebenarnya kakek katakan... sombong sekali kakek dan nenek sehingga aku dan adik-adikku yang lain tidak dianggap cucunya..." geram gitani merogoh sakunya dan menghubungi seseorang.


2 kali panggilan tidak terjawab namun gitani tidak putus asa, dan panggilan yang ke 10 kalinya baru diangkat.


"hallo cucuku...apa kabar" ucap dari seberang sana.


"tidak perlu banyak busa basi...aku telpon kakek hanya ingin meminta keadilan... tidak sedikit aku minta uang mu itu...aku hanya minta keadilan untuk diakui sebagai cucu mu..." berang gitani.


"benarkah seperti itu..." terdengar gelak tawa seorang perempuan dari sebrang sana menggantikan suara laki-laki yang gitani yakini itu kakek nya.


"dengarkan ini gadis kecil... bukan aku tidak ingin mengakui kalian...tapi diantar kalian akan ada yang membawa nasib pembawa sial untuk ku..." suara gelak tawa itu berbuah dingin, walaupun dari kejauhan gitani bisa merasakan jika nenek nya bicara dengan sangat dingin , menggentarkan semua lawan bicaranya termasuk gitani.


"a...apa...ma... maksud mu..."ucap gitani terbata-bata.

__ADS_1


"sudah diramalkan kelahiran cucuku yang memiliki tanda bintang di belakang lehernya akan membawa bencana bagi ku ..."


deg


"ta...tanda... bintang.."terbata gitani.


"yah...aku bukan tidak menyayangi kalian tapi aku juga menyayangi nyawa ku..aku tidak mau mati ditangan cucuku sendiri...apa kau paham itu..."


"sudah hon jangan bicara terlalu keras seperti itu...kau akan menakuti cucu kita... "


"hiks...tapi Abra...aku takut jika dia yang memiliki tanda bintang itu..hiks dia tidak hanya akan membunuh ku tapi juga akan membunuh semua anggota keluarga kita..."


"bukan aku yang memiliki tanda bintang itu...tapi melissa.." lirih gitani yang hanya didengar nya, gitani termenung membayangkan tanda bintang di belakang lehernya lisa waktu kecil dia ingat sekali lisa memiliki tanda itu ,tapi apakah benar yang dikatakan nenek dan kakeknya itu, jika lisa adiknya yang imut itu akan membawa petaka besar bagi keluarganya.


"sudahlah ku tutup telpon nya hanya gara-gara kau istri ku menangis... ingat sampai kapanpun kami tidak akan menganggap kalian cucu ku... karena kalian cucu perempuan ku hanya akan pembawa sial saja untuk istriku..." ucap abraham hendak menutup telponnya.


"apa yang kau katakan Kakek...apa yang memiliki tanda bintang itu akan membawa petaka untuk kita hiks..."


"apa kau tuli... sehingga kau tidak bisa mendengar apa yang istri ku katakan..." berang abraham.


"hiks...kau bohong... kalian hanya tidak ingin mengakui kami... makannya membuat alasan seperti itu hiks...adik ku lisa mana mungkin akan menjadi peta untuk keluarga kita...hiks kalian pembohong..."tangis gitani.


"jadi..kau bukan orang nya...jadi adik mu yang memiliki tanda bintang itu...tiga hari lagi aku akan menemui mu... jika aku tau kau berbohong aku tidak segan-segan melepaskan nyawa mu..." ancam Abraham langsung mematikan telepon secara sepihak.


.


.


.


"apa cucuku sudah sampai jeollus..." tanya Abraham yang baru turun dari mobil dari perjalanan bandara menuju cafe tempat perjanjian mereka dan cucunya gitani.


"sudah tuan...nona sudah datang 15 menit yang lalu..." jelas jeollus


"ayo Abra percepat langkah mu...aku sudah penasaran ingin menemui nya..."ucap Sera yang langsung melangkahkan kakinya.


di ruangan VIP sudah ada gadis cantik tengah duduk sambil termenung berkecamuk dengan pemikirannya sendiri.


ceklek pintu terbuka menampakkan sesosok wanita paruh baya dan dua laki-laki paruh baya .


"kau sudah lama menunggu ku... cucu ku..." sapa sera dengan senyuman khasnya, yang akan menggentarkan lawan.


gitani diam tidak menjawab,dia pandangi sosok wanita tersebut jika ditilik-tilik mukanya mirip dengan lisa adiknya.


"bagaimana kabar mu cucuku..." Sera mendekat dan memeluk gitani, jangan salah mengira readers pelukan Sera bukan karena merindukan cucunya tapi untuk melihat tanda bintang di leher gitani.


"tidak ada...berati memang bukan dia..." batin sera tersenyum bahagia dan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"seharusnya ini hari membahagiakan untuk ku... karena dari sekian tahun aku bisa bertemu dengan kakek dan nenek ku...tapi ini malah kebalikannya... rasanya leherku sedang dicekik dengan kenyataan ini... mereka tidak peduli sama sekali padaku... dan Sekarang bagiamana nasib issa...aku sepertinya sudah melakukan kesalahan besar... seharusnya aku tidak memberitahu jika issa yang memiliki tanda lahir itu...aku takut issa akan di celakai..." seringaian di bibir merah muda Sera muncul mendengar isi pikiran cucunya.


"Abra cepat jelaskan pada cucu kita tentang ramalan tersebut... dan langkah apa selanjutnya yang harus kita ambil..." masih dengan seringan nya Sera berbicara pada suaminya.


"kau bisa jelaskan tentang ramalan tersebut..." ucap abraham pada seorang laki-laki paruh baya yang diyakini gitani jika dia adalah seorang peramal, dari penampilannya pun sudah bisa ditebak.


"salam hormat nona muda..."


"tidak perlu busa basi..." bukan gitani yang bicara melainkan Sera.


"baik nyonya...jauh dari kelahiran nona muda...saya sudah meramal jika salah satu dari cucu perempuan nyonya dan tuan besar akan ada yang membawa petaka buruk ...entah cucu yang ke berapa tapi yang jelas dia memiliki tanda lahir yang sedikit istimewa yaitu tanda bintang... yang memiliki tanda tersebut akan mempunyai kekuatan yang tidak bisa kita bayangkan... jika dia di besarkan oleh orang yang tepat maka dia akan memberikan kedamaian besar dan memberikan kemakmuran terhadap yang membesarkannya... sebaliknya jika dia dibesarkan oleh orang yang tidak tepat bencana dan kehancuran akan menghantui yang membesarkannya... dan bencana yang lebih besar dari pada itu... adalah dia akan memberikan kehancuran untuk orang yang memiliki tanda bulan...dia akan selalu bertentangan dengannya... dan bahkan dia bisa membunuhnya jika dia mau... orang yang memiliki tanda bulan sudah ditakdirkan untuk kalah ditangan yang memiliki tanda bintang... tidak bisa dipungkiri orang yang memiliki tanda bulan akan selalu bisa memerintah namun dia juga akan diperintah oleh orang yang memiliki tanda bintang... sebaiknya jika yang memiliki tanda bulan bisa membalikkan keadaan dengan memerintah yang pemilik tanda bintang keuntungan besar akan dia miliki...satu dunia ini bisa dia kuasai dengan cepat dan nyata...tapi diprediksi itu kejadian yang mustahil... dan ramalan ini tidak akan terjadi jika orang yang memiliki tanda bintang tersebut dihilangkan dari muka bumi ini...atau sebaliknya jika Orang yang memiliki tanda bintang tersebut bisa di tundakan oleh orang yang memiliki tanda bulan... namun itu kemustahilan yang besar namun bisa saja terjadi..." jelas panjang lebar sang peramal.


deg deg deg jantung gitani berpacu dengan cepat mendengar kata terakhir yang peramal itu ucapkan.


"jangan bilang jika kau ingin menghilangkan Adik ku dari muka bumi ini..." batin gitani dengan tubuh gemetar tapi matanya menyorot jelas pada Sera.


Sera yang mendengarkan isi pikiran cucunya terkeheh.


"itu tergantung cucuku... jika adik mu mau mematuhi ku...aku tidak akan mengotori tangan ku untuk menghilangkannya dari muka bumi ini... sebaliknya jika adik tidak mematuhi ku... secara terpaksa aku akan menghilangkannya dari muka bumi ini untuk selamanya..."senyum devil Sera yang membuat gitani ketakutan.


"mengapa nenek bisa mengetahui isi pikiran ku..." batin gitani.


"dan karena kau sudah mengetahui tentang ramalan ini...kau harus terlibat cucuku...bantu kami untuk membuat adik mu tunduk pada kami... jika memang kau menyayangi nyawanya...tapi jika kau tidak bisa membuat nya tunduk...nyawa mu dan nyawa nya yang akan melayang... "senyum devil abraham.


"kau..kau jahat... kalian bukan nenek dan kakek ku... kalian iblis... hiks..." lirih gitani yang masih terdengar oleh mereka.


"Kami memang iblis bagi orang yang tidak tunduk pada kami...maka dari itu tunduk lah pada kami..." ucap abraham mencengkram kuat-kuat dagu gitani.


"hiks...kau iblis... sampai kapanpun aku tidak akan menuruti keinginan mu..."


plakkk abraham menampar pipi mulus gitani dengan kuat.


"Abra kau jangan menyakiti nya..." ucap Sera mendekati gitani dan mengelus pipi gitani yang mulai memerah.


"kau tau Sayang...kami melakukan ini semua karena untuk menyelamatkan nyawa keluarga kita... jika dengan mengorbankan nyawa satu orang bisa menyelamatkan nyawa banyak orang..mau tidak mau kita harus melakukan nya..."ucap Sera yang mulai meracuni otak gitani.


.


.


.


bersambung


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.


__ADS_2