
"itulah kan gue udah bilang lupakan saja perasaan lho untuk dia... jangan sampai perasaan lho menghancurkan persahabatan kita..." ucap lirih aris yang hanya terdengar oleh tommy saja, tommy hanya diam saja Aris selalu saja bisa menebak apa yang dipikirkannya pikirnya.
"gue juga maunya gitu ris...tapi semakin gue mencoba melupakannya semakin gue mengingatnya..."
"sa... ngomong-ngomong kakak cantik apa kabar...." tanya Aris.
"sehat kak... emang kenapa..."
"hehehe kira-kira nanti yang jemput lho kakak cantik bukan..."
"mana issa tau..." Aris mendengus.
"jeassen... dicari pak kepsek tuh... katanya suruh ngehadap keruangan...." ucap teman jeassen yang datang menghampiri mereka.
"iya makasih informasinya..."ucap datar jeassen,teman jeassen mengangguk lalu berlalu memesan makanan.
"sa Kakak tinggal yah..."lembut jeassen,Lisa mengangguk.
"tapi sen apa lho buat kesalahan Sampai disuruh menghadap ke ruangan pak kepsek..."tanya Aris.
"lho gimana ris jeassen Kam ketus OSIS paling bahas masalah sekolah...." jawab Tommy.
"hehehe iya juga yah kenapa gue bisa lupa...."ucap aris sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"yasudah gue pamit...kalian jagain issa dan Agatha..."ucap jeassen yang akhirnya meninggalkan mereka.
"mmm bang jeassen kan ketua OSIS nya terus wakilnya siapa..."tanya Agatha yang memang belum tau.
"nah ini anak cecurut...."tunjuk Aris pada tommy menggunakan dagunya.
celetakkkk
"awww sakit tom...kenapa lho main Jetak aja....kalo gue geger otak gimana..."
"paling mati..." jawab ringan tommy yang langsung mendapatkan pelototan dari Aris.
"lho doain gue mata tom...wah bener-bener teman laknat lho...."kesal aris.
"gue setuju kok lho kenapa Jetak kak tommy...itu juga salah lho bicara gak dijaga sampai ngatain Kak tommy cecurut segala..."sela agatha.
"hey gue bukan bicar sama lho tha ...main nyamung-nyamung aja..."
"suka-suka gue..." Agatha tidak mau kalah.
"sudah...mengapa kalian selalu bertengkar sih...sakit kuping issa..."kesal lisa.
__ADS_1
"maaf sa ini anaknya benar-benar menyebalkan..."ucap Agatha menyalahkan Aris
"hey bukannya lho yah yang main nyamung-nyamung aja...kenapa jadi nyalahin gue..."
"sudah sa...kalo kita nunggu mereka berhenti bertengkar itu sama saja menunggu ulat kakian... lebih baik sekarang issa ikut kakak ke lapang basket..."ajak tommy.
"yasudah deh dari pada jadi wasit mereka..." akhirnya lisa dan tommy beranjak sedang Agatha dan Aris masih terus berdebat, memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna.
"tuh lho lihat gara-gara lho gue kita ditinggal issa dan kak tommy kan...."
"yaelah gapapa mungkin mereka ingin berduaan..." acuh tommy sambil memasukkan nasi goreng yang baru datang.
"lho bicara gak dipikir dulu...kalo bang jeassen tau gimana...lho tau kan hubungan issa dan bang jeassen..." Aris langsung berhenti mengunyah yang dikatakan Agatha ada benar nya juga kalo jeassen tau issa berduaan dengan tommy pasti dia marah.
"lho benar juga...tapi kita bisa apa toh issa nya juga mau-mau aja diajak jalan berdua bareng tommy...gue juga bingung itu sebenarnya hubungan issa dan jeassen sudah sampai mana..."
"apa lho tau sesuatu..." ucap tommy.
"gue juga gak tau...issa kalo gue tanya sudah sejauh mana hubungan mereka dia hanya akan menjawab sejauh mana apa maksudnya orang gak ada hubungan apa-apa antara mereka...."
"payah lho padahal issa sahabat lho dan jeassen abang lho masa cari informasi gitu aja gak bisa..."ledek Aris Agatha yang sedang mengunyah pun memelototkan matanya.
"yaaaaaaaa lho juga kan sahabat bang jeassen tapi...uhuk uhuk uhuk..." Agatha tersedak.
"itulah yang dinamakan kualat... udah tau lho lagi makan bakso pedas malah marah-marah... kalo mau ngomong habiskan dulu makanan yang sedang lho kunyah..."ledek Aris sambil menyodorkan minuman ke Agatha, sedangkan Agatha yang sedang merasakan sakit di tenggorokannya hanya bisa mendelik.
.
.
.
di lapang basket
"sa...apa kamu bisa main basket...."tanya tommy yang sedang memasukkan bola basket kedalam ranjau..." Lisa menggeleng.
"issa tidak bisa main basket kak... padahal kak jeassen pernah ajarin 1 2 3 kali...tapi issa tetap tidak bisa..."
"ouh gitu yah..."
"iya kak..."
"jadi jeassen pernah ngajarin lho 1 2 3 kali main basket...gue pikir gue yang akan pertama kali ngajarin lho basket... ternyata jeassen sudah1 langkah lebih cepat dari gue...".
"kak..."
__ADS_1
"kak..." panggil Lisa yang kedua kalinya sambil menggoyangkan tangan tommy.
"eh... kenapa sa..."
"kakak kenapa malah bengong..."
"eh gapapa...apa kamu mau coba masukkan bola kedalam ranjau nya..." tanya tommy.
"tapi..."
"gapapa kakak akan ajarkan issa sampai bola nya bisa masuk ranjau ayo...." issa mengangguk dan akhirnya tommy mengajarkan Lisa untuk memasukkan bola ke dalam ranjau.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan kegiatan mereka dengan intens.
"semoga saja lho benar-benar bisa jagain adik gue setelah kepergian gue nanti..."lirih nya.
"eh Abang kenapa masih disini...kenapa gak ikut mereka malah bengong disini..."ucap Agatha yang baru datang bersama Aris.
mata Agatha terarah ke arah tommy dan Lisa,pantas saja bang jeassen tidak langsung ke lapang ternyata disana ada pemandangan yang bisa dikatakan romantis pikir Agatha.
"apa tommy belum sadar kalo disini sudah ada jeassen...kenapa gue jadi takut hubungan persahabatan kita akan hancur gara-gara satu perempuan...."
"Dari pada kita bengong disini hanya memperhatikan mereka lebih baik kita ikut kesana..."usul Aris yang lama-kelamaan merasa tidak enak dengan keadaan yang sedang terjadi, dia berniat ingin menyadarkan tommy kalo jeassen sudah ada disini memperhatikan aktivitas mereka,itu juga issa kenapa tidak peka dan tidak sadar juga kalo disini sudah ada sang kekasih yang sedang memperhatikan aktivitas nya pikir Aris sambil menghela nafasnya.
"gak perlu sebaiknya kalian temenin gue ke kantin gue laper belum sempat makan tadi..."ucap jeassen yang memang belum makan apapun karena keburu dipanggil pak kepsek dan memang dia juga sedang ingin memeriksa ruang untuk tommy dan Lisa untuk berdua.
"apa lho serius bang..."tanya agatha tidak yakin dia takut jeassen marah karena melihat Lisa dan tommy bermesraan dan dia tidak mau menemui Lisa makanya malah milih ke kantin.
jeassen tidak menjawab dan meninggalkan mereka berdua sedangkan Agatha dan Aris bengong harus gimana, akhirnya mereka memilih mengikuti jeassen.
"tom-tom gue kan sudah bilang jangan deketin issa...lho keras kepala banget jeassen mungkin sekarang masih sabar tapi besok-besok belum tentu... melihat lho terus deketin pacarnya mana mungkin jeassen akan diam saja...." batin aris yang menyempatkan untuk melirik kearah lapang .
.
.
.
bersambung
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.