Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Kedatangannya vano


__ADS_3

pagi harinya


"pagi ma...yah.. kak.."sapa lisa yang baru turun dari kamarnya.


"pagi juga sayang..." kompak mereka bertiga,tidak lama listiani pun turun.


"pagi mama...ayah ... Kakak..."senyum listiani.


"pagi sayang..."jawab dahlia dan Arlan sedangkan gitani yang sedang minum susu hanya mengangguk saja.


"bibi bawa makanya kesini..." teriak dahlia.


"iya nyonya...."jawab bibi, tidak lama kemudian makanan sudah tersaji dengan rapi.


"ini mas...apa sudah cukup... " ucap dahlia menyodorkan piring yang sudah dipenuhi nasi beserta lauk pauk.


"terimakasih sayang..."lembut arlan dahlia pun tersenyum.


"mama...ani mau ayam goreng..."rengek listiani.


"iya sayang..." dahlia mengambilkan makanan untuk listiani.


"ini sayang..." dahlia menyodorkan piring nya pada listiani.


"terimakasih mama..."manja listiani yang di angguki dahlia.


"Lisa sayang apa kamu mau mama ambilkan makanan..."


"tidak perlu ma...lisa bisa sendiri..."


"tumben anak manja mau melakukannya sendiri..."ejek seseorang yang baru datang, semua mata tertuju padanya yang tidak lain vano.


"hahh...apa mata ku tidak salah melihat..."lisa mengucek-ngucek matanya,vano terkekeh melihat sikap adik kesayangannya itu.


"pagi Tante om..."sapa vano.


"pagi vano..." jawab mereka berdua.


"ayo duduk na... kita makan bersama..."ajak dahlia.


"terimakasih tante...maaf saya tidak sopan main masuk kesini..."

__ADS_1


"tidak apa na...tante kan sudah bilang kamu disini bukan tamu tapi anak rumah ini...ayo makan...."


"terimakasih tan..." vano duduk didekat lisa .


"tutup mulut nya... bisa-bisa kerbau masuk jika kau tidak menutup mulut mu itu..."


"hais... ternyata aku tidak salah lihat..." cemberut lisa.


"ada apa dengan bibir mu itu... kakak mu datang bukannya disambut dengan senyuman ini malah dengan bibir monyong..."


"hey kakak ku tersayang yang paling tampan tapi sayang nya to*ol...siapa juga yang nyuruh kakak kesini..."


"astaga kau benar-benar adik durhaka... Kakakmu datang jauh-jauh dan ini balasan mu..."


"issa tidak pernah nyuruh kakak kesini..."ketus lisa.


"kau benar-benar adik durhaka... tidak diakui adik baru tau rasa..." kesal vano.


"tidak masalah...masih ada kak tani tidak rugi..."


"oh jadi kalau begitu hadiah-hadiah yang ada di rumah sia-sia saja...apa perlu ya diberikan ke panti asuhan..."


"suka-suka kakak...itu hadiah-hadiah kakak juga.. "


"kata siapa...itu hadiah-hadiah milik issa adik nya Kakak..."


"bukannya kau bukan adik kakak lagi..."


"ih kak vano..."kesal sekaligus rengek lisa yang malah dibalas dengan senyuman mengejek milik vano.


semua orang gelang-gelang kepala melihat kelakuan Kakak beradik yang satu ini, sudah biasa pikirnya, memang jika vano berkunjung kesini keadaan selalu seperti ini, dan mereka tidak sama sekali merasa terganggu, justru dengan perdebatan kecil ini kediaman Arespati sedikit berwarna.


"beruntung banget anak pembawaan sial itu... setiap harinya mendapatkan hadiah-hadiah mewah dari kak vano... sedangkan aku..huh sungguh sial nasib ku...kalau tau akhirnya akan seperti ini...aku dulu pasti dengan senang hati tanpa disuruh akan mengusulkan diri untuk dijual ayah..." batin listiani.


"Ini anak... katanya CEO tapi kelakuannya seperti anak-anak aneh..." heran gitani.


akhirnya setelah perdebatan kecil itu mereka sarapan bersama-sama dengan hening, karena ini sudah menjadi kebiasaan keluarga arespati makan dengan hening tidak seperti keluarga arya diningrat yang justru malah kebalikannya,20 menit akhirnya mereka sudah selesai dan sudah duduk di ruang tamu.


"om arlan... hari ini biar lisa saya yang antar ke sekolah..."


"silahkan vano...tapi itu juga jika adik mu mau..."kekeh arlan yang sudah tau jika sang anak bungsu tidak mau diantar kakak laki-laki nya.

__ADS_1


"issa tidak mau diantar kak vano... issa mau diantar kak tani..."


"sepertinya tidak bisa sayang...mobil Kakak sedang di bengkel..."jawab gitani.


"kalo begitu sama pak supir saja..."


"kenapa kamu malah memilih diantar supir ketimbang diantar Kakak mu sendiri..."


"karena kalau issa berangkat dengan kak vano bisa-bisa diperjalanan kita bertengkar terus...hari ini issa sedang tidak mau berdebat..."


"tapi..."


"sudah Issa bilang issa tidak mau...kak vano lebih baik antar kak gitani ke kampus saja..."potong lisa yang membuat vano menghembuskan nafasnya,adik nakal nya ini benar-benar tidak bisa menghargai pengorbanan nya.


"yasudah ma yah lisa berangkat dulu..."


"iya sayang hati-hati..."


"siap komandan..."akhirnya lisa keluar dari rumah tersebut menunju mobil, tidak lama setelah kepergian lisa listiani turun dari kamarnya yang baru saja mengambil tasnya yang tadi ketinggalan di kamarnya saat turun untuk sarapan.


"semuanya ani berangkat dulu..." ucap listiani yang di angguki semua orang.


"kok kak Vano masih ada di ruang tamu yah... sedangkan anak pembawa sial itu sudah keluar duluan...apa jangan-jangan hari ini kak vano tidak akan mengantarkan kami...aish kalo begitu percuma dong aku sudah dandan cantik-cantik kalo tidak bisa semobil dengan kak vano yang tampan itu..."lirih listiani sambil berjalan menuju pintu.


.


.


.


.


bersambung


.


.


.


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.

__ADS_1


__ADS_2