
"ayo masuk kak... kenapa bengong disana..."dengus lisa.
"berisik..."cetus listiani.
brakkkkkkkkk pintu mobil ditutup dari kejauhan vano berlari menuju mobil.
"sa...kamu turun kamu berangkat bareng kakak..."ucap vano membuka pintu mobil.
"ih kakak issa gak mau...ayo pak sopir jalan..."
"tapi non..."
"cepat pak..." ucap lisa sambil menutup pintu mobil dan akhirnya mobil pun berjalan.
"anak itu..." geram vano.
"sekali dia memutuskan dia akan seperti itu..."ucap gitani yang dari tadi memperhatikan.
"aku tau...tapi aku mau mengantar dia...ntah kenapa dari semalam hati ku gelisah..."
"yang kau katakan benar...hati ku juga gelisah..."ucap gitani yang di angguki vano.
""yasudah ayo berangkat... nanti kamu telat..."vano berjalan menuju mobilnya dan diikuti gitani.
"ayo masuk..." vano membukakan pintu mobil untuk gitani.
"terimakasih..." dari kejauhan arlan dan dahlia memperhatikan mereka.
"apa kau berpikir jika saat ini putri bungsu kita sengaja ingin menjodohkan mereka berdua..." ucap arlan tiba-tiba.
"sepertinya seperti itu suamiku..."
"hmm putri kita memang menggemaskan.. "
"tapi sayang listiani tidak bisa melihat itu...dia melihat lisa bagaikan melihat musuh..."
"hah (arlan menghela nafas) mungkin ini sudah takdirnya dahlia..."
"tapi mas... setiap kali mereka bersama hati ku selalu tidak tenang....hari ini juga hati ku benar-benar tidak tenang... seakan-akan peristiwa besar akan terjadi..."
"jangan bicara ngaur dahlia... yasudah mas berangkat dulu... hati-hati dirumah jika mau keluar ajak sopir untuk mengantar mu..."
"iya mas...".
.
.
.
.
__ADS_1
drt drt drt drt diperjalanan hp lisa berdering.
"hallo kak..."
"issa kamu sudah berangkat..." tanya dari seberang sana.
"sudah ini issa sedang dalam perjalanan..."
"berangkat bareng siapa...apa dengan kak vano..."
"tidak kak issa berangkat di antar pak sopir dengan kak ani... semalam issa nginep dirumah mama..."
"oh yasudah hati-hati perasaan kakak dari tadi tidak enak..."
"siap komandan..."
tup suara saluran telpon ditutup.
"siapa..."cetus listiani.
"kak jeassen..."
"lho ya adik tidak tau diri perebut pacar kakak sendiri...gue harus bilang berapa kali jauhi jeassen...dia milikku.."
"hahaha milik kakak... hahahaha apa lisa tidak salah dengar... hahahaha kak jeassen jomblo bukan milik siapa-siapa...lagi pula harus lisa bilang berapa kalau lisa bukan perebut kak jeassen..."
"ngelak lho sudah jelas-jelas jeassen berubah semenjak kedatangan lho ke sekolah..."kesal listiani.
"bukannya dari dulu juga kalian tidak pernah dekat ya...jadi apanya yang berubah aneh..."
Lisa terkeheh melihat kekesalan listiani, baginya melihat sang kakak kesal menjadi hiburan untuk nya.
"hahaha lucu ya bisa membuat kakak ku yang sombong ini untuk bungkam...ya walaupun memang sikapnya menyebalkan membenci ku tanpa alasan yang jelas... mengatai ku anak pembawa sial...hah (lisa menghela nafas) semoga aku masih diberikan kesabaran untuk menghadapi sikap kakak ku ini..." batin lisa.
.
.
.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam lebih akhirnya mereka sampai juga.
"terimakasih paman..."ucap lisa melambaikan tangannya saat mobil yang mengantar nya sudah mulai berjalan lagi.
"dih an..lho gak salah punya adik macem gitu... norak banget masa sopir bilang terimakasih dan melambaikan tangan..." ucap resti yang di angguki yuki.
"bukan norak tapi baik hati...lho pada buta ya... tidak bisa membedakan mana yang borak mana yang baik hati...lah mana bisa lho pada bedain juga sih... orang lho pada gak punya hati..." celetuk Agatha bicara'sambil menghampiri lisa.
"pagi sa.. "
"pagi tha..."
__ADS_1
"lho semalam nginep di rumah Tante dahlia..." tanya agatha sambil menggandeng tangan lisa untuk masuk ke area sekolah.
"iya... semalam issa nginep di rumah mama..."
"hey sa tha..." teriak Aris berlari menghampiri mereka berdua.
"woy biasa aja kali... teriak-teriak udah kaya di hutan aja..."
"hehe sorry...lho pada lihat jeassen atau tommy..." tanya aris.
"lho gak lihat kita masih pakai tas..."
"hehehe iya juga ya...jadi kalian baru nyampe kaya gue..."
"seperti yang lho lihat..."ucap agatha sedangkan lisa hanya diam saja menjadi pendengar yang baik alias nyimak π .
"pagi babang ganteng... Milik nya yuki..." ucap yuki yang membuat aris bergidik ngeri.
"hahaha tuh pacar lho nyapa ..."ledek agatha yang dibalas muka masam milik aris.
"ayo kita cari jeassen dan tommy saja... dari pada ngeladenin 3 nenek lampir ..." ucap aris sambil berjalan diikuti lisa dan Agatha yang sedang terkekeh.
"semenjak kedatangan tuh dua cewek gue lihat-lihat mereka bertiga jeassen, tommy dan aris semakin susah untuk kita dekati.. " ucap resti.
"iya tuh gue setuju... menurut lho gimana an..."
"menurut gue memang seperti itu... bahkan mereka semakin membenci kita... padahal kalo dilihat-lihat pesona kita lebih berkali-kali lipat dari pesona mereka berdua..." ucap listiani.
"tapi kalo memang benar begitu terus kenapa kita bisa kalah sama mereka berdua...kalo begitu pesona mereka lebih beribu-ribu kali lipat dari kita..." ucap yuki yang tingkat ke oonan nya sudah mulai datang membuat mood mereka semakin jelek π€£.
"lho oon atau gimana sih yuk...ayo an kita lebih baik masuk dari pada dengerin ocehan dia yang semakin buat mood hancur..."
"cuci tuh mulut teman lho..." ucap listiani kesal sambil berjalan masuk.
"itu teman kamu juga an..." ucap resti yang tidak didengar listiani.
"eh yuki kok ditinggal...ani.... resti.... tunggu..."teriak yuki..."
.
.
.
.
bersambung
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.