Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Nenek tua


__ADS_3

"yang kau ucapkan benar sayang ...kami keluarganya jeassen adik mu ..."


deg


"a.... adik..." beo gitani.


"sepertinya kau tidak mengetahuinya..." ucap abraham.


"jadi yang kupikirkan selama ini memang benar jika dia adik laki-laki ku yang hilang... jika begitu...selama ini issa sudah dekat dengan kakak laki-laki nya... dan apa karena ini juga dia mempertaruhkan nyawanya demi issa..." gitani antara percaya dan tidak tubuh nya kakak ku.


"Semuanya sudah beres tuan besar...tuan muda jeassen sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat bersebelahan dengan ruang rawat inap nona muda melissa..." ucap jeollus yang baru datang bersama dua perawat yang langsung masuk ke ruangan UGD jeassen guna untuk memindahkan nya.


"selamat sore menjelang malam nona muda pertama..." sapa jeollus yang baru sadar disana ada gitani.


gitani hanya mematung dia bingung harus bagaimana bersikap, jujur jauh dihati nya ada kesenangan karena adik laki-lakinya sudah di temukan namun ini terasa mimpi baginya jika ternyata ayah dan ibunya ayah arlan keluarga konglomerat, apa ini mimpi itu yang terus ada dipikirannya, Sera tersenyum melihat tingkah cucu pertama nya.


"biasakan diri mu sayang... karena inilah kehidupan mu yang sebenarnya... kehidupan mu baru akan dimulai sayang..." ucap Sera berbisik dan memeluk gitani dengan penuh kasih sayang.


drt drt drt drt drt telpon gitani berdering menyadarkan nya dari lamunannya, cepat-cepat dia menguraikan pelukan sang nenek dan mengangkat telpon nya.


...Mommy Marissa ❀️...


"hallo...."


"hallo sayang... kenapa belum kesini lagi...apa kamu sudah bertemu dengan ayah mu...adik mu issa dari tadi menunggu kedatangan kalian..."


" astaga tani sampai lupa... sebentar lagi tani dan ayah datang... yasudah tani matikan telepon nya mom...."


"iya sayang..."


ceklek suara telpon ditutup gitani.


"ayah ayo kita ke ruangan issa...dia sudah menunggu kita dari tadi..." ucap gitani.


"apa kau tidak akan mengajak kami cucu ku..." ucap abraham yang akhirnya membuka mulutnya, gitani terdiam dia bingung harus bagaimana,dia melirik ayah nya arlan yang mengerti pun menggantikan menjawab.


"jika papa dan mama berkenan untuk melihat putri bungsu ku... pintu kamar nya akan selalu terbuka..." ucap arlan berjalan terlebih dahulu dan diikuti gitani di belakangnya.


"hey sayang lihatlah putra mu itu dan juga cucu pertama mu yang tidak mau menyapa ku sebagai kakek nya..." Adi abraham.


"sudahlah abraham jika kau ingin melihat cucu bungsu kita ayo ikuti mereka..." ucap Sera berlenggang meninggalkan abraham yang berdecak karena ditinggal sendirian oleh sang pujaan hati.


"Hon tunggu aku..." ucap abraham yang mengikuti langkah Sera namun baru 3 langkah dua sudah berhenti, dan melirik ke berangkar yang membawa cucu kesayangannya.


"kenapa kau berhenti disana..." ucap Sera.

__ADS_1


"kau pergilah terlebih dahulu...aku akan menjaga jeassen saja... tidak baik jika dia nanti tersadar dan tidak melihat kehadiran kita..." Sera pun mengangguk dan meneruskan perjalanan nya.


"sebagian dari kalian ikutilah istriku dan sisa nya ikut aku..." ucap abraham yang di angguki mereka.


"siap bos...."


.


.


.


"mama ayah dimana... mengapa dia belum datang-datang...apa kak gitani tersesat ya saat mencari ayah... makannya sampai sekarang belum datang-datang... kalau begitu kita harus memanggil polisi ma..."panik lisa.


"apa otak mu bergeser akibat jatuh dari rooftop..."kesal vano yang melihat sikap adik satu-satunya ini.


ceklek issani muncul dengan senyuman hangat dibibir nya yang ditunjukan untuk lisa adik kesayangannya.


mata Lisa berbinar melihat sang kakak datang dengan arlan.


"akhirnya kakak dan ayah datang...apa tadi kakak tersesat makannya lama sekali menjemput ayahnya...." ucap lisa yang hanya dibalas elusan tangan gitani di kepala nya, adiknya sedang di mode anak lemot sebaiknya gitani tidak menjawab untuk mencari aman karena dia yakin jika dia menjawab adiknya akan bertanya lagi yang membuat dia mati kutu pikir gitani.


"kenapa kakak tidak menjawab... dan siapa nenek cantik itu..." tunjuk lisa pada perempuan cantik yang baru memasuki kepala lima puluhan atau enam puluhan lebih.


mata semua orang beralih melihat kearah jari telunjuk lisa, dan sekita mereka dibuat heran.


"i..ib...bu..mertua..." ucapnya terbata-bata yang membuat yang lainnya menoleh padanya, Sera tersenyum melihat reaksi dahlia,dia berjalan mendekati dahlia dan memeluknya.


"bagaimana kabar mu sayang...mama harap kau baik-baik saja..." ucap Sera membelai rambut menantu satu-satunya.


"s...sa..ya.. baik..baik saja bu..." ucap dahlia terbata, dia bahagia sekaligus takut dengan kedatangan mertuanya, bahagia karena dia akhirnya merasakan pelukan mertuanya dan takut jika kedatangan mertuanya untuk mengambil suami dan anak-anaknya darinya.


"mama... panggil aku mama karena sekarang kau sudah menjadi menantu mama..."


"i...ya...bu... eh maksudnya ma..."


"tenanglah sayang tidak perlu gugup... jauhkan pikirkan buruk mu itu... kedatangan mama kesini tidak seperti yang kau pikirkan..."


"mama kesini ingin menjenguk kedua cucu mama yang sedang dirawat di rumah sakit ini... putri bungsu mu dan putera satu-satunya mu sayang..."


deg jantung dahlia berhenti berdetak, apa putera satu-satunya dia,apa maksud ucapan mertuanya, menjenguk Kedua cucunya yang sedang di rawat di RS ini?apa mama mertuanya sudah menemukan puteranya.


tes air mata dahlia menetes, bahagia ya tentu saja dia sangat bahagia jika memang benar yang dikatakan mertuanya.


"pu...put.. putera ku..."ucap dahlia terbata-bata.

__ADS_1


"iya sayang putera satu-satunya mu...dia sekarang sedang di rawat di rumah sakit ini karena sudah menyelamatkan nyawa adiknya... dia sekarang sedang dipindahkan ke ruang rawat di sebelah..." ucap Sera.


tes tes tes


"ap...apa ibu serius... putera saya..." ucap dahlia tidak bisa melanjutkan kata-katanya, haru, filu, bahagian, sedih menyatu menjadi satu.


"iya papa mu dan anak buahnya sedang menjaganya..."


"hiks apa dahlia bisa melihatnya bu...hiks dahlia ingin melihatnya..." tangis dahlia melepaskan pelukan Sera dengan terus menangis membuat semua orang heran,mengapa dia menangis setelah dipeluk Sera, Arlan mendekati kedua perempuan yang dia sayang.


"mama..."


"mama tidak melakukan apa-apa..." ucap sera yang mengerti maksud anaknya.


"mama hanya memberi tau mantu mama...jika puteranya sedang dirawat dilamar sebelah..."sambungnya, lisa, listiani, marissa, hadi dan vano mengernyitkan dahinya apa yang dimaksud perempuan tua tersebut, dan apa tadi mereka tidak salah dengar arlan memanggilnya dengan sebutan mama.


"hiks mas...aku ingin melihat dia... hiks aku ingin melihatnya..."tangis dahlia tidak merasakan debaran dihati kecilnya membayangkan wajah puteranya yang selama ini belum dia peluk, jangankan untuk memeluk melihat pun dia belum pernah.


"mama kenapa menangis...hey nenek tua mengapa kau buat mama issa menangis..." kesal lisa yang melihat dahlia menangis, sudah cukup dahlia selama ini menderita karena perlakuan ayahnya arlan tidak untuk sekarang, dahlia tidak boleh menangis lagi, bagaimana lisa bisa mengetahui kalau selama ini dia menderita karena sikap arlan? jawabannya disaat dia kritis dia diperlihatkan pada masa beberapa tahun yang lalu dimana dahlia memeluk lututnya dengan deraian air mata saat arlan menyuruh anak buahnya untuk membawa lisa ke panti asuhan, dan masih banyak lagi yang dia lihat, percaya atau tidak itulah yang tadi lisa lihat saat dia kritis.


"hey siapa yang kau panggil nenek tua gadis kecil..." ucap Sera.


"sungguh aku seperti melihat jiplakan diri ku sendiri di tubuh cucu bungsu ku ini..."lirih Sera.


"kaulah yang membuat mama ku menangis..." berang lisa yang tiba-tiba tidak bisa mengendalikan diri nya saat melihat cairan bening yang terus menetes dari kelopak mata dahlia.


"tidak sayang...kau tidak boleh bicara seperti itu pada nenek mu..." ucap dahlia menggeleng dengan menyeka air matanya.


"apa... nenek..."beo semua orang kecuali Arlan dan gitani termasuk Sera.


.


.


.


.


bersambung


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.


__ADS_2