
Sudah sebulan lamanya Sera dan Abraham tinggal di kedua Arespati, kediaman itu sekarang menjadi kacau balau dengan kehadiran mereka.
"apa semuanya sudah berkumpul..."tanya Sera terbaru baru turun dari kamarnya.
"menjawab ma... listiani masih ada di kamar..." ucap dahlia ketakutan, bagaimana tidak merasa takut akhir-akhir ini orang yang tidak patuh dan sopan pada Sera dan Abraham pasti akan mendapatkan hukuman,entah apa yang terjadi tapi rumah Arlan sekarang dikuasai Sera.
brakkkk
"apa kau tidak becus mengurus putri mu dahlia..." Sera menggebrak meja.
"maafkan saya ma.. tadi..."
tingggg
"kau memang orang tua yang paling bodoh...kau tidak becus mengurus ketiga putri mu itu...yang satu di biarkan tinggal dengan orang lain... dan yang satu lagi dibiarkan tinggal di asrama kampus'dan yang satu lagi tinggal di rumah ini hanya untuk jadi beban keluarga... anak-anak dari rahim mu sungguh sangat jelek Dahlia... seharusnya Marlan menikah lagi... supaya ada anak nay yang patuh dan menghormati ku sebagai nenek nya...bukan seperti anak-anak mu itu..."
deg jantung Dahlia berhenti perpacu untuk yang kesekian kalinya dahlia mendengarkan ucapan yang sama lagi dari mulut mertuanya itu.
"Marlan sebaiknya kau menikah lagi... lihat lah anak-anak dari rahim Dahlia tidak ada satupun yang bisa diandalkan... putri bungsu mu menuduh ku ingin melenyapkan jeassen... yang jelas-jelas jeassen kecelakaan dari rooftop... dan putri pertama mu selalu membantah dengan ku dan tidak punya rasa takut terhadap ku nenek nya...dan satu lagi putri mu itu dalang dari kecelakaan jeassen...."
tes air mata dahlia turun seketika hati istri dan ibu mana yang tidak akan sakit saat mendengarkan perkataan seperti itu, Dahlia hanya bisa menangis tanpa berani membatin, karena jika dia membatin sudah dipastikan jika dia akan kena hukuman, mertuanya seperti orang cenayang saja yang akan tau dengan batinan nya dan memang pada kenyataannya memang seperti itu.
"kenapa kau hanya diam saja Marlan... jangan bilang kau masih mencintainya...ck mama sudah bosan mendengar nya...tapi jika benar kamu masih mencintainya... kau tidak perlu bercerai dengan nya tapi menikah lah lagi dengan Sinta putri rekan bisnis papa mu..."
"aku tidak mau ma...harus Arlan bilang berapa kali...kalo arlan tidak mau menikahi Sinta..."
brakkkk
"kau sungguh anak durhaka Marlan...kau dari dulu sampai sekarang tidak pernah patuh pada mama mu ini...pelet apa yang dia gunakan padamu Marlan sehingga kau tergila-gila padanya dan melawan mama mu ini...."
tak tak tak suara sepatu listiani menghentikan kemarahan Sera.
"lihat lah tuan putri sudah datang hon..."ucap abraham.
__ADS_1
"ma... afakan Ani nen kek...tadi..."
buggggg
"sudah ku katakan jangan ada yang telat datang ke meja makan ...dan kau dengan beraninya datang terlambat sepuluh menit listiani...."bentak Sera yang menggebrak meja.
"maafkan ani..."
"pelayan hukum dan berikan dia sisa makanan tadi malam..."
deg jantung semua orang berhenti berdetak untuk sesaat mendengarkan perintah tidak berprikemanusiaan itu.
buggggg
"hiks ma ... maafkan ani ...dia tadi terlambat karena membersihkan gudang seperti yang mama perintahkan semalam padanya....hiks jangan hukum Ani lagi ma...hiks ini bukan salah Ani .."
"lantas kau menyalahkan siapa dahlia...apa kau menyalahkan ku... dasar menantu kurang ajar kau..."
buggggg dahlia mendapatkan tendangan di dadanya.
" ini peringatan untuk kalian semua ...agar kedepannya tidak ada yang berani membatah padaku lagi ...ayo Abraham kita makan di luar saja...aku sudah tidak berselera lagi makan di rumah ini yang penuh drama..." Abraham dan Sera langsung bangkit dari duduknya.
"dan kau Arlan cepat ikut kami..." perintah Sera Arlan mau tak mau harus ikut karena dia tau jika dia tidak menurut maka istri dan anaknya yang akan terkena imbasnya, Arlan bangkit dari duduknya dengan sesekali memandang iba pada dahlia.
"hahahaha menangis lah kalian... karena itu yang ku inginkan... kita lihat sampai mana Melissa akan terus membantah padaku... hahaha..." batin sera dengan langkah yang bangga dan bahagia.
.
.
.
flashback on
__ADS_1
"sudah cukup kau merusak kakak ku nenek..."
"hahahaha kau... ternyata yang dikatakan jeollus benar adanya... kalau cucu bungsu ku ini sudah menyadari semuanya... baguslah...jadi mulai hari ini aku tidak perlu berakting lagi...." tawa kencang Sera menggelar bagaikan guruh di langit.
"ku bilang hentikan nenek...kau bisa membunuh kakak ku..." teriak lisa dengan mata yang menyala terang menatap sang nenek yang masih menyakiti sang kakak dengan belati yang sudah dia kendalikan.
"hahahaha berteriak lah dan tunduk lah padaku Lisa...baru setelah itu aku akan menuruti mu..."
"aku tidak akan tunduk pada orang kejam seperti mu Sila Singgih Swasono...."
deg
"a...apa... maksud mu..."
"jangan kau pikir aku tidak mengetahui semuanya...aku tau siapa kau sebenarnya sila...kau dibuang oleh kakek buyut karena kau benar-benar kejam ....kau ingin membunuh kembaran mu sendiri hanya demi harta warisan...kau pembunuh...kau memang layak dicoret dari keluarga Singgih..."
swishhhh
"awwww...." belati Sera yang ditunjukkan pada lisa balik melukai tangan Sera.
"kau jangan lupa nenek sila Singgih Swasono yang terhormat siapa aku ini..."
"a...apa.. yang ingin kau lakukan pa...da..ku..."
"aku ingin membunuh mu... sudah cukup kau melukai keluarga ku...aku ku bunuh kau ...hari ini aku adalah malaikat Malaika maut mu...kan ku habisi kau sekarang juga..." teriak geram lisa.
.
.
.
bersambung :)
__ADS_1
.
Makasih untuk yang masih setia dengan novel author yang satu ini π€ love you allπ.