
Sekarang jam menunjukkan pukul 10.00 yang mana artinya waktu istirahat bagi anak sekolahan termasuk sekolah SMK garudasion, disebuah ruangan tepatnya di kantin ada sepasang mata yang terus memperhatikan tingkah gadis imut nan cantik.
"kenapa gue masih belum bisa membuang jauh perasaan gue terhadap issani...gue gak mau merusak persahabatan gue dan jeassen...an*ing lho benar-benar bego tommy...gue gak bisa tahan lagi dari pada gue kepanasan disini lebih baik gue ke lapang basket saja ...gue gak bisa terus-terusan melihat mereka yang ada gue bisa hilang kendali..." yah sepasang mata itu milik tommy yang dari tadi memperhatikan kemesraan issani dan jeassen.
"lho mau kemana..."tanya Aris yang melihat tommy bangkit dari tempat duduknya.
"gue mau ke lapang basket..."simpel tommy.
"lho belum makan itu pesanan udah main pergi aja..."
"gue gak selera...gue duluan guys..." tommy meninggalkan kantin Agatha hanya diam saja dia tau mengapa tommy pergi dari sana, dia dari tadi memperhatikan tommy dan dia jelas tau siapa yang membuat tommy pergi dari kantin secepat itu.
"sa kakak duluan yah kakak juga mau ke lapang basket..."ucap jeassen.
"lho juga sama Sen..." tanya Aris.
"yah apa lho mau ikut ...kalo gak tolong jaga mereka berdua..."lirik jeassen pada issani dan Agatha.
"gue ikut..."akhirnya aris dan jeassen menuju lapang basket.
.
.
.
.
Di lapang basket terlihat seorang cowok cool sedang bermain basket dengan segala kekesalannya, melampiaskan semua kekesalannya pada bola basket itu lebih baik dari pada melampiaskan dengan pukulan pada orang yang sudah membuatnya kesal pikir tommy.
"arghhhh gue gak bisa gini terus...sadar tom dia punya sahabat lho sadar...lho bukan sahabat berengsek sadar..." tommy terus menerus menyadarkan pikirannya untuk tidak salah mengambil keputusan.
"jika lho memang suka perjuangkan bukan mundur sebelum berjuang..."aktivitas tommy terhenti dia mengetahui jika itu jeassen.
"gue gak seberengsek itu...gue menghargai hubungan diantara kita..."
__ADS_1
"lho gak pantas buat issani... cowok macem lho gak pantas buat bersanding dengan nya... cowok yang mundur sebelum melangkah...ck memang gak pantas..." tommy mengepalkan tangannya emosi dan emosi namun sekuat tenaga untuk tidak terpancing, Karena dia tau jika jeassen sudah bicara seperti itu maka ada arti lain dari ucapannya, jeassen mengambil bola basket dari tangan tommy.
swish suara Bola basket yang dimasukkan tepat kedalam ring.
"gue gak akan biarkan issani salah memilih orang...dia terlalu berharga buat orang yang lemah...dia butuh sosok yang benar-benar bisa menjaganya... Jika memang suka buktikan pada gue kalo lho bisa jaga dia dengan baik..." datar hanya ucapan datar yang keluar dari mulut jeassen nyaris seperti tidak ada emosi.
"apa maksud lho..." heran tommy yang tidak mengerti, bukannya jeassen mencintai issani terus mengapa dia menyuruh nya untuk berjuang dan semua perkataan jeassen benar-benar tidak bisa dicerna tommy.
Disisi lain aris memperhatikan gelagat kedua sahabatnya, memang ribet jika sudah berurusan dengan perasaan, layaknya seperti mereka ini pikir Aris.
"gue gak boleh seperti mereka... sudah tau cinta itu ribet masih saja coba-coba...ck..." decih Aris.
"tapi gue disini lama-lama bosen juga sebenarnya apa yang mereka bicarakan kaya nya serius...apa gue samperin aja yah...ya deh gue samperin..."
"gue tau lho suka sama issani...gue sudah tau dari pertama kita kenalan dengan gadis itu... tatapan mata lho sangat jelas jika lho suka pada pandangan pertama..."ucap jeassen.
"lho memang selalu bisa menebak perasaan gue..."
"lho terlalu bodoh menyembunyikan perasaan lho... dan lho juga bodoh mundur sebelum melangkah"
"gue gak tau kalo gue suka sama dia dari saat pertama bertemu..."
"gue menghargai hubungan kita...gue gak mau hanya gara-gara satu cewek sampai harus bersaing.... walaupun bersaing dengan adil gue tetap gak mau..."
"tapi lho sama saja nyakitin hati lho ... yang dikatakan jeassen memang benar lho pengecut mundur sebelum melangkah..."
"terserah lho pada..." tommy pergi kepinggir lapang basket dan diikuti kedua sahabatnya.
"lho pada kenapa juga suka sama satu cewek...di sekolah ini banyak cewek cantik tapi kenapa lho pada suka sama tuh cewek...jadi ribetkan ..."
"ris,tom kalian memang bodoh... apa kalian tidak bisa melihat tatapan mata gue saat sedang bersama nya...apa lho gak bisa bedain mana tatapan cinta dan mama tatapan Sayang...gue bukan cinta sama dia gue cuman sayang sama dia..."
"sayang dan cinta itu beda tipis Sen ..." jawab tommy.
"Ck...gue sayang dia sebagai adik...gue sayang sama dia memang itu sudah jadi kewajiban gue...gue selalu bersama nya bukan berarti karena gue suka atau cinta...tapi karena itu sudah jadi tanggung jawab gue untuk selalu bersama nya "
__ADS_1
"lho mau bohongi gue Sen...apa lho mau mempermainkan gue...saat gue berjuang dan malah lho yang dipilihnya...apa lho mau membuktikan kalo lho selalu lebih unggul dari gue...apa itu mau lho" emosi tommy yang serasa dipermainkan jeassen, dari tadi jeassen bicara dengan tidak jelas tidak masuk akal.
"Ck...suatu hari lho akan menyesal bicara gitu pada gue..."jeassen bangkit dari tempat duduknya.
"jika waktu nya sudah tepat lho bakal tau apa maksud gue... dan jika memang lho cinta sama dia buktikan..." lanjut jeassen yang meninggalkan tommy dengan segala kegundahannya dan Aris yang layaknya seperti orang bodoh mulut terbuka lebar kayanya kalo ada kebo, kebonya kesedot🤣 astaghfirullah author ini🤣.
"lho ngerasa dia aneh gak ris...apa dia menyembunyikan sesuatu pada kita... sebenarnya apa yang disembunyikan nya..."
"gue sependapat... bukannya dia seharusnya marah atau nyuruh lho mundur tapi ini malah sebaliknya...ck ck ck...apa yang dia pikirkan dan lakukan selalu tidak bisa ditebak ...." tommy diam tidak menjawab dia yakin sekali ada sesuatu yang jeassen sembunyikan pada mereka mungkin sesuatu hal yang besar, tapi apa itu dia tidak tau karena jeassen susah ditebak seperti yang tadi Aris katakan, sudah lama bersahabat tapi tetap saja mereka belum bisa mengenal jeassen dengan baik.
"gue penasaran sekarang lho akan gimana apa lho akan ikuti ucapan jeassen..."
"gue belum tau...gue takut dia bicara seperti itu hanya untuk menguji gue..."
"hmm masuk akal... yaudah lah lupakan dia masih banyak cewek cantik di sekolah ini..."
"gue sudah coba tapi gue gak bisa..."
"bukan gak bisa tapi belum bisa...yo kita ke kelas aja bentar lagi bel..." mereka beriringan menuju kelas mereka, persahabatan mereka sudah lama banget terjalin jauh sebelum ada jeassen.
"gue harap gue bisa melupakan issani secepatnya...gue gak mau berlarut-larut dalam kesedihan... pura-pura bahagia tegar padahal gue hanya cowok lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk mendapatkan cewek yang gue cinta dan sayang..."
.
.
.
.
bersambung
.
.
__ADS_1
.
Maafkan author kemarin author gak update dikarenakan kemarin disini nya mati lampu jadi gak ada jaringan...biasalah hidup dikampung sekali mati lampu jaringan langsung kabur🙄😅 untuk mengganti kerugian para reader yang kemarin sudah nunggu update nya tapi gak nongol-nongol😅 hari ini author akan usahakan untuk dobel up 🤗 terimakasih sudah setia dengan novel author yang satu ini jangan lupa tinggalkan jejak 🤗 karena jejak dari sangat berharga dan penyemangat besar untuk author 🤗 salam sayang dari author 🤗😚