
pukul 13.00 issani turun dari mobil dan mengajak tommy untuk ke rumah dulu tapi tommy menolak dan alhasil issani hanya bisa mengangguk saja, setelah mobil tommy hilang dari pandangan issani masuk kedalam rumahnya.
"mommy... mommy... issa sudah pulang "teriak manja issani.
"astaga itu anak gak bisa kalo gak berisik..."kesal vano yang sedang bersantai di ruang tamu.
"mommy...."teriak issani yang belum mendapatkan sambutan dari sang mommy yang biasanya issani pulang langsung disambut oleh sang mommy.
"astaga anak itu...."vano mau tidak mau akhirnya menghampiri issani yang masih berdiri di dekat pintu yang belum menyadari jika diruang tamu ada vano, mungkin terlalu asyik teriak udah kaya yang ada di hutan π€£.
"mommy...issa sudah pulang.... mommy.... mommy...."teriak issani lagi.
"astaga sa...bisa gak diam kakak lgi istirahat santai-santai malah diganggu suara toa mu itu...lagi pula pulang sekolah langsung teriak-teriak udah kaya anak SD saja..." kesal vano.
"terserah issa.... suka-suka issa kenapa kak vano yang sewot mulut-mulut issa...lidah-lidah issa suara-suara issa..." cibir issani.
"ya...tapi kuping kakak jadi sakit denger suara toa mu itu.....dasar anak manja..anak mommy baru berpisah beberapa jam saja udah teriak-teriak..."
"kalo issa anak manja emang kenapa...kalo issa anak mommy memang kenapa bagus kan jika issa anak mommy...berati issa anak mommy sedangkan kak vano bukan anak mommy mungkin anak pengemis..."
"ya.... issani.....apa yang kau katakan kakak anak pengemis.... sudah jelas-jelas kakak anak mommy...."teriak vano.
"ya kan kak vano cuman bilang issa anak mommy bukan issa dan kak vano anak mommy...kak vano sendiri yang ngaku bukan anak mommy...."
"kamu yah sa....bisa saja jawab dasar adik nakal..." vano meninggalkan issani dan duduk lagi diruang tamu guna menyetok kesabaran lagi, dimana ada issani disitu stok kesabaran habis, issani mengikuti vano dan duduk di sebelah vano.
"kakak tumben jam segini sudah pulang...mana hadiah untuk issa hari ini..." tanya issani yang sudah berbinar mengucapkan kata hadiah namun vano hanya diam tidak menjawab fokus melihat ponselnya.
"kak vano kenapa diam saja.... kak vano tuli yah..."kesal issani.
"kakak...mana hadiahnya...."rengek issani yang menggoyangkan tangan vano, vano yang terusik pun mendengus kasar ternyata memang benar sang adik tidak bisa memberikan kedamaian untuk nya.
"kakak...."rengek issani lagi.
"apa....bicara yang jelas...ini bicara udah kaya bisik-bisik tetangga saja..."dengus vano.
"issa dari tadi gak bisik-bisik..." kesal issani.
"tapi kakak gak dengar tuh.. "acuh vano.
"apa perlu issani teriak-teriak di kuping kakak biar kakak bisa dengar..." marah issani.
"terserah ..." acuh vano issani pun menyeringai.
"KAKAK MANA HADIAH ISSA HARI INI....."teriak issani didekat kuping vano.
"astaga... kuping ku...ya ampun gendang telinga ku...ouh ya tuhan..."kaget vano sekaligus merasakan kuping nya berdenging.
"gimana kedengaran gak kak..."senyum manis issani dengan mengedip - kedipkan matanya.
"astaga sa...kenapa masih nanya sudah jelas lah kedengaran atu... orang kamu teriak-teriak udah kaya orang utan..."marah vano.
"kak vano sendiri yang suruh...." issani tidak mau kalah.
"yaudah iya kak vano yang salah..."vano mencebibkan bibirnya.
"Kakak kenapa jam segini sudah pulang dan kemana mommy...."
" emang kenapa kalo kakak pulang lebih awal.. mommy tadi keluar rumah mungkin arisan..."
"ouh tidak biasanya mommy pergi sebelum issa pulang..."
"yah suruhan siapa kelayapan dulu...."
"bukan kelayapan kak tapi main..."
"sama saja... emang apa bedanya..."
"hurufnya...".
"terserah kamu saja... sekarang ganti baju dan makan kakak mau ajak kamu jalan-jalan mau..."
__ADS_1
"horeeeee issa mau kak ... yaudah issa siap-siap dulu...." issa langsung berlari.
"hey hati-hati issa nanti kamu jatuh..." khawatir vano.
"astaga anak itu selalu saja ceroboh aneh sebenarnya bagaimana kehidupannya dulu apa sama seceroboh sekarang..." pikir vano.
"hmm jika kau masih ada kau juga pasti sebesar dia ... kakak benar-benar merindukan mu sa...kakak benar-benar rindu... walaupun sudah ada dia tapi tetap saja tidak bisa menutupi rasa rindu kakak padamu issa kakak benar-benar rindu issani...mengapa kau meninggalkan kakak secepat ini..."
tes air mata keluar dari sudut mata vano yang benar-benar merindukan adik kandungnya issani Arya Diningrat, kalian masih ingatkan di part 4 author sudah ceritakan jika issani Arya Diningrat itu putri kedua dari pasangan Hadi Arya Diningrat dan Marissa Arya Diningrat yang sudah meninggal π€.
"ouh tuhan kenapa semuanya jadi serumit ini... sejujurnya aku melihat lisa membuat hati ku sakit... dia mengingatkan ku pada adik ku... semirip apapun dia tetap saja tidak bisa menggantikan posisi adik ku..."
"kakak tidak menyangka kau akan pergi secepat ini... semoga kau bahagia disana mungkin jika kau masih ada kakak akan mempunyai 2 adik kembar..."
tes cairan bening menetes lagi di pipi vano yang sedang menatap foto sang adik di ponsel yang sedang dia pegang.
foto issani Arya Diningrat asli
"kakak...issa sudah siap ...." teriak issani/lisa yang membuat lamunan vano buyar.
deg
"seandainya kau benar-benar issani ...tapi walaupun kau bukan issani aku tetap menyayangi mu melissa..."
"kakak ko bengong ayo... katanya mau jalan-jalan..."cemberut issani.
"hah apa sa...ouh iya ayo sa..." gagap vano.
"kakak kenapa...kakak lagi sakit kah....kenapa dari tadi kakak aneh banget...."
"kakak gak kenapa-kenapa sa...ayo kita berangkat "
"kakak gak perlu bohong issa tau kok kakak lagi kangen yah sama adik kakak....maaf tadi issa gak sengaja lihat fotonya di ponsel kakak..." vano diam dia tidak boleh terlihat lemah dihadapan adik sambung nya ini, dia merentangkan tangannya dan issani masuk kedalam pelukan sang kakak.
"ayo sa... kita berangkat... astaga tapi kamu belum makan...sana kamu makan dulu... kakak gak mau dimarahi mommy Karena anak kesayangan dibiarkan gak makan siang..."
"hehe issa mau makan diluar kak .... Kita ke cafe dulu... emang kakak mau ajak issa kemana sebenarnya..."
"membawa mu lari biar keluarga arespati tidak membawa mu jauh-jauh dari ku ...."
"gak perlu bawa issa lari atau kabur kak...masih ada cara lain..."
"apa...." tanya vano penasaran.
"nikahi kak tani... nanti juga issa akan selalu dengan kakak...."
cletakk
"masih kecil jangan berpikiran seperti itu...." nasehat vano .
"kan kakak yang nikah nya bukan issa jadi bisa kan..." celetuk issani.
cletakkk
"aw sakit kak....issa adukan ke mommy dan daddy baru tau rasa..."
"dasar tukang ngadu..."
"biarin dari pada kak vano mulut udah kaya ema-ema arisan berisik..." issani langsung berlari menuju mobil karena dia tau pasti sang kakak akan marah.
"ISSANI ARYA DININGRAT....." geram vano yang mengejar adik nakal nya.
woleee
"gak kena..." ledek issa.
"awas kau issani...." vano mengejar issa dan issa yang tidak memperhatikan jalan pun terjatuh saat melewati tangga menuju mobil.
__ADS_1
brukkkkkk
"aw sakit..."rengek manja issa .
"hahaha rasain kualat tuh... makannya jangan jail sama kakak mu... hahaha sakit kan lololo kasihan.... hahaha"tawa vano semakin pecah sedangkan issani sudah mengerucutkan bibirnya 10 cmπ€£ astaghfirullah author ini mana ada bibir Panjangnya 10 cmπ€£ cuman di dunia pernovelan apapun jadi mungkin π€£ kembali ke topik ah reader ku tersayang π€£.
"kakak bantuin bukannya ketawa sakit tau..." rengek issani yang sudah mau nangis.
"hahaha iya iya sini berdiri..."
"bantuin...sakit..."
"iya iya...mana yang sakitnya...apa kakinya terkilir...." cemas vano.
"ini yang sakit nya minta diisi..."tunjuk issani pada perutnya.
"kau adik nakal..."
"hahaha rasain emang enak di kerjain woleee...rasain..." vano mendengus adik nya selalu saja bisa membuatnya kehilangan mood.
"ketawa saja tuh... Sampai gajah bisa masuk ke perut mu saking kencangnya itu ketawa..."kesal vano yang langsung naik mobil dan diikuti issani.
.
.
.
.
kediaman Arespati
Arlan pulang ke rumah nya dengan kaki lebar saat dia sedang menjalankan tugasnya dia ditelpon listiani jika sang istri sakit, tanpa menunda waktu dia langsung pulang dan menyerahkan tugasnya pada asisten nya sandi.
"BI dimana nyonya...apa sudah panggil dokter..."tanya arlan khawatir.
"nyonya dikamar tuan...nyonya tidak mau memanggil dokter katanya nyonya hanya merindukan nona lisa... dari tadi nyonya belum makan tuan ...jadi demamnya semakin tinggi... "jelas bibi art.
"astaga.... yasudah bawakan makanan ke kamar ...saya ke atas duluan..."arlan menaiki tangga.
semalam dahlia memang demam dikarenakan setelah pulang dari kediaman Arya Diningrat dia jadi tidak bisa tidur dan nafsu makannya hilang, dia sangat takut jika dia akan kehilangan lisa selama nya, melihat kedekatan marissa dan lisa membuat nya takut jika sang anak lebih menyayangi marissa dari pada dirinya.
ceklek
"ayah...mama yah...demam mama semakin tinggi...badan mama panas banget..."khawatir listiani yang sudah menangis.
"tenanglah mama mu akan baik-baik saja ...apa dia sedang tidur...apa sudah memanggil dokter" listiani menggeleng.
"mama tidak mau ada dokter katanya dia hanya ingin bertemu lisa... dari tadi juga mama mengigau memanggil-manggil nama lisa...ayah bisa bawa lisa pulang...Ani takut mama kenapa-kenapa...Ani yakin jika kehadirannya akan membuat kondisi mama membaik...dan juga tolong suruh kakak pulang...mama juga tadi bilang kangen banget sama kakak... tolong ayah bawa kakak dan adik... ani mau mama sehat lagi..." ucap listiani sambil berkaca-kaca.
"sudah jangan sedih...ayah akan coba membawa pulang mereka.... sekarang ayah mau memanggil dokter..." Arlan keluar kamar dan menelpon dokter.
"aku melakukan ini semua demi mama... jika bukan karena mama lagi sakit aku tidak akan Sudi meminta pada ayah untuk membawa mu pulang lisa... dan aku juga butuh cari muka didepan ayah... biar aku bisa mendapatkan kepercayaan dari ayah... dan jika aku sudah mendapatkan kepercayaan ayah Otomatis aku juga akan disayangi ayah dan setelah itu aku akan dengan mudahnya mengusir mu dari rumah ini selamanya anak pembawa sial...."
.
.
.
.
bersambung
.
.
.
.
__ADS_1
terimakasih masih setia dengan novel author yang satu ini π€ jangan lupa tinggalkan jejak nya reader tersayang π€karena jejak kalian penyemangat untuk author π€π salam sayang dari author π€π