Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
ada apa dengan Tommy


__ADS_3

sudah 6 bulan semenjak Melisa atau issani hilang ingatan dan disitu juga hubungan issani dan gitani sudah terjalin baik, begitu juga dengan hubungan issani dan jeassen, di pagi yang cerah ini tepatnya disekolah Garuda akan dilaksanakannya ujian akhir semester yang terakhir kalinya setelah 5 hari ujian dan sekarang ke 6 harinya pertanda hari terakhir ujian, di luar kelas .


" hmmm issa akhirnya kita selesai juga melakukan ujian akhir semester"peluk haru Agatha.


" hehehe iya tha"balas peluk Agatha.


"hey sa"


"kak jeassen" balik ucap issani


" hayu ke kantin kakak kangen banget sama kamu" gandeng jeassen membawa issa ke kantin meninggalkan Agatha seorang diri


" hey lho pada, kenapa ninggalin gue hahh" teriak Agatha


" anjay sakit nih telinga, bisa gak lho gak berisik toa" ucap Aris yang ternyata dari tadi ada di sana bersama Tommy


" suka-suka gue dong mulut-mulut punya gue kenapa jadi lho yang rusuh"


"lho yah selalu saja bikin gue geram untung saja lho adik sepupu jeassen kalo bukan udah lama tuh mulut gue sobek"


"lho..."tunjuk Agatha


"astaga sudah kenapa kalian setiap ketemu berantem terus udah kaya tom and Jerry" heran Tommy


"lho gak salah bilang gue tom and Jerry, bukannya tom itu nama lho"


"apa sih lho, jangan samakan kak Tommy sama si kucing tom"pelotot Agatha


"eh kenapa jadi lho yang sewot gue bicara sama sahabat gue bukan sama lho, apa jangan-jangan lho suka yah sama sahabat gue ini"


"sudah-sudah pusing gue, lebih baik gue ngikuti issani dan jeassen saja ke kantin" ucap Tommy meninggalkan mereka berdua.


"aaaa buka atu mulut nya sa"


"gak mau kak aku gak mau makan itu"


"loh kenapa" tanya jeassen


"itu bakso"


"emang nya kenapa kalo bakso, bukannya ini makanan kesukaan kamu" heran jeassen.


"iya tapi..."


"kenapa"


"takut gendut" lirih issani yang masih kedengaran jeassen


" hahh gendut"

__ADS_1


"iya" ucap sedih issa


"astaghfirullah sa kamu gak gendut kamu cuman chubby saja, ayo aa buka mulutnya ayo issa"


"aaaaa"


deg


"kenapa hati gue perih banget yah lihat lho pada saling suapan seperti itu, padahal itu sudah hal biasa kalian saling suap seperti itu, tapi tetap saja nih hati sakit, tidak-tidak lho gak boleh seperti itu Tommy issani milik jeassen, tapi mereka belum punya hubungan "


"hey lho kenap bengong disini bukannya masuk "


"astaga lho ngagetin gue saja ris"


"yaelah bukan gue yang ngagetin tapi lho nya saja yang bengong "


"kenapa kak Tommy bengong, apa karena kak Tommy melihat bang jeassen dan issani yah, gue lihat-lihat beberapa hari ini kak Tommy sering melihat issani dengan tatapan sendu, apa... ah tidak-tidak mungkin ini cuman perasaan gue saja gak mungkin kak Tommy mau jadi PHO dalam hubungan bang jeassen dan issani "


"yaudah kita masuk kenapa malah ada disini" ucap Agatha


"tumben lho bicara bener "


"lho yah Aris " pelotot Agatha


"sudah ayo masuk " lerai Tommy yang sudah tahu kalau sebentar lagi akan terjadi perdebatan lagi yang gak ada ujungnya, mereka benar-benar bikin pusing selalu saja bertengkar, kadang Tommy pun heran sebenarnya terbuat apa mulut mereka kenapa gak ada lelah-lelah nya berdebat, terutama Aris yang cowok kok cerewet banget udah kaya ibu-ibu kompleks saja, apa-apa jangan Aris awalnya mau jadi perempuan dan maha pencipta malah salah memberikan jenis kelamin, astaghfirullah sadar tom gitu-gitu juga sahabat lho, geleng-geleng Tommy.


"terus romantisan" ledek Aris


"astaga hati-hati dong sa, nih minum. lho juga kenapa datang-datang ngagetin issani jadi tersedak kan"


"hehehe sorry -sorry gue gak sengaja, maaf yah sa"


"hmm gapapa kak" senyum issani


"gak usah pake acara senyum-senyum juga" ucap dingin jeassen


"anjir posesif "lirih Aris


"yah lho banget emang Napa kalo issani senyum sama kak Aris posesif banget"


"eits tumben banget lho panggil gue kakak"ledek Aris


"lho yah emang benar-benar bikin gue kesal"


"jin nya udah keluar lagi teh udah gak sopan lagi"ledek Aris lagi


"gue juga gak sopan karena lho nya selalu saja bikin gue kesal"


" ih kenapa kalian berisik banget deh" ucap issani

__ADS_1


"dia yang mulai duluan "tunjuk Agatha


"gak salah lho nyalahin gue tha"


"sudah, ayo sa kita pindah meja saja disini berisik " ucap jeassen menggandeng issani.


"hati gue sakit yah lihat lho pada pegangan tangan Mulu"


"tuhkan issani ninggalin gue lagi" ketus Agatha


"gue cabut "


"eh lho mau kemana tom, belum juga pesan udah mau main cabut aja"


"gue gak lapar gue mau ke lapangan basket "


"tapi... hey lho tom main pergi saja" teriak Aris karena Tommy sudah mulai menjauh meninggalkan kantin.


"kenapa kak Tommy pergi gitu saja,apa karena Agatha dan bang jeassen yah, apa yang gue pikirin selama ini benar yah" lirik Agatha yang memperhatikan Tommy hingga tak terlihat lagi.


"hey tha lho mau pesan apa sekalian gue yang pesankan"


"teh manis dan bakso pedes saja"


"wokke gue persen dulu"


" thanks gue tunggu di meja issani" teriak Agatha


"siap"


"semoga yang gue pikirin gak benar, gue harap hubungkan persahabatan Kalian gak rusak hanya karena satu cewek, yaudah lah gue samperin issani saja"


disisi lain


brakk


"astaga lho kenapa lis"


"yaelah lho gak lihat tuh si issani lagi bareng jeassen yuk"


"astaga gue baru sadar, lho pasti cemburu yah Lis"


"diam"bentak Listiani


bersambung


hallo para reader akhirnya kita bisa ketemu lagi๐Ÿค— setalah beberapa hari author gak update ๐Ÿค— author awalnya sudah putus asa tapi akhirnya author punya hidayah untuk meneruskan cerita Melisa ini๐Ÿค—yuk ikuti terus untuk kedepannya akan ada kompelik tentang issani ๐Ÿค— jangan lupa like dan komentar nya๐Ÿค—salam sayang dari author ๐Ÿค—๐Ÿ˜š


ouh iya author sekalian perkenalkan novel baru author siapa tau ada yang minat kalian bisa cari yang judulnya tercantum dibawah ๐Ÿค—

__ADS_1



yuk coba lihat-lihat dulu siapa tahu ada yang suka dengan novel receh author ini๐Ÿค—๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


__ADS_2