Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Berangkat bersama


__ADS_3

"kau dengan lancang nya menyakiti tubuh kakak ku... sama saja kau menantang ku...kau melukai tubuh yang melindungi ku selama ini...kau sudah bertindak bodoh biadab...."


deg


"mengapa perasaan ku tidak enak setelah melihat senyum dibibir nona kedua..." batin jeollus .


"kenapa kau belum masuk sa..."tanya jeassen.


"yah kakak ini gimana sih ...kan issa nunggu Kakak..."cemberut lisa.


"om seram tolong bukakan pintu untuk ku..."pinta Lisa, jeollus secepat mungkin langsung membukakan pintu untuk sang nona, dengan senang hati lisa masuk dan tanpa sengaja menepuk tangan jeollus yang tidak disadari siapapun saking tak terlihat terasa.


"kak Ani mau ngapain..."tanya lisa yang melihat listiani Ingin ikut duduk disebelah lisa,kening listiani dan jeassen mengernyit mendengar pertanyaan lisa.


"emang kenapa kakak mau duduk atu kau ini.."geleng-geleng listiani.


"tidak boleh... kakak tidak boleh duduk disini...Lisa mau duduk sendirian biar gak sempit..."tolak lisa.


"lah kok gitu ... terus kakak harus duduk dimana coba Jika bukan disana..."kesal listiani.


"yah duduk bareng kak jeassen saja didepan...lagi pula emang kak jeassen supir Al sampai kita duduk dibelakang sementara kak jeassen nyetir... udah kaya pak sopir yang sedang mengantar dua nona mudanya cantik..."cengengesan lisa.


"tapi..."


"sudahlah ayo duduk bareng kakak aja..."sela jeassen langsung masuk ke mobil, listiani yang mengerti maksud lisa pun tersenyum.


"maaf dik kakak barusan sempat kesal... kakak pikir kamu tidak mau kita semobil ternyata...kamu menolak duduk bersama biar kakak duduk dekat kak jeassen... maafkan kakak yang kali ini keliru lagi... terimakasih Kakak sayang kamu..." Lisa hanya senyum-senyum saja memainkan handphonenya seolah sedang cattingan dengan seseorang padahal kenyataannya dia sedang tidak cattingan sama siapapun dia tersenyum karena mendengarkan isi pikiran sang kakak yang mengucapkan kata terimakasih dengan tulus.


"om seram mengapa hanya mematung disana... cepat bantu aku menutup pintunya... tangan ku sedang malas berbuat apa-apa..."senyum manis lisa yang semanis senyum author πŸ€—πŸ€£.


"eh..i.. iya nona..."jeollus sekuat mungkin mendorong pintu mobilnya guna untuk menutup pintunya sesuai perintah sang nona.


"ada apa dengan tangan ku...mengapa rasanya kebas sekali... dan kenapa tangan ku bergetar seperti ini..." bingung jeollus yang merasakan tangannya bergetar hebat, lisa dari dalam mobil menyeringai.


"itu hukuman untuk mu yang sudah berani mengusik ketenangan ku..."


"kakak kenapa mobil nya belum makan juga... jangan bilang kakak tidak bisa menyetir yah makannya dari tadi hanya diam saja..."curiga lisa yang membuat jantung listiani berdetak sedangkan jeassen yang sudah biasa mendengarkan ucapan nyeleneh sang adik hanya menghela nafasnya saja.


"astaga jantungku... pertanyaan konyol apa itu...kau sangat aneh adik mana mungkin kak jeassen tidak bisa menyetir bukannya kau selama ini sudah lihat kak jeassen bisa menyetir..." batin listiani syok dan menjerit refleks listiani langsung memegang jantung nya yang tiba-tiba berhenti berdetak.

__ADS_1


"astaga... pertanyaan konyol apa itu sa... bukannya kau sudah sering melihat kakak menyetir...ingin heran tapi itu kau...issani si gadis konyol..." batin jeassen sambil memajukan mobil nya dan menghela nafas sebanyak-banyaknya.


"kenapa kalian diam saja...apa kalian sariawan...." tanya lisa.


deg Jantung listiani berhenti berdetak lagi untuk yang kedua kalinya.


"oh my God...ini bahaya kalau kakak-kakak ini sariawan ini bahaya... bisa-bisa aku ketularan lewat nafas kalian.." heboh lisa langsung mengabrik-ngabrik tas nya guna mencari masker.


"apa yang kau lakukan issa..."tanya lembut jeassen.


"kakak...apa Kakak punya masker..."tanya lisa panik.


"memang nya untuk apa sa.. " jeassen tersenyum lucu dia sudah bisa menebak apa yang sedang dipikirkan adik konyol nya itu.


"untuk jaga-jaga biar lisa tidak tertular dengan penyakit sariawan kalian...." lisa masih terlihat panik, listiani menghela nafasnya.


"tidak ada yang sariawan disini adik..." ucap listiani.


"tapi..."


"kami sudah bicara berati kami tidak sariawan issa..."jelas jeassen gemas melihat tingkah sang adik.


"kakak apa tidak apa-apa Kita membiarkan adik memakan-makanan seperti itu..." tanya listiani ragu.


"kita jangan melihat dari luarnya saja...adik kita tidak mungkin membeli makanan yang tidak higienis...kau jangan menilai dari luarnya paham..." listiani tersenyum dan mengangguk.


"yang dikatakan kak jeassen benar juga... perkataannya sama seperti adik waktu saat adik memberhentikan mobil kak gitani untuk jajan dipinggir jalan...".


"maaf lama kak..."ucap lisa yang sudah matik kedalam mobil lagi.


"tidak apa-apa sa...apa kakak juga dibelikan..."ucap jeassen mulai melakukan kembali mobil nya.


"itu pasti...issa membeli tiga plastik cilok kak...satu untuk kak jeassen,satu untuk kak Ani dan satu lagi untuk issa..." senyum manis lisa dan menyodorkan dua plastik cilok yang langsung diambil satu oleh jeassen.


"kak Ani ini ambil...ini enak kok lisa bisa jamin setelah kakak rasain gimana enaknya kakak pasti ketagihan seperti lisa..."


"apa ini benar enak..."tanya listiani sambil mengambil cilok tersebut dengan ragu-ragu.


"enak banget kalau gak percaya... kakak cepat buka dan makan..." ucap Lisa menggigit ujung plastik cilok miliknya dan memakan cilik tersebut.

__ADS_1


dari kaca spion listiani memperhatikan lisa dan beralih melihat kesamping jeassen sedang memakan cilok nya sambil menyetir, dengan ragu-ragu dia pun melakukan hal yang sama seperti Lisa dan...


"wow ternyata ini benar-benar enak dik..."heboh listiani yang baru merasakan cilok.


"oh iya kah...apa kata Lisa juga cilok itu enak..." heboh lisa berbangga diri yang disetujui dengan anggukan listiani yang memakan cilok nya lagi, sementara jeassen hanya geleng-geleng saja tidak menyangka jika listiani bisa seheboh ini biasanya anak ini selalu jaga image pikir jeassen.


"astaga kak... lihat jam lima menit lagi gerbang di tutup..."heboh lisa jeassen dan listiani menatap jam tangan masing-masing mata mereka langsung membulat.


"berpegangan ikat akan ngebut.." aba-aba jeassen refleks mereka semua langsung berpegangan.


.


.


.


mobil sudah sampai di depan gerbang yang hendak ditutup pak satpam.


"pak jangan ditutup dulu..." teriak lisa menyembulkan kepalanya dari dalam mobil, melihat putri dari pemilik sekolah pak satpam pun tersenyum dan mengangguk membiarkan mobilnya untuk masuk.


"huh akhirnya kita sampai juga..."lega mereka bertiga dan langsung berlari menuju kelas masing-masing karena mereka yakin bel masuk sudah berbunyi dari tadi.


.


.


.


bersambung


.


.


.


.


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.

__ADS_1


__ADS_2