Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
semoga semuanya baik-baik saja


__ADS_3

Sebelum ke bab author mau minta maaf terlebih dahulu pada readers author 😒 beberapa hari ini author tidak bisa update author minta maaf yang sebanyak-banyaknya 😒 beberapa hari ini author sakit dan sekarang baru bisa pegang hp😒 semoga kalian pada mengerti 😒 terimakasih yang masih setia dengan novel author yang satu ini dan author juga minta do'anya semoga author cepat sembuh 😒πŸ₯° dan satu lagi minta bantuannya untuk meramaikan novel author iniπŸ˜— rasanya ini novel sangat lah sepi πŸ˜— bantu like komen vote dan masukan ke favorit biar author semakin semangat nulisnya yah readers πŸ˜— dan kalau bisa buka nonton gratis biar ada keuntungan untuk author readers πŸ˜—yuk berbaik hatilah pada author πŸ˜— tanpa kalian siaplah author jadi yuk dukung author dengan bantu meramaikan novel author ini πŸ˜— dan jika banyak kesalahan baik penulisan atau apapun itu kalian bisa tegur author asalkan dengan kata-kata yang tidak membuat author tersinggung mungkin kalian paham lah apa maksud author πŸ˜—yasudah yuk lanjut membaca readers πŸ₯°πŸ˜—


.


.


.


"itu jadi urusan kakak Sayang..." vano mengecup kening gitani.


jangan pernah menghilang lagi gadis kecilku..." lirih vano di telinga gitani.


.


.


.


"ayah...mama..."teriak lisa yang baru masuk ke rumah sakit namun tidak menemukan kedua orang tuanya.


"kakak mereka kemana..."


"mungkin di ruangan kak jeassen adik..." ucap listiani mencoba meredam emosi nya, teriakan lisa membuat telinga nya berdenging.


"yasudah ayo kita kesana..." listiani tanpa banyak bicara mendorong kursi roda lisa ke ruangan jeassen.


ceklek terlihat marissa sedang menyuapi jeassen.


"ternyata mama disini..." ucap lisa dan listiani kompak.


"eh kalian...ayo sini..." listiani dan lisa mendekat.


"apa kalian sudah beli es krimnya..." tanya dahlia yang masih menyuapi jeassen yang sepertinya malu-malu kucing, antara mau disuapi tapi malu juga mungkin karena umurnya yang sudah tua jadi doa sudah tidak pantas disuapi lagi 🀣.


"sudah ma..." jawab listiani sedangkan lisa hanya diam saja tatapannya kosong.


"ayah kemana ma..." tanya listiani.


"ayah sudah ke markasnya lagi sayang...apa kau ada perlu dengan nya..." lembut dahlia.


"tidak ada..." geleng listiani.


"Issa...issani..." ucap jeassen yang melihat keadaan sang adik terus diam dengan mata kosongnya, mata dahlia dan listiani langsung beralih ke arah lisa.


"sayang...hey sayang...."


"adik...adik ...." ucap listiani dan dahlia yang berusaha menyadarkan lisa.


"adik...hey...lisa..." bentak listiani langsung menyadarkan lisa dari lamunannya.


"ahh....ke ... kenapa kak..." kaget lisa.


"kamu kenapa adik...." ucap listiani menyusut dahi lisa yang tiba-tiba berkeringat.


"aaaa itu...itu..."


"itu apa sayang...." ucap dahlia memegang tangan lisa, dahinya mengernyit merasakan tangan lisa yang dingin.


"apa kau baik-baik saja..." tanya dahlia lagi.

__ADS_1


"Li...Lisa baik-baik saja ma...lisa hanya sedikit pusing lisa mau tidur..." ucap lisa.


"apa Kakak perlu panggilkan dokter..." tanya listiani.


"tidak perlu kak...lisa hanya pusing saja bisa antar kan lisa keruangan lisa..."


"yasudah...ma...kak jeassen ani kami kembali lagi keruangan adik..."


"sebentar..." ucap jeassen membuat langkah listiani terhenti.


"apa kalian bisa meninggalkan kami berdua...aku ingin bicara sesuatu dengan issani...."


"ku mohon jangan banyak bertanya..." datar jeassen yang melihat dahlia sudah membuka mulutnya hendak bicara.


"yasudah... jangan lama-lama adik mu sedang pusing..." dahlia menghembuskan nafasnya dan mengajak listiani untuk keluar.


"kau kenapa sa..."tanya lembut jeassen.


"is...issa baik-baik saja kak..."


"kau tidak bisa membohongi Kakak..."


"Issa.... Issa..."


"ayo sini..." lisa mendekat jeassen cepat-cepat memegang tangan lisa lembut dan menatap pekat netra lisa seolah-olah sedang bicara melalui mata mereka.


deg deg deg deg deg deg suara degup jantung jeassen berpacu dengan cepat.


"issa... takut....issa takut kak..."


"tenanglah semuanya akan baik-baik saja Sayang... Sekarang tidurlah tenangkan diri mu..." lisa mengangguk dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


"i...iya kak..."


tes air mata lisa menetas.


"sudah kakak bilang jangan menangis sayang... semuanya akan baik-baik..."


"tapi kak...hiks..."


"kamu percaya dengan kakak..." lisa mengangguk dengan air mata nya turun terus membasahi pipinya.


"serius..."tanya jeassen menyusut air mata lisa, dan lagi-lagi lisa mengangguk.


"kalau begitu berhenti menangis...atau kau ingin kakak mu ini kena amukan mama, ayah dan daddy mu itu karena sudah membuat mu menangis... jika memang seperti itu kau jahat sa..." jeassen meringis melihat tatapan mata lisa yang menajam.


"hehehe kakak hanya becanda sa..." lisa mendengus.


"yasudah issa keluar issa mau kembali ke ruangan issa..."


"hati-hati dan percayalah semuanya akan baik-baik saja.


"iya ka..."lisa mengangguk.


"kalian masuk lah..."teriak tegas jeassen.


ceklek mata dahlia langsung mengarah pada lisa yang sepetinya habis menangis.


"kau apakan adik mu ini jeassen..." tanya dahlia.

__ADS_1


"kakak tidak apa-apakan lisa ma...tadi lisa nyuruh kak jeassen untuk jangan minta disuapi mama lagi... karena mama hanya milik lisa dan kak jeassen tidak mau turuti keinginan lisa... dan akhirnya lisa menangis kak jeassen jahat kan ma..." mata lisa berkaca-kaca.


"astaga sayang...mama pikir apa... yasudah ayo Mama antar ke ruangan mu..."geleng dahlia yang tak habis pikir dengan sikap putri bungsu nya ini.


drt drt drt drt telpon listiani bergetar.


"siapa sayang ..."tanya dahlia.


"Resti teman Ani ma..."


ceklek


"Ani...kau kemana saja... kami sudah menunggu mu setengah jam...tapi kau belum datang-datang..."


"astaga... sebentar lagi aku sampai..."


"kau pasti lupa kan...dasar..."


"jangan banyak bicara sebentar lagi aku sampai...."


tup suara panggilan yang ditutup sepihak.


"ma...ani mau keluar ada kerja kelompok....maaf Ani tidak bisa nemenin mama menjaga kak jeassen dan adik..."


"gapapa sayang... berangkat lah dan hati-hati..."


"terimakasih ma... yasudah Ani berangkat..." hendak melangkah.


"kak ani nanti pulang bawa manisan nanas yah lisa mau manisan nanas..."


"apa ada lagi..."


"tidak ada..."lisa menggeleng.


"yasudah jaga dirimu baik-baik..." ucap listiani dan melangkah.


"mama..ayo katanya mau antar lisa..."


"mmm jeassen..."


"tidak apa-apa... jeassen bisa jas diri baik-baik..."potong jeassen akhirnya dahlia mendorong kursi roda lisa.


"aku harap kedepannya akan baik-baik saja... walaupun itu tak mungkin terjadi...tapi aku meminta belas kasih mu tuhan... jagalah keluarga kelak saat aku tidak lagi bersama mereka...." batin seseorang.


.


.


.


bersambung


.


.


.


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.

__ADS_1


__ADS_2