
Jam istirahat pun tiba lisa, agatha, dan jeassen ddk sedang duduk di bangku Kanti menunggu pesanan mereka datang.
"gue gak nyangka banget lho dan lisa adik kakak..."Aris menggelengkan kepalanya.
"gue kan udah bilang dari awal jika gue dan issa gak ada hubungan yang seperti kalian katakan...gue selama ini selalu bersama issa untuk menjaga dia karena dia adik gue..." senyum jeassen.
"benar-benar kalo lho Ama issa adik kakak berati listiani...."
"dia saudari kembar gue...kami kembar identik..."
"anjay gue gak nyangka apa gue mimpi tom..."ucap Aris.
"apaan sih lho berisik banget..."kesal agatha.
"iya tuh kak Aris bersisik banget..."ucap issa ikut kesal.
"hehehe maaf-maaf gue gak Sengaja..."cengengesan Aris.
"tumben lho minta maaf sama gue..."
"ini nih gue serba salah jika bicara dengan lho tha..."kesal aris.
"sudah kenapa malah bertengkar..." ucap Lisa.
"iya juga..." Agatha cengengesan.
"ouh iya sa lho tega banget selama ini nyembunyiin rahasia sebesar ini sama gue..."agatha mencebibkan bibir nya.
"bukannya kata kamu orang tua mu sudah menceritakan kebenaran yang sesungguhnya..."
"iya sih saat gue baru keluar dari rumah sakit 2 hari yang lalu..."
"terus kenapa masih bertanya lagi...aku pun baru tau kami adik kakak saat baru siuman..."
"sudahlah gue pusing dengan keluarga lho sa..."
"aku yang lebih bingung tha... keluarga ku benar-benar penuh drama entah apa yang akan terjadi kedepannya..." senyum lisa.
"hahaha lihat jeassen kembaran lho sekarang duduk sendiri dan gak bisa bersikap sombong lagi karena kedua pengikut nya udah di keluarin dari sekolah...Ups maksud gue bukan dikeluarin lebih tepatnya ngeluarin diri karena takut hahaha..." Aris tertawa sementara yang lain hanya diam saja sebenarnya Agatha pun sama ingin tertawa ngakak kaya Aris tapi dia menghargai lisa yang kelihatannya hubungan mereka mulai membaik.
"stop kak Aris kenapa tega banget sama kakak issa..."kesal lisa membuat Aris terdiam.
"kenapa lho marah sa... seharusnya lho juga ikut tertawa jaya gue...apa lho amnesia dia biang kerok yang sudah mencelakakan kalian..."kesal aris.
"issa tau tapi bagaimana pun dia tetap kakak issa kembaran kak jeassen..."
"sudahlah suka-suka lho aja sa..."ucap Aris mengalah karena melihat tatapan jeassen yang terus tertuju ke arah listiani yang sedang makan sendiri dan menerima banyak cibiran dari semua murid yang berada di kantin.
"gue heran kenapa ma dua kakak Adik ini kok sepertinya mereka kasihan dengan listiani si pembuat onar...gue tau mereka saudara tapi kan sikapnya selama ini tidak pantas dianggap saudara..." batin aris.
"karena kak listiani yang akan membantu ku dimasa depan nanti... Orang yang akan membantu ku menghadapi bencana yang sudah mulai dijalankan wanita tak berhati itu..." lisa sekuat tenaga menahan cairan bening nya agar tidak lolos turun dihadapan mereka.
__ADS_1
"issa mau panggil kak Ani dulu..." Lisa bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri listiani yang sedang menunduk menahan malu dan menahan cairan bening yang hendak menetes.
"kakak..." ucap Lisa tersenyum dan duduk.
"eh adik..."
"Kakak lagi makan apa..."
"seperti yang kamu lihat dik..."ucap listiani bergetar sekuat tenaga untuk tidak meneteskan air matanya.
"huh dasar perempuan gak tau malu...udah buat anak dari pemilik sekolah ini celaka masih saja berani nongol ke sekolah ini..."
"iya tuh kenapa dia gak ikuti langkah kedua sahabatnya yang memilih pindah dari sekolah karena tidak kuat menahan malu..."
"sudah kenapa kalian menghina dia toh lisa saja tidak mempersalahkan nya..." ucap anak laki-laki yang mempunyai perasaan pada listiani.
"yaelah lho bicara gitu karena lho suka kan ma tuh nenek sihir..."
"kalo iya kenapa...apa masalahnya buat lgi Orang yang gue katakan juga benar adanya...Lisa saja gak mempermasalahkannya kenapa lho mempermasalahkannya..."
"karena dia gak pantas dimaafkan...Lisa saja yang terlalu baik memaafkan orang yang sudah membuat nya dilarikan ke rumah sakit..."
"STOP...kenapa kalian menghina kak listiani sedemikian rupa... yang dibilang Kaka itu benar...aku saja korbannya tidak mempermasalahkannya tapi kenapa kalian mempermasalahkannya...setiap orang berhak diberikan kesempatan kedua... jika dia sudah mau berubah dan meminta maaf kenapa masalahnya di perpanjang... tuhan saja maha pemaaf terus kenapa kita hamba Nya tidak bisa memaafkan sesama hamba Nya...aku disini bukan membelanya tapi aku hanya tidak suka mendengar kalian menghina orang lain... Jika kalian menghina nya lantas apa bedanya kalian dengan nya..." teriak lisa yang merasa kasihan pada listiani yang terus mendapatkan hinaan.
"apa selama ini kak Ani mendapatkan hinaan dan cibiran dari semua selama aku tidak sekolah..." batin lisa.
"tuh dengerin apa kata lisa... punya mulut itu dijaga bukan main hina Orang...kaya kalian paling benar saja menghakimi orang..." ucap serempak laki-laki yang menyukai listiani.
"Kakak gapapa dik... kamu tidak perlu bicara seperti itu... yang mereka katakan memang benar.. kakak benar-benar Minta maaf dik.. kakak janji tidak akan seperti itu lagi membenci saudari sendiri karena merasa iri terhadap kamu yang memiliki segalanya...kakak minta maaf..."
tes air mata yang selama beberapa hari ini ditahan listiani akhirnya menetes juga, yang dipikirkan lisa memang benar jika selama ini dia sering mendapatkan hinaan, cibiran, bahkan dihakimi dengan mereka membully listiani ddk, sampai kedua sahabatnya memilih keluar saja karena tidak sanggup di bully setiap harinya sementara listiani Hanya bisa diam saja tanpa melawan, dia menganggap itu semua hukum karma baginya yang selama ini dia lakukan pada lisa dari semenjak kecil dan dewasa,dia benar-benar menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya dia masih bertahan disekolah ini sebagai menebus rasa bersalahnya pada lisa biarlah dia di caci dan di bully setiap hari tanpa ada yang menolong karena itu pantas dia dapatkan.
"tidak kak... kakak sudah menyesali nya kakak pantas di berikan kesempatan...lisa janji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi pada kakak selama ada lisa disisi kakak..."
brukkkkk Listiani berlutut dibawah kaki lisa.
"hiks maafkan kakak...maaf karena kesombongan dan sikap tidak kemanusiaan kakak kamu sampai celaka dik... hiks kakak benar-benar menyesal... maafkan kakak..."
"kakak apa-apaan sih aku bukan tuhan sampai keu harus berlutut di kaki ku ayo berdiri...aku tidak suka dengan sikap mu yang seperti ini..."
"hiks tidak dik...ini pantas kakak lakukan untuk menebus semua kesalahan Kakak..."
"ayo berdiri kak... jika tidak aku tidak akan memaafkan mu..."tegas lisa .
"alah paling itu cuman akal-akalan nya saja supaya dikasihani..."
"iya tuh cari simpati saja..."
"lho benar dimana sikap sombong yang selama ini dia bangga - banggakan..." cibir semua orang.
"diam kalian apa kalian tidak mendengarkan ucapan lisa hah..."
__ADS_1
"iya nih kalian budeg yah .." ucap yang membela listiani.
"ayo duduk kak dan makan lagi... jangan pernah dengarkan perkataan mereka... kakak yang kuat dan tunjukkan pada mereka kalau yang mereka pikirkan itu tidak benar..." ucap lisa menyemangati listiani.
"yang kamu katakan benar dik... kakak harus semangat dan buktikan pada mereka kakak sudah berubah...maaf dan terimakasih banyak dik..."Lisa hanya mengangguk dan tersenyum.
"nih makan bakso nya sa keburu dingin..."ucap agatha yang tiba-tiba datang dan duduk di hadapan listiani.
"hehehe makasih Agatha...*senyum lisa.
"ih so manis lho sa...pake senyum-senyum Sagala...mmm tapi lho memang manis sih hehehe.. "agatha menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"aku tau tha aku memang manis..."
"dih...nyesal gue muji lho .." mata agatha memutar seolah-olah benar-benar merasa tidak suka padahal itu hanya bercanda.l, lisa tidak menjawab dia memasukkan potongan bakso ke mulutnya.
"kenapa kak listiani cuma bengong.. tuh lihat nangis goreng nya sudah mulai dingin..." ucap agatha menyadarkan listiani dari lamunannya.
"eh..."hanya itu yang keluar dari mulut listiani.
"tenang aja kak jangan tegang seperti itu... seperti yang issa bilang omongan mereka jangan didengerin..." ucap Agatha yang mulai berdamai pada listiani.setelah dia mendengarkan perkataan lisa dia jadi tersadar jika yang dikatakan lisa memang benar dia tidak pantas menghakimi seseorang.
"mmm...aku.. "
"gak usah bilang maaf karena gue gak suka ada kata maaf di hubungan pertemanan..." ucap agatha tersenyum tulus.
"terimakasih tha..."listiani tersenyum dan terenyuh melihat kebaikan agatha yang mau menganggapnya seorang teman setelah apa yang dia lakukan padanya,malu tentu saja malu dia bagaikan menjilat ludah sendiri,tapi dia bisa apa dia tidak bisa mengulang waktu kembali yang dia hanya bisa lakukan kedepannya jangan seperti itu lagi.
.
.
.
bersambung
.
.
. readers author yang baik sambil menunggu author up coba mampir dan dukung karya author yang baru π€ author ucapan terimakasih banyak pada kalian yang berkenaan mampir dan memberikan dukungan pada karya author yang baru π salam sayang author Lisaπ€π
.
.
.
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.
__ADS_1