Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Tekanan kehidupan bagi gitani


__ADS_3

"oke ayo sekarang kita pulang ke rumah dulu..."


"kakak apa dengan aku tinggal di rumah mommy ini keputusan yang benar..." tanya lisa.


"jika issa tinggal di rumah mommy itu yang terbaik untuk issa tapi tidak untuk kakak mu...kamu tau sendiri bukan sekarang nenek mu menugaskan apa pada Kaka tani mu itu..."


"hmm issa lupa lantas issa sekarang harus bagaimana kak..."


"nanti malam kakak antar issa ke rumah om arlan...apa issa mau..."


"yasudah jika itu yang terbaik untuk kita semua..."


"apa iblis jelmaan itu sudah bilang Kapan dia akan pergi ke Canada lagi sa..."


"belum kak... sepetinya dia akan tinggal disini sebelum keinginannya tercapai...Isa menghela nafas rasanya lelah sekali berada dalam situasi seperti ini.


"hmm bagaimana keadaan kedepannya sa...kenapa rasanya ini semua buntu...kakak pun tidak tau bagaimana cari jalan keluarnya..." devano yang sedang mengemudi pun memijit kepalanya.


"kak apa aku harus pura-pura tunduk padanya..." tanya lisa.


"kita lihat saja kedepannya Sa..." Jawab devano yang juga tidak tau harus bagaimana.


drt drt drt


"ponsel kakak Bunyi..."


"biarkan saja paling juga orang tak penting..."


"tapi itu terus berdering kak..."


"ck siapa sih awas saja kalo gak penting..."devano berdecak seba


...❀️my dear calling ❀️...


Sudut bibir devano langsung terangkat manis membuat lisa heran dan melirik ke arah ponsel sang kakak.


"oh pantas kakak senyum-senyum..." Lisa ikut tersenyum.


"hallo..."


"ck kemana saja kenapa lama banget angkat nya...lagi dimana sih sama siapa..." pertanyaan demi pertanyaan dari sebrang sama membuat devano mengernyitkan dahinya tumben sang kekasih cerewet pikir nya.


"diam lagi...hei kau sedang bersama selingkuhan mu yah makannya diam terus..."


" bagaimana aku tidak diam saja jika kau terus bertanya tanpa memberi waktu untuk ku menjawab tan..." devano terkekeh.


"hehehe sorry...mmm kamu sedang dimana apa bisa kita bertemu..."


"wow mimpi apa semalam aku sudah ini... seorang gitani Arespati meminta bertemu lebih dahulu... biasanya juga tidak seperti itu..."


"yaudah kalo gak bisa yaudah bicara jangan banyak bicara..." marah gitani.


"astaga aku benci sayang...dimana kita bertemunya jam berapa..."


"kafe biasa jam tujuh malam aku tunggu di rumah...ada sesuatu yang harus ku katakan pada mu..." devano mengernyitkan dahinya pantas saja sang kekasih meminta bertemu.

__ADS_1


"bagaimana bisa.. "


"apapun untuk mu sayang..."


"iya sudah aku matikan telepon nya.. "


"hei kau bar...."


Tut suara sambungan telpon di tutup secara sepihak.


"ck dia tidak pernah berubah Selalu saja melakukan apa yang dia inginkan tanpa bertanya pada ku dulu..." gumam devano yang tidak sadar di sampingnya ada sang adik.


"hahaha udah tau kak tani cuek masih mau aja pacaran dengan nya..."


"astaga sejak kapan kau ada disini Sa..."


"sejak kakak dilahirkan..."


" ck yang benar saja sa saat kakak dilahirkan kau belum borojol ..."


"kakak ini ternyata Udah tua pikun... kan dari tadi kita sudah bersama... keasyikan pacaran jadi pelupa..."ejek lisa.


"dari pada kamu jomblo terus...Wajak aja cantik pacar gak punya .."ledek vano.


"lebih mending issa dari pada kakak punya pacar tapi gak pernah diperhatikan hahaha...ck ck ck kasihan nya..."


"terserah kamu saja sa..." devano mengalah setelah beberapa menit berkendara akhirnya mereka sampai di mansion Arya Diningrat terlihat mommy Marissa sudah menunggu, dengan girangnya lisa turun dari mobil dan memeluk rindu sang mommy.


"mommy..." teriak Lisa berlari.


"issa kangen mommy..."


"mommy juga kangen issa...kenapa baru kesini hmm.."


"maaf mom..."


"gapapa sayang mommy ngerti... Yasudah ayo masuk mommy sudah masak makanan kesukaan mu sayang..." akhirnya mereka masuk ke dalam rumah dan makan siang bersama.


jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam Lisa dan devano baru sampai di kediaman Arespati.


"malam ma..." sapa lisa yang melihat sang mama sedang menonton sendirian.


"kamu sudah pulang sayang...ayo duduk... sudah makan belum..."


"sudah ma...mmm yang lain mana ma..."


"sudah pada dikamar.." dahlia mengelus rambut lisa penuh sayang,sementara lisa merebahkan kepalanya di paha sang mama.


tak tak tak


"ma tanpa keluar sebentar yah..."


"mau kemana sayang..."


" keluar sebentar dengan kak vano..."

__ADS_1


"cie yang mau jalan..." ledek lisa yang hanya dibalas senyuman dari gitani.


"kakak issa kangen..." Lisa berdiri dan merentangkan tangannya gitani pun memeluk lisa.


"hiks disini luka yang kakak dapatkan gara-gara membela issa....hiks maafkan issa kak yang tidak bisa menolong kakak untuk saat ini..."


deg jantung gitani berhenti berdetak merasakan puncak nya basah.


"kamu menangi sa..." tanya gitani hendak melepaskan pelukannya.


"issa hanya kangen sama kakak...udah berapa hari ini kita tidak meluangkan waktu bersama...kakak kemana selama beberapa hari ini..." tanya lisa yang sudah tau jawabannya.


"maafkan kakak sa...bukan maksud kakak menjauh... kakak hanya..." ucapan batin gitani berhenti saat merasakan pundak dan perut nya di Pegang Lisa dan tiga detik kemudian rasa sakit yang selama tadi siang dia sembunyikan menghilang begitu saja, tadi setelah di obati anak buah sang nenek gitani bangun dan merasa enakan namun rasa sakit bekas tusukan konde itu masih terasa sakit.


"mulai hari ini jangan sesekali kakak menutupi apapun dar issa... karena sepintar apapun kakak menutupi nya issa tetap akan tau..." Lisa berbisik.


deg bagaikan disambar petir tubuh gitani bergetar seketika, apa maksud sang adik apa dia sudah tau rahasianya, jika begitu berarti dia sudah tau siapa dalang dari kecelakaan di rooftop itu pikir gitani.


"sudah jangan berpikir yang tidak-tidak kak...sekarang keluar lah kak vano sudah menunggu dari tadi.


tes gitani meneteskan air matanya.


"maafkan kakak sa... Kakak..."


"sudah kak lupakan semua yang sudah terjadi...sekata bukan waktu yang tepat untuk membahas itu di sini ada mama..." bisik Lisa dan melepaskan pelukannya.


"yasudah kakak sekarang keluar lah kekasih kakak sudah menunggu... cie yang mau pacar..." ledek lisa dan kembali tiduran di paha sang mama dengan senyuman yang mengejek gitani, sungguh Lisa jagonya menyembunyikan sesuatu pikir gitani tersenyum getir.


"disaat seperti ini pun kau masih bisa tersenyum sa...terbuat dari apa hati dan mental mu itu..." batin gitani dengan masih tersenyum getir, sedangkan lisa yang mendengar pikiran sang kakak hanya tersenyum saja.


"mmm Yasudah tani pamit dulu ma..." ucap gitani mengecup pipi sang mama dan beralih mengecup dahi lisa dengan penuh sayang, setelah melakukan aktivitas itu baru dia berjalan keluar dengan linglung tak tau harus bagaimana lagi.


.


.


.


bersambung


.


.


.


readers author yang baik sambil menunggu author up coba mampir dan dukung karya author yang baru 🀭 author ucapan terimakasih banyak pada kalian yang berkenaan mampir dan memberikan dukungan pada karya author yang baru 😘 salam sayang author LisaπŸ€—πŸ˜š



.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.


__ADS_2