Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
kedatangan ayah 2


__ADS_3

Masih sama di ruang tamu issani sedang bermanja-manja pada vano sang kakak konyol, arlan dan sandi masih berada dirumah Arya Diningrat, untuk lebih mendekatkan diri pada issani yang Minggu ini sudah disepakati akan tinggal dirumah Arya Diningrat dan untuk Minggu selanjutnya akan tinggal di rumah Arespati begitu pun seterusnya berbagi waktu akan terus berjalan sampai issani menikah.


"kak vano hari ini issa dapat hadiah apa" issani mengedip - ngedipkan matanya, vano mendengus issani memang adik matre.


"kakak hari ini tidak bawa apa-apa kakak tadi lupa beli...tapi hadiah yang selama dua hari ada dikamar kakak"


"apa... kakak lupa jahat banget sih, Daddy lihat kak vano jahat gak mau uangnya dipakai untuk issa" adu issani, Hadi yang melihatnya hanya terkekeh sementara arlan hanya tersenyum kecut ternyata sang putri sangat manja terhadap keluarga angkat nya, apa mungkin putrinya akan bersikap seperti itu padanya.


"kamu ini yah adik matre baru juga hari ini kakak lupa... dibilang nya jahat " dengus vano.


" mommy kak vano jahat lihat kan mommy apa yang tadi pagi issa katakan benarkan, kalo kak vano itu pelit gak mau uangnya dipakai untuk issa, kakak macam apa kak vano ini huh ..."


"astaga ini mulut dibuat dari petasan kali yah sampai meledak-ledak seperti itu" Marissa tertawa melihat ulah kedua anaknya, yang satu jahil dan yang satu lagi gampang kesal.


"pokoknya issa gak mau tau kak vano sekarang keluar dan beli hadiah untuk issa" cemberut issa.


"ini namanya pemaksaan hadiah itu diberikan disertai keikhlasan bukan pemaksaan, matre banget punya adik" ejek vano.


"sudah tau adiknya matre jadi kalo pulang siap-siap bawa sesuatu untuk adik matre ini"


"yah kamu sa aku ini kakak kamu bukan bank"


"yah kak vano bilang saja kak vano sekarang miskin yah, apa jangan-jangan kak vano gak punya uang lagi, oh tidak aku harus mencari ATM berjalan lagi" panik issani.


celetak


"kamu ini sa kalo bicara gak dipikir dulu, vano Arya Diningrat jatuh miskin hahaha tidak akan pernah terjadi, hanya karena setiap hari memberikan hadiah pada adik nya vano jadi miskin gak mungkin, jangankan satu hadiah perhari 10 hadiah perhari pun aku gak akan miskin hahaha, kamu masih meragukan kakak mu ini sa hahaha " sombong vano yang disambut senyum evil issani.


"wah benarkah kak vano" heboh issani.


"tentu saja" ucap vano semakin sombong melihat sikap heboh issani.


"kalo begitu jika benar yang kak vano ucapkan, sekarang kakak bawa 10 hadiah perhari" senyum manis issa.


glukk mata vano mengedip - ngedip.


"hahahaha vano vano, terjabak dengan ucapan sendiri" ketawa semua orang pecah termasuk sandi pun hanya arlan saja yang terkekeh melihat adik kakak yang aneh.


drt drt drt


"siapa sa" tanya vano, issani tidak menjawab pertanyaan vano, melainkan menjawab si penelpon.


"hallo issa" suara diseberang sana.


" iya hallo kak" jawab issani tersenyum.


" hari ini bisa temani kakak ke mall, kakak kangen banget sama issa"


"pukul berapa kak, issa juga kangen banget sama kakak" mendengarkan percakapan seperti itu membuat, aura ke kakak.an vano langsung muncul, dia tidak akan membiarkan adiknya pacaran apalagi dengan cowok berengsek.


"sekarang saja sa, apa perlu Kaka jemput ke rumah mu"

__ADS_1


"apa bareng kak tari lagi kak"


" nggak kakak hari ini. sendiri, tari lagi ada les makanannya kakak ajak issa, lagi pula kakak sudah kangen banget, kakak jemput pakai taxi apa gapapa sa"


" ouh gapapa kok kak, yaudah issa tunggu yah sambil siap-siap terlebih dahulu dan izin sama mommy "


"siap yaudah kakak tutup yah telpon nya"


"iya kak"


ceklek suara telpon di tutup.


"siapa yang telpon, siapa yang ngajak ketemu" pertanyaan serius muncul dari bibir vano, issani yang mengerti kakak berada di mode serius pun menjawab dengan serius.


" kak tani, dia ngajakin issa ke mall bolehkan " tanya issani.


deg


" kak tani, apa itu gitani.." batin arlan.


" yaudah tapi hati-hati dan jangan pulang malam-malam " senyum vano


"yeah makasih kak vano yang Paling ganteng " peluk gembira issani.


"CK lagi ada maunya baru muji-muji"


"hehehe " issani terkekeh melihat sang kakak kesal, benar-benar hiburan yang menyenangkan bagi issani melihat sang kakak kesal .


" mommy issa mau ke mall bareng kak tani boleh kan"


"makasih mommy, kalau begitu issa ke atas dulu yah siap-siap " ucap issani yang mendapatkan anggukan dari Marissa, setelah melihat anggukan dari sang Mommy issani menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Arlan terdiam apa kak tani yang dimaksud melissa itu gitani kakak nya atau bukan, tapi jika itu gitani kenapa mereka bisa saling kenal, Hadi yang tau apa yang sedang arlan pikirkan pun berusaha untuk memberi tau.


"kak tani yang dimaksud issani adalah gitani kakak kandungnya, anak pertama mu"


"mengapa mereka bisa saling kenal.."


"anak pertama mu itu mencari keadaan adiknya, hingga mereka bertemu di mall dan akhirnya anak mu terus mendekati issani, guna untuk mencari tau apa dia adiknya atau bukan"


" apa putri ku sudah mengetahui jika dugaan nya memang benar"


"untuk masalah itu aku kurang tau" ucap Hadi yang di angguki Arlan.


" ayo diminum mas Arlan nak Hadi minuman dan camilan nya, jangan hanya dibiarkan begitu saja" ucap Marissa berusaha mencairkan suasana canggung yang sedang terjadi.


"terimakasih nyonya kalau begitu saya minum " ucap sandi sementara arlan hanya tersenyum saja, mengetahui maksud mommy angkat nya issani, sebisa mungkin dia akan berusaha untuk tidak dingin terhadap keluarga ini demi Melissa anaknya.


" om Arlan apa gitani sudah mengetahui tentang semua ini" tanya vano.


" waktu itu sandi pernah ingin menemui gitani tapi dia tidak sempat bertemu dengan putri ku itu karena peraturan asrama yang tidak ada yang bisa mengunjungi anak asrama setelah pukul 20.00 lewat, dan waktu itu sandi sudah berusaha untuk bertemu lagi disaat siang hari namun putri ku menolak bertemu "

__ADS_1


.


.


.


.


30 menit kemudian gitani sampai dan memencet bel.


Dig dong suara bel berbunyi Marissa memerintahkan bibi untuk membuka pintu.


ceklek


"ayo masuk non, tunggu didalam non issani nya masih siap-siap"


"yasudah bi" ucap lembut gitani, saat gitani memasuki ruang tamu kebetulan issani pun sedang menuruni tangga.


"kak gitani issa kangen..." teriak issani berlari ingin memeluk gitani .


"issa hati-hati nanti jatuh..."cemas gitani yang belum menyadari siapa juga yang berada di ruang tamu.


grepp


" kak tani issa kangen hiks.."


"kakak juga kangen sama issa,kenapa menangis hmm"


"maafkan issa kak, issa sudah ingat semuanya issa..."


"apa maksud issa sudah ingat apa"


"issa sudah mendapatkan ingatan issa kembali kak hiks..."


deg gitani mematung mendengarkan penjelasan issani.


"issa sudah ingat kak, issa ingat siapa issa sebenarnya, apa yang kakak katakan memang benar issa bukan anak kandung mommy..." lirih issani yang enggan melepaskan pelukannya, nyaman begitu nyaman dia berada di pelukan gitani yang sudah seperti ibu bagi issani, kenangan masa kecil dimana saat mereka main ayunan bersama pun berputar di kepala issani, dan begitu pun kenangan saat dia main sendirian setelah gitani kembali ke rumah Arespati, tidak mengunjunginya lagi ke panti asuhan.



foto issani dan gitani kecil saat bermain ayunan .



foto issani kecil bermain sendirian


.


.


.

__ADS_1


.


maaf yah reader author tidak bisa update dengan benar dan menentu author lagi banyak tugas🤗 dan terimakasih yang masih setia menunggu novel author yang satu ini, 🤗 salam sayang dari author 🤗 jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit untuk yang berkenaan 🤗😚


__ADS_2