Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Dahlia siuman


__ADS_3

"haus...haus.." gitani yang sedang menyuapi lisa pun langsung menghentikan gerakannya saat mendengar samar-samar suara dan matanya melirik ke ranjang sang mama.


deg


"ma.ma..mama sudah bangun...." gitani cepat-cepat menghampiri sang mama yang sedang memegangi lehernya, gitani dengan cetakan mengambilkan air dan meminumkan pada dahlia, sementara lisa sudah berderai air mata akhirnya sang mama membuka matanya.


"hati-hati ma...." senyum gitani yang sedang membantu dahlia minum.


"mmm Kenapa haus sekali ya...kenapa mama rasanya sudah berhari-hari tidak minum yah... tenggorokan mama terasa kering sekali... dan dimana mama sekarang...." mata dahlia langsung mengelilingi ruangan yang sedang dia tempati dan matanya sekarang melihat gadis cantik yang tersenyum namun matanya mengeluarkan cairan bening.


deg


"l.lisa...." Lisa yang dari tadi menahan diri untuk tidak menangis dan memeluk mama nya akhirnya tidak kuat dan langsung memeluk dahlia dengan erat serta menangis.


"hiks akhirnya maka bangun...selama beberapa hari ini lisa menunggu mama siuman tapi mama tak kunjung siuman...hiks..."


"apa aku sedang bermimpi tuhan... jika iya jangan cepat kau bangun kan aku..aku mau situasi ini terus ku rasakan...anak bungsu ku memeluk ku... bukannya dia membenciku Sampai dia depresi...oh ini mimpi dahlia... jadi Putri mu menyayangi mu seperti keinginan mu..."


"mama maafkan lisa....hiks lisa tidak bermaksud menyakiti mama..." kening dahlia mengerut apa yang sedang lisa katakan pikir nya, Lisa hendak bicara lagi namun terhenti karena mendengarkan suara listiani yang keluar dari kamar mandi.


"mama...mama sudah siuman... akhirnya...."listiani dengan gembira menghambur memeluk tubuh lemah dahlia.


"hiks...mengapa mama baru siuman hiks...ani dari kemarin terus menunggu mama...namun mama tidak kunjung sadar....hiks apa mama tidak merindukan ani..."


"apa kau bukan sedang mimpi kenapa semuanya seperti nyata...dadaku sesak sekali dipeluk erat seperti ini... berarti Akau tidak sedang bermimpi..."


"Ani...kau membuat mama tidak bisa bernafas lepaskan pelukan mu itu..." tegur gitani ani langsung melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"maafkan ani ma...ani terlalu bahagia bisa melihat mama membuka mata lagi..."senyum listiani.


"sebenarnya apa yang terjadi...mengapa mama bisa ada disini ..." tanya dahlia yang langsung dijawab listiani.


"waktu itu mama pingsan dan tak kunjung bangun...kami semua mengkhawatirkan mama...ani sampai tidak nafsu apa-apa...ani benar-benar takut kehilangan mama..." ucap ani berkaca-kaca.


"mama baik-baik saja..." ucap dahlia tersenyum.


"kalian temani mama sebentar kakak akan panggilkan dokter dulu..."


"iya kak..."jawab Lisa dan ani.


"bisa bantu mama minum..." Ani langsung membantu dahlia minum lagi.


"mama haus terus... tenggorokan mama sakit..."


"mengapa kau menangis lisa...apa mama menyakiti mu lagi..." tanya dahlia yang langsung mendapatkan gelengan kepala lisa.


"Terus mengapa kau menangis..." tanya dahlia lagi.


"maaf ma...hiks Lisa sudah membuat mama sakit seperti ini hiks... gara-gara lisa mama sampai dirawat di rumah sakit... gara-gara lisa mama sampai..."


"tidak...itu bukan salah mu sayang... mama seperti ini karena ini takdir dari sang penguasa.." sela dahlia sambil merentangkan tangannya Minta dipeluk lisa, Lisa pun memeluk Dahlia.


"hiks mama...Lisa benar-benar Minta maaf... waktu itu Lisa tidak ingat apa-apa...Lisa tidak ingat sudah mendorong dan menampar mama... sungguh Lisa tidak ingat ma... maafkan lisa..."


"tidak sayang kau tidak perlu Minta maaf...kau tidak salah... justru mama yang minta maaf sudah membuat mu sampai depresi...." ucap dahlia sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


"tidak ma... tidak Boleh minta maaf pada lisa....hiks Lisa yang salah..."


"tidak sayang mama yang salah... sudah menyakiti mu terlalu dalam...


"hiks tidak ma...itu dulu lisa tidak mau mengingatnya lagi...hiks...Lisa sayang mama..."


"mama juga sayang lisa... maafkan mama yah sayang... berikan mama kesempatan untuk memperbaiki semuanya... mama janji akan menyayangi mu dengan tulus... mama tidak akan menyakiti mu lagi... maafkan mama..." air mata dahlia terus mengalir di pipi pucat nya.


"iya ma...lisa janji akan menyayangi mama dan mommy marissa dengan adil....lisa akan menyayangi kalian dengan sama...hiks maafkan lisa sudah berlaku tak adil pada mama..." air mata dahlia semakin deras, hatinya sakit mengingat fakta jika lisa bukan hanya milik keluarga arespati tapi milik keluarga Arya Diningrat juga, hatinya sakit dan tidak menerima nya namun sebisa mungkin dia menerima keadaannya itu yang sudah terlanjur terjadi, mungkin ini takdir mereka.


"ini sungguh menyakitkan...tapi aku janji tuhan... untuk belajar menerima semuanya... menerima takdir mu ini dengan ikhlas... tapi ku mohon jangan pisahkan aku lagi dengan anak-anak ku... dan untuk putera ku...aku berharap secepatnya kau takdir Kami untuk berjumpa dengan nya...." suasana kamar inap dahlia dipenuhi dengan tangisan dan kesedihan namun tidak untuk listiani yang malah kebakaran jenggot dan mengepalkan tangannya.


"mengapa mereka malah baikan... tidak Akau tidak bisa membiarkan mereka baikan... apapun yang terjadi mama hanya milik ku... mama tidak boleh menyayangi siapapun selain aku... tidak aku tidak mau berbagi...mama hanya milik ku saja...aku memang mau mama siuman tapi tidak untuk baikan dengan lisa...".


.


.


.


bersambung


.


.


.

__ADS_1


Author sudah update reader πŸ€— jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š


__ADS_2