Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Berbagi waktu


__ADS_3

Sudah 2 hari semenjak issani mengetahui kebenaran siapa dirinya, dan sekarang issani sudah bisa menerima semua keadaan yang terjadi, dia tidak sama sekali menyalahkan siapapun, dia hanya menganggap mungkin inilah takdirnya, sekarang issani menuruni tangga dibawah ada Daddy Hadi dan mommy Marissa yang sedang duduk di ruang tamu, sedang kak vano entah kemana mungkin sudah berangkat kerja.


"pagi dad, mom" sapa issani tersenyum manis seolah tidak ada beban dibenaknya, Marissa dan Hadi yang sedang melamun pun sontak melihat ke arah suara tersebut.


deg


putri mereka tidak 2 hari ini tidak mau makan dan turun dari kamar, akhirnya ada di depan mata mereka dengan seragam khas sekolah nya dan jangan lupa senyum manis yang terbit di bibir mungilnya.


"mommy dan Daddy kenapa melihat issa seperti itu, issa tau kok issa memang cantik tapi Mommy dan Daddy tidak perlu bersikap seperti itu, tutup mulut nya Daddy nanti ada gajah masuk ke mulut Daddy"


"astaga gajah" tanya Hadi seketika saja langsung menutup mulutnya, sedangkan Marissa langsung memeluk issani.


"hiks akhirnya kau turun juga sayang"


"astaga mom ini masih pagi sudah nangis saja, issa turun karena mau sarapan Habis itu ke sekolah mommy ini, sudah tidak perlu menangis, issani menerima semuanya yang terjadi dalam kehidupan issa, mommy dan Daddy memang bukan orang tua kandung issa, tapi sampai kapanpun kalian orang tua issa" senyum manis issani paksakan untuk terus menghiasi bibir mungilnya, Daddy Hadi menghampiri issani dan...


"apa kau tidak akan kembali lagi pada orang tua kandung mu sayang" sumringah Hadi yang sudah memeluk issani.


"tidak untuk saat ini.."


deg Hadi langsung melepaskan pelukannya dan memandangi wajah cantik issani dengan penuh tanda tanya.


"issa memang sudah menerima semuanya Daddy dan mommy tetap orang tua issa, dan orang tua kandung issa tetaplah orang tua issa, jika suatu hari nanti mereka menginginkan issa kembali lagi issa akan senang hati untuk ikut, tapi...."


"tapi apa sayang, hiks apa kamu mau meninggalkan Mommy.."


" mommy issa harus bilang berapa kali jangan menangis"


"jawab pertanyaan mommy mu issa" tegas Hadi.


" issa memang akan senang hati untuk ikut orang tua kandung issa, tapi bukan berarti issa akan meninggalkan mommy dan Daddy, issa di keluarga ini issani, dan di keluarga kandung issa Melissa, issa akan menerima kalian semua sebagai orang tua issa, jadi jika kalian menyayangi issa maka harus bisa berbagi waktu "


"maksud mu kau akan membagi waktu untuk tinggal di sini dan disana issani " tanya Hadi.


"jika Daddy bisa menuruti keinginan issa maka issani akan senang hati berbagi waktu untuk kalian semua, tapi jika Daddy atau ayah kandung issa tidak mau berbagi maka issa akan meninggalkan kalian semua, biar adil diantara kalian tidak akan ada yang mendapatkan issani " tegas issani yang mengetahui sang Daddy tidak mau berbagi.


"tidak... jangan tinggalkan mommy... tidak apa jika harus membagi waktu seperti yang kamu inginkan sayang...tapi mommy mohon jangan tinggalkan mommy...katakan pada nya kita setuju dengan syarat yang issa berikan mas katakan... hiks "


" apa kau serius honey? apa kau tidak keberatan untuk berbagi issa kita?"


"aku serius mas, aku lebih takut kehilangan issa selamanya dari pada kehilangan issa beberapa waktu,lagi pula jika kita merindukan nya saat dia berada di rumah orang tua kandung nya, kita bisa berkunjung mas... jangan pisahkan aku Dan issa hanya karena ego kita mas... lebih baik berbagi dari pada tidak sama sekali bertemu issa hiks..."

__ADS_1


"iya honey sudah jangan menangis, jika itu sudah menjadi keputusan mu maka mas hanya menuruti keinginan mu, tapi janji yah sama mas jangan kaya dulu lagi, mas tiba bisa melihat mu dalam keadaan seperti itu..."


tes. air bening berhasil Lolos keluar dari mata Hadi, dia tidak akan sanggup jika sang istri depresi lagi, membayangkan saja sudah membuat dada sesak,sang istri kesayangan depresi lagi oh tidak itu tidak boleh terjadi, dia tidak sanggup jika harus melihat orang yang paling dia sayang depresi lagi ...


"Daddy terima syarat atau keinginan mu sayang, tapi Daddy harap kau berlalu adil Antara kami dengan keluarga kandung mu, kau lihat sendiri kan bagaimana mommy mu sangat menyayangi mu, jadi Daddy harap suatu hari nanti tidak akan ada ketidak Adilan untuk merawat mu"


" issa tidak akan biarkan hal tersebut terjadi, jika keluarga kandung issa tidak mau berbagi maka mereka sudah siap kehilangan issa selamanya "


" Daddy pegang kata-kata mu sayang " akhirnya mereka bertiga pun berpelukan setelah itu ke meja makan untuk sarapan.


"Daddy kak vano ke mana"


"vano dari tadi sudah berangkat kerja "


"kalau kak Vano sudah berangkat kerja terus issa berangkat sekolah sama siapa atu" sendu issani.


"astaga sayang masih lama ada mommy dan Daddy yang siap mengantarkan mu ke sekolah iya kan mas"


"benar sekali honey" jawab Hadi sambil mengacungkan jempol tanda setuju.


"wow jika Daddy dan mommy yang antar kan issa, nanti kita ke mall dulu yah dad"


"untuk apa ..." tanya heran Hadi dan Marissa bersamaan.


"astaga memang vano tidak pernah membelikan cemilan dulu sebelum berangkat sayang" tanya Curiga Hadi.


"iya dad, hiks kak vano jahat gak mau uang nya kepakai sama issa untuk beli cemilan" adu issa sambil pura-pura sedih.


"astaga berani sekali vano, sudah jangan sedih sayang nanti saat vano pulang Daddy hukum vano, berani sekali jahat pada putri kesayangan Daddy ini"


"Daddy janji.."


"iya sayang Daddy janji.."


"hore nanti gantung terbalik saja kak vano yah Daddy biar kapok "


"sepertinya itu ide bagus hahaha pasti lucu melihat vano digantung terbalik haha "


"hahaha iya dad pasti lucu" issani dan Marissa pun terus tertawa sambil makan, sedangkan Marissa hanya tersenyum melihat keluarga kecil nya utuh lagi .


"semoga selamanya keluarga ini selalu bahagia " batin Marissa

__ADS_1


.


.


.


.


setelah ritual sarapan penuh canda tawa itu selesai issani diantar ke sekolah oleh Daddy dan mommy Marissa, tidak lupa saat melewati mall issani membeli banyak cemilan.


"dah Daddy dah mommy " teriak issani pada kedua orang tuanya yang mendapatkan lambaian juga dari kedua orang tua nya, setelah aksi lambai - lambaian issani memasuki kelas dan membagikan cemilan pada teman sekelas, sekarang cemilan nya sudah habis hanya tersisa dua untuk Agatha dan issani.


"hah cuman dua lagi"


"iya satu untuk kamu satu untuk aku"


"ini gak adil sa, gue kan teman terbaik lho masa hanya kebagian satu" ucap Agatha memanyunkan bibirnya.


"satu pun masih untung dari pada gak kebagian " ejek issani.


"hey lho yah sa tega bener sama sahabat lho sendiri"


"hehe aku becanda kok tha nanti aku traktir m mau gak"


"lho serius sa" tanya Agatha sumringah yang mendapatkan anggukan dari issani


"asyik dapat gratisan" teriak Agatha.


"is apaan sih tha gak perlu teriak-teriak juga kali sakit nih kuping"


"hehe maaf" cengengesan Agatha.


akhirnya bel pun berbunyi dan mereka belajar saat guru sudah datang, Agatha mendengarkan penjelasan guru sambil ngemil sedangkan issani sesekali menguap.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2