
ceklek pintu kamar dahlia di buka dan muncul Lisa dan gitani diikuti marissa dari belakang, semua mata terkaget-kaget melihat Lisa keluar kamar nya, dan yang lebih membuat mereka kaget adalah kedatangan lisa ke kamar dahlia.
mata Lisa tertuju pada wanita cantik namun sudah ada sedikit guratan di wajah tapi tidak dapat menutupi kecantikan nya.
"m.mama..."lirih lisa.
"kak...ayo kita kesana..."
tes air mata Lisa turun dada nya sesak melihat keadaan sang mama, wajah pucat, bibir pucat dan terlihat jelas mata panda yang tercetak jelas di kulit wajah yang putih mulus itu
"mengapa anak itu kesini....apa belum cukupkah dia menyakiti mama... memang tidak tau malu sudah membuat mama sakit tapi masih berani menampakkan wajah..."
flashback on
"bagiamana keadaan maka saya dok..."
"sepertinya nyonya dahlia mempunyai penyakit tuberculosis..."
"apa... tuberculosis..." beo gitani.
"iya... penyakit ini terjadi Ketika sistem kekebalan tidak lagi sanggup menghentikan pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis di dalam tubuh, infeksi aktif bakteri ini mencetuskan penyakit yang dikenal sebagai tuberkulosis alias TBC..." jelas dokter Frans
mengapa bisa dokter Frans yang memeriksa keadaan nyonya dahlia tour? bukannya dokter Frans itu dokter psikiater yang waktu itu memeriksa keadaan lisa yah? kok mereka malah memanggil dokter psikiater itu? jawabannya karena pada saat dahlia pingsan dokter frans masih ada di rumah arlan batu selesai memeriksa keadaan lisa, dan kebetulan dahlia pingsan akhirnya dia memeriksa dahlia, karena kebetulan juga dokter frans mengetahui tentang penyakit-penyakit, karena pada ayah dokter Frans pemilik rumah sakit .
"apa tuberculosis penyakit yang berbahaya... apa penderita akan mengalami gejala-gejala seperti pada penyakit umumnya dok..."tanya listiani yang tidak tau tentang penyakit tuberculosis.
"Infeksi TB merupakan penyakit menular paling mematikan kedua setelah COVID 19, Penyakit paru-paru ini menyebabkan penderitanya mengalami sejumlah gejala, seperti demam, nyeri dada, hingga batuk berdahak yang tidak jarang disertai darah selama lebih dari tiga pekan.
Selain berdampak pada fisik, TBC juga mengganggu kesehatan mental penderitanya. pengidap TBC berisiko tinggi mengalami depresi.
__ADS_1
Temuan ini sejalan dengan data WHO yang menyebutkan 40-70 persen penderita TBC mengalami gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan..."jelas dokter Frans.
"hiks apa penyakit mama separah itu...."
"penyakit yang nyonya dahlia alami belum terlalu parah...jadi masih bisa ditangani jika nyonya dahlia rutin cek up ke rumah sakit...hanya itu yang dapat saya prediksi selebihnya saya sarankan nyonya dahlia dibawa ke pihak yang lebih tau..."
flashback off
Lisa menghampiri sang mama yang masih memejamkan matanya, tangan lisa terangkat ingin memegang tangan dahlia namun belum juga tangan lisa menyentuh tangan dahlia, tangannya sudah terlebih dahulu di tepis listiani.
"apa yang kau lakukan disini...apa kau belum cukup menyakiti mama ku ...." marah listiani.
"listiani..."pelotot gitani.
"apa kak... ini faktanya... gara-gara dia keadaan mama semakin parah...kau memang anak tidak tau di untung...mama hanya ingin memeluk mu menyayangi mu dan meminta maaf padamu....tapi kau dengan tega nya malah mendorong mama dan menampar mama hiks...itu membuat mama sakit hati dan banyak pikiran...mama lagi sakit tapi kau malah menambah penyakit mama..." ucap listiani yang berderai air mata, sekarang air mata itu memang air mata tulus bukan air mata keong racun, listiani memang sangat sayang pada dahlia saat mengetahui sang mama sakit tuberculosis dia benar-benar takut kehilangan sang mama, karena baginya sang mama lah tempat dia berdiri, tanpa nya dia bukanlah siapa-siapa hanya anak yang tak diinginkan oleh ayahnya sendiri Arlan.
prok prokk prokkk
"hebat sandiwara mu itu lisa....aku tau kau hanya bersandiwara kan....hiks kau ingin balas dendam kan pada mama... karena mama dulu menyakiti mu dan sekarang kau ingin membalas dendam dengan balik menyakiti mama..."
"t.tidak....lisa tidak seperti itu hiks lisa benar-benar tidak ingat apa-apa...." elak lisa dengan berderai air mata.
"cukup ani...apa yang kau lakukan...adik mu lagi sakit dan kau malah menyalahkan adik mu... semua orang juga tau lisa tidak sadar dengan apa yang diperbuatnya....apa kau tidak ingat tentang penjelasan dokter frans...mama mu lagi sakit tapi kalian malah bertengkar..."tegur arlan, tangan listiani mengepal.
"kau salah pun kau dibela lisa...aku lupa jika sekarang kau adalah anak kesayangan semua orang... awas saja jika nanti aku sudah merebut posisi mu akan ku tendang kau dari rumah ini dan rumah tante marissa..."
"sudah lah lan... jangan memarahi listiani...dia mungkin syok mendengar keadaan mamanya makanya Sampai bicara seperti itu... sebaiknya kita bawa istri mu ke rumah sakit...." ucap hadi yang mencoba menghilangkan suasana tegang yang sedang terjadi.
"hiks... maafkan kakak adik...kakak tadi hilang kendali...hiks maafkan kakak yang sudah menyalahkan mu...kakak tidak termasuk seperti itu kakak hanya takut kehilangan mama saja..." ucap listiani dengan berderai air mata dan penyesalan nya yang tentunya penyesalan buayanya.
__ADS_1
"untung om hadi bicara seperti itu... membuat ku tersadar sudah merusak rusak citra baik ku... seperti saking khawatir aku sampai lupa dengan tujuan ku..." lisa mengangguk.
"Lisa juga minta maaf kak...Lisa tidak tau mengapa lisa bisa sampai menyakiti mama...hiks maafkan Lisa ayah kakak..." ucap Lisa sambil melirik arlan gitani dan listiani.
"kau tidak salah Sayang... semuanya terjadi tanpa kehendak mu.. sudah hapus air mata kalian...kita sekarang sebaiknya bawa mama kalian ke rumah sakit..."
"memang mama sakit apa yah...apa separah itu kah sampai harus dibawa ke rumah sakit..." Arlan terdiam tidak bingung apa dia harus bicara jujur pada lisa atau tidak.
"mama sakit tuberculosis adik...hiks itu yang membuat kakak tadi sampai hilang kendali karena sakin khawatir nya...." ucap listiani yang sengaja bicara seperti itu untuk membuat lisa merasa bersalah.
"hiks...mama sakit TBC kah...hiks apa ini gara-gara aku ...hiks"
"tidak issa...mama sakit bukan karena mu berhenti menyalahkan diri mu... seperti yang ayah katakan sebaiknya kita sekarang bawa mama ke rumah sakit.." ucap gitani bijak.
.
.
.
bersambung
.
.
.
akhirnya author bisa update juga π€ jangan lupa tinggalkan jejak nya reader tersayang karena jejak kalian penyemangat untuk author π€ author lihat yang masukkan ke favorit lumayan ada gak hanya satu dua tapi anehnya yang like hanya 1 2 atau 3 π€¦π»ββοΈ tolong jangan pelit dong reader biar author tambah semangat π€¦π»ββοΈ dan jangan lupa vote hadiah dan komentarnya π€biar author tambah semangat dalam menulis π€ salam sayang dari author π€π.
__ADS_1