Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
kunjungan dahlia


__ADS_3

Dahlia hari ini memberanikan diri untuk ke rumah arya diningrat dia berniat untuk membawa pulang issa, dengan penuh percaya diri dan dagu diangkat tinggi dahlia turun dari mobil nya dan memencet bel.


Ding dong ding dong dua kali bel rumah dipencet dahlia, bibi art yang kebetulan sedang membersihkan ruang tamu pun membuka kan pintu.


ceklek


"cari siapa yah..."tanya bibi melihat sosok perempuan berumuran 30 tahunan yang diperkirakan bukan teman sang nyonya karena dia tidak pernah melihat perempuan tersebut.


"saya mau mengajak putri saya pulang..." sombong dahlia.


"apa yang dimaksud nyonya...maaf saya tidak paham "bingung bibi.


"siapa bi.... kenapa tidak disuruh masuk..."teriak marissa dengan penuh kepercayaan diri dahlia menerobos masuk tanpa di persilahkan terlihat dahulu oleh bibi.


"siang nyonya marissa..."sapa dahlia yang melihat dahlia dari atas sampai bawah.


"ternyata seperti ini penampilan nyonya besar yang punya banyak uang glamor..." tiba-tiba rasa iri menyeruak dihati dahlia.


"ya siang juga...mari duduk BI tolong ambilkan Joice dan camilan..."


"siap nyonya"


"terimakasih...saya tidak mau banyak busa-basi... perkenalkan dulu nama saya dahlia arespati mama nya melissa..."ucap dahlia menekankan kata 'mama'.


"ouh jadi ini nyonya dahlia selamat datang di rumah kami nyonya... kebetulan issani belum pulang...sedang di ****** sopir sebentar lagi kayanya sampai..."ramah marissa.


"sayang sekali...anak saya ternyata belum pulang dari sekolah..."mata dahlia terus berputar kesana - sini memperhatikan semua yang sedang dipakai marissa, dia benar-benar iri melihat kalung berlian yang dipakai marissa.


"tunggu sebentar lagi nyonya...putri kita pasti pulang..."Jawa marissa yang sedikit tidak nyaman dengan sikap dahlia.


"mommy issa sudah pulang...."teriak manja issa yang setiap harinya setelah pulang sekolah selalu seperti itu,semua mata beralih ke asal suara tersebut.


deg


"melissa kau sangat cantik...semua yang dipakai mu sangat pas ditubuh mu...sstt kalung berlian...itu sama persis yang sedang dipakai nyonya marissa.." batin dahlia

__ADS_1


"sayang kau sudah pulang ayo sini ..."ajak marissa , issani yang belum menyadari kehadiran dahlia pun menghampiri sang mommy dan duduk didekat marissa.


"mommy issa kangen..." manja issani.


"mommy juga kangen...gimana sekolah nya lancar.."


"lancar dong...issa kan anak pintar..."bangga issani, marissa hanya tersenyum melihat issani.


"siang sayang...mama merindukan mu.."ucap dahlia, issani pun melirik dan betapa terkejutnya dia melihat sang mama, yang dahulu sering menampar, memukul dan dengan tak berperasaan nya dia dijadikan art, tak bisa di pungkiri hati nya sangat sakit mengingat kejadian tersebut, dan hati kecilnya berbicara dia belum siap bertemu dengan mama dahlia, rasa sakit hati, trauma, takut menyatu menjadi satu dihatinya.


"mama kangen banget sama kamu sayang... putrinya mama ayo sini peluk mama..."dahlia merentangkan kedua tangannya.


"sejak kapan mama ada disini..."tanya issani yang belum datang memeluk dahlia.


"barusan...mama sengaja kesini untuk menjemput mu...."senyum dahlia walaupun pelukannya di tolak oleh issani.


apa maksud mama..."


"iya apa maksud nyonya..."tanya marissa juga dia sudah cemas dia takut dahlia mau mengambil paksa issani.


"aku pasti pulang tapi bukan sekarang...masih ada enam hari lagi untuk ku tinggal disini..."


"apa 6 hari itu terlalu lama ayo pulang Lisa sayang... lupakan perjanjian itu...aku mama kandung mu kamu putri ku...jadi ayo ikut mama..." tangan marissa terkepal mendengarkan perkataan dahlia yang mengklaim issani hanya putrinya saja.


"maaf nyonya seperti kau salah... bukan putri ku tapi putri kita berdua .." sanggah marissa.


"kenapa nyonya putri kita berdua apa...dia putri ku apa salahnya aku bicara seperti itu... bukannya itu memang benar . ..aku yang melahirkannya sudah jelaskan dia putri siapa... mengapa harus putri kita berdua... apa kau ikuti melahirkannya..."geram dahlia.


"tapi aku yang merawat dia...aku yang menyayangi dia ... saat kau malah membiarkan membiarkan anak mu di jual ... dari semenjak kau menjualnya... kau sudah tidak punya berhak apa-apa...dia sudah menjadi milik kami...kau tak tau di untung seharusnya kau bersyukur kami masih membiarkan mu untuk merawat putri kita setelah sekian banyak dan menyia-nyiakan dia..."


"apa maksud mu nyonya jangan mentang-mentang kaya berlimpahan uang kau seenaknya menghina ku dan bicara seperti itu...."kesal dahlia.


"aku tidak akan bicara gini jika saja kau tidak bicara yang membuat ku kesal ... lagi pula aku bukan menghina aku membicarakan tentang kenyataan" ejek marissa yang sudah tidak mau kalah bicara dengan dahlia bagi dia dahlia memang tidak di untung, sudah Untung dia masih mau memberikan waktu untuk dia merawat issani tapi dia dengan serakahnya mau merawat issani selamanya tanpa ada pembagian waktu.


"kau nyonya...apa kau lihat Lisa orang yang kau panggil mommy itu sudah menghina mama mu...apa kau akan diam saja saat mam mu dihina begini...mari kita pulang jika kau terus menerus tinggal di sini aku takut kau tidak bisa bicara sopan juga seperti mommy mu itu ..."

__ADS_1


"jaga mulut anda... sekarang kamu pergi issani tidak akan pulang ke rumah mu sebelum waktu tinggal disini habis camkan itu..."marah marissa.


"kau..."


"sudah berhenti... sekarang mama pulang... Jik waktu nya sudah ada aku akan pulang kesana... sekarang biarkan aku disini dulu ma... hargai keputusan ku mama jangan egois aku sekarang t ia dan bisa terus M


menuruti semua keinginan mama lagi...aku sekarang punya dua orang tua... jadi aku harus bisa bersikap adil..."bijak issani yang menahan gemuruh dihatinya sang mama ternyata belum berubah itu membuat hatinya sakit.


"Lisa...mama tidak percaya kau bicara gini... kau nyonya apa yang kau lakukan sehingga membuat anak ku membantah perkataan ku..."


"pulang sebelum aku kehabisan kesabaran..." jawab marissa dengan sorot mata dingin.


"aku akan pulang jika anak ku ikut pulang ..."keras kepala dahlia.


"mama..."teriak Lisa habis kesabaran.


"apa Lisa ... mama hanya ingin kau ikut pulang saja kenapa kau malah membentak mama mu ini..."Lisa Sangat kesal melihat tingkah laku mama nya dia sebaiknya pergi ke kamar dari pada bertengkar dengan orang seperti mamanya.


"mom aku ke kamar..." issani pun pergi ke kamar tidak mendengarkan teriakan dahlia.


.


.


.


.


bersambung


.


.


.

__ADS_1


maaf yah reader ceritanya membosankan πŸ€— author lagi banyak tugas nih bikin author tidak bisa berpikir banyak nih,πŸ€— maaf yah jika hari demi hari novel author membosankan πŸ€— terimakasih ya masih setia dengan novel author yang satu ini πŸ€— jangan lupa like komen vote dan masukan ke favoritπŸ€— salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š


__ADS_2