
happy reading ๐
Wusshhhhhh tubuh Abraham terpental jauh, dengan mata merah menyalah terang Sila mengangkat kedua tangannya menciptakan gemuruh hitam di langit.
Dorrrrr
wusshhhhhh
swishhhhhh
kiatttttttt suara yang memekikkan telinga saling bersahutan keadaan hutan itu langsung berubah terang menderang saat dua cahaya keemasan dan biru keputih-putihan keluar dari tangan Sila dan langsung membentuk sebuah lingkaran dan bintang di atas langit,sangat tercetak indah di atas langit sana namun keindahan itu seketika musnah saat bentuk dan gambaran gerhana bulan total milik Sila menyilap kedua cahaya itu.
"hahahaha...kau lihat itu Melissa ... bahkan kekuatan yang kau miliki dan Kakak mu itu kalah dengan aura hitam ku ini..."
srengggggg mata Sila seketika menajam mengeluarkan dua cahaya hitam dan merah menuju arah Melissa namun dengan cetakan Melissa bisa menghindari.
"menyerah lah pada ku...dan tunduk lah di kaki ku ini jika kau masih sayang dengan nyawa mu ..." ucap Sila dengan suara seramnya yang bagaikan guntur di langit.
deg
"kakak...mengapa kekuatan nenek Sila semakin menjadi..."
"sepetinya sebentar lagi akan terjadi gerhana bulan total sa.."
Menyeringai, seketika bibir Sila menyeringai mendengarkan gumaman kedua kakak beradik itu.
"karena kau masih keturunan Singgih...maka akan ku berikan kau ke sempatan untuk bermain-main dengan ku... hahahaha..."
dorrrrr
gludukkkkkk suara yang bagaimana petir dan Guntur mengiringi setiap perkataan Sila membuat semua orang akan mati ketakutan namun tidak untuk sebangsa mereka.
wusshhhhhh
tletakkmkkmmm
guerrrrrrrr
"arghhhhhhhhhh...." teriak Melissa seketika tubuhnya melayang ke udara dengan dikelilingi cahaya biru keputih-putihan miliknya begitu juga dengan Devano namun Devano tidak berteriak kesakitan seperti yang terjadi pada Melissa karena kekuatan yang berada di tubuhnya lebih besar dari tekanan kekuatan yang diberikan Sila lagi pada mereka, semetara Melissa yang dalam tubuhnya tidak ada kekuatan sebesar ujung kuku pun langsung kesakitan setengah mati.
Wajahnya bersinar terang menyala seketika membuat keadaan seolah sedang siang namun kembali gelap dengan kekuatan milik Sila, dua kekuatan itu saling menyapa beradu seolah saling adu kekuatan.
srengggggg mata Melissa berubah tajam dengan warna berbeda-beda di kedua kelopak matanya kanan berwarna biru dan kiri berwarna putih menyala terang dengan dahi bersinar terang biru keputih-putihan membentuk bintang dan jangan lupa bibir kecil mungil itu berubah warna merah menyala bagaikan buah delima yang matang berkali-kali lipat.
Penampilan Melissa akan membuat semua mata tidak akan teralihkan dengan kecantikan nyata itu, dengan baju berekor putih disertai sayap Berawa biru memberikan kesan elegan dan kehangatan.
durrrrrrrr
wusshhhhhh seketika tanah bergetar saat sesosok Dewi kecantikan itu menginjakkan kakinya ke tanah bumi ini, pohon-pohon langsung bergoyang bagaikan menari-nari tertepa sayap biru itu .
"kau...."
"di...dia... ada apa ini hon.." teriak Abraham yang sangat terkejut melihat sosok Dewi kecantikan yang terpampang nyata dimatanya.
"itu hanya wujud aslinya Abraham..."
"hahahaha...kau lihat itu Devano bahkan wujud asli adik mu itu sangat terlihat lembut...akan kah Dewi kebaikkan bisa mengalahkan Dewi kejahatan seperti ku ini... hahahaha..." tawa kencang Sera menciptakan Guntur di langit.
Sementara Devano pun yang sudah berubah ke wujud aslinya melihat ke arah langit.
"sepetinya gerhana itu sudah semakin dekat..."
Devano menerpakan jubah keemasannya ke arah gadis nya namun dengan cepat gadis itu menghindar dan mengeluarkan aura ketidak sukaan atas sikap Devano padanya.
__ADS_1
Melissa melirik ke arah Devano sepertinya Devano pun sudah berubah ke wujud aslinya, dengan tanda matahari di keinginannya yang menyala terang memberikan kehangatan bagi siapapun yang terkena cahaya itu, mata yang berubah kuning keemasan dengan baju emas dan merah dan jangan lupakan mahkota kuning keemasan menyala bermatakan batu Rubi merah menyala.
Mata Melissa melolot tidak percaya dikedua pundak sang kakak terdapat cahaya melingkar bagaikan matahari yang mengelilingi tubuh belakang nya sang kakak, apa itu sosok wujud asli sang kakak pikirnya.
srettttttt
"Ciaahhh..." Gitani tiba-tiba menyerang Devano yang diikuti jeassen.
swushhh
tingggg
dorrrrr sebilah pedang berusaha untuk menebas leher Devano namun dengan cetakan Devano menghindar ditatapnya mata sang kekasih terlihat tatapan kosong dengan mata hitam menyala.
"sepertinya iblis itu sudah benar-benar menyihirnya..."
"Issani berhati-hati lah...kedua kakak mu ini sepertinya sudah benar-benar di sihir..." batin Devano memberitahu Melissa.
"sepetinya yang kakak katakan benar adanya... mereka sangat brutal dan tidak bisa disentuh bagaikan asap...apa ini karena ulah iblis itu..."
"iya sepertinya mereka sudah meminum darah iblis itu makannya bisa berubah bagaikan sewujud bangsa kita..."
swishhhhhh.
"sadarlah aku ini adik mu kak..." teriak Melissa saat jeassen ingin menebas lehernya, jika saja pedang itu pedang biasa pada umumnya mungkin itu tidak akan dapat melukai mereka namun pada kenyataannya pedagang itu terbalut sihir Sila yang sedang berada di puncaknya, mereka bagaikan bertarung dengan sebangsa meraka sendiri.
Cahaya kebiruan seketika muncul dari tangan Melissa dan ...
tingggg
tingggg
tingggg pedang milik Jeassen dan Melissa beradu sengit.
tingggg pedang Jeassen terpental kebelakang.
"arghhhhhhh....apa yang kau lakukan..." teriak Melissa yang digigit Jeassen.
"astaga ISSANI....ayo hanguskan dia kalo tidak kau akan berubah seperti mereka...ayo lepaskan gigitannya..." teriak Devano yang masih berusaha menghindari serangan Gitani tanpa dia melawan sama sekali dia hanya menghindar saja, dia tidak tega untuk menyakiti sang ke kasih.
"arghhhhhhh Kakak sakit..." teriak Melissa seketika tubuhnya berubah warna hitam sesekali mata biru dan putih itu sudah mulai tercampur hitam gigi nya sudah mulai panjang sama seperti gigi Jeassen yang bertaring panjang bagaikan Monster lebih tepatnya drakula.
"arghhhhhhh aku tidak mempunyai cara lain selain melawan jika ini di biarkan begitu saja ini akan merusak dunia... sungguh iblis itu licik dan pintar menggunakan orang terdekat kami untuk menyerang kami yang tentunya kami tidak akan bisa melawan selain menghindar..."
"hahaha ku perintahkan kalian berhenti bermain-main dan habisi mereka sekarang juga...jika mereka masih menolak bersekutu dengan ku..."teriak Sera menggema memberikan perintah pada Jeassen dan Gitani.
"kiatttttttt....
"ciaaahhh ..." Arlan dan Dahlia langsung ikut bertarung.
citttttt
dorrrrr
wusshhhhhh
tingggg
brukkkkk
pletakkkkk suara pertarungan makin panas satu lawan dua, mereka merasa kesulitan melawan lawan nya karena mereka tidak sepenuhnya menyerang melainkan hanya mencoba menghindar dan berusaha menyadarkan lawan mereka jika mereka adalah saudara dan kekasih, merek melakukan itu semua karena takut orang yang mereka sayang terluka Melissa memukul kepala Jeassen dan akhirnya gigitan jeassen terlepas dan kembali bertarung.
Langit mulai tidak ada cahaya sedikitpun Sila sudah berubah ke wujud aslinya,bibir hitam,rambut hitam legam dan baju berekor hitam dengan segala hitam dan gigi bertaring panjang sama seperti Dahlia dengan yang lainnya , wujud yang sangat menyeramkan bagi setiap orang yang melihat mata hitamnya itu tidak terlihat lagi warna putih yang tersisa hanya mata berkelopak hitam menyala.
__ADS_1
Sebenarnya wujud si pemilik tanda bulan itu tidak menyeramkan lebih hampir sama persis dengan wujud Melissa namun karena Sila jahat akhiratnya wujudnya pun seperti itu, Karena memang pada dasarnya si pemilik tanda bulan itu tidak semuanya orang baik tidak seperti bintang dan matahari yang selalu berada dalam pihak kebaikkan.
"sepertinya rencana mu berhasil hon... fokus mereka teralihkan dan dengan begitu kau bisa fokus menyerap energi dari gerhana bulan total ini dan setelah ini kau akan menjadi ratu kegelapan yang tiada tandingannya hahahaha..." tawa pecah. Abraham yang dibalas senyuman samar dibibir Sila.
sebenarnya pertarungan ini bagian dari rencana Sila agar nantinya saat gerhana bulan total itu terjadi dia bisa fokus menyerap energi nya tanpa gangguan dari Melissa dan Devano.
Gelombang hutan mulai terjadi di langit, Sila sudah mengepakkan sayapnya untuk terbang ke tengah-tengah cahaya bulan sementara Melissa dan yang lainnya sudah mulai kelelahan.
Sretttt
Gigi atas dan bawah memanjang menjadi taring panjang dengan kedua tanduk keluar dari sisi kepalanya,mata emas dan biru menatap tajam ke depan baju biru langit malam dengan jubah hitam merah berkobar dengan rambut panjang sepaha rambut emas yang begitu emas bibir seksi yang memabukkan seluruh kaum Adam merah menyala melebihi bibir sang dewi kecantikan Melissa, kuku panjang berwarna emas dengan dikedua sisi mata berwarna hitam memberikan kesan cantik namun mematikan, dengan mahkota kecil berwarna emas kebiruan dengan permata tiga warna hitam biru keputih-putihan dan emas kekuningan.
Sosok itu keluar dari mobil lebih tepatnya menembus pintu mobil.
duarrrrrrrrr
wusshhhhhh
Pletakkkkk
grudugggg
Sentuhan kedua kaki pemilik tubuh menyeramkan itu seketika membuat bumi bergetar hebat dengan angin yang langsung berputar bagaikan angin topan menerpa bumi menghentikan pertarungan dua lawan satu itu, sudah terlihat Melissa kelelahan melawan Jeassen dan Dahlia, kekuatan Jeassen, Dahlia dan Melissa seimbang begitupun dengan Devano, Arlan dan Gitani.
Sretttt Mata biru dan emas itu bagaikan mata elang menatap tajam kerusakan yang terjadi akibat pertarungan mereka terlihat jelas sosok itu tidak menyukain kerusakan yang mereka perbuat akibat dari pertarungan yang dari semenjak tadi tidak berhenti.
darrrrrr dua bola api menghantam mereka yang sedang terpaku melihat ke arahnya dengan tatapan kosong.
Bola api itu mengelilingi tubuh mereka, seketika jeritan terdengar dari mulut masing-masing yang merasakan kepanasan sementara tubuh devano kedinginan untuk nya rasa panas tidak lah berarti apa-apa namun rasa dingin seakan ingin merontokkan tulang-belulang nya itu lah kelemahannya.
"siapa yang menyuruh kalian merusak alam ku...." ucap sosok itu dengan diiringi getaran hebat di tanah seolah ikut merasakan kemarahan sosok itu yang tidak lain si jubah hitam sosok Dewi dari segala Dewi yang tidak lain dan tidak bukan Listiani yang sudah berubah ke wujud aslinya bertepatan dengan gerhana bulan total yang akan terjadi lima menit lagi
"k...kak Ani..." mata Melissa bisa melihat sosok kakak nya yang menatap tajam pada Melissa seolah meminta pertanggungjawaban dari atas segala kerusakan ini.
wusshhhhhh cahaya violet membawa terbang Melissa ke atas awan.
"siapa yang menyuruhmu melakukan ini semua Dewi kehangatan.. " teriak Listiani menggelar bagaikan petir membuat semua orang ketakutan termasuk abraham yang sudah bersembunyi ketakutan sedangkan Sila dari tadi sudah terbang tinggi menuju titik tengah langit untuk menerima energi gerhana bulan total itu..
"katakan sekarang juga..." teriak Listiani seketika gemuruh violet itu mencengkram kencang tubuh Melissa seolah ingin meremukkan tubuh kecilnya itu.
"arghhhhhhh...i...ini bukan kesalahan ku...ini semua terjadi bukan atas keinginan ku...aku hanya berusahalah untuk menyadarkan keluarga ku dari pengaruh sihir iblis itu..." teriak Melissa menunjuk ke arah langit.
Seketika mata elang Listiani beralih kearah langit dan setelah itu menghempaskan bola air dan bola api ke arah Dahlia ddk dan Devano.
"apa yang dikatakannya benar dewa keamanan..." tajam Listiani seketika devano yang sudah tidak mempunyai energi hanya mengangguk saja lagi-lagi mata Listiani melihat ke arah sosok Dewi kegelapan yang sedang terbang meminta energi tinggi dari gerhana bulan total yang akan terjadi dua menit lagi.
byurrrrrrr
wusshhhhhh
Listiani terbang ke arah langit dengan mengeluarkan cahaya violet ke arah Sila.
"arghhhhhh...." teriak Sila kesakitan di sekujur tubuhnya terkena cahaya violet matanya langsung memindai siapa yang mengeluarkan cahaya itu seketika matanya melotot terbelalak tidak percaya .
"Dewi keadilan... tidak ini tidak mungkin... bukannya Dewi itu sudah musnah dari 10 abad yang lalu... tidak ini tidak mungkin keturunan Dewi keadilan tidak mungkin ada...hanya ada satu dewi keadilan di dunia ini...itu juga dia sudah hilang ditelan bumi... tidak ada yang mengetahui kemana kepergian Dewi itu .." kepala sila menggeleng tidak percaya dan menyangkal kebenaran yang tergampang di depan matanya.
.
.
.
bersambung ;(
__ADS_1
Maaf author yang salah prediksi author pikir satu bab cukup sampai ending tapi ternyata tidak, mohon menunggu dan maafkan author yang telah memberikan harapan palsu pada kalian tapi author usahakan sebelum author masuk belajar lagi ini novel udah tamat biar nggak ngegantung terus๐ข.