Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Dahlia pulang


__ADS_3

seminggu sudah setelah sembuhnya dahlia,jam menunjukkan pukul 12 siang, di ruang inap dahlia sudah ramai ada gitani ddk(Gitani Listiani,dan Lisa), Arlan, dan marissa yang ikut bahagia dengan kesembuhan dahlia walaupun belum dinyatakan sembuh total masih harus cek up satu bulan sekali.


"Lisa sayang kenapa kamu baru kesini... mama sudah benar-benar rindu dengan mu..."


"maaf ma...tadi issa sehabis pulang sekolah malah ketiduran ma... hehehe "


"iya nih jeng anak kita tidur nya udah kaya kebo susah dibangunkan...udah kaya gak tidur satu bulan saja..."


"Hey jeng jangan gitu anak kita bukan kaya gak tidur satu bulan tapi udah kaya orang gak tidur satu tahun...."


"hahaha hahaha hahaha " ruangan inap itu dipenuhi dengan gelak tawa kecuali lisa yang cemberut dan listiani yang iri dengan posisi lisa yang dipenuhi kasih sayang tidak seperti dirinya yang sendirian, sering kali dikucilkan oleh 2 keluarga yaitu keluarga arespati dan Arya diningrat, sebenarnya bukan listiani yang dikucilkan tapi lebih tepatnya listiani yang mengucilkan diri sendiri, disana ada lisa disitulah listiani menghindar makannya dia seringkali sendirian.


"hey mama dan mommy sangat menyebalkan...ayah lihat..."


"apa sayang ayah tidak lihat apa-apa..."


"ihhh ayah...lisa baru aja diejek dan ayah diem aja ...ayah, mama dan mommy sama aja...kalian menyebalkan hanya Daddy yang selalu membela dan menyayangi Lisa...."


"ekhem kamu bicara apa Lisa sayang..."


"hmmm kau bicara apa issa sayang..." ucap dahlia dan Marissa bersamaan sambil mempeototkan matanya.


"hahaha hahaha ayya rasakan itu sayang....kedua ibu mu memelototi mu hahahaha....tidak perlu ayah ikut marah seperti kedua pelototan ibu ku sudah cukup hahaha...." Arlan tergelak dan gitani yang geleng-geleng kepala melihat keluarga nya.


"ya tuhan... apa inikah yang dimana keluarga harmonis akhirnya sekian lama kami diterpa badai kamu bisa bahagia jugalah..."


listiani meneteskan air matanya.


"akhirnya kedua keluarga bahagia ya tuhan...aku tidak pernah menyangka akhirnya akan seperti ini... sekalian lama dalam keterpurukan sendiri dikucilkan dan dibenci akhirnya aku ditimpa banyak kasih sayang dan kebahagiaan...Namaun jujur saja tuhan hati kecil ku selalu merasa kekosongan .... seakan-akan bicara masih ada anggota keluarga ku yang belum Utuh..." batin lisa.


"akhirnya kau bisa bahagia adik...ini yang Kaka harapkan dari dulu kebahagiaan dan senyum manis mu itu.... meski aku harus berkorban untuk ke bahagia kalian aku terima semuanya asalkan kalian bahagia ma.. kak... lisa... meski kebagian ini untuk sesaat...masih ada badai besar yang akan menghampiri kalian... aku harapkan pengorbanan ku nanti tidak sia-sia...semoga kalian bisa hidup bahagia walaupun tanpa kehadiran ku... maafkan aku ma aku tidak bisa menemani mu sampai tua...dan maafkan aku juga kak...aku bukan adik mu yang tidak bisa menjadi Sandaran mu untuk berkeluh kesah untuk menghadapi sikap manja adik kita... dan maafkan Kaka juga sa... kakak tidak akan bisa menjagamu selamanya...ku harap pengorbanan ku tidak sia-sia tuhan.... biarkan semua penderitaan nya kau timpakan padaku... maafkan aku ma...aku bukan anak laki-laki yang bisa kau banggakan dan aku bukan anak laki-laki yang bisa kau jadikan sandaran setelah kepergian ayah... mama jeassen harap mama cepat sembuh sebelum badai besar itu datang dan jagalah kakak dan adik... mungkin setelah badai besar itu datang aku dan ayah tidak akan bisa menemani kalian lagi... jagalah adik dan kakak ma... jangan biarkan pengorbanan kami sia-sia..."


tes cairan bening menetes dikedua ujung mata pemuda bersosok dingin tak tersentuh.

__ADS_1


"tuan muda..."


"aku baik-baik saja..." menyeka cairan bening yang mulai merambat ke pipinya.


"ayo kita pergi...." lanjutnya.


"tapi tuan...apa kau tidak ingin menemui mereka dulu..."


"itu tidak perlu..." akhirnya mereka meninggalkan rumah sakit.


"mau sampai kapan kau melihat mereka dari kejauhan tuan... sungguh kasihan sekali nasib mu tuan..." ucap lirih jeollus sambil melihat lagi ke arah jendela ruangan inap dahlia.


.


.


.


"terimakasih mas..."senyum dahlia.


"sayang hey bangun.. kita sudah sampai...hey...issa sayang..."ucap marissa yang masih didalam mobil membangunkan lisa yang malah ketiduran setelah terus mengoceh di sepanjang perjalanan,marissa dan Arlan menoleh.


"apa dia ketiduran..."tanya arlan yang di angguki marissa.


"gitani bisa kamu bantu mama mu ayah ingin menggendong Adik mu..." gitani dengan cetakan mengambil alih Arlan.


"apa Lisa ketiduran lagi ma..."


"hmmm mungkin dia kelelahan setelah mengoceh di sepanjang perjalanan..." kekeh dahlia yang mendapatkan gelengan kepala gitani.


"anak sialan itu terlalu banyak drama...kenapa Semua orang selalu percaya dengan dramanya... kupikir setelah mama siuman aku akan mendapatkan kasih sayang mama seperti dulu tapi ternyata tidak mama malah ikut-ikutan seperti mereka menyayangi lisa...ck keluarga penuh drama..."


"ani bisa bantu kakak..."

__ADS_1


"eh iya kak..."Ani langsung menghampiri sang kakak untuk membantu dahlia.


"kenapa kamu dari tadi diam saja Sayang...."tanya dahlia pada listiani.


"Ani tidak kenapa-kenapa ma..."


"apa kau serius...mama harap diam bukan karena tidak menerima kehadiran lisa.... walau bagiamana pun dia adik mu... kamu paham sayang..." ucap lembut dahlia.


"iya ma ani paham...lagi pula ani diam bukan karena hal itu tapi ani diam karena sedang tidak enak badan..."


"kenapa tidak bilang dari tadi saat masih dirumah sakit..."


"tidak perlu ma...ani hanya kurangnya tidur saja..." ucap lembut listiani.


"mama masih bicara lembut padaku...oh berati mama masih menyayangi ku... jika memang benar seperti itu...masih ada kesempatan untuk ku mengambil posisi lisa... mulai dari rebut dulu kasih sayang mama untuk lisa... setelah itu yang lainnya... hahahaha..." ketawa listiani dalam hati πŸ˜….


.


.


.


.


bersambung


.


.


.


Author sudah update reader πŸ€— jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.

__ADS_1


__ADS_2