Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Kau dengan lancang nya menyakiti tubuh kakak ku sama saja kau menantang ku


__ADS_3

Matahari sudah menunjukkan dirinya tapi gadis manis yang terkena cahaya masih belum membuka matanya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu.


"sayang.... Sayang...apa kau belum bangun ini sudah siang... nanti sekolah nya bisa telat..."


"sayang..." ucap dahlia lagi yang tidak mendapatkan jawaban dari lisa.


"sayang..apa kau sakit....apa kau baik-baik saja..." dahlia merasa cemas dan akhirnya mendorong pintunya.


"ternyata tidak di kunci..." batin dahlia.


"hey lihat matahari sudah menampakkan dirinya...tapi kau belum bangun sayang..." ucap dahlia lembut membelai rambut panjang lisa.


"lisa masih ngantuk ma.." ucap lisa dengan serak khas orang baru bangun tidur.


"astaga tidak biasanya kamu seperti ini sayang...apa kamu sakit atau semalam kamu begadang..."


"Lisa semalam tidak bisa tidur ma..."


"hah...kenapa. .."


" tadi lisa mimpi buruk ma...jadi lisa tidak bisa tidur lagi ..."


"astaga mimpi buruk apa sayang..." panik dahlia, Lisa membuka matanya dan menatap manik hitam sang ibu.


"Lisa mimpi buruk melihat tubuh lisa bermandikan darah ma.." mata lisa berkaca-kaca dahlia yang melihatnya langsung panik.


"kamu kenapa Sayang.."


"tadi lisa mimpi hari ini kak vano gak bawakan lisa hadiah... jahat kan kan ma..." mata lisa semakin berkaca-kaca dan akhirnya cairan bening itu menetes tanpa di komandoi.


"Sut....itu hanya mimpi sayang... kakak mu itu sangat menyayangi mu... mana mungkin dia tidak membawakan hadiah untuk mu sayang... setiap hari bukannya kakak mu itu membawakan banyak hadiah Sayang... bahkan mama berpikir sudah sebanyak apa hadiah mu itu sayang..." geleng-geleng dahlia.


"hadiah nya sudah lisa sumbangkan ke adik-adik issa ma..."


"adik..." kening dahlia mengernyit.


"iya ma ke adik-adik panti..." dahlia tersenyum melihat anak bungsunya itu masih mengingat adik-adik panti nya itu sementara dia yang dirawat dari kecil sampai besar, tidak pernah teringat dengan adik-adik dan ibu panti nya yang sudah merawatnya sampai sebesar dan sesukses ini mempunyai suami orang kaya.


"kacang lupa kulitnya mungkin julukan itu pantas untuk ku..." batin dahlia .


"yasudah Sekarang kamu mandi sayang... sebelum telat mama tunggu di meja makan...." lisa mengangguk dan dahlia meninggalkan kamar nya.


"bersama mu lisa merasakan ketengan... tapi membuat lisa gelisah juga... kehadiran lisa membuat nyawa mama bahaya...hiks...lisa harus bagaimana ini...Lisa takut.."


.


.


.


tak tak tak...


"pagi ma...ayah... dan semuanya..." ceria lisa menuruni tangga.


"wah cerianya cucu nenek ini..." Sera tersenyum manis yang mengandung sebuah arti yang hanya dimengerti lisa.


"tentu saja nek..."Iisa tak kalah tersenyum manis. XD awal


"ayo sayang duduk... dan cepat makan sebelum telat..." dahlia memberikan sepiring nasi beserta lauk pauk nya.


"terimakasih ma..." dahlia tidak menjawab melainkan membelai rambut panjang lisa penuh sayang.


"mama hari ini Ani pulang nya akan telat...hari ini ada kursus model ma..." ucap listiani yang memang dari dulu ikut kursus modeling.


"ekhem..." deheman Arlan berhasil mengingatkan jika mereka sekarang sedang berada di meja makan, dan setelah itu keadaan hening hanya suara sendok dan piring yang menghangatkan suasana meja makan.


"yah ma... gitani berangkat dulu..." ucap gitani berdiri dan tanpa melihat tatapan heran dahlia.

__ADS_1


setelah 30 menit akhirnya sesi makan dengan keadaan hening pun selesai.


"huh akhirnya selesai juga suasana menegang ini ... issa berasa sedang di kuburan saja menyeramkan banget...issa jadi kangen Daddy dan kak vano yang selalu meramaikan suasana di meja makan...."


"ma kami berangkat dulu..ayo adik..." ajak listiani menenteng tas nya .


" sebentar kak...ma hari ini lisa pulang ke rumah mommy..."


"kenapa kau pulang ke rumah mommy mu... sementara disini juga ada mama mu ..." ucap abraham.


"tapi lisa kangen mommy..." mata lisa berkaca-kaca.


"sudahlah pah... sudah berapa kali arlan bilang jangan mengatur keluarga ku... jika istri ku saja tidak keberatan kenapa papa keberatan... dan situasi ini pun sudah lama berjalan dan kami tidak pernah keberatan..."


"setidaknya cucuku ini menghormati keberadaan aku dan istriku... kami jauh-jauh kesini kalau begitu sia-sia saja..."


"sudahlah kakek selalu mendepatkan hal-hal yang tidak penting..." ucap jeassen yang baru angkat bicara.


"jeassen..." tegur Sera.


"adik ku ingin menemui orang tuanya kenapa kalian melarang nya... jika mama saja tidak melarangnya punya hak apa kalian dengan adik ku ini.." dingin jeassen.


"bukan seperti itu maksud ku cucuku... kakek hanya masih rindu saja dengan adik mu ..."


"kakek jika kau benci aku bilang saja... kenapa kalian selalu berusaha menjauhkan aku dari mommy ku...kau dan istri mu itu selalu berusaha menjauh kan aku dengan keluarga mommy ku..." ucap lisa dengan mata berkaca-kaca.


"kau puas abraham...kau sudah membuat cucuku menangis...enya lah kau dari hadapan ku..." marah Sera mendekati lisa dan memeluk nya.


"jangan menangis sayang... laki-laki tua itu memang menyebalkan... kau tidak perlu mendengarkan.. pergilah mereka juga sama orang tua mu... mereka juga pasti merindukan mu... seperti kami yang merindukan mu.." ucap Sera lembut yang terdengar seram ditelinga lisa.


"terimakasih nek..nenek yang terbaik...lisa sayang nenek.. tidak untuk laki-laki tua itu..." ucap lisa mencium pipi sang nenek dan menatap sinis Abraham.


"hey aku juga mau dicium ... bukan malah ditatap sinis seperti itu..." ucap abraham tidak terima.


"kau jahat...aku tidak suka orang jahat.. sekali pun kau keluarga ku ...aku tetap tidak akan suka orang jahat ... akan ku bunuh orang-orang jahat seperti kakek ini..." ucap lisa dengan muka polos nya yang mengandung sebuah tapi tidak untuk yang tidak mengerti mereka malah tertawa dengan ucapan lisa.


"kau tega sekali pada Kakek mu ini...aku ini sudah tua tapi kau malah mengancam ku seperti ini cucuku..."


"mengaku pun kau sudah tua...ayo kak kita berangkat kita tinggal Kakek tua yang menyebalkan ini..." ucap lisa cemberut dan menggandeng manja tangan jeassen, sementara yang lain masih pada tertawa tapi tidak untuk Sera yang merasakan itu sebuah ancaman baginya.


"apakah anak sialan itu sudah mengetahui sesuatu...cihhhh kau bodoh Sera mana mungkin anak kecil itu mengetahui sesuatu yang dia ketahui hanya makan dan tidur lihat saja muka polos nya itu... untuk bicara saja dia tidak bisa benar yang malah membuat semua orang menertawakan nya...." senyum Sera yang senang melihat kepolosan Lisa.


"mengapa kalian lama sekali..." ucap listiani yang dari tadi sudah berdiri di parkiran.


"maaf kak tadi ada sedikit masalah iya kan kak.." jeassen hanya mengangguk saja.


"hari ini kita naik mobil siapa..." bingung listiani.


"tunggu sebentar lagi... mobil ku masih dijalan.."


buggggggg sebuah tonjokan kecil mendarat di perut jeassen yang sama sekali tidak berpengaruh baginya.


"kau ini kak...bicara dengan adik-adik mu tidak ada manis-manisnya ya...kau ini seperti kulkas berjalan bermata dua saja dingin sekali tidak ada hangat-hangatnya..." kesal lisa yang melihat sikap dingin kakak nya yang di tunjukkan untuk listiani.


"adik kau tidak boleh seperti itu... bagaimana kalo kak jeassen terluka..." panik listiani.


"tidak apa kak...dia ini tidak ada sayang-sayang nya pada kita...bicara pun tidak ada manis-manisnya..ayo kita berangkat naik mobil lain saja..." ajak lisa menggandeng tangan listiani yang ditahan jeassen.


"kalian mau kemana..." geleng jeassen menandakan dia tidak setuju.


" berenang di kolam...yah berangkat sekolah lah..."sewot lisa jeassen menghela nafasnya adiknya yang satu ini selalu saja menguras stok kesabarannya.


"untung kau adik ku issani...kau ini pintar tapi kenapa polos sekali jelas-jelas dari tadi aku bicara bukan pada mu. .." batin jeassen.


"kita berangkat bersama sa..." ucap jeassen.


"tidak mau...kau tidak menyayangi kami..."

__ADS_1


"suttt kau bicara apa sayang... kakak jelas-jelas menyanyi mu.... maksud nya kakak menyayangi kalian...jadi ayo berangkat bersama tuh mobilnya sudah sampai..."


"kakak janji tidak akan seperti ini lagi ok...." ucap jeassen lagi merayu sang adik.


"janji.."ucap lisa .


"iya kakak janji sa..."


greppppppp


"issa sayang kakak..."


" kakak juga sayang Issa..." jeassen mengelus sayang rambut sang adik kesayangan.


"apa ini sakit..." lisa melepaskan pelukannya dan mengusap perut jeassen.


"ini tidak ada apa-apa bagi kakak ...ayo kita berangkat sebelum telat..." jeassen menggandeng tangan lisa dan diikuti oleh listiani dari belakang.


"aku tau kak jeassen bicara dingin seperti itu pasti ditunjukkan untuk ku..." sedih listiani menghentikan langkahnya dan menghapus cairan bening di pipi nya.


"ayo berangkat mengapa melamun ..." ucap jeassen yang tiba-tiba ada dihadapan listiani dan menyeka cairan bening yang menghalangi kecantikan listiani.


"kak jeassen..." kaget listiani,kok bisa jeassen ada dihadapan dimana lisa pikir nya dan melihat ke arah depan ternyata lisa sudah berlari menuju mobil jeassen yang dibawakan jeollus.


"maafkan kakak... kakak janji kedepannya tidak akan seperti ini lagi .. " senyum manis jeassen.


greppppppp


"terimakasih kasih kak.. " listiani memeluk erat jeassen.


deg deg deg jantung jeassen berpacu dengan cepat.


"ada apa dengan aku...ini bukan pertama kalinya aku dipeluk...issa sering memeluk ku tapi mengapa perasaan ini berbeda.. apakah karena kami tidak sedarah..." batin jeassen berusaha menerima pelukan listiani dan membelai rambut listiani seperti yang sering dia lakukan pada lisa.


"aku tau lisa berlari untuk memberi ruang pada ku... terimakasih dik kakak janji akan menyayangi mu dengan tulus...sekarang aku tau mengapa orang-orang sangat menyayangi mu itu karena kau orang baik..." senyum listiani tidak pudar-pudar.


"pagi om seram..." ucap lisa riang menatap lekat manik jeollus,jika mereka sadar senyum riang itu hanya kedok lisa yang sebenarnya sangat marah terhadap orang yang didepannya itu.


"dengan tangan dan mata itu kau menghukum kakak ku jeollus... tidak akan ku biarkan hidup mu tenang setelah kau menyakiti kakak kesayangan ku..." mata lisa semakin lekat menatap manik jeollus yang terus tersenyum pada lisa.


entah apa lisa rasakan setelah pertemuan nya dengan sera dan abraham lisa merasakan ada yang berbeda dengan tubuh dan pikirannya.


seolah ada seseorang yang mendukung nya untuk melawan setiap perkataan dan perbuatan orang-orang keji tersebut.


"kau dengan lancang nya menyakiti tubuh kakak ku... sama saja kau menantang ku...kau melukai tubuh yang melindungi ku selama ini...kau sudah bertindak bodoh biadab...."


.


.


.


bersambung


.


.


.


sambil menunggu author up lagi readers yang baik hati bantu ramaikan novel author yang satunya lagi yah disana sepi banget sesepi novel iniπŸ˜… yang lihat banyak yang like atu dua tiga πŸ˜…yuk readers bantu ramaikan novel-novel author 😘 terimakasih yang selalu setia😘


ini novel author yang satunya lagi yah minat kalian bisa langsung kunjungi.



Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.

__ADS_1


__ADS_2