
Jam sudah menunjukkan pukul 18.17 setengah jam kurang lagi akan terjadi gerhana bulan total yang dinanti-nantikan Sera,mobil Devano sudah sampai di tempat tujuan yang jauh dari area perubahan lebih tepatnya hutan dengan segala pertimbangan akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Listiani,kabut hitam sudah sangat terlihat pekat Sementara Listiani sudah mulai terlihat garang beberapa kali dia ingin mencelakai Melissa , sudah terlihat dari sini jika jiwa Listiani masih bimbang antara kejahatan dan kebaikan namun sekali-kali juga dia berteriak histeris saat tersadar tangannya hendak mencekik Melissa, dan untuk devano kondisinya sudah mulai melemah kekuatan yang tersisa tinggal 65% lagi sementara Melissa sudah tidak memiliki kekuatan sama sekali namun ketajaman dan instingnya masih berfungsi.
Matanya memindai tempat itu dia bisa merasakan ada hawa jahat yang sangat pekat di pandangnya sang kakak yang sedang mengamuk di tubuhnya sudah terikat tali yang diberikan sihir Devano guna untuk membatasi pergerakan Listiani,mata Listiani semakin beringas saat mereka sudah sampai di tempat yang Sera arahkan untuk mereka, sesekali tiga tanda di kening Listiani menyala berkedip-kedip denger berangsur-an.
"Aku sangat berharap padamu kak...ku mohon kendalikan diri mu kak... jadilah pengadil yang adil untuk kami .." mata Melissa berkaca-kaca sementara Devano sudah mulai turun dari mobil.
"hahahaha hahahaha hahahaha " gelak tawa menyeramkan seketika terdengar di telinga mereka seketika mata beringas Listiani semakin menjadi sepertinya tubuh nya sudah merespons aura jahat yang dikeluarkan Sera.
Melissa turun dari mobil setelah mengecup kening Listiani yang bersinar-sinar ada rasa panas, dingin dan sakit saat bersentuhan itulah yang dia rasakan saat berdekatan dengan Listiani .
" kakak bagaimana kita bisa melawannya... sementara kita sedang tidak berdaya seperti ini...apa mungkin kita bisa kembali hidup-hidup dari sini..." sendu Melissa seketika bayangan Daddy Hadi , mommy Marissa, Tommy dan Aris saling berkelebatan di benaknya.
" jika nanti aku tidak kembali lagi...issa mohon maafkan issa dad and mom... issa harap kalian bisa bahagia dan maafkan issa yang membawa putra mu satu-satunya dalam masalah besar ini...jika nanti kalian mengetahui akibat kematian putra mu satu-satunya ini karena issa...issa harap kalian tidak membenci issa beserta keluarga..."
tes air mata menetes dari sudut mata Melissa sungguh dia merasa tidak berdaya.
__ADS_1
"hahahaha kemana nyali mu yang selama ini kau banggakan cucu ku..." tawa bergema sera bersamaan munculnya asap hitam dan
deg Mata mereka melotot tajam melihat keadaan Arlan, Dahlia, Gitani dan Jeassen mata mereka bersinar terang hitam pekat menunjukkan kebengisan yang tercetak jelas dimata mereka.
" Apa yang kau lakukan pada keluarga ku Nenek Sila..." teriak Melissa tidak terima melihat anggota keluarganya berada dalam sihir Sera.
" cihhhh buang jauh-jauh ketidak sopanan mu itu Melissa...sadar dirilah siapa dirimu sekarang...kau hanya tidak lain gadis kecil lemah..." berang Sera seketika menciptakan Guntur di langit.
"cihhhh kau bertindak pengecut...kau bisa seperti ini karena mengambil kekuatan ku Nenek... tanpa kekuatan ku dan kak Vano kau bukanlah siapa-siapa ... walau pun kekuatan mu bertambah berkali-kali lipat aku masih bisa mengalahkan mu seorang diri jika kekuatan ku masih ada ditubuh ku ini... dan jika pun nanti kau memenangkan pertarungan ini kemenangan mu tidak akan dianggap terhormat di bangsa kita..." Melissa terkekeh memprovokasi Sera (Sila).
"tenangkan diri mu hon... jangan terhasut dengan provokasi anak itu..." Abraham yang baru datang langsung mencoba menenangkan Sera yang sudah meluap-luap kebakaran jenggot dengan mata merah menyala.
"cihhhh kau katakan kau sudah menghabisi Nenek ku Sera...tapi mengapa kau sepengecut ini...kau masih mendengarkan ucapan orang lain .. Jika begini kau tidak beda dengan budak jika kau masih bisa dikendalikan oleh orang yang berada disisi mu itu hahahaha..." Melissa tertawa seram diikuti dengan senyuman provokasi Devano yang sudah mengerti arah tujuan Melissa.
"jangan terlalu senang dulu kau Melissa... keluarga mu ada ditangan ku...jika kau ingin mereka selamat maka jadilah sekutu ku... kita akan bersama-sama mengendalikan bumi ini ..."
__ADS_1
"cihhh aku lebih baik mati dari pada harus bersekutu dengan iblis pengecut seperti dirimu ini...jika kau ingin membuat ku tunduk pada mu maka kalahkan diri ku terlebih dahulu... dan sebelum itu kembalikan kekuatan ku dan kak Vano...agar kita bisa bertarung dengan adil dan melihat siapa yang lebih kuat diantara kita...jika nanti aku kalah maka aku dan kakakku akan menjadi abdi setia mu sampai kematian menjemput kami..." teriak Melissa seketika membuat Senyum seram penuh percaya diri dari bibir Sila muncul.
"jangan lakukan itu hon..."
"diam... jangan coba-coba kau untuk memerintah ku..."
wusshhhhhh tubuh Abraham terpental jauh, dengan mata merah menyalah terang Sila mengangkat kedua tangannya menciptakan gemuruh hitam di langit.
.
.
.
bersambung;)
__ADS_1
Satu episode lagi ending nanti malam author usahakan untuk up kalau tidak keburu berarti besok, love you All reader 🤗😚.