
"apa... nenek..."beo semua orang kecuali Arlan dan gitani termasuk Sera.
"apa kau sekarang masih ingin mengatai ku nenek tua lagi gadis kecil..." Sera menyunggingkan senyumnya.
"ck...kau terlalu sombong nenek tua... sekalipun kau memang benar nenek ku...apa salahnya dengan panggilan ku ini... memang benarkan kau sudah tua... dan Karena kau nenek ku...aku satukan panggilannya menjadi nenek tua tidak ada yang salahkan..." ucap lisa dengan muka tanpa dosanya.
"hais seharusnya dari awal aku sudah menyiapkan mental jika dari salah satu cucuku akan menuruni sifat ku... pura-pura polos, lembut, dan lemah... padahal dialah yang paling berbahaya diantara yang lain..." lirih Sera yang masih didengar arlan.
"apa yang ibu katakan..." batin arlan.
"tapi apa benar kak dia nenek ku ayah..." tanya lisa memicingkan matanya, menatap Sera dengan penuh tanda tanya.
"dia mama ayah sayang... yang berarti dia nenek mu..." ucap arlan menghampiri sang putri bungsunya lalu mengucap sayang dahinya.
"jika benar seperti itu...lantas kemana dia selama ini...mengapa baru sekarang menemui kita..." Arlan diam tidak tau harus bagaimana.
"Sayang nenek mu sudah jauh-jauh terbang kesini... dan kau tidak menyambut nya hmm..." ucap dahlia mengambil alih pertanyaan putri nya dengan membalikkan pertanyaan .
"whattt... nenek bisa terbang...wow apa benarkah ...." heboh lisa yang membuat yang lainnya menghela nafas sepertinya anak ini akan susah untuk dibuat diam.
"maksud mama... nenek jauh-jauh datang ke sini dengan memakai pesawat hanya untuk menjenguk mu sayang..." ucap dahlia antara tersenyum melihat sikap konyol putri nya dan gelisah mau segera menjenguk keadaan putera nya yang selama ini belum pernah dia lihat.
"ya tuhan...dia dari kecil sudah dijauhkan dari ku... dan saat ingin bertemu kau pertemukan kami disaat dia terluka... sungguh apa lagi kedepannya yang akan terjadi..."
tes air mata dahlia turun lagi.
"semuanya belum berakhir...masih banyak lagi rintangan yang akan terjadi kedepannya... persiapkan lah mental mu dari sekarang..." batin seseorang dengan tangan yang langsung mengelus dada atau lebih tepatnya hatinya yang langsung berdebar kencang saat mengingat kejadian yang akan terjadi kedepannya.
ceklek
"salam nyonya besar, tuan muda, nyonya muda..."
"ada apa ..." jawab Sera langsung ke intinya.
"keadaan tuan muda jeassen kritis lagi... sekarang tuan muda membutuhkan donor darah lagi... sesampai di ruang rawat hidung dan bibir tuan muda mengeluarkan darah yang cukup banyak dan menyebabkan tubuh tuan muda kekurangan darah nyonya..." jelas jeollus.
"astaga... mengapa penyakit nya harus kumat disaat keadaan seperti ini... bedebah kau yang sudah membuat cucuku penyakitan seperti ini..." tangan Sera langsung terkepal erat memperlihatkan urat-urat biru miliknya.
.
.
.
__ADS_1
flashback on
18 tahun yang lalu, kediaman Sing Arespati digemparkan karena kelahiran sang pewaris... perayaan besar-besaran di lakukan di kediaman tersebut, namun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama saat telpon genggam milik jeollus berbunyi.
drt drt drt drt drt
ceklek
"hallo bos...ini bahaya... tuan muda kecil menghilang berganti menjadi bayi perempuan..."
"bagaimana bisa seperti itu...apa kau tadi salah memberikan informasi..."
"tidak bos...tadi memang bayi tuan muda marlan laki-laki ....tapi saat nyonya muda tersadar dari pingsannya...pihak rumah sakit membawa bayi perempuan ke dalam ruangan nyonya mudah... dan mengatakan jika itu bayi nyonya muda..."
"bedebah... mengapa kita bisa kecolongan seperti ini..." teriak jeollus tidak sengaja membuat abraham dan Sera termasuk yang lainnya meliriknya.
"apa yang terjadi..." Abraham cepat tanggap, jeollus menunduk dan menjelaskan apa yang terjadi, abraham sangat murka mengapa mereka bisa kecolongan seperti ini, ini semua pasti perbuatan musuh.
Hari itu juga pencarian pewaris sing arespati langsung dilakukan, pengawal berpencar kemana-mana, tengah malam baru bisa ditemukan sang pewaris tersebut, tapi dengan keadaan mengenaskan hidungnya mengeluarkan banyak darah termasuk mulutnya, entah apa yang dilakukan para musuh, dari semenjak itu organisasi Milik abraham mencoba mengobati jeassen namun nihil penyakitnya tidak bisa di sembuhkan begitu saja.
itulah alasan abraham tidak memberikan jeassen pada arlan Karena jeassen pasti dalam bahaya jika dibiarkan bersama arlan.
.
.
.
"apa...pu..pute..tera ku kritis lagi..." beo dahlia.
"iya nyonya mudah...tuan muda jeassen membutuhkan donor darah lagi..."
"biarkan aku yang mendonorkan darah ku lagi..." ucap arlan.
" itu tidak bisa ayah...tadi ayah sudah mendonorkan darah ayah..."
"pantas siapa lagi yang bisa mendonorkan darah untuk nya..." ucap arlan tiba-tiba jadi bodoh karena panik.
"aku yang akan mendonorkan darah..." ucap gitani.
"maafkan kakek mu sayang...dia sudah tua tidak bisa membantu adik mu..." ucap Sera gitani mengangguk dan keluar menuju ruang donor darah.
"hiks kak jeassen...."lirih lisa.
__ADS_1
" jadi apa yang ku rasakan selama ini tanda ikatan darah diantara kami...mengapa aku selalu merasa nyaman padanya ternyata dia...dia k...ka...kak ku..."
deg Jantung listiani berpacu dengan cepat saat mengetahui jika jeassen saudaranya.
"t...tadi...ak...aku tidak salah dengar kah... jeassen cucu nenek... yang berarti di..dia.." lirih listiani.
tes cairan bening milik listiani menetes merasakan sesak di hatinya.
" ya tuhan apa yang terjadi...dia...dia saudaraku...kami sekelas...apa mungkin dia saudara kembar ku...apa dia..apa dia... tidak-tidak ini mimpi...mana mungkin aku mencintai saudara sendiri.... tidak ini pasti mimpi..." batin listiani, dia mengangkat tangan nya lalu menampar pipinya sendiri berharap ini semua hanya mimpi saja, namun dia merasakan sakit akibat tamparan nya sendiri.
"hiks tidak bisa...aku mencintai nya...dia tidak boleh jadi saudara ku... hiks pasti mimpi... tidak dia harus jadi suami ku bukan saudara ku hiks..." lirih listiani merasakan sesak yang teramat dihati kecilnya.
"sayang aku akan melihat kondisi putera kita...jaga putri bungsu ku baik-baik..." ucap arlan sambil melirik Sera yang sudah menyusul gitani, ucapan arlan menyadarkan listiani dan lisa yang sedang termenung dengan pikiran yang berlalangkelana .
"tapi mas..."
"maafkan mas sayang...mas tau kau juga pasti ingin melihat putera kita...tapi siapa yang akan menjaga putri kita..." Arlan memeluk dahlia yang sudah terisak filu.
"hey bung...masih ada kami yang menjadi lisa.... kalian pergilah putera kalian sedang membutuhkan Kalian... putri kita masih ada kami yang akan menjaganya..." ucap hadi yang akhirnya berani bicara karena Sera sudah tidak ada di ruangan ini lagi.
"astaga aku sampai lupa bahwa kalian ada disini...bung tolong jaga putri kita dengan baik-baik..." ucap arlan
"tanpa kau minta pun kami pasti menjaganya paman.." ucap vano arlan mengangguk setelah itu berpamitan dan pergi bersama dahlia menuju ruangan putera nya.
"kau baik-baik saja Sayang..." ucap vano memeluk lisa, dia pasti sedang merasakan dilema cinta diantara dia dan jeassen cinta terlarang pasti sang adik merasakan sakit yang teramat pikir vano, tapi pada kenyataannya tidak seperti itu, lisa termenung bukan karena hal itu tapi tentang hal lain yang menggangu pikirannya.
"aku baik-baik saja kak..." ucap lisa tapi suaranya bergetar.
"kakak tau ini pasti berat untuk kalian...tapi kakak sarankan hapus perasaan itu sayang..." lisa terisak yang membuat vano yakin jika sang adik pasti sedang patah hati.
"aku bukan memikirkan hal itu kak... sungguh dari awal pun aku tidak mempunyai perasaan lebih pada kak jeassen.. tapi aku memikirkan hal lain kak yang membuat ku takut hiks...aku tidak bisa memberi tau siapa-siapa tentang ini... jika aku memberi tau pada ayah dan mama... pasti mereka akan sangat sedih hiks... tuhan aku harus bagaimana..." batin lisa menjerit.
.
.
.
bersambung
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.