
Ceklek
"kamu dari mana saja mas,kenapa jam segini baru pulang" hanya diam dan duduk disisi ranjang, dia diliputi banyak rasa salah dan rasa bodoh yang besar.
"kenapa mas, apa ada masalah"
"Dahlia..."lirih Arlan
"kenapa mas" Dahlia keheranan melihat suaminya yang terlihat lemah dan putus asa.
"baca ini Dahlia "lirih Arlan lagi menyodorkan map dan surat yang pemberian ayah nya, tidak membuang waktu Dahlia langsung membaca map yang suaminya berikan dengan penuh tanda tanya, satu dua tiga...
deg
"apa maksud semua ini" batin Dahlia
"mas ini..."
"i.ini apa mas.... jawab"
"Dahlia kita mempunyai putra..."
tes air mata Arlan turun, setelah kejadian pengangkatan rahim Dahlia baru kali ini lagi Arlan menangis, dikenal sebagai seorang yang dingin dan tidak berperasaan semuanya itu salah, semuanya hanya tipu muslihat kenyataannya dia hanyalah seorang pria lemah.
grepp Dahlia memeluk Arlan
"mas i.ni hiks hiks mas kenapa bisa seperti ini kenapa, maksud ayah apa, mengapa Ayah melakukan ini semuanya" Dahlia dibuat sedih dan sakit hati, jelas dia lihat bahwa kejadian beberapa tahun yang lalu saat kelahiran anak keduanya ayahnya menukarkan bayi nya dengan bayi pembantu, maksud nya apa, apa karena bayi tersebut laki-laki dan ayah menginginkan nya atau ayah sengaja melakukannya untuk memisahkannya dengan mas Arlan, Dahlia benar-benar bingung dan diliputi rasa salah, apa selama ini dia mengurus seekor gagak dengan baik tapi dia mengurus seekor angsa dengan buruk,ah tidak hatinya sangat sakit memikirkan itu semua.
"mas itu...ayah.."
"aku juga tidak tahu semuanya seperti ini Dahlia"
"hiks mas aku menyakiti putri kandung ku sendiri dan menyayangi anak pembantu dengan penuh kasih sayang hiks aku seorang ibu macam apa mas, yang ayah katakan benar aku seorang ibu macam apa yang tidak bisa merasakan ikatan batin antara ibu anak hiks .."Arlan hanya diam memeluk erat istrinya, bukan hanya Dahlia saja yang merasa menjadi orang tua Gagal diapun sama merasakannya,ayah macam apa dia membenci anak sendiri dengan kesalahan yang tidak mendasar, hanya karena rahim istrinya diangkat dan menyebabkan dia tidak bisa punya anak lagi dia membenci putri kecilnya itu.
"hiks mas dimana putri kita sekarang ayo kita temui dia, ayo mas aku ingin meminta maaf padanya, aku ingin memeluk nya,aku orang tua macam apa tidak pernah memeluk anaknya sampai anak nya sudah berumur 16 tahun,hiks aku ibu macam apa".
"sudah tenangkan dirimu Dahlia, untuk sementara ini kita tidak bisa menemui Putri kecil kita,dia.. dia sudah berada ditangan orang lain"
"kita ambil lagi mas kita beli lagi dengan harga dua kali lipat mas,ayo mas hiks"
"tidak sayang putri kita bukan barang"
"tapi dia putri kita mas kita berhak atasnya kita berhak membawa dia kesini mas ayo"
"tidak sayang tidak"
"aku ingat menemui anak ku, iya aku ingin menemui nya" Dahlia hendak berlari namun Arlan langsung memeluk erat Dahlia, semuanya terus terjadi seperti itu hingga Dahlia lelah hingga ketiduran, batin fisiknya lelah setelah memberontak ingin menemui Putri kecil nya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
ditempat lain.
"pak bisa saya menemui anak bos saya, ada hal penting yang ingin saya sampaikan"
"maaf tuan ini sudah malam asrama ini tidak menampung kunjungan dari siapapun setelah lewat pukul 20.00"
"tapi ini penting pak, mohon mengerti"
"tidak pak,ini sudah menjadi peraturan asrama kami, jadi saya harap kerjasama nya"
"tapi pak, bos saya..."
"saya harap bapak menghargai kebijakan asrama kami, bapak bisa kembali besok pagi" Sela pak satpam yang tidak menerima bantahan.
cek sandi berdecak kesal.
"bagaimana sandi apa dia bisa pulang malam ini "
"maaf bos peraturan asramanya tidak menerima kunjungan siapapun setelah lewat pukul 20.00, saya minta maaf tidak bisa membawa nona"
ceklek suara sambungan telepon seluler putus sepihak.
"rumit" hanya kata itu saja yang keluar dari mulut sandi yang membayangkan keadaan keluarga bos nya.
.
.
.
.
.
"hiks kenapa mereka tega membohongi ku, sebenarnya aku ini siapa orang tuaku siapa, mengapa mereka mengatakan orang tua ku jahat tidak mengharapkan kehadiran ku"
"issa buka pintunya sayang, Daddy mau bicara issa sayang ayo buka pintunya" setelah kejadian dimana tadi saat sudah mengetahui siapa dirinya,dia lari memasuki kamar nya dan mengunci diri dikamar.
__ADS_1
"sayang ayo buka pintunya"
"issa dengarkan kami dulu sa"
"hiks kalian jahat sudah membohongi issa kak vano mommy Daddy kalian jahat hiks " lirih issani.
"bagaimana ini dad, issani tidak mau membuka pintunya, dan mommy masih pingsan,kita harus gimana dad"
"Daddy juga tidak tau Daddy juga cape terus membujuk issa".
"apa Kita dobrak saja dad"
"tidak vano jangan terlalu keras menghadapi issani Daddy takut dia semakin membenci kita"
"arghhhh mengapa dia harus membenci kita dad, Kita hanya melakukan yang menurut kita terbaik untuk nya " vano frustasi mengapa adiknya itu membenci mereka, Meraka membohongi nya demi kebaikan issani.
"tu.tuan jos tuan nyo.nya"
"bicara yang jelas BI"
"tuan nyonya dikamar teriak teriak"
deg
"mengapa Marissa seperti itu lagi"
"mommy teriak-teriak lagi aku harap kejadiannya tidak terulang lagi " batin berbarengan hadi dan vano, Hadi melangkah ke kamarnya, hatinya ditumbuhi rasa ketakutan lagi, dia tidak mau mental istrinya kembali buruk lagi, dia tidak bisa membayangkan istrinya kehilangan mental nya lagi.
"issa kau meninggalkan mommy lagi, kau membenci mommy, salah mommy apa,hiks apa, hahaha salah mommy apa issa sayang apa" teriak Marissa sambil memeluk guling.
"Rissa kau, mengapa kau seperti ini lagi, aku tiada bisa membiarkan ini terulang lagi, bagiamana pun kejadian itu tidak boleh terulang lagi, bagaimana pun yang terjadi aku tidak boleh kehilangan issani kalo tidak Marissa bisa kaya dulu lagi, apapun yang terjadi issani tidak boleh kemana-mana demi mental istri ku" batin Hadi yang terluka lagi melihat mental istrinya memburuk lagi.
"mommy mengapa kau harus seperti ini lagi, lihat issani mommy Kot kehilangan mental nya lagi, kuharap kau jangan meninggalkan Mommy, jika tidak mommy akan seperti dulu lagi, ini semua gara-gara orang tua berengsek itu, jika dia tidak menginginkan issani kembali padanya, mommy ku tidak akan seperti ini, keluarga ku akan bahagia, kau dasar berengsek menghancurkan kebahagiaan keluarga ku, aku benci kau aku tidak akan membiarkan kau membawa adik ku pergi dari rumah ini" batin vano menyalahkan Arlan atas semua yang terjadi pada mommy nya.
"Daddy kita tidak bisa membiarkan issani diambil kembali orang tua berengsek itu, jika tidak mommy akan seperti dulu lagi"
"Daddy pun berpikir seperti itu vano"
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung