
Arlan sudah sampai di rumah Arespati, kepulangan nya sudah ditunggu dari tadi oleh Dahlia, Dahlia awalnya ingin ikut namun dia belum berani menampakkan wajahnya pada melissa, suara mobil membuat Dahlia berlari secepat kilat membuka pintu, Listiani yang dari tadi sedang bersama Dahlia pun keheranan apa yang terjadi pada sang mama.
ceklek
"bagaimana mas apa semuanya berjalan dengan lancar"
"semuanya berjalan lancar" senyum arlan yang bahagia keluarganya sebentar lagi akan berkumpul.
"terus dimana dia mas apa masih ada di mobil"
"ayo kita masuk biar aku jelaskan dulu apa yang terjadi..."Arlan membawa Dahlia ke sofa di meja tamu disana juga ada Listiani yang memperhatikan apa yang sedang dilakukan kedua orangtuanya.
"ayo mas ceritakan..." desak Dahlia Listiani mengerutkan keningnya sebenarnya apa yang sedang orang tuanya bicarakan, seperti sesuatu yang penting.
"putri bungsu kita tidak marah dia setuju untuk pulang... hanya saja dia memberikan syarat..." Arlan menceritakan apa yang hari ini terjadi dirumah Arya Diningrat termasuk kedatangan gitani dan kesetujuan untuk pulang.
tes air mata Dahlia menetes mendengarkan cerita Arlan ada rasa bahagia dan ada juga rasa malu, saat mengetahui begitu dekatnya melissa dengan keluarga angkat nya, dan bagaimana kebaikan keluarga Arya Diningrat pada melissa tidak seperti dirinya, dia benar-benar malu.
"kau tidak perlu menangis yang penting sekarang keluarga kecil kita sudah utuh... dan satu yang harus kita ingat perlakuan dia sebaik mungkin jangan mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya..."
"tapi mengapa Lisa harus tinggal disana Minggu ini...mengapa tidak disini saja..."
"aku tidak bisa berbuat banyak... masih untung bagi kita bisa mendapatkan dia kembali... untuk meminta dia tinggal Minggu ini dirumah kita aku tidak berani melakukannya... selama ini mereka yang mengurus putri kita... sedangkan kita..." Arlan tidak meneruskan perkataannya.
"tapi walau bagaimana pun dia putri kandung kita mas...dia putriku aku lebih berhak dari mereka...aku yang mengandung nya...ayo sekarang kita pergi kesana kita bawa Lisa pulang... tidak perlu ada jatah waktu... karena dia putri kita..." marah Dahlia.
"kau jangan lupa satu fakta Dahlia... jangan sampai gara-gara sikap egois mu ini membuat kita kehilangan Lisa selama nya.."dingin arlan yang tidak suka dengan sikap tidak tau malu Dahlia.
"tapi dia putri kita hiks dia putri kita...mengapa semua putri kita menolak untuk tinggal bersama kita mengapa mas hiks..."
" kau tidak perlu bersikap seolah yang paling tersakiti...kau jangan egois Dahlia... mereka seperti ini karena salah kita..."
"ini semuanya sedang membicarakan siapa sih ...kenapa kalian membawa-bawa nama anak pembawa sial itu ... dan mengapa mama bicara semua putri mama menolak untuk tinggal bersama kalian.... bukannya aku juga putri kalian dan aku tidak menolak tinggal disini..." tanya Listiani yang sudah sangat penasaran.
__ADS_1
"diam aku tidak sedang bicara dengan mu Ani..." bentak dahlia.
"ma...ma..." mata Listiani berkaca-kaca ini kedua kalinya Listiani dibentak Dahlia.
"sebaiknya kau sekarang pergi ke kamar mu..."
"hiks mama jahat...jahat apa salah ani hiks..."
"karena kamu berani memanggil putri ku anak pembawa sial..."ucap Dahlia berapi-api.
"memang apa salahnya bukanya dia memang anak pembawa sial...kenapa mama sekarang jadi membela dia dan memarahi Ani putri kesayangan mama hiks..."
"sudah pergi ke kamar mu..." sekarang Arlan mengeluarkan suara bariton nya .
"kalian jahat... orang tua paling jahat..."sinis Listiani.
plakkkkkk
brakkkk
"ini semua gara-gara mu Lisa...dasar anak pembawa sial...kau akan membayar mahal atas semua ini... Melissa gadis pembawa sial ahhhh...."
prang prangg pranggg suara barang berjatuhan, Listiani meluapkan amarahnya pada barang-barang nya.
"Hiks apa mama sudah gila menyebut dia sebagai putrinya dan menyebut ku anak tidak tau di untung... arghhhh..."
prang prangg pranggg .
.
.
.
__ADS_1
.
"apa yang kau lakukan padanya dahlia...kau tidak sepantasnya meluapkan segala kemarahan mu padanya..." ucap Arlan dingin.
"dia memang anak tidak tau di untung...lagi pula dia bukan putri kandung kita..."
"terserah kau saja...tapi jika anak kesayangan mu itu membuat putri ku tidak betah tinggal di rumah ini kau yang bertanggung jawab atas semua nya..."Arlan menaiki tangga menuju ruangan kerjanya.
"arghhhh... mengapa semua jadi seperti ini... mengapa aku jadi disalahkan atas segalanya...aku hanya ingin putri ku kembali mengapa mas arlan tidak mengerti..."
prang prangg pranggg suara pas bunga berhamburan kelantai, dahlia begitu marah mengetahui sang suami tidak membelanya, dia tidak mau berbagi waktu, baginya melissa hanya putrinya jadi hanya dia yang berhak atas hak mengasuh Melissa.
kaya nya mama dahlia sudah gila yah reader seakan menjadi korban yang paling tersakiti 🙄 padahal dialah pelaku dari atas semua yang terjadi 🙄 woy sadar nyonya dahlia masa Arlan saja mengakui kesalahannya tapi kau tidak 🙄🤪.
.
.
.
.
bersambung
.
.
.
.
maaf yah reader hari author tidak bisa buat part yang agak panjang 🤧 author sedang tidak sehat badan 🤧minta do'anya semoga author cepat sembuh 🤧 jujur buat ini part saja author tidak konsentrasi kepala author nyut-nyutan 🤧itu novel sebelah juga terbengkalai 🤧tapi author tidak lupa juga author ucapkan terimakasih untuk yang masih setia membaca karya author yang tidak seberapa ini salam sayang dari author 🤗😚🤧
__ADS_1