Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Kucing licik


__ADS_3

"ayo masuk ke mobil sa..."ajak devano melepaskan pelukannya.


"kami duluan..."ucap devano pada jeassen dan listiani sementara lisa langsung masuk mobil tanpa sepatah katapun.


"ada apa dengan issa..."tanya jeassen.


"aku pun tidak tau kak...tadi saat aku jemput ke kelasnya dia sedang termenung sendiri... dan aku tanya ada apa dia hanya bilang gapapa...tapi dilihat dari tingkah nya seperti..." ucap listiani tidak diteruskan lagi.


"hmm semoga saja dia baik-baik saja...ayo Kot pulang dan makan ini..."jeassen memberikan es krim yang dia beli tadi bersama devano.


"terimakasih kak..."mereka pun masuk kedalam mobil dan melakukan mobilnya, sementara itu lisa didalam mobil hanya berdiam diri tak ada satu katapun yang dia keluarkan,devano yang khawatir terjadi sesuatu pada sang Adik pun langsung menghentikan mobilnya ke sisi jalan yang sepi tidak ada pengendara lain.


"sa jangan terlalu dipikirkan... kakak yakin tani tidak selemah itu dan sekarang biarkan kakak bertindak jangan pernah halangi kakak lagi jika ingin saudara dan saudari mu selamat..."ucap devano serius.


"tapi.."


"kakak tau dia nenek mu..tapi apa masih pantaskah dia dipanggil nenek dengan semua yang telah dia lakukan pada saudara mu itu ... kakak mu Jeassen dan sekarang gitani apa kau akan terus melindungi sosok iblis itu..." tatapan devano lurus ke depan depan dan lisa bisa rasakan jika sekarang sang kakak sedang memendam amarah.


"jika itu memang jalan keluarnya maka lakukanlah..tapi apa kah kakak bisa melakukannya..."tanya lisa devano pun menoleh dan memegang dua telapak tangan lisa.


"bukan aku tapi kedua tangan mu inilah yang bisa menyingkirkan jelmaan iblis itu sa... bukannya kakak tidak mau membantu tapi dia dan kakak Saling terhubung...dia bulan dan kakak matahari... kakak tidak akan bisa menyakiti nya itu sama saja dengan menyakiti kakak..."jelas devano.


greppppppp


"hiks dan itulah yang membuat issa takut melakukannya kak...hiks jika issa menyakiti nya sama saja issa menyakiti kakak hiks...issa tidak bisa..."devano mengelus rambut lisa.


"ini demi kebaikan bersama..."ucap lirih devano.


"hiks tidak...issa yakin ini bukan jalan keluarnya...hiks issa yakin kita akan mendapatkan jalan keluarnya...hiks lagi pula kita belum mengetahui issa yang si jubah hitam itu kak.... hiks issa yakin dia pasti bisa menolong kita..."devano melepaskan pelukan Lisa dan memandang Lisa lekat-lekat.


"dengarkan ini Sa...di jaman modern seperti ini tidak akan ada yang percayakan dengan apa yang kita miliki ini...ini bukan jaman dinasti yang setiap orang hampir mempunyai kekuatan...jadi percuma saja kita mencari si jubah hitam itu... Jika kita terus menundanya untuk menunggu ketidak pastian si jubah hitam yang ada saudara mu akan kehilangan nya sa.. "


"hiks tidak...itu tidak akan terjadi..."teriak lisa histeris.

__ADS_1


"sa dengarkan kakak..."


"tidak stop kak jangan pernah memintanya lisa untuk melakukan itu hiks...issa tidak mau kehilangan kalian...lagi pula issa sudah memberikan kutukan pada tangan paman jeollus setiap kali dia ingin bersentuhan dengan issa, mama dan saudara issa tangannya akan langsung kaku..."


"seharusnya kau melakukannya pada nenek mu sa..."teriak kesal devano yang kehilangan kesabarannya.


"hiks kakak gila... Jika issa melakukan pada nya sama saja issa melakukan hal yang sama pada kakak...kakak tidak akan bisa bersentuhan dengan issa hiks..."


"kakak kan punya kelebihan matahari... kelebihan yang paling atas dari pada kami lantas kenapa kakak tidak bisa menolong issa untuk melenyapkan jelmaan iblis itu hiks .."


"kakak memang diatasi kalian tapi kakak juga punya kelemahan sa....kakak bukan dewa yang bisa mengendalikan segalanya kakak mu dan nenek mu itu saling berhubungan... bulan dan bintang itu saling berhubungan sa ingat itu..."teriak devano kesal dengan diri sendiri.


"hiks kalo begitu kita cari si jubah hitam kak...hanya dia yang akan bisa membantu kita hiks.. "


"sa arghhhh.."kesal devano memukul setir setelah itu memegang kedua bahu sang adik.


"dengarkan ini sa... keselamatan kau dan kakak mu itu lebih penting..."


"kau gila sa...jika kau memilih tunduk padanya kau sama saja mendukung perbuatan keji iblis itu ...."kesal devano mengguncangkan badan lisa.


"hiks issa tidak mau kehilangan kalian...hiks issa menyayangi kalian..."tangis Lisa filu dan menundukkan kepalanya, devano yang merasa bersalah karena sudah membentak sang adik langsung membawa sang adik kedalam pelukannya.


"maafkan kakak sa... maafkan kakak yang terlalu emosi... maafkan kakak... kakak takut tani kenapa-kenapa sa... kakak tidak mau Orang yang kakak sayangi kenapa-kenapa..."


"hiks semua ini salah issa..." akhirnya dijalan sepi itu kedua adik kakak itu mencurahkan rasa takut dan khawatir dengan saling memeluk dan menangis.


"aku bagaikan laki-laki tidak berguna...aku tidak bisa melakukan apapun untuk bisa menyelamatkan adik dan kekasih ku sendiri... sungguh aku tidak berguna untuk kalian...issani maafkan kakak yang belum bisa menjadi kakak yang melindungi mu... dan untuk mu gitani maafkan kekasih ku ini yang terlalu pengecut untuk melindungi dari nenek mu sendiri..." batin devano yang tentunya tidak didengar Lisa karena devano membentengi pikiran Lisa dan dirinya.


.


.


.

__ADS_1


"ba"gsat....kenapa tangan ku jadi seperti ini..."teriak emosi jeollus.


"mengapa setiap aku mempunyai niat buruk pada nona muda tangan ku langsung tidak bisa di gerakkan...mana mungkin ini hanya kebetulan saja ....apa ini perbuatan dari seseorang yang sedang menjaga keselamatan nona muda pertama...tapi siapa arghhhh..." teriak jeollus.


"apa jangan-jangan ini perbuatan..." jeollus menghentikan ucapannya karena dia sedang berusaha berpikir, bibir nya menyeringai ketika sudah mendapatkan jawaban dari keadaan tangannya itu.


"jika memang itu perbuatan mu...jadi selama ini kau sudah mengetahui segalanya... sepertinya kau memang sama-sama licik seperti nenek mu...kau terlihat nya saja seperti kucing tapi padanya kenyataannya kau harimau...mari kita lihat sampai mana permainan mu setelah ku beritahu perbuatan mu pada nyonya Sera..."seringai jeollus dan melangkah kan kakinya meninggalkan ruangan yang entah ruangan apa itu.


.


.


.


bersambung


.


.


.


readers author yang baik sambil menunggu author up coba mampir dan dukung karya author yang baru 🀭 author ucapan terimakasih banyak pada kalian yang berkenaan mampir dan memberikan dukungan pada karya author yang baru 😘 salam sayang author LisaπŸ€—πŸ˜š



.


.


.


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.

__ADS_1


__ADS_2