
Sebelum ke bab author mau minta maaf terlebih dahulu pada readers author ๐ข kemarin author tidak bisa update lagi dikarenakan kemarin author drop lagi gak kuat ngapa-ngapain ๐ขauthor minta maaf yang sebanyak-banyaknya ๐ข Jika author sekarang-sekarang membuat kalian menunggu lama ini bukan disengaja tapi karena author lagi sakit๐ข semoga kalian pada mengerti ๐ข terimakasih yang masih setia dengan novel author yang satu ini dan author juga minta do'anya semoga author cepat sembuh ๐ข๐ฅฐ dan satu lagi minta bantuannya untuk meramaikan novel author ini๐ rasanya ini novel sangat lah sepi ๐ bantu like komen vote dan masukan ke favorit biar author semakin semangat nulisnya yah readers ๐ dan kalau bisa buka nonton gratis biar ada keuntungan untuk author readers ๐yuk berbaik hatilah pada author ๐ tanpa kalian siaplah author jadi yuk dukung author dengan bantu meramaikan novel author ini ๐ dan jika banyak kesalahan baik penulisan atau apapun itu kalian bisa tegur author asalkan dengan kata-kata yang tidak membuat author tersinggung mungkin kalian paham lah apa maksud author ๐yasudah
๐บ
๐บ
๐บ
"ck... rasakan itu pa...aku sudah bilang jangan pernah berpikir untuk memisahkan lisa dengan orang tua sambungnya... tapi kau tetap saja kekeh dan akhirnya kau mendapatkan semburan pedas darinya..." batin arlan antara senang karena kesal papa nya yang kekeh tidak bisa dikasih tau dan kasihan melihat muka papa nya yang seolah syok dan sakit hati mendapatkan semburan pedas lisa.
"ada apa dengan cucuku..." beo abraham.
"sudah ku katakan jangan pernah bertindak semau mu abraham...dia tidak sepolos dan sepenurut yang kita lihat..." lirih Sera yang hanya di dengar abraham saja.
"apa dia yang..." abraham tidak melanjutkan ucapannya.
"sepertinya..." lirih Sera lagi.
"Kau mau kemana gitani...." ucap arlan yang melihat gitani hendak beranjak.
"adik ku sudah keluar dari tadi lantas untuk apa aku masih disini..."dingin gitani.
"aku ikut kak..." ucap listiani berlari menyeimbangkan langkah kakinya dengan gitani.
"mengapa kalian menatapku seperti itu..." ucap abraham yang melihat semua orang menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"aku benar-benar tidak menyangka jika kau tidak bisa bersikap adil untuk keluarga ku tuan abraham....ayo sayang..." hadi menggandeng tangan marissa dan berlalu begitu saja.
"sudah ku katakan jangan pernah bermimpi bisa mengatur lisa pa... tapi kau keras kepala tidak mendengar ku...ku jamin setelah ini putri bungsu ku akan menjauh dari mu ...." ucap arlan memegang tangan dahlia dan membawanya meninggalkan ruangan tersebut, sekarang disana hanya ada abraham, jeassen, dan Sera.
"apa kau juga akan meninggalkan ku jeassen..." ucap tajam abraham yang melihat jeassen pun sepertinya akan meninggalkan ruangan tersebut.
"orang tua ku dan ketiga saudariku dua pulang ... akan mengikuti mereka... " jeassen bangkit dan menyusul yang lain.
"arghhhh...." geram abraham.
"sudahlah tak ada gunanya kau menggeram seperti itu... jika cucu bungsu ku tidak ingin bicara lagi dengan ku...itu semua salah mu aku tidak akan mau pulang ke rumah mu yang jelek itu..." Sera menyusul mereka juga.
"arghhhh kau tidak bisa seperti itu hon..." teriak frustasi abraham yang akhirnya mengejar Sera, dia tidak akan pernah bisa tidak dekat-dekat dengan Sera, dia akan selalu di derai rasa rindu jika berjauhan dengan Sera walaupun hanya seditik saja.
"tuan..."sapa jeollus yang dari tadi berdiri di luar ruangan bersama beberapa anak buahnya.
"ck kau masih disini... bukannya kau tadi halangi istri ku kau malah diam saja..." marah abraham.
"maaf tuan saya tidak berani..."
"kau memang tidak berguna..."decih abraham berlari dan diikuti jeollus beserta anak buahnya.
"hon sayang tunggu..." teriak abraham seketika menjadi pusat perhatian Semua orang, Sera yang mendengar suaminya terus berteriak pun langsung berhenti berjalan.
"hos hos hos.... kau mengapa tega meninggalkan ku hon..." bukannya menjawab Sera melainkan malah memberikan tatapan dingin nan tajam yang membuat wajah abraham , jeollus dan anak buahnya pucat pasi.
__ADS_1
"astaga... se..sepertinya a..ku sudah benar-benar me.membuat betina ini marah besar..."
"apa kau tidak tau ini rumah sakit abraham...."
"ma...maaf hon..." abraham menunduk, jika saja kejadian ini dilihat oleh masyarakat Kanada pasti semua orang tidak akan pernah menyangka seorang penguasa abraham menundukkan kepalanya dihadapan seorang wanita yang tidak lain istrinya sendiri.
Sera kembali melangkah tanpa bicara dan diikuti mereka semua yang masih menunduk.
"celakalah aku... pasti nanti malam Pisah ranjang...ah ini tidak bisa di biarkan... sepertinya aku harus bisa mendekati cucu bungsu ku lagi...biar istriku ini tidak merajuk lagi..." batin Abraham.
.
.
.
bersambung
.
.
.
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit ๐ค๐ jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader ๐ค biar author dapat keuntungan ๐ค tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya ๐คitu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton ๐คsalam sayang dari author ๐ค๐.
__ADS_1