Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
gadis itu tidak akan kemana-mana


__ADS_3

" udah sa Jangan sedih lagi" ucap agatha.


"gue bingung tha, kenapa hati kecil gue sakit banget lihat kakak itu nangis seperti itu"


"mungkin itu cuman perasaan iba saja sa"


"tapi hati kecil gue rasanya menghangatkan dipeluk sama dia"


" apa lho benar-benar gak kenal ma tuh orang "


"gak tha"


"atau sebenarnya lho kenal yah tapi akibat kecelakaan itu lho gak ingat"


" ah sudahlah aku pusing "


"hmm yaudah "


"tapi gue pikir-pikir itu kakak mirip juga dengan issa" batin Agatha yang sedang menyetir.


" tuh udah sampai "


"akhirnya sampai juga, masuk dulu yuk"


" gak ah gue sampai sini saja, nih sepatu lho"


" hmm makasih Agatha " memeluk agatha yang di belas pelukan Agatha juga.


" yaudah aku turun yah bye"


"bye"


kik suara klakson mobil Agatha yang meninggalkan halaman rumah issani.


"eh sayang sudah pulang, eits ko matanya sembab habis nangis" selidik marissa.


" gak kok mom, issa ke kamar dulu yah"


"tunggu dulu vano mana"


" gak tau mom tadi issa udah tunggu tapi gak ada-ada, yaudah issa pulang duluan saja"


" ouh yaudah istirahat sana nanti turun lagi untuk makan"


"iya mom"


brakkk


"sebenarnya itu siapa yah, kenapa hati kecil aku mengatakan kalau itu orang terdekat gue, tapi siapa, kenapa dia ngaku-ngaku kakak ku, oh ini bikin pusing"


"argh" teriak issa


"sebenarnya siapa sih mereka "


brak


" lebih baik tidur ah dari pada pikirin hal yang gak penting"


ceklek


"loh van baru pulang, kenapa gak bareng issani "


" gapapa mom tadi jalan macet, tapi issa sudah pulang kan"


"jadi kamu gak ke mall"


" gak sempet mom tadi jalan nya macet jadi yaudah aku langsung pulang saja"


"kamu ini yah untung adik kamu gak kenapa-kenapa "


"maaf mom"

__ADS_1


"jangan diulangi lagi "


"iya mom, daddy ada"


"diruang kerja "


"yaudah vano kesana dulu" ucap vano yang hanya mendapatkan anggukan marissa.


ceklek


"dad"


"vano"


" dad sebenarnya siapa issani itu"


"kenapa kamu membicarakan itu"


" tadi vano mau jemput issani ke mall, tapi saat baru diparkiran vano gak sengaja lihat satu pemandangan" menghela nafasnya.


" issani dipeluk seorang gadis yang mungkin dia orang kenalannya atau mungkin kakak nya, karena tadi aku sempat denger dia berteriak kalau dia kakaknya" lanjut vano.


prangg suara gelas pecah yang berasal dari marissa yang membawakan kopi untuk suaminya.


"mommy "


" Marissa " ucap bareng hadi dan vano.


" ka-kamu se - serius vano" ucap marissa terbata yang tidak mendapatkan jawaban dari vano


"hiks issa, issa kita mau diambil lagi hiks


kenapa, kenapa issa selalu saja diambil kenapa" tangis marissa yang sudah berada di atas lantai.


vano dan hadi yang melihatnya langsung berlari ke arah marissa dan membawanya duduk di sofa yang berada di ruang kerja hadi.


"tenangkan diri mu marisa"


"tenangkan diri mu rissa, semuanya akan baik-baik saja, tidak akan ada yang bisa mengambil issani dari kita, dia anak kita adiknya vano"


" tapi keluarganya..."


" tidak akan ada yang bisa mengambil nya sekalipun keluarganya sendiri, mereka yang sudah memberikan anak nya pada kita" ucap Hadi yang tersulut emosi membayangkan keluarga kandung issani mengambil issani lagi dari pelukan keluarganya.


" yang daddy katakan benar mom, issa sekarang bagian keluarga kita, tidak akan ada yang bisa mengambil nya dari kita"


" ta - tapi dia..."


"sudah marissa, walaupun dia bukan anak kandung kita, tapi rumahnya hanya disini, mereka yang menjual issani dengan harga mahal dan untuk apalagi mereka mengambil issani kembali, aku tidak akan tinggal diam jika hal itu terjadi, Arlan yang memberikan anak nya pada kita"


"a - arlan siapa dia" tanya marissa dan vano bersamaan.


"dia ayah dari anak itu, Santo yang menceritakan padaku, bahwa anak yang aku beli masih memiliki keluarga bahkan masih utuh, bahkan ayahnya sendiri yang menjual dia, Arlan adalah kaki tangan dari orang yang mempunyai bisnis penjualan belian manusia"


"apaaa" kaget marissa dan vano.


"santo bilang dia adalah putri yang tidak dianggap, dia dirumahnya dia hanya dijadikan pembantu"


"apa biadab arlan itu, anak sendiri dijadikan pembantu dirumahnya sendiri" marah vano


" apa yang kau katakan suamiku apa segitu kejamnya dia sampai anak sendiri pun diperlukan seperti itu bahkan sampai menjual nya pada kita"


" itulah faktanya,ku pikir dulu dia sebatang kara namun bukan "


" terus buat apa daddy waktu itu kesana dan melakukan bisnis jual beli manusia "


"daddy harus bilang berapa kali vano, awalnya daddy hanya iseng saja daddy waktu itu benar-benar kalut melihat keadaan mommy mu, dan teman daddy Santo mengusulkan untuk membeli anak dari bisnis temannya, awalnya daddy tidak mau tapi saat Santo mengatakan ada seorang gadis yang mirip dengan adikmu, dia adalah anak gadis dari asisten yang punya bisnis penjualan belian manusia itu, dan kami merancang siasat, untuk membeli seorang gadis disana dengan waktu yang mendesak dan siapa tau Arlan dan anak buahnya yang tidak mau ambil pusing dan akhirnya menyerahkan anak mereka sendiri, dan apa itu kebetulan atau takdir ternyata begitu mudahnya aku mendapatkan gadis yang kuinginkan, dan dari situlah aku tahu betapa tidak penting nya gadis itu di kehidupan arlan sampai dia menjual nya hanya untuk mendapatkan keuntungan besar..."


" sudah sudah hiks aku gak tahan mendengar nya, hati keibuan ku tidak kuat menerima nya, ini sangat menyakitkan"


"mommy "

__ADS_1


"sudah cukup ceritanya yang terpenting sekarang adalah jaga putri kita jangan sampai berada ditangan yang salah hiks..."


" sudah marissa jangan Sedih" peluk hadi.


" aku gak tega mas membayangkan nasib gadis itu hiks"


"sudah mom jangan sedih lagi, sekarang ada kita yang akan menjaga issani"


" apa yang putra mu katakan benar marisa sudah jangan sedih"


" kalian jagalah dia sebaik mungkin demi aku hikss"


" iya pasti mom iyakan daddy"


" kau benar vano, tidak akan ada yang bisa mengusik dia selagi ada kita dibelakang nya." senyum evil hadi, entah darimana senyuman itu muncul yang pasti senyuman itu seakan akan mematikan lawan.


ceklek


" kamar ini, semua cara sudah aku lakukan, tetap saja hati ini sakit dan tidak rela"


"aku tidak bisa membohongi diri ku sendiri, aku menyanyinya tapi aku juga membencinya, karena dia keluarga ku hancur karena dia rahim ku di anggakat, Karena dia aku tidak bisa memenuhi keinginan suami ku sendiri"


"argh" teriak seseorang.


brakkkk suara pintu yang ditutup dengan kasar.


pagi harinya seperti biasa seorang gadis cantik berlarian di tangga menuju meja makan.


"hos cape"


" lagi pula siapa yang menyuruhmu berlarian seperti itu" sela vano


" hehe maaf kak aku kesiangan lagi "


" seperti rumah ini harus mengganti satu peraturan baru"


"emang nya peraturan apa yang harus diganti mas" senyum marissa yang sudah tahu apa yang sedang dipikirkan suaminya.


" jadwal sarapan pagi, setiap hari selalu ada yang telah 10 menit" ucap hadi melirik issani.


" hehe maaf daddy issa telat lagi" ucap issa yang memperlihatkan wajah imutnya untuk membujuk hadi yang sama sekali tidak marah.


" yaelah daddy udah gak akan percaya lagi sa, setiap hari janji saya menepati gak bisa"


" kak vano" kesal issa


" kenapa emang benarkan"


"ih mommy lihat kak vano nyebelin"


" kenapa sayang" tanya marissa yang gemes melita kelakuan melisa upss maksud author issani😅 mungkin saking kangennya author dengan nama Melisa arespati jadi salah ketik 😅.


" jewer" tunjuk issa pada kuping Vano"


" aww mommy sakit, kenapa vano di jewer" ringis vano


" itu hukuman karena sudah mengganggu anak kesayangan mommy" pelotot marissa


" dasar tukang ngadu" delik vano


"woleee" ledek issa.


" sudah-sudah ayo sarapan, pagi-pagi selalu saja bertengkar kaya tom and Jerry" semua orang saling melirik setelah mendengarkan ucapan hadi, satu dua....


" hahahaha" serempak semua orang.


bersambung ;)


maaf yah kakak semua, alur author mungkin sangat membosankan dan juga masih banyak typo maklum ini adalah karya pertama author 🤗 jangan lupa like dan komennya 🤗kalo bisa dengan vote nya sekalian hehehe 🤭biar author selalu semangat 🤭🤗


salam sayang dari author 🤗

__ADS_1


__ADS_2