
Jam sudah menunjukkan pukul 19.21 issani sudah dipindahkan ke ruang rawat, sekarang tinggal jeassen seorang yang masih di ruang UGD namun keluarga jeassen dan agatha belum ada yang menjenguk.
"sebenarnya keluarga jeassen dan agatha kemana...kenapa mereka belum kesini..."heran guru kesiswaan.
"katanya dari tadi sudah berangkat dari Canada..tapi jika memang benar seharusnya dari 2 jam tadi mereka sudah sampai..." jawab pak kepsek.
"bagaimana keadaan..." ucapan arlan tergantung karena dia tidak tahu nama teman putrinya.
"jeassen masih di dalam pak...."pak kepsek menghela nafasnya.
"kenapa dengan hati ku...setiap ku menanyakan kabarnya hati ku selalu berdenyut sakit..."
tak tak tak tak tak tak Suara sepatu pantofel bersahutan dari arah masuk rumah sakit, semua mata melihat mereka,bisa dipastikan mereka dari keluarga yang amat terpandang dari penampilan pun tidak diragukan lagi, walaupun sudah tidak muda lagi ketampanan dan kecantikan seseorang yang sedang berjalan paling depan masih sangat terlihat di muka yang sudah mengerut.
tak tak tak tak tak tak tak. suara sepatu itu membuyarkan Arlan, pak kepsek dan guru kesiswaan,mata mereka beralih melihat kedatangan mereka,mata arlan melotot jantung nya terasa copot dan akan keluar dari mulutnya saking khawatir nya π π€£.
"p..p...pa..pa.."ucap arlan terputus dan langsung berdiri, sedangkan orang yang sedang dipanggil tidak bereaksi apa-apa.
"bagiamana keadaan cucu ku jeassen...dimana dia sekarang...." ucap laki-laki tua yang dipanggil papa tersebut.
"cucu tuan masih di ruang UGD tuan..." ucap pak kepsek menunduk memberikan hormat pada seseorang yang berpengaruh di negara Canada .
"Selamat Sore menjelang malam tuan muda..." sapa jeollus yang membuat pak kepsek dan guru kesiswaan terkejut,apa tuan muda? apakah tuan arlan anak dari tuan besar pikir mereka.
"Arlan..." ucap Sera sing arespati ibu arlan.
"apa kabar sayang...apa kau tidak mau memeluk mama mu ini..." ucap Sera merentangkan tangannya.
"m...ma...ma..." Arlan langsung memeluk erat Sera.
"bocah nakal.... mengapa kau tidak pernah menemui mama mu ini..." ucap Sera menjewer telinga putera satu-satunya.
"sudah lah Sera kau tidak perlu memeluk durhaka itu..."dengus papa Arlan Abraham sing arespati.
"kau bisa kah menutup mulut mu itu...apa kah kau belum cukup selama ini sudah memisahkan ku dari putera ku..." berang Sera yang langsung membuat abraham cengengesan.
"hehehe bukan begitu maksud ku sayang..."
"sekali lagi kau menjelekan putera ku...aku tidak akan ikut kau pulang..."
"hey apa-apa ini...ini tidak adil untuk ku sayang...." geleng abraham.
"apa kata mu... tidak adil...kau yang selama ini tidak adil pada ku...kau menjauhkan aku dari putera ku selama beberapa tahun... hanya gara-gara kesalahan b*doh mu itu yang tidak mau merestui hubungan putera ku...dia sampai pergi dari rumah.... dan tidak pernah menemui ku lagi..." berang Sera.
sudah sayang i..tu...itu..itu kejadian yang sudah berlalu jangan merajuk lagi ya..." rengek Abraham yang membuat pak kepsek dan guru kesiswaan cengo, apa mereka tidak sedang mimpi? seorang Abraham sing arespati yang terkenal dengan kedinginan dan ketegasannya merengek pada istrinya.
__ADS_1
"tuan sekarang bisa pulang... Sekarang sudah ada kami yang menunggu tuan muda jeassen..." usir halus jeollus yang tidak mau kedua orang itu melihat sikap asli tuanya, kalo mereka terus melihat sikap tuannya yang sedang dalam mode kucing bisa-bisa kewibawaan tuannya merosot.
"i..iya tuan... kalau begitu kami permisi.. selamat malam tuan besar nyonya besar..." ucap pak kepsek dan guru kesiswaan yang di angguki Sera sedangkan abraham tidak memperdulikan sapaan kedua orang yang menurutnya tidak penting.
"kemana saja selama beberapa tahun ini kau..." tanya Abraham yang langsung merubah ekspresi wajah sedingin mungkin yang membuat arlan menelan salipa nya dan menundukkan kepalanya.
" kau pergi tanpa memberi kabar pada orang rumah...apa kau pikir dengan ksi tidak memberi kabar pada ku...aku tidak akan bisa menemukan mu... sepandai-pandainya kau bersembunyi aku tetap bisa menemukan mu..."
"dimana otak mu itu...apa kau tidak memikirkan konsekuensinya jika kau meninggalkan rumah tanpa ada pengawasan ku... musuh bertebaran dimana-mana.... organisasi yang ku bentuk susah-susah tidak ada pemimpi nya umurku sudah tidak muda lagi... kau penerus satu-satunya tapi kau dengan b*doh nya menelantarkan organisasi ku...hanya karena satu perempuan..."
"aku mencintai nya... kalian terus menentang hubungan kami hanya karena dia bukan berasal dari keluarga yang bisa menguntungkan bagi kalian..dia hanya anak yang dibesarkan di panti asuhan..."
"apa kau berpikir papa mu ini b*doh seperti kau marlan sing arespati..."
"nama ku arlan.."
"sekuat apapun kau... kau tidak akan bisa memutuskan hubungan antara kau dan aku marlan...cih arlan arespati...kau bisa apa dengan nama busuk mu itu...cih sungguh nama yang jelek..." ejek abraham.
"kau yang memutuskan hubungan diantara kita saat kau menentang hubungan ku dengan dahlia..." berang arlan.
"aku tidak akan menentang tanpa ada sebabnya Marlan...." ucap abraham menekan emosi nya.
"dengan kau menikahi gadis itu...kau sama saja ingin membahayakan nyawanya...kau tau musuh kota dimana-mana... dengan dia masuk ke dalam keluarga kita nyawa dia akan sangat berbahaya...dia tidak punya kekuatan dari pihak keluarga nya yang bisa menjaganya... sedang kita laki-laki dari keluarga sing arespati tidak akan bisa terus menjaganya... kita terlalu sibuk dengan tanggung jawab yang kita pikul...apa kau pikir aku menentang hubungan kalian karena dia anak panti asuhan... jika begitu kau b*doh marlan... jika saja selama ini aku tidak memberikan bayang-bayang untuk menjaga keselamatan kalian... sudah lama kalian mati ditangan musuh..." ucap abraham yang membuat arlan bungkam.
"kau b*doh marlan untuk menjaga keluarga mu sendiri pun tidak becus...jika saja bayang-bayang ku tidak bergerak dengan cepat penerus mu sudah lama meninggal...cih dengan kemampuan b*doh mu* itu..kau mau memutuskan hubungan dengan ku... bahkan untuk mengetahui taktik musuh pun kau tidak tau...anak mu di tukar pun kau tidak mengetahuinya... inilah akibatnya jika kau tidak pernah mendengarkan ucapan ku marlan... sudah semenjak dini kau ku ajarkan tentang kerasnya persaingan antar organisasi...tapi kau selalu bermalas-malasan, lebih suka membuang-buang uang hanya untuk memuaskan nafsu mu di tempat haram.. Sampai pada akhirnya saat kau dewasa... waktu nya kau berpijak sendiri kau b*doh tidak mengetahui apa-apa.... dan kau dengan beraninya menentang ku marlan... jika saja kau bisa seperti ku menjaga keluarga dengan baik aku tidak akan pernah menentang hubungan kalian...cih kau membuat malu diri ku marlan...kau sangat b*doh...kau benar-benar bajingan...anak sendiri pun kau jual hanya demi uang...kau membuat malu leluhur mu..."
"jika kau sudah tau tidak mampu menjaga nya... mengapa kau tidak berikan padaku... bukan malah kau berikan pada orang lain...apa kau ingin mempermalukan ku..." geram abraham yang tidak habis pikir dengan keb*dohan putera satu-satunya.
"sudah mas... kita bicarakan nanti saja... ingat kita sedang di rumah sakit...bisa saja mata-mata ada disini...." ucap sera meningkatkan abraham, abraham menghela nafasnya guna meredam emosi nya.
"jika kedua cucu ku sudah sembuh...kau harus pulang marlan..."
"tapi..."
"sudah jangan membantah lagi..." potong Sera
" bukan membantah ma...tapi keluarga angkat lisa pasti..."
"cih...ini semua gara-gara keb*dohan mu anak nakal... sampai cucu ku harus memiliki keluarga baru..." Abraham berdecak marah.
"maa..."
"aku tidak membutuhkan kata maaf mu itu... yang ku butuhkan buktikan kau sudah berubah... Jangan biasanya hanya meminta uang untuk kau ke tempat haram..." potong abraham yang di angguki arlan.
tap tap tap
__ADS_1
"ayah... kenapa lama sekali... lisa sudah bangun dan menanyakan keberadaan ayah... " ucap gitani menghampiri arlan.
"oh lihat lah sayang...cucu pertama mu sangat mirip dengan ku..." ucap abraham.
"mata mu sudah rabun abraham... jelas-jelas dia sangat mirip dengan ku..." geleng Sera.
"apa yang kau katakan... jeollus coba kau lihat cucu pertama ku mirip siapa..."
"nona muda...mirip dengan nyonya.."
"hey aku yang menggajih mu...tapi kau berpihak pada istri ku...kau sudah berkhianat pada ku oleh karena itu... gajih mu bulan ini dibekukan... "potong abraham.
"astaga... terserah kau saja tuan...kau memang suka sekali membekukan gajih ku ini...bulan kemarin pun gajih ku sudah di bekukan dan bulan ini pun sama...hah nasib punya tuan konyol..." batin jeollus.
"cucu... mengapa mereka memanggilku dengan sebutan cucu..." heran gitani membatin.
ceklek pintu ruangan UGD jeassen akhirnya terbuka bersamaan dengan dokter yang terus menyeka keringatnya.
"bagaimana keadaan cucu ku dokter...." ucap abraham langsung memberikan pertanyaan pada dokter yang jelas-jelas masih merasa lelah.
"cucu tuan sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat... pasien sudah melewati masa kritis nya..."
"syukur lah... jeollus atur semuanya..."
"baik tuan besar..." ucap jeollus.
"ayah...apa mereka keluarga jeassen..." tanya gitani lirih namun masih bisa di dengar Sera.
"yang kau ucapkan benar sayang ...kami keluarganya jeassen adik mu ..."
deg
.
.
.
bersambung
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit π€π jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader π€ biar author dapat keuntungan π€ tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya π€itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton π€salam sayang dari author π€π.