Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Pulang ke rumah


__ADS_3

Keadaan sudah membaik lagi,Lisa dan jeassen hari ini sudah bisa pulang ke rumah,ada sedikit perdebatan diantara keluarga mempermasalahkan lisa dan jeassen akan tinggal dimana.


"akhirnya kalian sudah bisa pulang cucuku..." ucap senang abraham.


"hari ini kalian cucu-cucu ku berkemas lah...kita hari ini akan langsung terbang ke negara Kakek... kecuali untuk mu..." abraham menunjuk listiani, membuat dahlia dan arlan saling pandang.


"maksud kakek apa...apa aku tidak akan dibawa..."


"karena ini sudah menjadi keputusan ku..."tegas abraham tak terbantahkan.


"aku juga cucu mu kek..." ucap listiani berkaca-kaca melihat abraham yang selalu saja pilih kasih, dari awal bertemu Sampai Sekarang listiani memang sudah sadar jika kakeknya pilih kasih tapi dia tetap dia tapi hari ini rasanya dia tidak bisa diam lagi.


"apa yang kau katakan pa... listiani juga cucumu...kau ingin membawa mereka liburan ke Canada dan listiani juga harus ikut..."


"siapa juga yang mau ngajak mereka liburan...aku membawa mereka untuk tinggal dan sekolah di negara ku..."


deg


"maaf tuan apa yang kau maksud..."


"apa kau tidak mendengar nya jika aku membawa mereka untuk tinggal dan sekolah di negara ku..."ketus abraham.


"apa maksudnya kau ingin membawa lisa tuan...maaf sebelumnya jika memang kau ingin mengajak nya pindah ke negara mu... seharusnya sebelum kau memutuskan kau berunding dengan ku dulu... walaupun bagaimana pun aku orang tuanya juga..." ucap hadi tidak setuju terlihat dari matanya yang mulai menajam dan marissa yang sudah meneteskan air matanya, dia benar-benar takut jika lisa benar-benar akan meninggalkan nya, oh ya sedikit penjelasan yang ada di ruangan ini semua keluarga arespati atau sing Arespati ada begitu pun dengan keluarga Arya Diningrat kecuali vano.


"yang dikatakan dia benar pa... mengapa kau tidak berunding dulu sebelum memutuskan...kau tidak bisa memutuskan hanya sepihak... keluarga Arya Diningrat juga berhak dengan lisa kau tidak bisa membawanya tanpa izin darinya..." ucap arlan yang sama tidak setuju.


"cucuku lisa, gitani dan jeassen akan ku bawa ke Canada disekolah disana bagus-bagus, ketiga cucu ku harus mendapatkan sekolah yang sangat baik...itu keputusan yang sudah mutlak..."kekeh abraham tidak mendengarkan arlan dan hadi yang benar-benar tidak setuju.


"sekali lagi aku bertanya mengapa Kakek hanya ingin membawa lisa,kak gitani dan kak jeassen saja... tanpa Ingin membawa ku..." tanya listiani.

__ADS_1


"karena kau bu..."


"karena Jika kalian semua ikut siapa yang akan menjaga orang tua kalian..."potong Sera yang mendapatkan pelototan abraham.


"mengapa kau.... sudah berani dengan ku..." berang Sera.


"bukan gitu maksud ku... cepat atau lambat dia harus tau kalau dia bukan cu..."


"papa...." bentak arlan memotong ucapan abraham.


"kau..." emosi abraham.


"sudah ku katakan papa tidak usah mengungkit itu...."


"mengapa tidak...memang benarkan dia..."


"ck...cepat atau lambat juga dia harus tau posisinya...."lirih abraham yang hanya didengar Sera saja.


"keputusan ku sudah tidak bisa diganggu gugat lagi ketiga cucu ku akan berangkat hari ini juga untuk berpindah ke negara ku..." kekeh angkuh abraham.


"maaf tuan... sudah saya katakan kau tidak bisa membawa dia tanpa berunding dengan kami dulu...issani atau lisa dia juga putri ku.. jika kau ingin membawanya ke canada menyekolahkannya disana...kau harus mendapatkan izin dari kami..jika kami setuju baru kau bisa membawanya Jika tidak kau tidak bisa membawanya...aku juga orang tuanya jika aku tidak punya hak atasnya lantas apa gunanya kami sebagai orang tua sambungnya ..." sanggah hadi untuk yang kesekian kalinya tapi tidak didengarkan abraham yang kekeh ingin membawa cucunya ke negaranya.


"sudah ku katakan berapa kali pa...jika orang tua lisa bukan hanya aku dan dahlia...jika mungkin hanya kami saja orang tua lisa kami bisa setuju saja jika kalian ingin membawa nya negara kelahiran ku...tapi ini... "


"ini juga kesalahan mu b*doh..."desis abraham.


"sudah mengapa kalian memperebutkan aku...tanpa kalian tanya aku terlebih dahulu ingin tinggal dimana...."bentak lisa yang membuat semua orang refleks langsung melihatnya,dari tadi lisa hanya diam saja hanya listiani saja yang berani bicara sedangkan yang lainnya hanya diam saja, dan Sekarang lisa ikut-ikutan bicara ada apa dengan anak itu pikir mereka Semua.


"kalian hanya memikirkan keinginan kalian tanpa bertanya padaku Orang yang bersangkutan...ck dan terutama untuk mu kakek tua.... jangan mentang-mentang kau punya kekuasaan apa yang kau inginkan harus selalu kau dapatkan...ini tentang kehidupan ku bukan kehidupan mu...kau tidak punya hak untuk menentukan kehidupan ku dan saudara-saudari ku.... bukalah mata tua mu itu lebar-lebar ini sudah zaman modern.... sekarang bukan zaman kuno yang apa-apa harus mengikuti keinginan orang tua...ini rumah tangga ayah ku bukan rumah tanggamu...jadi biarkan dia yang mengurusnya kau tidak perlu ikut campur mengurus kami...jika kau terus menghantui keluarga anak mu...kau sama saja seperti kerikil di keluarga anak mu...kau sebagai orang tua harus nya cukup memperhatikan dan menegur jika kami melakukan kesalahan bukan ikut Campur seperti ini... dan perlu kau ingat satu fakta tuan abram sing arespati yang terhormat... jika orang tuaku bukan hanya ayah dan mama ku saja...tapi ada juga Daddy dan Mommy ku....kau berniat ingin membawa ku ke canada karena kau ingin memisahkan ku dengan keluarga sambung ku itu kan...ck bodoh atau kau memang tidak tau terimakasih....apa orang-orang mu selama ini tidak memberi tahu kau jika selama beberapa tahun ini aku di urus oleh mereka.... dan setelah ku diurus disayangi layaknya keluarga sendiri kau dengan mudahnya Ingin membawa ku tanpa minta izin dari mereka ....kau memang kakek ku tapi kau tidak berhak memutuskan hubungan ku dengan keluarga sambung ku... jika kau tidak terima aku memiliki keluarga sambung... sebaiknya kau menjauh lah dari kehidupan ku....aku tidak butuh orang tua keras kepala bertindak sesuka hati sendiri seperti diri mu ini..."

__ADS_1


deg deg deg deg jantung semua orang berpacu dengan cepat sekali melihat keberanian lisa yang bicara seperti itu.


deg jantung abraham terasa berhenti melihat cucu bungsu nya bicara tidak sopan seperti itu, apa ini benar cucu bungsu nya yang selama ini bertindak menggemaskan dan manja,apa dalam satu malam jiwa cucunya tertukar pikirnya.


"jangan berpikir yang tidak masuk akal... inilah sikap ku...aku bertindak yang menurutku benar bukan menuruti Orang lain yang menurutku salah... jika dengan orang tua kandung ku saja aku bisa bersikap seperti ini lantas mengapa aku tidak bisa bersikap seperti ini padamu... yang hanya kakek ku saja...aku bukan kacang yang lupa kulitnya... mungkin menurut kalian aku anak durhaka tidak punya kesopanan terhadap orang tua tapi aku tidak peduli dengan pikiran kalian yang ku pedulikan adalah perasaan orang tua ku...kau sudah menyinggung hati keluarga sambung ku... dari tadi daddy ku berpendapat tapi tidak sama sekali kau dengarkan... ingat ini baik-baik...ini berlaku untuk semua orang jika kalian menyinggung kedua orang tua ku baik orang tua kandung ku atau orang tua sambung ku Kalian akan berhadapan dengan ku..." dingin lisa menyatu dengan mata bengisnya yang biasanya memancarkan ketenangan seolah hari ini ketenangan itu berganti dengan kebengisannya.


Abraham diam dia tidak menjawab dibilang syok ya tentu dia tidak pernah menyangka jika lisa yang menuruni sifat seseorang yang sangat familiar dengannya.


"apa cucu bungsu ku kah yang mewarisi sifat dia..." batin Abraham.


"aku sudah bilang berapa kali jangan pernah menyinggung dia ham... tapi kau tetap saja menyinggung nya..." batin sera seraya menghela nafas saat melihat lisa melangkahkan kakinya menuju pintu.


"ck... rasakan itu pa...aku sudah bilang jangan pernah berpikir untuk memisahkan lisa dengan orang tua sambungnya... tapi kau tetap saja kekeh dan akhirnya kau mendapatkan semburan pedas darinya..." batin arlan antara senang karena kesal papa nya yang kekeh tidak bisa dikasih tau dan kasihan melihat muka papa nya yang seolah syok dan sakit hati mendapatkan semburan pedas lisa.


.


.


.


bersambung


.


.


.


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.

__ADS_1


__ADS_2