
"ekhem apa kakak cantik tidak akan menerima uluran tangan ku..." ucap Aris mata gitani pindah melihat Aris dia sedikit memaksakan untuk tersenyum.
"gitani Arespati..."ucap gitani sambil menerima uluran tangan aris.
"oh my God nama yang cantik seperti orang nya..."
"yaelah lebay..." cibir agatha yang tidak dihiraukan Aris.
"hey kak tommy dan kak jeassen gak mau berjabat tangan juga dengan kak gitani yah..."tanya Lisa.
"nama ku tommy kak..."ulur tangan tommy.
"Gitani.."
"jeassen..."ulur tangan jeassen.
"gitani..."
deg
"perasaan apa ini..."
"bertahun-tahun ku ingin sekali melihat mu kak...baru sekarang aku bisa melihat mu secara langsung..."
"mmm kalian sadar gak muka kak gitani dengan jeassen mirip yah...sama kaya issani mereka bertiga mirip udah kaya saudara..." celetuk Aris .
"eh itu benar yayang.... muka mereka sangat mirip...apa mereka saudaraan yah.." oon Yuki.
"yayang... emang gue pacar lho...." marah Aris.
"hehehe..."cengenges Yuki.
"lho pada bilang apa sih ngaur banget.... yang jelas-jelas aku kak gitani dan Lisa itu yang saudari... bukan jeassen.... lagi pula mirip dari mananya ngaur banget...."kesal listiani.
"gak perlu sewot kali neng.... kita bicara tentang fakta bukan ngaur...." cibir agatha.
"iya tuh lho sensi banget...pantes saja jeassen gak suka sama lho...loh gak ada lembut-lembut nya...."ejek aris, tangan listiani terkepal erat dia benar-benar marah dikatakan seperti itu.
"sudah kalian mengapa malah bertengkar.... dan merebutkan sesuatu yg gak jelas..."lerai gitani.
"hehe maaf kakak cantik soalnya adik mu itu sangat menyebalkan..." cengenges Aris.
"yasudah ayo kita pulang..." ajak gitani yang tidak menanggapi aris pikiran nya sedang berlalangkelana.
"ya tuhan...apa ini hanya kebetulan saja.... atau ini ada sangkut-pautnya dengan yang mama katakan...."
"kakak apa kau akan menyetir sambil melamun itu sangat bahagia...." tegur listiani.
"kakak...." ucap lisa sambil menggoyangkan tangan sang kakak.
"astaga sa..kau mengagetkan kakak..."
"maaf habisnya kakak melamun terus..." gitani cepat-cepat langsung melajukan mobilnya.
"sekarang kamu mau pulang kemana sa..." tanya gitani.
__ADS_1
"issa mau ke rumah sakit saja...issa mau nemenin mama...."
"apa kamu sudah ngasih tau mommy... takut nya nanti mommy mengkhawatirkan mu..."
"sudah kok kak tadi sebelum berangkat sekolah issa sudah bilang..." gitani mengangguk.
"kak berhenti dulu..." teriak Lisa yang langsung membuat gitani rem mendadak.
"ada apa sa... jangan teriak-teriak...." gitani menghela nafas.
"hehehe maaf kak...issa mau beli es krim dulu..." jawab Lisa sambil menunjuk pedagang es krim di sisi jalan.
"what yang serius saja adik...masa kamu mau jajan sama pedagang yang dipinggiran jalan...itu tidak higienis..."kaget listiani.
"dasar kampungan... sekali kampungan tetap saja kampungan.... kupikir setelah jadi anak angkat tante marissa dia sudah berubah ternyata tetap saja gak ada berubah-rubah nya..."
"apanya yang tidak higienis... Kakak jangan bicara seperti itu... karena mereka dagang di pinggir jalan bukan berarti tidak higienis... yang di cafe-cafe mall-mall juga belum tentu higenis... tempat tidak menentukan higenis... yang menentukan ke higenis itu orang yang memasak dan membuat nya..."kesal lisa.
"tapi di pinggir jalan banyak polusi itu saja sudah menentukan ke tidak higienisan ..."
"pola pikir kakak yang tidak higienis jangan selalu melihat dari luarnya saja coba kali-kali lihat dari dalamnya..." cibir lisa.
"kau..."
"sudah... mengapa kalian malah bertengkar... jika kamu mau beli es krimnya cepat turun dan jangan lama-lama sa..." lisa mengangguk dan langsung turun dari mobil.
"adik yang benar-benar menyebalkan tidak tau sopan santun..." gerutu listiani lirih yang masih terdengar jelas oleh gitani.
"mengapa sekarang issa sudah berani berdebat dengan Ani... dulukan dia sangat takut pada listiani... jangankan berdebat menatap matanya saja dia takut... astaga sadar gitani itu kan dulu bukan sekarang... dan lagi pula itu lebih baik dari pada dia mudah ditindas... "
"sudah selesai beli es krimnya..." tanya gitani.
"sudah kak.... dan katanya ini bukan es krim kak tapi es doger..."
"es doger..." heran gitani serempak dengan listiani.
"iya kak ....kata paman pedagang nya bilang gitu..." nama yang aneh pikir gitani dan listiani.
"apa kau yakin mau memakannya adik..." tanya listiani yang masih belum percaya Lisa akan memakan makanan yang tidak higienis menurut nya.
"kalo lisa tidak makan terus buat apa dibeli ... lagi pula ini rasanya enak banget.. kakak mau coba..."
"iwww no no kuman semua..." gidig listiani.
"belum dicoba mana tau... kakak kan masih belum mencobanya ..."
"sudah jelas itu makanan yang tidak higienis mana mungkin enak..."
"tidak higienis tidak higienis... jangan selalu mencerca orang lain... bukan karena seseorang dagang di pinggir jalan bukan berarti dia harus di cerca... jangan mentang-mentang banyak uang bisa menghina orang lain..."
"kau..."
"lah marah orang itu adanya... kakak selalu menghina orang lain kan ... masih pakai uang orang tua juga Uda berani menghina..."
"kau Lisa ..."
__ADS_1
"sudah mengapa bertengkar terus... dan untuk mu listiani yang dikatakan lisa memang benar...kau selalu menghina orang lain... jadi terima saja jika kau dikatakan seperti itu... seharusnya kau berpikir untuk berubah bukan malah marah-marahnya..." gitani menatap datar listiani.
"rasakan itu... hidup jangan sombong... walaupun banyak uang jangan sampai menghina orang lain yang dibawah kita..." senyum sinis lisa yang membuat listiani mengepalkan tangannya, bisa listiani lihat dari kaca spion jika sekarang lisa sedang tersenyum mengejek padanya, memang tempat duduk mereka tidak bersebelahan, listiani sendiri di belakang sedangkan lisa duduk di dekat gitani yang sedang menyetir.
"ini tidak bisa dibiarkan dia sudah benar-benar berani pada ku...aku harus menghentikan dia sebelum dia semakin berani pada ku..." tangan listiani semakin mengepal.
"aku sudah bilang aku bukan lisa yang dulu...aku tidak akan biarkan kau sombong terus kak... menghina orang lain tanpa bersalah...sikap angkuh mu itu harus dipatahkan... sungguh kau semakin besar Semakin angkuh... kau benar-benar belum berubah..."
.
.
.
.
setengah jam lebih akhirnya mereka sampai di rumah sakit .
ceklek
"nona gitani, nona listiani, nona lisa..."sapa bibi art yang memang jam segini selalu berada di rumah sakit untuk menjaga dahlia.
"apa kabar bibi..."sapa balik lisa.
"seperti yang nona lihat saya baik-baik saja nona..." senyum bibi art yang selalu mengembang jika bertemu dengan lisa sang nona muda yang ramah menurutnya dari ketiga nona mudanya lisa lah yang paling ramah dan baik, tidak seperti gitani yang dingin dan listiani yang angkuh.
"bagiamana keadaan mama...apa sudah ada tanda-tanda mama akan siuman..."tanya listiani.
"nyonya seperti biasanya nona...barusan suster memeriksa dan berkata Jika nyonya Belum menunjukkan tanda-tanda untuk siuman..." jelas bibi art.
"sampai Kapan sih mama begini terus...hanya mama yang menyayangi ku di dunia ini dan hanya mama yang selalu menuruti keinginan ku...jika mama tidak kunjung siuman tidak akan ada yang membela ku..."
"sekarang bibi bisa pulang... mama kami yang kami yang jaga..." dingin gitani.
"baik nona... kalua begitu saya permisi...." bibi art mengangguk dan segera keluar dari kamar inap dahlia.
"mama...lisa sudah kesini lagi ... ternyata mama tidak mengabulkan permintaan lisa..." air mata lisa menetes,lisa memegang tangan dahlia dan mengelusnya sambil meneteskan air matanya.
"jangan bersedih terus issa ... mama sedang beristirahat jangan ditangisi terus.. nanti juga mama akan siuman jika masa istirahat mama sudah selesai..." ucap gitani menghampiri lisa yang sedang duduk disisi ranjang dahlia.
"hiks sampai kapan kakak akan bicara seperti...hiks kakak bicara seperti itu hanya untuk menenangkan issa saja kan... hiks" gitani memeluk lisa, sebenarnya dia juga sangat sedih melihat keadaan dahlia, tapi dia harus tetap tegar jika dia lemah lantas siapa yang akan menguatkan kedua adiknya pikir nya.
"aku selalu diabaikan...lisa Selalu bisa mengambil perhatian kakak...aku benci kamu Lisa... gara-gara mu kakak selalu mengabaikan ku... waktu kecil kakak sudah menjadi milik ku tapi kau dengan beraninya sekarang merebut kakak lagi .... lihat saja setelah mama siuman...aku akan mengambil apa yang kau miliki...aku yakin jika mama sudah siuman dia akan selalu membela ku dan menuruti apa yang aku mau...aku kan anak kesayangan mama... bersenang-senang lah dahulu sebelum kehidupan mu penuh air mata lagi..." bangga listiani.
.
.
.
bersambung
.
.
__ADS_1
Hari ini author udah update π€ jangan lupa tinggalkan jejak nya reader tersayang karena jejak kalian penyemangat untuk author π€ author lihat yang masukkan ke favorit lumayan ada gak hanya satu dua tapi anehnya yang like hanya 1 2 atau 3 π€¦π»ββοΈ tolong jangan pelit dong reader biar author tambah semangat π€¦π»ββοΈ dan jangan lupa vote hadiah dan komentarnya π€biar author tambah semangat dalam menulis π€ salam sayang dari author π€π.