
"astaga sa... gak ada yang memukuli mu sayang..."
"kak perut lisaaa Sakitt tolonggggg berhentiii maaaa... yang memecahkan gelas itu bukan Lisa hiks... tidak tolong sakit...Lisa sudah beres-beres tapi kak Ani berantakin lagiiii hiks sakit... jangan tampar jangan tampar jangan tampar...kak gitani Lisa gak ganggu kak Ani kok...kenapa kak gitani marahi Lisaaaa tidak ada yang menyayangi Lisaaaa.....Lisaaaa bukan anak pembawa siallll ibu panti ibu panti tolong issa...ibu panti badan Lisa sakit di pukuli terussss ibu panti kak tani sekarang jahat gak sayang issa lagi jahat...Isa disini hanya sendirian gak ada yang jahat.... Kenapa gak ada yang sayang sama Lisa... Lisa tidak pernah meminta untuk dilahirkan dari rahim mama Lisa tidak pernah meminta lahir dari keluarga ini tidak tapi mengapa kalian menyalahkan aku atas apa yang tidak aku perbuat ibu panti bawa issa kesana lagi hiks sakit sakit tolong tolong.... ahhhhhhh sakit tolong jangan hentikan maaaa ahhhhhhh...." air mata gitani lolos begitu saja, hatinya Sangat-sangat sakit mendengarkan ucapan lisa.
"ya tuhan apa segitu tega nya aku dulu hiks...ya tuhan mengapa takdir ku dan takdir adik ku begitu sangat kejam hiks...kamu jahat gitani jahat lihat adik yang kau urus dari kecil jadi seperti ini gara-gara mu seharusnya dulu kau membiarkan adik mu di jual tapi bagaimana kalau pembelinya lebih jahat dari mama ahhhhhhh maafkan kakak sa...dulu kakak sangat bingung kakak belum mendapatkan keberanian untuk menentang mama....kakak ... kakak yang gagal hiks maafkan kakak sa hiks kakak mohon berhenti jangan seperti ini hiks...." tolong jangan sakiti lisa tolong sakit sakit kata tersebut masih terus keluar dari mulut lisa.
"sadar sa semuanya sudah baik-baik saja hiks sa..."
"tolong tolong jangan sakiti lisa tolong...."
ceklek
"gimana lan sudah telpon dokter nya...."
"sudah had kita tunggu masih dijalan..." Hadi menghela nafas.
"seharusnya tadi aku tidak usah membawa issani ke kediaman ini... maafkan daddy sayang...." mata Arlan terus melihat lisa dia mau sekali memeluk dan menenangkan gadis tersebut namun dia tidak bisa seperti itu karena yang ada gadis tersebut akan lebih brutal, hanya gitani yang bisa mendekati lisa dan lisa menerima pelukan gitani walaupun masih Terus meracau.
"aku tidak bisa hanya diam saja melihat putri ku seperti ini...."ucap arlan dan hendak mendekati lisa lagi.
"apa yang ingin kau lakukan bung....apa menurut i dengan kau mendekati nya akan membuat dia tenang...kau gila yah putri kita dari tadi sangat brutal hanya gitani saja yang bisa mendekati lisa dan lisa menerima pelukan nya...apa kau lupa saat tadi kita mencoba mendekati nya dia sangat brutal..." cegah hadi.
"tapi aku gak bisa hanya diam saja... lihat kedua putri ku had... mereka menangis dada ku sakit melihat itu semua...."
tes air mata arlan menetes.
"lho benar-benar bodoh lho bodoh Arlan.... gara-gara kemarahan yang tidak masuk akal lho Sampai membuat mental anak lho kacau....lho orang tua terburuk...." Arlan mengusap wajah nya dengan kasar.
__ADS_1
tok tok tok
"tuan dokter nya sudah sampai...."lapor art.
"bawa dia masuk...."
ceklek
"sore tuan..." sapa dokter
"dokternya tolong periksa anak saya ...." mata dokter beralih pada kedua gadis yang sedang menangis yang satu terus memeluk gadis yang terlihat terus meracau tidak jelas dengan terus menangis.
"apa yang terjadi Arlan..."ucap dokter tersebut yang tidak bisa menahan ke khawatiran nya.
"jangan banyak bicara ayo bantu aku memeriksa anak ku..."geram Arlan dokter tersebut menghela nafas lalu mendekati gitani dan melissa dan memeriksa melissa yang masih berada di pelukan gitani, ntah apa yang dilakukan dokter tersebut namun tidak lama kemudian lisa pun menutup matanya dan terkulai lemas, mungkin dokter tersebut menyuntikan obat penenang atau obat tidur pada melissa.
Lisa sudah di tidurkan ke kamar yang berhadapan dengan kamar gitani,kamar yang seharusnya dari kecil ditiduri lisa, namun karet konflik yang begitu tidak masuk akal kamar tersebut akhirnya menganggur dan baru sekarang dihuni nyaπ€.
semua orang terus melihat ke arah gadis yang imut yang sedang memejamkan matanya, terkecuali arlan, dokter sedang menjelaskan kondisi melissa dan Hadi yang hanya menjadi pendengar Saja.
"apa yang terjadi dengan lisa Frans..."tanya arlan pada dokternya tersebut yang bernama Frans teman Arlan.
"aku harus mengatakan berapa kali lan...kamu jangan bawa lisa pulang jika itu bukan keinginan dia sendiri... mental lisa bisa-bisa hancur karena tertekan dengan kenangan-kenangan suramnya yang belum bisa dia terima atau dia lupakan..."
"aku terpaksa membawa dia pulang.... dahlia sakit dan terus mengigau ingin bete lisa..."
"tetap saja tindakan mu ini tidak diperbolehkan... untung dia tidak melakukan aksi nekat menyakiti dirinya sendiri... dia benar-benar tertekan lan...dia belum menerima semuanya dia hanya pura-pura menerima keadaannya didepan kalian saja...."jelas Frans sang dokter psikiater, maaf yah reader jika ada yang salah dengan penjelasan dokter psikiater tersebut karena author sendiri tidak paham dengan yang berbau psikiater ini hanya pemeriksaan menurut author sajaπ jadi jangan ada yang berpikir kok pemeriksaan nya seperti ini Atau apalah karena ini hanya pemeriksaan khayalan author saja yang tidak tau menahu tentang psikiater π terus kenapa kalau tidak tau harus di adakan di novel nya tour? jawaban nya karena author mengikuti alur novel nya saja jadi mohon kalian mengerti yah reader π€ kembali ke topik.
__ADS_1
jika dikamar lisa semua orang sedang berpikir dengan pikiran masing-masing beda lagi dengan di kamar marissa, terlihat marissa yang terus termenung ntah apa yang sedang dia pikirkan tapi yang jelas ada seorang gadis yang menggerutu lirih.
"dasar gadis pembawa sial...baru beberapa menit di rumah ini sudah membuat kerusuhan... berakting pura-pura hilang kendali pula...dasar anak pembawa sial... tapi kenapa ada om hadi dan Tante marissa... apa jangan-jangan melissa dan issani itu sama saja....jika begitu yang kupikirkan selama ini benar ding dong.... tapi mengapa gadis sialan itu pura-pura tidak mengenal ku huh dasar banyak drama...aneh keluarga ini sungguh banyak drama... mungkin hanya aku saja yang tersisa tidak banyak drama.... mulai dari kak gitani yang pura-pura jahati lisa padahal dia sangat menyayangi Lisa dan ayah dan mama yang semula membenci lisa sekarang jadi sangat menyayangi lisa.... sungguh banyak drama..." gerutu ani lirih karena takut dahlia mendengar gerutuanya.
"tapi ngomong-ngomong gadis itu apa akan tinggal di rumah ini lagi gak yah... bukannya waktu itu mama dan ayah Pernah merebutkan tentang berbagi waktu yah... berati lisa tidak akan terus tinggal disini kan..jika memang seperti itu bagus lah... setidaknya aku tidak perlu melihat wajah nya terus dirumah ini cukup disekolah saja...huh ..."
.
.
.
.
bersambung
.
.
.
selamat membaca reader tersayang π€π jangan lupa tinggalkan jejak dan masukan ke favorit π€π Karena jejak dari kalian penyemangat untuk author π€π
dan coba kalian klik tonton iklan gratis yah reader π€π seperti yang ada di atasππͺitu akan sangat membantu author π€π sehat selalu para reader tersayang π€π.
__ADS_1