Kisah Melissa Arespati

Kisah Melissa Arespati
Keadaan yang mulai membaik


__ADS_3

"apakah aku harus berusaha berdamai dengan lisa... tapi aku selalu sebal melihat dia rasanya aku ingin mencekiknya... tapi apa aku tega menyakiti nya...saat dia jatuh kemarin saja hati terluka melihat tubuhnya berdarah dan tak sadarkan diri... sebenarnya apa yang terjadi...aaa memusingkan sekali... yasudah lah ikuti saja alur yang tuhan berikan padaku...." menolong listiani memainkan handphonenya.


"ini nona maknanya... selamat menikmati..." senyum pelayanan yang hanya datang anggukan listiani.


"kau berada disini..." tanya gitani yang baru pulang kampus langsung ke rumah sakit dan ke kantin nya karena perut nya yang sudah lapar.


"eh kakak..."


"apa aku mengagetkan mu..." tanya gitani mendudukkan bokong nya.


"ayya sedikit..." ucap listiani memasukan nasi goreng ke mulutnya. gitani mengangguk dan mengangkat tangan nya memberikan kode pada pelayan ingin memesan.


"saya ingin bakso dan jus jeruk...." ucap gitani.


"apa ada lagi nona..."


"tidak.." pelayan mengangguk.


"mohon di tunggu pesanannya nona...permisi...." gitani mengangguk.


"apa kau belum makan siang..."


"mmm su... sudah tapi ani lapar lagi.." cengengesan listiani.


"bagiamana keadaan jeassen..."


"kak jeassen sudah mendingan tadi dia sedang istirahat..."


"hmm... kakak harap ini yang terakhir lisa terluka karena mu..." listiani diam tidak menjawab.


"suka tau tidak, terima atau tidak dia adik mu.... dan hilangkan perasaan mu pada jeassen dia Kakak ku..."


"Ani tau..." hening keadaan hening pesanan gitani sudah sampai mereka fokus dengan makanan masing-masing.


"kak tani..." teriak lisa, gitani dan listiani menoleh.


"kakak sudah kesini tapi kenapa tidak menemui issa.."


"kak gitani lapar...."ucap listiani.


"lisa tidak bicara dengan kak ani..."


"ck menyebalkan...." decih listiani.


"Lisa hanya bercanda kak...mmmm kak tani makan bakso...issa...."


"tidak boleh..." listiani dan gitani kompak memotong ucapan lisa. mata lisa berkaca-kaca.


"tidak boleh..." tegas mereka lagi.


"t...tapi..."


"kau ingin menjadi adik pembangkang issani..." ucap vano mendorong kursi roda lisa untuk lebih mendekat kearah meja.


"hiks kalian jahat..." ucap lisa bergetar, Meraka menghela nafas.


"kau lebih baik memesan yang lain adik..." ucap listiani.


"yasudah kalo begitu Lisa mau es krim..." mata lisa kembali berbinar.


"itu lebih baik...." ucap gitani.


"lisa mau es krim yang ada didepan rumah sakit..."


"yasudah ayo kakak antar ucap listiani..." bangkit dari duduknya membuat gitani dan devano menatap intens padanya.


"aku tidak akan mencelakai dia dengan sengaja...aku tidak setega itu..." ucap listiani yang mengerti maksud tatapan mereka.


"kami hanya berjaga-jaga...siapa tau niat busuk itu masih ada...." ucap devano yang mendapatkan cubitan lisa.

__ADS_1


"awww kau..."


"apa..." pelotot lisa.


"ayo kak ani...aku sudah tidak sabar ingin makan es krim cokelat..."


"iya..." listiani mendorong kursi roda lisa menjauh dari dua pasang mata yang terus menatap kepergian mereka.


"apa dia tidak akan mencelakakan issani..." tanya devano.


"walau bagaimanapun dia Kakak nya....dia tidak akan setega itu menyakiti adiknya...dari matanya terlihat rasa penyesalan yang terpancar sangat jelas..." ucap gitani mengambil satu sendok sambal dan ingin memasukkan ke mangkuk bakso nya.


"kau apa-apaan ...." vano mengambil sendok sambal tersebut dan menyimpannya kembali.


"apa yang kau lakukan..." berang gitani.


"seharusnya aku yang harus bertanya seperti itu..."


"aku hanya ingin sambal tersebut apa salahnya..."


"tentu salah...apa kau ingin sakit perut...."


"ck aku bukan anak kecil..." dengus gitani.


"kau sudah berani membantah..." mata vano memicing, gitani diam tidak menjawab.


drt drt drt drt handphone gitani bergetar.


...****Arya presma calling πŸ“ž****...


"siapa yang telpon...." tanya vano memicingkan matanya.


"hanya teman..."


"teman atau teman...sini lihat..."


"untuk apa..." ketus gitani yang mood nya sedang berubah-ubah mungkin efek PMS.


...Arya presma calling πŸ“ž...


kening vano mengernyit melihat layar yang tertera nama seorang laki-laki.


"siapa..." tunjuk vano.


"hanya presma..."


"yakin...." vano mengernyit.


"ya..."


"blokir no nya..." ketus vano, sontak mata gitani melotot.


"apa maksud mu...."


"ck kau gadis kecil...jangan pernah nakal..."mata vano melotot.


"siapa juga yang nakal..." gitani bangkit dari tempat duduknya di ikuti vano yang menggandeng tangan nya membawa ke arah taman.


"ck kau apa-apaan..."bentak gitani.


"diam...."ucap devano dingin seketika membuat gitani terdiam.


"duduk..." titah vano.


"ck tak perlu kau suruh juga aku akan duduk..." devano merogoh sakunya terlihat handphone apel itu, gitani memperhatikan tangan devano yang mengutak-atik handphonenya dan terakhir menyimpan no yang diberi nama.


...My future husband 😘...


Sontak matanya membulat melihat nama yang diberikan vano.

__ADS_1


"apa Arya itu presma..."


"hmm"


"jika suatu saat nanti kontak cowok mu menambah kau akan ku hukum..." gitani mendelik.


"Asal larang-larang saja...emang dia siapa..." lirih gitani sontak devano menjewer telinga'nya.


"awww sakit..."


"terasa sakit..."


"awww kau apa-apaan sih...lepas gak..."


"tidak sebelum kau berjanji padaku..."


"ck janji apa..." delik gitani yang membuat devano geram, gitani yang melihat mata devano melotot dengan tatapan dinginnya sontak tersenyum semanis mungkin.


"hehehe tani becanda kak...tani janji tidak akan nakal..." vano menatap bola gitani dengan intens.


"awas jika kau melanggar janji mu itu..."vano melepaskan jewerannya dan mengelus telinga gadis kecil nya yang memerah, padahal vano hanya sedikit menjewer tapi telinga gitani memerah terbesit rasa bersalah dihatinya.


"jika sekarang dielus kenapa tadi harus di jewer menyebalkan..."gerutu gitani lirih membuat bibir devano melengkung ke atas.


"apa ini sakit..."


"sudah tau mengapa masih bertanya..." marah gitani.


greppppppp


"maafkan kakak sayang... kakak terbawa emosi... jangan pernah menguji kesabaran kakak... jangan membuat kakak hilang kendali..." vano mencium pucuk kepala gitani Sayang, sementara yang di cium mengeram.


"bukan aku yang menguji kesabaran mu tapi kau nya saja yang emosian...." omel gitani membuat devano terkekeh.


"apa besok ke kampus..." gitani diam dia benar-benar marah pada sesosok laki-laki yang sedang memeluk hangat tubuhnya.


"apa besok ke kampus..." tanya ulang devano, namun gitani masih belum menjawab kesal di acuhkan devano mencubit sayang hidung mancung gitani.


"besok tunggu aku menjemputmu gadis kecil ku..." ucap devano lirih ke telinga gitani yang mendengus.


"sudah ayo kembali..." akhirnya mereka berjalan menuju ke ruangan lisa.


"kau kesana lah lebih dulu... kakak ke kantin dulu..." ucap devano mengelus rambut panjang gitani.


"apa Kakak belum makan siang..." devano hanya tersenyum menjawab gitani.


"cepat sana...adik mu pasti sudah menunggu..."


"Lisa sedang bersama listiani..."


"memang adik mu hanya mereka saja..." gitani terdiam dia baru ingat jika sekarang ada jeassen.


"aku yakin pasti adik mu ingin bicara empat mata dengan mu... bertahun-tahun tidak bertemu apa kau tak ingin menyaksikan keadaan nya..."


"hmm yasudah aku duluan..."


"hati-hati..."


.


.


.


bersambung


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit πŸ€—πŸ˜š jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader πŸ€— biar author dapat keuntungan πŸ€— tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya πŸ€—itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton πŸ€—salam sayang dari author πŸ€—πŸ˜š.


__ADS_2