
happy reading 😚
"apa kak Ani jawaban dari mimpi ku selama ini... jika kak Ani akan menjadi penyelamat di masa depan ku .. makannya dulu aku harus memaafkan kesalahannya yang begitu besar...apa ini yang di maksud dengan kakek tua yang berada di mimpi ku beberapa tahun ini...jika aku harus bisa memaafkan kak Ani dengan segala kesalahannya yang dia perbuat padaku selama ini.. " batin Melissa.
.
.
.
Jam istirahat telah tiba lisa sudah duduk di bangku kantin seorang diri, dia duduk sendiri karena agatha sedang sakit, dari kejauhan sudah ada sepasang mata yang terus memperhatikan keadaannya.
citttt suara kursi di geser.
"mana Agatha..kenapa dia belum ke kantin dik... biasanya juga kamu kemana-mana bareng Agatha..." mata Lisa teralihkan dari bakso di depannya yang belum sama sekali dia cicipi rasanya hambar, bukan baksonya yang tidak enak tapi pikiran yang berkecamuk membuat mood makan lisa berantakan.
"Agatha sakit kak..."
"mmm bagaimana keadaan rumah kak...apa mama baik-baik saja..." tanya lisa seketika mata listiani berkaca-kaca dan menggeleng.
"keadaan di rumah tidak baik-baik saja... setelah kepergian kalian berdua rumah semakin kacau di buat nenek dik... Kakak juga udah cape rasanya ingin keluar saja dan rumah terkutuk itu ...." lisa tertegun melihat wajah listiani pikiran nya langsung melayangkan pada obrolannya kemarin dengan devano.
"apa mungkin kak Ani lah si jubah hitam itu..." lisa terus menatap lekat wajah sang kakak dan dihembuskannya nafas beratnya itu .
"apa kakak lapar ..." listiani menggeleng.
"rasanya akhir-akhir ini kakak tidak merasakan lapar yang ada tekanan yang dalam...setiap malam kakak tidak bisa tidur.. " tutur listiani lagi-lagi dia menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"kenapa bisa begitu..." dilihatnya kantung mata listiani ternyata benar yang dikatakan listiani kantung mata listiani sangat hitam,ada apa gerangan dengan sang kakak pikir lisa.
"hufttt.. mungkin ini terdengar aneh dan gila tapi kakak serius dik kakak beberapa hari ini setiap kali berusaha memejamkan mata kakak Selalu di perlihatkan dengan mimpi aneh ...di mimpi itu kakak memakai baju hitam panjang...namun..."
deg jantung lisa berhenti berpacu.
"n...namun a..apa..." tanya lisa bergetar.
"di mimpi itu wajah kakak berubah jadi kehitaman dan keemasan...di wajah kakak ada dua cahaya... dan dua cahaya itu selalu berdebat agar bisa menuntun kakak dengan keinginan mereka..."
"maksud kakak apa..."
"cahaya emas yang berada di wajah kakak itu Selalu menyuruh kakak untuk mencari keadilan untuk setiap orang tapi kebalikannya dengan cahaya hitam yang selalu menyuruh kakak untuk mendapatkan kekuasaan terbesar..."
"dan satu lagi kakak kaya nya harus ke dokter telinga'..."
"kenapa harus ke dokter telinga' kak.." lisa mengernyitkan dahinya.
"apa benar kak Ani si jubah hitam itu...".
"berhenti membatin dik...kakak bukan si jubah hitam kakak ini ya kakak mu..."
deg jantung lisa terpacu dengan cepat ternyata yang dikatakan sang kakak benar-benar asli dia bisa mendengarkan suara hati orang lain.
"arghhhhhhh berisik..." lirih listiani memegangi kedua telinganya.
"ayo kak ikut lisa..." Lisa membawa Listiani dari kantin menuju rooftop tempat yang sepi .
__ADS_1
"bagaimanapun kak...apa sudah mendingan..."
"setidaknya tempat ini tidak terlalu ramai seperti tadi..." ucap listiani memandangi bangunan yang menjulang di kota itu.
"sepertinya kamu mengetahui tentang apa yang sedang kakak alami ini..." tanya listiani dengan mata mulai menerawang jauh lebih lekat memandangi bangunan yang tidak terlalu megah namun tak asing dimatanya.
"apa itu kediaman Arespati... Kenapa aku bisa melihatnya dengan jelas sekali... bukannya jarak sekolah dan rumah cukup jauh...kenapa setiap aku memfokuskan pandangan ku semuanya terasa dekat di mata ku...kenapa semuanya jadi aneh seperti ini semenjak mimpi itu datang..." bibir lisa terangkat ke atas .
"sepertinya kau memang si jubah hitam itu kak... sikap kejam nenek terhadap mu sudah mulai membuka sedikit demi sedikit kekuatan mu..." listiani berbalik ke belakang melihat sang adik.
"apa yang kau maksud Lisa...."
"kau adalah si jubah hitam itu kak... Orang yang selama ini ku cari... untuk melenyapkan jelmaan iblis yang selama ini terus menggerogoti keluarga kecil kita..." ucap lisa dengan tegas dan jelas.
"jadi kau tahu tentang ini semua..." mata listiani berbinar terang.
"aku tau semuanya... nanti kita temui kak vano ke perusahaannya kita bicarakan semuanya di sana..." listiani mengangguk.
"semoga saja aku bisa terbebas dari kegilaan ini..." pikir listiani menghela nafas panjang.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
Berikan author waktu berpikir untuk mencari jalan keluar supaya novel ini endingnya bahagia karena sebenarnya ending yang sudah author buat dulu berakhir dengan kematian Melissa yang berkorban untuk keluarganya, tapi saat Author pikir-pikir lagi sepertinya ending yang sudah author buat dulu terlalu kejam untuk Melissa yang belum pernah merasakan kebahagiaan di kehidupnya.
terimakasih yang masih bertahan sampai saat ini love you All 💋.