KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Kapan pertarungan Lau Luo


__ADS_3

Kemenangan Chuxi waktu itu meningkatkan Sekte mereka menjadi 62 dari seratus nama sekolah beladiri teratas, dan tidak lama kemudian sekte Pedang Patah mereka akan menjadi 58 teratas karena pertandingan yang di menangkan Xian Zi sewaktu itu melawan sekte selatan berlangsung sangat cepat.


Xian Zi hanya membanjiri panggung dengan bom kertas, membuat lawannya meludahkan darah seliter karena terlalu sangat terkejut.


Seberapa kayanya dia!


Meski dunia beladiri tidak asing dengan penggunaan bom kertas, tapi harganya tidak murah untuk di keluarkan. Satu bom kertas akan senilai sepuluh keping emas yang bisa di gunakan untuk melukai ahli beladiri pada ranah tiga. Dan pengeluaran Xian Zi untuk menutupi keseluruhan panggung dengan bom kertas.. tentu saja membuat lawannya menangkupkan tangannya dan menyerah secara seuka rela.


Begitulah pertandingan itu berlangsung, tanpa pertarungan, dan tanpa luka berdarah-darah. Hanya berselang sampai lima belas menit, namun setiap menitnya melekat di hati para wanita karena siapa yang tidak menyukai pria kaya raya dengan ketenaran dari murid Shao Yi Chen? Bahkan wanita buta akan berseri-seri saat melihat seberapa tebal penyimpanan Xian Zi.


"Zi-shixiong! Kamu sangat luar biasa! Setelah melihat kebenaran hari ini, mataku terbuka untuk mengagumi seberapa luar biasanya kekayaan mu yang tidak bisa habis!" Orang yang mengatakannya adalah murid dari ouncak Wu Hua, dia memiliki jejak wajah yang lumayan cantik begitu dia dewasa dan Xian Zi langsung menjawabnya dengan tersenyum.


Kali ini adalah suara yang berasal dari barisan penonton, seorang gadis juga berteriak. "Zi-gege! Adakah kau sudah melamar seseorang? Jika belum memiliki tunangan aku akan menjadi barisan pertama!"


"Zi-gege siapapun yang menjadi wanitamu kelak di masa depan, dia tidak akan kekurangan bubuk bedak meskipun seberapa mahalnya itu! Sungguh keajaiban bahkan untuk sepuluh generasi! Dewa bisa menjamin uang mu tidak akan habis! Itu sedalam dan sebanyak lautan samudra!"


"Benar! Benar! Siapapun yang mengeluarkan bom kertas seperti pembalut sekali pakai, kelak istrinya tidak akan pusing kehabisan stok pembalut!"


"...."


"Aku tiba-tiba jatuh cinta pada mu Zi-shixiong!"


Jing Yiran merasa ingin syok setelah melihat ketenaran Xian Zi yang terlalu meluap secara tiba-tiba, dia hanya tersenyum. "Selamat untuk kemenangan mu."

__ADS_1


Xian Zi turun dan menjawab setiap senyuman dari gadis-gadis. Dia lalu menjawab dengan tegas juga mengedipkan satu matanya untuk gadis di sebrang yang terlihat cukup manis di matanya sebelum dia menghampiri Jing Yiran dan berkata. "Ya Yiran-shixiong, ini bukan hal yang serius karena margaku sangat kaya tentu saja kemenangan dengan bom kertas seperti membuang upil dari hidung ku."


Deng Lun kali ini membuka suaranya, dia selalu melihat Xian Zi secara ajaib mengeluarkan makanan di penyimpanannya dan tidak pernah habis. "Sebelumnya kau memenuhi cincin penyimpanan dengan makanan dan dekorasi selimut juga bantal sampai penuh, kenapa bisa jadi ada bom kertas yang kau simpan?"


Xian Zi tersenyum lebar, menyibak lengan di tangan kanannya ada cincin melingkari jarinya. "Cincin ini adalah lemari makanan berjalan."


Dan menunjukkan cincin di tangan kirinya. "Cincin ini untuk menyimpan pelaratan pertahanan diri, kertas mantra! bom peledak! kertas pelindung dan juga kertas ilusi, dan juga pil-pil kelas atas yang langka!"


Deng Lun merasa memahami pujian-pujian Xian Zi. "Benar apa yang di katakan mereka."


"Apa?"


"Kau terlalu kaya."


Setelah kemenangan Xian Zi, sehari kemudian adalah kemenangan Jun Shao melawan orang dari utara yang berasal dari sekte kecil. Karena hanya memenangkan dari sekolah beladiri kecil, maka nama sekte mereka hanya naik menjadi nomor 56 dari seratus teratas.


Dan kemenangan Cao Tao melawan Xing Jiang dari Sekte Bambu Hitam, pertarungan keduanya cukup mengejutkan karena memiliki ranah kultivasi yang seri dan membuat pertarungan berlangsung tegang, maka kenaikan kali ini sangat tinggi hingga menjadi urutan ke 43 dari seratus sekolah beladiri teratas.


Xian Zi bertanya, "Kenapa tidak ada yang melawan Shixiong-kedua sejauh ini?"


Jing Yiran sebagai seorang pendamping mulai perlu menjelaskan pada Xian Zi, tentu saja Tetua puncak Ma Dao tidak suka repot-repot menjelaskan untuk murid mereka sampai seperti ini. "Setiap sekolah beladiri akan memiliki satu sampel khusus untuk satu murid. Murid yang terpilih secara khusus sudah di akui kemampuannya oleh petinggi Konferensi Pedang Tunggal, dia akan di bebaskan untuk pertarungan giliran pertama. Jika tidak ada murid yang melawannya maka dia tidak perlu untuk bertarung, inilah yang di sebut murid sepesial."


"Aku sangat iri! Dia akan lolos babak ini secara cuma-cuma tanpa perlu bertarung!" Xian Zi merasa sangat kagum. "Dan pada siapa hak itu jatuh untuk murid dari sekte kita?"

__ADS_1


Deng Lun meliriknya, "Menurut mu?"


Xian Zi langsung tercerahkan. "Itu kau Shixiong-kedua! Aku tidak menyangka kesukaan mu untuk terus-menerus berkultivasi telah membuahkan hasil! Tapi sayang sekali aku tidak bisa melihat mu bermain dengan Pedang Cinta Tanpa Suara sekarang."


Cara berfikir Deng Lun berbeda dengan Xian Zi, jika Xian Zi menginginkan kemenangan tanpa bertempur tapi tidak untuk Deng Lun. Menjadi satu murid terpilih menurutnya malahan dia tidak bisa mencoba mengeluarkan kemampuannya, bukan untuk di lihat banyak orang atau untuk pamer, bukan juga untuk merayu para gadis seperti nama pedangnya Pedang Cinta Tanpa Suara. Melainkan untuk menguji seberapa jauh kemampuannya telah berkembang sampai sekarang.


"Aku tidak berfikir ini bagus, aku bahkan tidak punya kesempatan untuk menarik pedangku di sebuah kompetisi. Apa gunanya aku ikut kemari tapi hanya bisa melihat orang lain bertarung dengan sungguh-sungguh sedangkan aku, tidak?"


"Jangan khawatir, kamu tidak akan kekurangan pengalaman pertempuran." Xian Zi kemudian bertanya pada Jing Yiran. "Yiran-shixiong, pertandingan Luo-shidi di mulai kurang berapa hari dari sekarang?"


"Lima hari lagi setelah pertarungan Qiao Nuo." Sambil mengingat pertempuran Qiao Nuo sewaktu itu. "Saat melihat pertempurannya aku tahu dia sangat berbakat, tidak akan mengejutkan karena Tetua puncak Ma Dao mengambil Qiao Nuo sebagai murid di puncak Erlang Xiao. Namun sebaik apapun cara dia berlatih dan bertempur, itu masih lebih besar dari egonya. Aku tahu Qiao Nuo seringkali bertindak berdasarkan ambisi yang besar, aku kurang suka dengan sikapnya tapi bagaimanapun sekte manapun juga akan memilih orang yang berbakat."


Memang di nilai sebagai pertarungan yang mengejutkan, setelah pertarungan Qiao Nuo yang berasal dari puncak Erlang Xiao, keberadaannya hampir tidak mudah terlihat namun sulit di lupakan telah memenangkan pertarungan dengan Sekte Bulan Jatuh puncak dua, hingga menarik nama Sekte Pedang Patah mereka menjadi nomor ke 32 yang sangat mencengangkan semua orang.


Kemenangan mereka sangat membanggakan, namun jika di bandingkan dengan Sekte Awan Giok yang hampir sama dengan jumlah urutan mereka, tapi sekarang Sekte Awan Giok telah maju lima langkah ke depan dengan urutan 27 dari seratus nama beladiri terbaik.


"Pertarungan Qiao Nuo sudah lewat, sekarang berarti hanya kurang empat hari lagi untuk Luo-shidi bertarung melawan Zhan Chen dari Sekte Awan Giok."


Jing Yiran menjelaskan dengan hati-hati. "Aku mengagumi marga Zhan, mereka tidak pernah menghasilkan orang dengan cangkang kosong. Mereka sangat hebat, sudah di pastikan bahwa jika nama mereka pasti akan ada di antara nama alhi beladiri terkemuka."


Xian Zi juga tahu perestasi kemampuan Zhan Fething, pencapaian yang luar biasa bahkan lebih tinggi dari yang pernah di capai Jing Yiran. Menjadi orang termuda yang sudah memimpin puncak, tidak ada orang yang meragukan kemampuan Zhan Fething. Meskipun lawan Lau Luo bukan Zhan Fething melainkan Zhan Chen, dia juga bukan lawan yang mudah untuk di hadapi.


Xian Zi menutup kipasnya. "Dunia persilatan benar-benar sempit! Mereka sebelumnya bertemu di kapal apung! Tidak aku sangka pertempuran di atas panggung juga akan tiba!"

__ADS_1


Dia juga segera mendecakkan gigi-giginya. "Aku pasti akan memasang taruhan terbesar di rumah perjudian untuk nama Luo-shidi agar bisa menang!"


__ADS_2