KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Aku tidak punya seseorang yang berharga


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan kembali ke gunung Zhang Zihan masih merasa heran, dia sangat jelas menyadari Lau Luo hanyalah bocah yang berada di ranah praktisi forqing qi tingkat satu, sekaligus hanya orang yang menyisakan seonggok kulit dan tulang namun berhasil membuatnya menelan kekalahan, itu sama saja menjadi tamparan keras untuknya di permalukan di hadapan banyak orang sebagai pemimpin bandit gunung.


Zhang Zihan mengacu kuda keras lalu tersenyum muram. "Bagaimana mungkin! Perbedaannya sejauh sebelas ranah praktisi dia bisa mengalahkan ku!"


Jika bukan dia sendiri yang mengalaminya, Zhang Zihan tidak akan percaya! Zhang Zihan mengusap lehernya yang tergores kecil, saat di bandingkan luka parah Lau Luo, bocah itu benar-benar bertindak nekat.


"Yah, wajar dia bisa menang. Jika itu aku, aku tidak akan melakukan tindakan sebodoh itu.. itu sinting."


Zhang Zihan menganggkat tangannya untuk memberikan arahan pada para bandit gunung yang lain. "Katakan pada pimpinan, Belati Petir Mutan tidak ada hubungannya dengan warga desa. Aku akan melakukan cara lain untuk mendapatkannya sendiri!"


Satu bandit bersorak kencang untuk membagi grup menjadi dua, Zhang Zihan mengambil dua orang untuk mengikutinya di belakang pacuan kuda, dia lalu berhenti di sebuah rumah kecil di pinggiran gunung. Rumah itu terlihat sangat sederhana, meskipun rumah itu sederhana jika di bandingkan dengan perumahan di lingkungan primitif rumah itu tergolong masih mewah.


Zhang Zihan baru mengikat kudanya, dan langsung di hampiri oleh seorang gadis kecil.


"Ge, kau kembali?"


Zhang Zihan menoleh. "Hm, Ziyi.. aku punya hal yang harus kamu lakukan."


Zhang Ziyi mendengarkan dengan seksama. "Apa itu ge?"


"Beberapa orang-orang ku yang membawa Belati Petir Mutan di pukuli oleh sekelompok kecil pencuri, karena aku sudah melakukan kontrak kutukan darah untuk tidak berurusan dengan pencuri itu, aku tidak bisa melanggarnya. Jadi Ziyi kau harus berbaur dengan mereka, saat ada kesempatan kau harus mengambil Belati Petir Mutan."


Dia sangat kenal dengan kakaknya itu, Zhang Zihan seorang pemimpin bandit gunung yang kerjanya untuk merampok dan mencuri orang. Dia kali ini baru dengar jika bandit gunung juga bisa di curi..


Zhang Ziyi, "...."


Zhang Ziyi sedikit meruntuk. "Apa aku bisa melakukannya? Zihan-ge aku tidak yakin.."


Zhang Zihan memegang pundak Zhang Ziyi. "Meskipun dia masih bocah, pria tetaplah pria! kau lakukan apapun untuk mendekati mereka, saat ada celah kau hanya perlu mengambil Belati Petir Mutan dan kembali. Ziyi, jika kau bisa sedikit mengisi hatinya itu akan lebih mudah! Apa kau tahu, bocah itu hampir mati melawanku hanya untuk seorang gadis.."

__ADS_1


Zhang Zihan tahu saat kristal spiritual berbentuk tiga dimensi, cahaya merahnya sudah melukis cucu perempuan pemimpin Sekte Pedang Patah, Gu Hanjun dan saat hampir mengurai sempurna, tidak ada alasan bagi Jing Yiran untuk menghancurkannya ketika dugaannya salah.


Dan lagi gadis yang bersama dengan Lau Luo mirip dengan wajah Su Wan'er orang yang di rumorkan sebagai cucu seorang pemimpin sekte. Pria akan memiliki sifat simpatik dan perlindungan saat usia mereka hampir belasan tahun. Dia hanya perlu menabur benih untuk menariknya, apalagi Ziyi memiliki wajah yang cantik agar bisa memanfaatkannya dengan mudah.


Zhang Ziyi mulai tersenyum arogan. "Jika itu keinganan mu Zihan-ge, kau akan mendapatkannya! Aku akan membuatnya takhluk, sekelompok bocah pecundang! hanya sekedar kuat, bukan berarti mereka tidak bisa di bodohi."


*


Setelah selesai menjahit semua luka dalam yang ada di perut dan punggungnya, sekarang adalah hari ke dua bagi Lau Luo terbaring tidak sadarkan diri tepat saat dia selesai mendapatkan pengobatan dari pertempurannya dengan Zhang Zihan.


Karena dua hari sudah berlalu, Jing Yiran memperbolehkan mereka untuk melihat bagaimana keadaan Lau Luo. Orang itu masih terbaring seperti kayu mati, namun wajahnya yang memutih karena pucat perlahan-lahan sedikit mulai terlihat lebih baik.


Can Sua memutar matanya. "Senior Yiran, bagaimana keadaan saudara Luo sekarang?"


Jing Yiran berkata tenang. "Kurasa semuanya sudah membaik, biarkan Xiao Luo beristirahat selama satu minggu agar jahitannya mengering. Apa kau bisa membuat bubur lagi untuknya?"


"Aku bisa." Can Sua.


Tapi hari ini tidak seperti dua hari yang lalu, yang akan membiarkan bubur itu menjadi dingin dan tidak bisa di makan, karena sekarang kelopak mata Lau Luo sedikit mengigil yang menunjukkan bahwa orang itu akan segera membuka mata


Jing Yiran lalu menghampiri Lau Luo mengetahui orang itu sudah terbangun, dia segera menambahkan ramuan bergizi darah dan obat pemerkuat qi ke dalam bubur yang di buat Can Sua.


Jing Yiran berkata acuh dan sedikit mencibir. "Kau akan mati karena busung lapar, tulangmu di lapisi kulit.. bukan daging."


"Kau harus memakan bubur agar cepat sembuh, jika kau tidak mau memakan apapun kau akan segera mati."


Lau Luo, "...."


Dia kemudian memakannya dengan sangat pelan tanpa suara, sambil memaksakan menelan bubur berbau campuran obat yang menyengat itu. Segera setelah dia selesai memakannya, dia lalu memindai cincin penyimpanan yang di berikan Zhang Zihan padanya, awalnya dia sedikit terkejut mengetahui ada selembar lukisan gadis dan tertera nama Zhang Ziyi di belakangnya.

__ADS_1


Jing Yiran mengambilnya dan langsung membuka mulutnya tersenyum dan dia berkata dengan cermat.


"Saat kau mendapatkannya dari Zhang Zihan dan membandingkannya dengan tempramen pria itu, dia sepertinya memberikan 'Zhang Ziyi' padamu. Kau telah mendapat tangkapan yang cukup besar Xiao Luo.. jika itu aku, aku akan menolaknya karena hadiah sebenarnya adalah seorang gadis, tentu aku tidak ingin memiliki calon selir saat aku menikah kelak."


Lau Luo, "...."


Apa dia punya kesempatan untuk menolak? Zhang Zihan hanya melemparkannya dan tidak memberitahu apa yang ada di dalam.


Lau Luo melihat ke arah Jing Yiran dan bertanya menggunakan sebutan kesopanan, karena Jing Yiran saat ini sudah menjadi Xianjun di puncak Yilin. "Yiran-xianjun apa kelak kau akan menikah?"


Jing Yiran diam sejenak. "Tidak, secara alami menikah akan membuang-buang waktu."


"Lebih baik menggunakan waktu yang ku miliki hanya untuk melindungi siapapun yang lemah, dan mewujudkan jalan menuju kebenaran karena aku seorang kultivator taois.. aku memutus keinginan duniawi salah satunya seperti menikah."


Lau Luo segera bertanya. "Jadi Xianjun tidak memiliki seseorang yang benar-benar ingin kau lindungi?"


Jing Yiran menjawabnya dengan cepat tanpa berpikir dua kali. "Semua yang bernyawa dan yang hidup, yang bernafas dan yang bergerak, aku akan melindungi semuanya."


Lau Luo bergumam sedikit. "Untuk apa melindungi orang lain yang tidak kita kenal dan melindungi semua orang yang hidup dan yang bernafas jika kita tidak bisa melindungi orang yang paling berharga bagi kita sendiri?"


Semisal jika Lau Luo kehilangan Ah Jiu-ge, jika dia kehilangan Shu Zi Jiu.. maka dunia sudah tidak ada artinya lagi.


"Apa arti kultivator taois seperti itu?"


Untuk pertama kalinya sebagai seorang Xianjun terhormat sekalipun, Jing Yiran tidak bisa menjawab pertanyaan seperti itu. Dia terdiam selama beberapa detik kemudian dia hanya menyibakkan jubah di lengannya serta wajahnya yang terbiasa dalam kelumpuhan ekspreksi itu sekarang sedikit sedih namun juga tegas, sedikit berubah hangat seperti nyala lilin kekuningan tapi juga ada kabut dingin di bawah kelopak matanya seperti balok es yang membeku.


Sebelum dia membuka mulutnya untuk berkata dingin dan acuh tak acuh.


"Aku tidak punya seseorang yang berharga."

__ADS_1


"Baik itu nyawa seseorang atau kehidupan orang lain, nilainya di mataku semuanya sama saja."


__ADS_2