
Orang-orang yang mengikuti Konferensi Pedang Tunggal telah datang lebih awal termasuk Kaisar Mo Jing Wei datang secara khusus sebagai tuan rumah acara, dia duduk di kursi platform tinggi yang di siapkan oleh walikota kota Cang'Su.
Di sebelah kursi Kaisar Mo Jing Wei, ada kursi yang di sediakan khusus tapi masih kosong yang masih terlihat belum di duduki dan juga beberapa kursi yang sudah di tempati oleh para petinggi dari perwakilan sekte setiap empat benua. Kursi yang di sediakan walikota Cang'Su adalah tempat paling bagus untuk menikmati setiap pertarungan, mungkin sebagai bentuk menunjukkan rasa antusias walikota Cang'Su untuk kemeriahan kompetisi yang di adakan kali ini.
Mo Jing Wei sebagai tuan rumah benua timur yang mengadakan Konferensi Pedang Tunggal kali ini, dia juga menyiapkan seseorang di tahap tingkat tiga dan empat menengah untuk mengawasi agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak di inginkan. Mereka di tempatkan di sisi luar tabir, juga di berbatasan tempat para penonton. Sedangkan untuk murid-murid para beladiri sekte yang mengikuti kompetisi, mereka menempati tempat paling depan dengan penonton.
Seratus sekolah beladiri berkumpul di satu tempat dengan pakaian mereka yang mudah di kenali dari sekte mana mereka berasal, seperti jubah cyan berwarna biru langit adalah murid dari Sekte Pedang Patah dan sulaman awan menandakan murid dari puncak Yilin. Para pendamping seperti Jing Yiran dan Ma Dao juga duduk di depan sedangkan para murid di belakang mereka.
Sekte beladiri mereka di tempatkan di posisi sembilan puluh menurut hasil mereka mengikuti Konferensi Pedang Tunggal saat beberapa tahun yang lalu, jadi karena Sekte Pedang Patah tidak mendapatkan tempat duduk di kursi terdepan maka tempat yang mereka duduki merupakan tempat yang kurang jelas untuk menonton setiap pertarungan nantinya.
Seperti sekarang, mereka kurang begitu jelas melihat papan pengumuman yang menampilkan dua nama, jika juri pertandingan tidak meneriaki nama dengan keras, Xian Zi tidak akan tahu siapa orang pertama yang akan bersaing dari sekte mereka.
"Benua timur, Sekte Pedang Patah puncak ke dua Erlang Xiao, Su Wan'er! Melawan Sekte Begonia Kelopak Lima dari benua tengah, Fang Fu!" Karena mengatakannya menggunakan inti spiritual, meskipun suaranya rendah akan terdengar ke segala penjuru barisan penonton.
Mendengar ini Chuxi yang berdiri di kerumunan merasa ingin mengutuk, dia baru bertemu Fang Fu kemarin dan sekarang mereka di pertemukan lagi, benar-benar dunia persilatan sempit seperti daun kelor!
Xian Zi membuka kipasnya yang terlihat cerah, dan kemudian dia tertawa kecil. "Bertemu kawan lama, seharusnya merasa bahagia bukan mengutuk."
Melihat percikan api di mata Chuxi yang di layangkan ke arah Fang Fu, Xian Zi melihat ke arah mana jika mereka teman?
Pada saat ini, seseorang berseru di tengah kerumunan. "Sekte Begonia.. bukankah mereka sekte tertutup dari benua tengah yang semua muridnya hanya perempuan cantik-cantik? Setelah melihat Fang Fu dengan jelas aku tahu kabar itu memang benar!"
__ADS_1
Orang lain berkata di sebrang penonton. "Sekte mereka sangat besar dan tertutup! Sangat sulit mendapatkan berita tentang mereka! Tapi siapa lawannya? Su Wan'er.. aku pernah mendengar namanya tapi tidak bisa mengingatnya dengan jelas!"
Orang yang mengatakan itu langsung mendapatkan jitakan di atas kepala. "Kamu sinting.. kamu tahu siapa kakeknya? Dia cucu pemimpin sekte yang jarang muncul selama bertahun-tahun Su Wan'er cucu pemimpin Sekte Pedang Patah!"
Yang mendapat jitakan kepala hanya menjulurkan lidah dan tertawa. "Maaf, maaf! Aku tidak bisa mengenalinya karena dia berpakaian biasa.. dan tidak mencolok sama sekali."
Tanpa memperdulikan gunjingan tentang dirinya, Chuxi dengan acuh tak acuh melompat ke atas arena. Jubah putihnya bergerak ringan dan jentikan ujung jari kakinya sangat ringan seperti kapas yang terbang.
Berdiri di sana, matanya langsung mengunci di tengah-tengah Sekte Begonia, dia menarik bibirnya ke atas dan tersenyum licik namun karena ada gigi putih yang seperti kelinci meskipun sepicik apapun dia, dia selalu memiliki wajah yang sangat manis. Untuk sesaat perhatian penonton benar-benar melayang ke senyuman Chuxi, senyuman yang membuat semua orang merasa tidak nyaman, seringaian yang penuh penghinaan jelas di tunjukkan ke arah Fang Fu.
Jika mata Fang Fu adalah kepala, pasti sekarang sudah berdenyut karena tatapan Chuxi.
Dia lalu dengan ringan berjalan ke arah arena. Penampilannya jauh dari kesan sombong, tapi karena mata Fang Fu sedikit sipit dari kebanyakan orang-orang, itu terlihat mengintimidasi untuk orang-orang tertentu seolah-olah merendahkan mereka.
Dia menangkupkan tangannya dan pola begonia terlihat jelas di antara jubahnya. "Fang Fu, dari sekte Begonia Kelopak Lima dan murid dari puncak ke dua."
Seperti rumor yang beredar, Fang Fu sangatlah cantik. Dia mengenakan jubah murid sekte begonia.. namun sedikit berbeda dengan yang lain, jubahnya di kerjakan dengan pengerjaan yang rumit, rambutnya lurus panjang dan sulaman begonia di sulam menggunakan warna emas. Jika orang melihatnya, bisa di katakan Fang Fu adalah keanggunan yang di miliki benua tengah dan seolah kecantikan yang tidak bisa di gapai.
Karena kecantikan seperti Fang Fu harus bersembunyi di sekte tertutup, mengetahui ini para penonton laki-laki tidak bisa berhenti untuk mendesah sayang.
Sebelum pertandingan di mulai, kedua partisipasi harus saling mengenalkan diri. Karena juri sudah mengumumkan identitas mereka, kenapa Chuxi harus mengeluarkan napas lebih banyak untuk perkenalan diri.
__ADS_1
"Tidak perlu repot-repot dari mana dan puncak mana aku berasal, panggil saja Chuxi."
Karena Chuxi terlihat tidak ingin menyerang terlebih dahulu, Fang Fu langsung mengeluarkan pedang di pinggangnya dan menghunus dengan cepat.
Dengan satu langkah mundur ke belakang, Chuxi menghindarinya. Chuxi menarik mainan pedang yang di berikan anak-anak beberapa hari lalu untuk memblokir serangan Fang Fu, meskipun pedang Chuxi lentur dan fleksibel tetapi begitu beradu dengan serangan Fang Fu langsung menimbulkan suara yang keras seolah-olah terbuat dari baja kuat.
Fang Fu langsung mengeryitkan kening melihat bilah di tangan Chuxi. "Pedang mainan? Saudari beladiri Chuxi, melihatmu sama sekali tidak serius. Apa kamu.. kesetanan salah mengira kita berdiri di sini untuk pertunjukkan menghibur?"
Lau Luo yang berdiri di depan murid puncak Erlang Xiao tidak merasa terkejut, karena dia mengenal jelas bahwa Chuxi suka berbuat seenaknya tanpa mempedulikan apakah perhatian akan di arahkan padanya dengan mencemooh atau spekulasi apapun tapi Chuxi tidak akan peduli sedikitpun.
Barisan murid puncak Erlang Xiao saling berbisik, sebagian dari mereka menutupi wajah karena tidak ingin merasa malu ketika Chuxi mengeluarkan pedang paling bersejarah di depan ribuan kultivator.. yaitu pedang mainan untuk bertanding di konferensi yang di adakan minimal lima tahun sekali.. bukankah kesombongannya terlalu sinting?
Fang Fu melihatnya hanya tersenyum dan dia menarik kembali pedangnya, mengambil beberapa langkah mundur untuk mengambil jarak. Langkanya tenang dan rapi, gerakan tangannya lentur, kemudian sinar menyala dari bilah pedang Fang Fu.
Pedang itu berubah menjadi berlipat ganda memukul setiap sisi pertahanan Chuxi menggunakan teknik Ilusi pedang. Mengetahui kemampuan Fang Fu salah satunya adalah seni ilusi, Chuxi tidak berniat menerima serangan yang datang jadi dia menghindar sambil mengubah posisi bertahan ke menyerang.
Namun langkah ini seperti sudah di perhitungkan oleh Fang Fu, dia dengan cepat dan akurat merobek pedang di tangan Chuxi.
Saat dia melakukannya, Fang Fu tidak tahan untuk mendesis. "Bisakah kau berhenti menggunakan pedang seperti ini?!"
"Kita sedang bertanding sungguh-sungguh, jika kau hanya bermain-main itu sangat menyebalkan!"
__ADS_1