KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Cucu pemimpin sekte


__ADS_3

Duan Yanyue dengan lihai mulai menjelaskan secara rinci bagaimana dia memilih pedang di tangannya. "Di nilai dari tekstur dan ketebalannya, pedang ini lebih baik dari pada yang tadi. Pedang ini akan bisa bertahan lebih dari sepuluh serangan, tidak lain ini juga pedang yang tidak terlalu berguna."


Dia kemudian memilih pedang perak dengan satu kristal putih di ujung gagangnya sebelum Duan Yanyue kembali menjelang. "Berat ini adalah yang paling ringan dari yang lain. Meskipun demikian tipis, pedang ini tidak akan mudah patah. Jika kau menggunakan setengah dari kemampuan mu, pedang ini bisa bertahan selama tiga pertempuran. Jika kau mengerahkan kemampuan yang lebih besar dari yang bisa di tampung oleh pedang ini, sayangnya akan bertahan selama dua putaran pertempuran sebelum benar-benar patah."


"Tidak apa-apa, pedang ini sudah lebih dari cukup." Lau Luo tidak repot-repot melihatnya dan hanya menyarungkannya pedang itu kembali ke pinggangnya.


Setelah melakukan pembayaran pedang Lau Luo, Jing Yiran menangkupkan tangannya pada Duan Yanyue. "Terimakasih untuk saudara beladiri Duan."


"Jika kau mengalami kesulitan di benua timur jangan sungkan-sungkan untuk bertemu kami di puncak Yilin, kami pasti akan membantu ataupun memberi sedikit saran pada saudara beladiri Duan."


Duan Yanyue sangat senang, dia mengeluarkan kotak brokat yang di dalamnya terdapat tiga butir pil. Di lihat dari pil-pil itu memiliki kualitas yang tinggi, bisa di kategorikan itu sebagai pil kualitas pertama dan Duan Yanyue memberikannya kepada mereka.


"Kalau begitu aku akan merepotkan master puncak junior untuk pertemuan di masa mendatang."


Kabar bahwa Jing Yiran pasti akan mewarisi puncak Yilin setelah Shao Yi Chen sudah di ketahui banyak orang, dan hal itu sudah tidak umum lagi. Orang-orang yang menghormati mereka akan memanggil dengan kesopanan 'Master Puncak Junior' pada Jing Yiran, dan juga 'Dewa Puncak Shao' pada Shao Yi Chen yang keduanya berasal dari Yilin.


Jing Yiran menerima kotak brokat di tangannya, dia tahu jelas kegunaan pil-pil itu. Saat menerimanya dia kemudian tersenyum ramah. "Saudara beladiri Duan sangat ramah dan baik hati, beruntung bagiku untuk tidak sengaja bertemu dengan saudara beladiri Duan di sini "


Tidak satupun dari Lau Luo atau Jing Yiran yang pernah mendengar nama Duan Yanyue, tapi bisa di pastikan bahwa orang-orang yang memiliki pelelangan biasanya mereka bersifat sedikit kikir untuk menghitung untung dan rugi. Namun berbeda dengan Duan Yanyue, dia memberikan pil-pil kualitas tinggi itu dengan cuma-cuma.. betapa dermawan nya..? Padahal mereka baru bertemu!


Duan Yanyue menggelengkan kepalanya dan mengibasi lehernya sendiri. "Bukan apa-apa, bukan apa-apa!"


Duan Yanyue langsung tersenyum lebar melihat orang-orang yang baru datang di toko itu dan dia segera berkata pada mereka "Kalian melihat orang-orang itu? Mereka adalah pelanggan ku jadi aku akan ke sana terlebih dahulu dan bergabung dengan mereka "

__ADS_1


Melihat punggung Duan Yanyue pergi, Lau Luo menatapnya sedikit lebih lama sambil berfikir dia akan membeli beberapa set pil darinya jika bertemu lagi. Mungkin saja Duan Yanyue menjual beberapa pil untuk memperkuat ketahanan tubuh, jika ada kesempatan untuk membelinya dia akan mengirimkannya untuk Ah Jiu-ge.


*


Di malam harinya saat menggunakan Embun Beku Mengambang sebentar pada Zhan Chen waktu itu, Lau Luo menyadari bahwa permainan pedangnya masih sangat kaku. Maka malam harinya dia berlatih seni berpedang di dekat Danau Ye dan secara berulang-ulang kali menerapkan teknik Angin Meniup Awan yang terkenal dari Sekte Pedang Patah mereka.


Angin Meniup Awan adalah teknik yang di lakukan sangat lembut hingga tidak menimbulkan suara apapun. Untuk itu meskipun Lau Luo sudah melakukan gerakan lebih dari lima kali berulang, suasana di dekat Danau Ye terasa begitu sunyi hingga suara jangkrik jauh terdengar lebih keras.


Teknik ini akan cocok di lakukan oleh pembunuh bayaran karena tidak menimbulkan suara, mereka juga akan lebih dulu membunuh targetnya sebelum targetnya mampu menyadari. Namun sayangnya orang yang menciptakan teknik Angin Meniup Awan berjiwa taois yaitu mereka adalah orang-orang yang berhati baik dan teknik yang hanya di gunakan untuk jalan kebenaran untuk membantu orang yang lebih lemah.


Saat Lau Luo melatih teknik Angin Meniup Awan, tiba-tiba ada suara orang lain yang berbicara padanya. "Permainan seni berpedang yang bagus.. Luo-shixiong?"


Orang yang mengatakannya adalah seorang laki-laki yang memiliki usia sama seperti Jing Yiran, di lihat dari suaranya yang datar itu tidak tahu apakah benar pujian apa cuman omong kosong.


Lau Luo melihat pedang perak di tangannya sambil menahan diri agar tidak menghela nafas karena jari-jarinya harus lebih lentur saat menggunakan pedang, atau permainannya akan kacau. Dia mengingat terakhir kali Lau Luo memegang pedang adalah saat bertemu dengan Immortal Shangya dan itu sudah cukup lama baginya untuk tidak memegang pedang lagi, jadi wajar saja jika gerakannya sedikit kaku dan masih terbata-bata


Karena mungkin saja Lau Luo tidak tahu siapa namanya, orang itu segera memperkenalkan diri. "Aku Cao Tao, dari puncak ketiga, puncak San Bian."


Cao Tao tahu bahwa Lau Luo pasti tidak mengenal namanya, jadi dia otomatis memperkenalkan diri.  Secara fitur yang paling mencolok dari Cao Tao bahwa alisnya seperti pedang, wajahnya sangat pas, di lihat dari guratan-guratan di pipinya, dia adalah orang yang sering sekali tersenyum.


Meskipun usia Cao Tao lebih tua dari Lau Luo, karena dia berada di puncak ke-tiga dan Lau Luo berada di puncak pertama, maka Cao Tao harus memanggil Lau Luo sebagai Shixiong atau saudara beladiri laki-laki senior.


Lau Luo menghentikan permainan berpedangnya sejenak, bergumam dengan suara yang dingin. "Kau ada perlu di sini?"

__ADS_1


Cao Tao segera menggelengkan kepalanya. "Sebenarnya aku ingin menemui Yiran-shixiong apakah dia sudah mendapatkan jadwal Konferensi Pedang Tunggal, jika sudah mendapatkannya aku ingin melihat besok aku akan melawan siapa di kompetisi nanti."


Mengetahui lawan sebelum pertempuran akan sangat berguna, selain bisa menilai tingkat kekuatan lawan juga bisa mempersiapkan teknik yang cocok untuk di gunakan sebelum pertandingan.


Lau Luo menunjuk arah kamar Jing Yiran. "Mungkin saja dia sedang berada di kamarnya, kau bisa ke sana."


Kamar Jing Yiran juga dekat dengan Danau Ye dan letaknya tidak terlalu jauh dari tempat Cao Tao berdiri sekarang, jadi dia memiliki waktu untuk berbasa-basi sejenak.


"Aku berpikir nona Wan'er sangat tidak suka bergaul dengan murid puncak Erlang Xiao. Karena dia tidak dengan mu kemana dia sekarang?"


Sewaktu Chuxi menderita luka dari pertempuran melawan Qiao Nuo, Cao Tao pernah melihat sekali Lau Luo dan dia bisa menyimpulkan bahwa Lau Luo memiliki hubungan yang akrab dengan Chuxi.


Tapi perkataan Lau Luo membuat Cao Tao terkejut.


"Siapa gadis nona yang kamu maksud itu?"


Setelah sempat keheranan, Cao Tao segera berkata. "Kau tidak mengenalnya? Padahal kau mendatanginya di ruang kesehatan sewaktu nona Wan'er terkena Racun Panas dari Demonic Beast. Melihat seberapa khawatirnya kau saat itu ku kira hubungan kalian dekat, tapi sepertinya tidak begitu juga.."


Lau Luo baru menyadari dia tidak mencoba mengenal Chuxi dengan baik. Dari latar belakang keluarga mana, dengan identitas seperti apa Lau Luo benar tidak mengetahuinya dan dia baru tahu dari Cao Tao sekarang dan sebenarnya identitas gadis itu adalah Su Wan'er cucu dari seorang pemimpin sekte.


Kali ini giliran Lau Luo yang di buat tercengang, jadi Lau Luo juga segera bertanya.


"Jadi maksud mu, dia adalah cucu pemimpin sekte Su Wan'er?"

__ADS_1


__ADS_2