
Chang'Su adalah kota yang paling dekat dengan beberapa kekaisaran, terutama Kekaisaran Yin yang telah mendapat giliran sebagai tuan rumah resmi untuk mengadakan Konferensi Pedang Tunggal di benua timur, karena tahun sebelumnya Konferensi Pedang Tunggal telah di lakukan di benua utara. Dan juga di karenakan kaisar Mo Jing Wei sekarang memiliki hubungan yang erat dengan orang-orang di Chang'Su maka pengerjaan Konferensi Pedang Tunggal telah berjalan lebih lancar daripada yang di perkirakan
Karena kapal telah berlabuh di dermaga maka mereka harus berjalan kaki saat memasuki kota. Xian Zi sudah mengeluarkan kipas saat berjalan di keramaian kota Chang'Su, bisa di lihat dari ujung dahi Lau Luo yang penuh keringat maka keadaan kota Chang'Su sangat panas apalagi matahari sudah berada di puncak paling tinggi.
Xian Zi mengeluarkan beberapa set kipas lalu membagikannya kepada yang lain namun Lau Luo menolaknya jadi Xian Zi dengan datar mengangkat bahunya, lalu memberikan kipasnya kepada junior perempuan yang kebetulan lewat dari puncak lain.
Saudari junior perempuan itu sangat senang, kemudian dia langsung mengipasi lehernya yang kepanasan. Setelah menerima kipasnya dia mengucapkan terimakasih dan langsung pergi.
"Terimakasih Zi-shixiong."
Xian Zi juga memberi senyuman pada Shimei yang terlihat cantik itu. "Sama sekali bukan masalah."
Keadaan kota Chang'Su sangat tenang beberapa pedagang, kultivator, rakyat biasa dan juga orang asing menjalin kehidupan harmonis. Hal ini di karenakan para penjaga melarang pertarungan di dalam kota.
Mereka adalah orang-orang yang mengenakan baju besi dan berkeliling jalan untuk berpatroli, jika penjaga kota kebetulan melihat pertarungan para kultivator beladiri maka mereka akan menghentikan pertarungan agar tetap menjaga ketertiban. Jika saja penjaga bertemu orang kuat yang terlibat dalam perkelahian, mereka akan membawa anak-anak orang tua dan wanita terlebih dahulu untuk mencari tempat aman, atau mempersilahkan mereka untuk mencari tempat di luar Chang'Su untuk melanjutkan pertarungan, agar anak-anak, bunga dan rumput tidak ada yang rusak.
"Ah! itu..?" Setelah melihat keramaian dan beberapa penjaga kewalahan, Xian Zi terkejut lalu menutupi mulutnya menggunakan kipas.
Para penjaga itu terlihat linglung dan bingung karena bukan perkelahian yang terjadi, namun adu mulut dari murid-murid beladiri. Jadi sebagian mereka bingung harus memisahkannya atau tidak karena tidak merusak properti kota Chang'Su manapun.
"Benar-benar.. fu*k! Aku yang telah melihatnya lebih dulu tapi kau mengambilnya!'' Di lihat dari kata-kata umpatan yang sering di keluarkan pasti tidak lain dari mulut Chuxi.
Xian Zi dari kejauhan langsung menghela nafas. "Ah! Kita mengenal orang itu.. haruskah kita berbalik dan memutar agar tidak terlibat dengannya untuk di permalukan bersama?"
Lau Luo juga mendesah malas. "Kita menghampirinya."
Orang yang beradu mulut dengan Chuxi tidak menyerah, dia masih memegang cindra mata dan tidak mau melepaskannya sama sekali. "Tidak masalah siapa yang lebih dulu melihatnya! Aku sudah membayarnya, apa kau bisa membayarnya?"
__ADS_1
Karena Chuxi tidak mengenakan jubah puncak Erlang Xiao dan hanya mengenakan pakaian sederhana yang mudah di temui di pasar, dan karena itu dia pasti terlihat seperti seseorang yang tidak akan memiliki jumlah uang banyak untuk di bawa dan juga terlihat mudah di tindas.
Chuxi paham betul jika orang lain menganggap nya rendah, dia mengumpat di pikirannya sambil memperhatikan jubah perempuan di sebelahnya yang di rajut dengan bunga begonia.
"Kelopak lima..."
Melihat apa yang di perhatikan Chuxi perempuan itu tersenyum. "Ya! Namaku Fang Fu, aku dari benua tengah! Kau bisa mengenaliku sebagai tamu istimewa untuk benua timur mu jadi lepaskan tanganmu, mana tatakrama mu saat bertemu dengan tamu dan melayaninya selayaknya raja!?"
Chuxi kali ini tidak tahan untuk tersenyum, dia tertawa mengejek. "Kau jangan tiba-tiba memutus perkataan ku, kau bisa salah paham dan menilai dirimu sendiri tinggi."
"Kelompok lima, aku ingin mengatakan bahwa bilangan ganjil bernilai buruk. Kau tahu apa artinya itu? Itu berarti jika kita bertarung baik sekarang ataupun nanti di kompetisi sudah bisa di pastikan bahwa kaulah orang yang akan kalah."
Fang Fu, "...."
Hanya setengah menit, pertarungan adu mulut itu sudah berubah menjadi pertarungan pertukaran serangan. Para penjaga kota Chang'Su merasa menyesal bahwa mereka tidak menghentikannya sejak awal, mereka lalu mengambil anak-anak yang entah bagaimana terlihat sudah akrab dengan Chuxi agar tidak ikut campur dengan pertarungan.
/Jiejie : Kakak perempuan.
Xian Zi yang baru datang mengatakan dan mencibir. "Katakan yang sebenarnya, 'Kau lelah-lelah lah bertarung aku akan melihat mu!' atau 'Jangan sampai kau kehilangan cindra mata itu!' Kau masih kecil tapi sangat licik."
Anak yang pandai bersilat lidah itu tertawa. "Hanya lelucon, tidak perlu di anggap serius!"
Lau Luo yang baru tiba di sebelah Xian Zi kemudian dia berkata pada Chuxi yang sudah menghentikan pertarungannya dengan Fang Fu.
Lalu berkata pada Fang Fu. "Siapa yang terlihat kawan ini? Benar-benar cantik.."
Hanya Xian Zi yang mampu dengan tepat memahami perkataan Lau Luo, itu di artikan seperti ini 'Kau terlihat kasar dan jelek, aku tidak peduli nama mu.'
__ADS_1
Namun Fang Fu langsung berubah senang, garis rona merah sudah memoles pipinya seperti tomat rebus. "A-aku Fang Fu."
Lau Luo mengangguk sedikit sebagai tanggapan sebelum dia bertanya lagi. "Lalu apa yang sudah terjadi tadi, kau dengan saudari ku?"
Fang Fu sempat terkejut, dia membandingkan Chuxi dengan Lau Luo yang sama sekali tidak menunjukkan kemiripan bahkan seujung jaripun. "Jadi kalian berdua bersaudara, kenapa tidak mirip?"
"Jika tidak mirip, apa itu tidak mungkin?" Lau Luo melihat ke arah Fang Fu sebelum dia berkata dengan suara rendah. "Lalu apa yang sedang terjadi di sini?"
Fang Fu menggelengkan kepalanya dan tersenyum ramah. "Bukan apa-apa hanya cindra mata yang tidak berarti selain hanya untuk menyenangkan mata."
Lau Luo ingin membayar tapi ketika dia membuka kantong penyimpanan, sama sekali tidak ada uang karena beberapa hari yang lalu sudah dia kirimkan ke toko Chan Zao untuk menggantinya karena pernah merusakkan pedang di toko itu.
Melihat pihak lain tidak memiliki uang, Fang Fu tersenyum. "Tidak perlu membayar kembali jika kau mengingikannya ambil saja, aku bukan orang yang terlihat seperti tidak akan melepaskan beberapa keping perak."
Lau Luo tersenyum sedikit. "Ya, terimakasih."
"Sama sekali bukan masalah, aku akan pergi lebih dulu." Fang Fu melihat punggung orang-orangnya yang sudah berjalan pergi, dia lalu kembali duduk ke rombongan kelompoknya dan bergabung melanjutkan perjalanan.
Karena sudah menghentikan persiteruan Chuxi dan Fang Fu, Lau Luo kemudian menarik tangan Chuxi, dan perempuan itu terlihat sangat kesal. "Luo-didi kau.."
"Kau lepaskan saja tanganku, aku bisa berjalan sendiri."
Kemudian Lau Luo melepaskan tangannya, Chuxi langsung mengigit bibir bawahnya seolah-olah air dingin tumpah ke arahnya sampai membuatnya tenggelam. Mereka sudah mengenal lama, separuh perjalanan yang di lalui bersama, di perguruan yang sama!
Meski Lau Luo tepat berjalan di depannya, tapi Chuxi merasa semakin jauh dan semakin jauh. Setelah berada di puncak Yilin dan puncak Erlang Xiao, mereka tidak punya waktu untuk bertemu sekalipun dan waktu yang di habiskan juga semakin menjadi sedikit.
Namun setelah bertemu, hal pertama yang di lakukan Lau Luo adalah untuk melepaskan tangannya, jadi Chuxi tidak tahan untuk bertanya. "Kau jangan memanggilku saudari lagi, apa kita bersaudara?"
__ADS_1
Chuxi yang melihat keperawakan Lau Luo yang sudah berubah lebih jauh, lebih dingin dan sensasi hawa di sekitarnya sedikit gelap, saat merasakannya dia tidak tahan untuk berteriak. "Apakah kita pernah bertukar sake atau arak kemudian meneriakkan sumpah serapah bahwa seumur hidup kita adalah saudara!?"