
Saat mendengarkan Jing Yiran akan meminjamkan pedangnya yang hampir tidak pernah jatuh ke tangan siapapun, Xian Zi terbelalak kaget. "Yiran-shixiong jangan terlalu berpilih kasih, kau tidak pernah meminjamkan Embun Beku Mengambang pada siapapun dan lagi jika bukan tuan dari pedangnya orang lain tidak akan bisa menggunakannya."
"Benar." Jing Yiran tersenyum kecil. "Aku hanya bercanda."
Lau Luo, "...."
Mau tidak mau, di Konferensi Pedang Tunggal nanti dia harus bertarung dengan tangan kosong karena tidak memiliki senjata. Tapi Mendengar Embun Beku Mengambang tidak bisa di tarik oleh siapapun selain Jing Yiran, Lau Luo tidak tahan untuk bertanya. "Shixiong, kenapa pedang mu tidak bisa di gunakan oleh orang lain?"
Melihat Lau Luo yang tidak tahu hal mendasar seperti ini, Jing Yiran tidak tahu harus menangis atau tertawa jadi dia mulai menjelaskan dengan suara rendah. "Bukan hanya sekedar pedangku, Embun Beku Mengambang. Melainkan semua senjata milik orang lain akan berlaku juga, jika seseorang sudah mengaktifkan pedang dengan cara meneteskan darah ke permukaannya jika pedangnya tidak menolak maka seseorang itu di akui sebagai tuan dari pedangnya."
Setelah jeda sejenak, Jing Yiran kembali berkata. "Dan jika pedang siapapun sudah bertuan, maka siapapun tidak akan bisa menggunakannya. Tapi aku pernah mendengar ada kasus tertentu jika seseorang bisa menggunakan pedang yang sudah di kontrak oleh orang lain, dan itu adalah skala dari yang terkecil dan jarang untuk terjadi."
Mendengarkan penjelasan Jing Yiran, Lau Luo sedikit lebih menyadari jika pedang siapapun sudah bertuan maka orang lain tidak akan bisa menggunakannya atau sekedar membuka tutup dari bilahnya saja. Jadi menggunakan pedang orang lain untuk di gunakan sendiri akan menjadi sangat mustahil, kecuali pada kasus tertentu.
Deng Lun yang dari tadi hanya diam tiba-tiba membuka suaranya. "Yiran-shixiong apa ada yang perlu di dengar lagi untuk Konferensi Pedang Tunggal nanti? Aku akan menunggu dan mendengarkannya."
Karena niat sebenarnya Jing Yiran mengumpulkan mereka hanya untuk memberitahukan Konferensi Pedang Tunggal, untuk permasalahan Formasi Tigram Zeng-Tai itu urusan para tetua puncak jadi dia menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak ada yang ingin aku katakan lagi, kamu bisa berlatih sekarang.''
Deng Lun mengangguk lalu berjalan pergi. Sederhananya dari awal dia datang hanya untuk diam, Deng Lun juga tidak membutuhkan waktu sampai lima belas menit kemudian dia pergi lagi.
__ADS_1
"...."
Xian Zi merangkul pundak Lau Luo. "Kau jangan meniru shixiong-kedua yang itu! Sangat, sangat irit bicara! Otaknya penuh untuk berlatih dan berlatih! Shidi jika kau mampu membelah otak di dalamnya kau akan terkejut begitu mengetahui ambisinya dengan pedang dan kekuatan sangat besar!"
Dia juga berbisik dan mengejek. "Apa kau tahu nama pedangnya itu? Pedang Cinta Tanpa Suara! Ah, mengatakannya saja membuat gigiku sakit."
Lau Luo bertanya. "Dan apa nama pedang mu?"
Xian Zi melepaskan tangannya untuk menggosok hidungnya dengan cara angkuh. "Pedang ku? Kau bisa mengenalinya sebagai Zhui Yin, Pedang Mengejar Suara. Bukankah pedangku memiliki nama yang sangat bagus?"
Setelah Jing Yiran juga pergi untuk mengurus junior di enam puncak lainnya. Xian Zi langsung mengeluarkan meja dan dua set tempat duduk dari cincin penyimpanannya, tidak lupa juga secangkir teh panas di atasnya dan irisan buah per yang terlihat masih segar, Xian Zi juga langsung mengigit seiris buah per sebelum dia memakannya. "Luo-shidi, duduklah dan dengarkan aku bergosip."
"...." Alis Lau Luo berkedut mengetahui penyimpanan Xian Zi di lengkapi dengan satu set peralatan lengkap agar bisa duduk di manapun dan kapanpun semaunya untuk bisa makan makanan enak sambil bergosip. Jika ada seseorang yang melihat ke arah Xian Zi pasti siapapun tidak tahan untuk meludahkan seteguk darah karena sangking tidak percayanya.
Sederhananya cincin penyimpanan Xian Zi di gunakan untuk hal-hal seperti ini, daripada memenuhi penyimpanan dengan kertas peledak!
Atau luar biasanya Shao Yi Chen mengambil murid lain untuk menutupi kebiasaan Xian Zi. Berkebalikan dengan Xian Zi, cincin penyimpanan Deng Lun akan penuh dengan kertas peledak dan segala macam kertas mantra. Karena terlalu banyaknya peralatan pertahanan diri, ruang penyimpanan Deng Lun sampai tidak akan muat untuk menyimpan satu tetes airpun ke dalam cincin penyimpanannya!
Ini yang di katakan bahwa sikap langit dan bumi memiliki jarak perbedaan yang besar.
"...."
__ADS_1
Xian Zi tiba-tiba berbicara. "Pedang Embun Beku Mengambang adalah pedang Yiran-shixiong yang jarang dia gunakan. Selama aku menjadi murid pelantaran inti di puncak Yilin, aku sama sekali tidak pernah melihat dia menarik pedangnya satu kali pun, dan itu membuat aku khawatir.."
Kembali ke masa lalu pada hari itu, tepat pada musim oktober salju membeku di sepanjang jalan perumahan. Orang bisa melihat kepulan asap panas dari mulut orang ketika mereka berbicara. Seorang remaja laki-laki yang mengenakan pakaian biru langit sedang menunggu pesanan sup hangat di kedai makanan. Udara memang sangat dingin seolah-olah akan menusuk setiap cun kulit, tapi bukan berarti tidak akan ada angin.
Pakaian biru langit itu berkibar tertiup angin. Di seberang lain adalah seseorang yang berumur tiga puluhan, mengenakan pakaian pemilik salah satu puncak yang memperlihatkan indentitasnya sebagai salah satu orang yang terkemuka.
"Udara kali ini dingin sekali." Shao Yi Chen meletakkan cangkir arak di atas meja kedai, dia juga berkata pada murid pertamanya itu. "Xiao-Yiran sebagai gurumu aku sama sekali belum mengajari apapun, sampai-sampai aku sendiri kebingungan harus mengajarimu apa."
Tidak lama bahwa Jing Yiran baru di terima sebagai murid pelantaran inti di puncak Yilin dan tepatnya berada bawah naungan Shao Yi Chen. Namun seni beladiri apapun yang ingin Shao Yi Chen ajarkan pada muridnya itu, Jing Yiran akan lebih dulu menguasainya jadi sampai sekarang dia belum mengajarkan hal yang berguna untuk Jing Yiran, bahkan teknik paling mendasar sekalipun seolah keahlian Jing Yiran adalah hal yang instan dan seolah-olah keahlian apapun yang di milikinya itu, adalah apa yang langsung jatuh dari langit.
Shao Yi Chen menatap Jing Yiran, setelah tidak menemukan permasalahan di wajahnya dia kemudian mengeluarkan sebuah pedang dan Shao Yi Chen meletakkan pedang berwarna keperakan itu di atas meja.
"Mungkin ajaranku kurang lebih tidak berguna, tapi aku bisa memberimu barang yang cukup berguna. Ini adalah pedang yang aku dapatkan setelah mengalami pertempuran sulit dan ini juga pedang yang bagus! Kau bisa meneteskan darah ke atasnya untuk mengenalimu sebagai tuannya."
Melihat Jing Yiran sebelumnya hanya datar menunggu pesanan sup, kini secara tidak sadar ada garis-garis ke atas di sudut mulutnya seolah tersenyum kecil. Shao Yi Chen yang melihat tidak tahan untuk bertanya. "Xiao-Yiran apa kau menyukainya pedang yang guru ini berikan? Jika kau suka, kau bisa memilikinya, kau juga perlu untuk memberinya nama."
Jing Yiran mengambilnya lalu mengelus permukaan pedang yang lebih dingin dari es di dalam cangkir teh, dan kedinginan dari bilah pedang perak itu sampai ke ujung jari tangannya, merasakan hawa mengigil itu Jing Yiran lalu bergumam tipis. "Cukup memuaskan."
Dia lalu melanjutkan dengan berkata hati-hati, suaranya juga terdengar tidak terlalu rendah ataupun tinggi. "Karena aku menerimanya saat kepingan salju telah membeku dan udara sekarang terasa begitu dingin serta embun-embun telah berubah menjadi kristal yang dingin, maka sangat cocok dengan seberapa dinginnya pedang ini."
Melihat ke arah Shao Yi Chen, Jing Yiran tersenyum dan dia berkata dengan penuh kesopanan.
__ADS_1
"Shifu, aku akan menamainya sebagai pedang Embun Beku Mengambang.."