
Saat mengalami langkah kedua Pemurnian Tulang, Immortal Shangya langsung melemparkan empat kertas array sihir di sekitar Lau Luo agar bisa menghilangkan kesakitan lima persen saat tulang Lau Luo mulai di rombak kembali.
Di mulai dari tulang lengan yang mulai melebur untuk di ganti dengan esensi di sekitarnya. Lau Luo menggerakkan gigi gerahamnya, karena dia sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi, jika kali ini dia berteriak esensi dasar kehidupannya akan runtuh saat proses pemurnian tulang dan organ berlangsung dari pelatihannya.
Dan selama prosesnya berlangsung, itu akan sangat menyakitkan. Saat jenis kesakitan itu tidak biasa dia tanggung lagi, semakin lama pandangan matanya semakin kabur..
Immortal Shangya juga menemukan bahwa esensi dasar kehidupan perlahan semakin melemah dan situasi ini menjadi tidak bagus!
Ketika seseorang di hadapi gerbang kehidupan atau kematian, seorang abadi menyambut mereka, menuntun roh mereka atau untuk menyambut roh mereka.. biasanya mereka di kaitkan dengan surai sutra dan juga rambut perak seperti seseorang yang sudah menjadi abadi.
Saat mata Lau Luo kabur, saat dia membuka kembali matanya dia di sambut dengan wajah asing, seseorang itu terlihat sangat tua, semua jenggot yang memutih dan rambut panjangnya juga putih.
"Menyerahlah nak, aku akan menuntun mu ke alam baka." Suara itu merendam sebelum dia lalu melirik tubuh Lau Luo sedang di kontruksi ulang karena formasi Immortal Shangya, jadi dia tertawa mencibir.
"Hahaha.. kenapa Immortal Shangya melakukan formasi sesat itu untuk bocah seperti mu?! Dia terlalu percaya diri dengan formasi ciptaannya seperti tidak akan pernah gagal! Bocah kamu sadarlah, kamu cuma di jadikan boneka jerami untuk maskot percobaannya!"
Lau Luo, "...."
Dia kemudian melihat tangannya, tiba-tiba saja tubuhnya utuh tapi anehnya dia tidak bisa memegangnya sama sekali. Melihat di sekitarnya, ruangan itu terasa sangat gelap dan tidak ada objek apapun atau perabotan. Hanya gelap dan sunyi juga rasa sakit dari peleburan tulang sudah tidak tersisa.
Saat melihat Lau Luo orang tua itu berkata sambil mengelus jenggotnya yang sudah memutih. "Itu hanya roh milikmu, kau sekarang berada di dunia bawah sadar."
"Apa aku telah mati?" Banyak hal yang harus dia lakukan, dia tidak bisa berakhir bunuh diri di bawah formasi Immortal Shangya, dan yang terpenting dia belum bisa membalas kebaikan apapun pada Shu Zi Jiu.
Orang tua itu menunjukkan satu jari tangannya ke atas. "Di sana, kau masih setengah sekarat.. jika kau benar-benar ingin mati, orang tua ini akan mengabulkannya dengan lebih cepat dan tragis."
Mungkin sekarang esensi dasar kehidupannya sedang keluar karena teknik formasi milik Immortal Shangya, Lau Luo langsung memahaminya keadaannya sendiri dengan lebih cepat, sama halnya Formasi Pemurnian Tubuh yang di lakukan Immortal Shangya dengannya berakhir.. gagal? Jikapun itu gagal, bukan berarti tidak bisa di perbaiki.
"Bagaimana caranya kembali ke tubuh ku semula? Aku tidak bisa berakhir seperti ini, aku masih.. harus menemui Ah Jiu-ge dan menjadi orang yang sangat, sangat kuat."
Orang tua itu hanya mengaut-ngautkan jenggotnya. "Aku tidak tahu nak, jika roh orang sudah keluar hanya akan di sambut satu pintu, itupun Alam Baka!"
__ADS_1
Saat tahu rohnya sendiri ke alam baka, Lau Luo tertawa kecil! Dia belum melakukan apapun! Dia belum menjadi kuat! Kuat untuk melindungi Shu Zi jiu, Yuan Yi dan juga Chuxi. Hanya itu tujuan hidupnya, dia harus kembali!
Memikirkan dia tidak bisa melakukan apapun dan berakhir seperti ini, dia tertawa terbahak-bahak.
Setelah tawanya sendiri mereda, Lau Luo menyerang orang tua itu menyerang menggunakan tangannya yang kosong tanpa senjata. Namun kenyataannya tidak ada yang berhasil, orang tua itu tertembus seperti kabut tipis yang mudah hilang.
"Nak.. aku tidak terikat oleh ruang dan masa, kau tidak bisa menyentuh ku. Jadi.. berhentilah melakukan hal yang percuma!"
"Oh, bagaimana jika kita menonton objek?"
Saat perkataan orang tua itu jatuh, dari arah belakang Lau Luo mulai terdengar suara anak kecil dan juga suara orang yang di kenalinya, suara itu bergerak dengan ilusi yang sangat nyata.
Suara dari ilusi itu tersenyum ke arahnya.
Dia adalah Shu Zi Jiu berusia enam tahun dan terlihat lebih muda dari apa yang terakhir kali dia lihat. "Kaukah itu Luo-didi?"
Lau Luo diam sejenak melihat Shu Zi Jiu yang lebih pendek setengah kepala dengannya, dia ingin meraihnya, tapi ilusi itu segera menghilang begitu dia pegang seperti ilusi jenis orang tua itu seolah kabut yang sangat tipis.
Pria tua itu berkata dengan acuh. "Masa lalu dan masa depan. Karena aku bosan, mari kita menontonnya dengan baik."
Dalam sekejap mata dia beralih ke tempat lain. Di Mansion kecil Shu, generasi pertama Shu Shong Yu dan Shu Zi Jiu.
"Kau matilah anak kotor! Ibu gundikmu sudah mati kan?!" Shu Shong Yu memerintahkan pengawalnya untuk menyeret Shu Zi Jiu, dan dia mulai mencambukinya. ctar! dua cambukan, lima cambukan, seratus cambukan. "Anak seorang gundik! Hanya bisa mencoreng nama keluarga Shu kami, kamu sama rendahnya dengan ibumu!"
Melihat ilusi penyiksaan Shu Shong Yu pada Shu Zi Jiu itu yang hampir nyata, Lau Luo menggertakkan kepalan tangannya. Meskipun dia sudah berdiri di depan Shu Zi Jiu, tapi cambuk itu hanya melaluinya dan mendarat ke target.
Di depannya, di sekitarnya hanya sebuah ilusi, tapi ini sudah membakar emosi Lau Luo dan membuat darah di jantungnya tiba-tiba memuncak dan memanas. Bahkan Shu Zi Jiu yang sudah bermandikan darah karena cambukan, dia tidak mengeluarkan teriakan kesakitan yang semakin membuat Shu Shong Yu mencambuknya tanpa ampun.
Shu Shong Yu sudah kehilangan staminanya, dia lalu membuang cambuknya. "Buang dia ke hutan, dan katakan pada ayah dia mati karena di makan binatang buas!"
Penjaga itu mengangguk dan langsung membuang Shu Zi Jiu ke hutan belantara. Pandangan mata Shu Zi Jiu sendiri perlahan mulai menjadi kabur, dia tidak bisa melihat apapun, dia hanya merasakan di langit mulai terdengar petir yang sangat memekakkan. Menyala, padam, petir seperti ular merambat saat terjadi hujan badai dan petir mengerikan itu seolah-olah mulai merobek langit.
__ADS_1
Saat hampir menyerah dan menutup matanya, dia mendengar suara tangisan seorang bayi. Dia hanya bisa tersenyum miris, Shu Zi Jiu setengah sekarat, dia tidak bisa berdiri untuk menolong siapapun.
Mendapatkan penyiksaan dari Shu Shong Yu, dan sekarang dia di buang untuk makanan anjing. Zi Jiu bergumam sendiri. "Jangan menghantui telingaku, jangan berdengung di telingaku.. aku tidak bisa menolong mu karena aku juga setengah sekarat kau tahu.."
Tapi tangisan bayi itu semakin kencang.
Melihat rumah itu runtuh, Shu Zi Jiu mencoba berdiri, meskipun terlambat dia bisa memberikan pemakaman yang layak untuk bayi yang tidak berdosa itu. Tapi siapa sangka ketika Shu Zi Jiu melihatnya, bayi itu masih hidup saat di tengah-tengah reruntuhan bangunan yang besar keluarga Luo.
Dia lalu membawanya, dan memeriksa setiap lukanya.
"Bocah kau akan membawa bayinya?" Tiba-tiba seorang kakek-kakek datang ke arahnya dan berbicara, penampilan kakek itu sedikit membungkuk.
Shu Zi Jiu tidak mengangguk dan juga tidak menggeleng, tapi dia masih menatap bayi di tangannya yang masih menangis. "Kakek, apa yang di lakukan untuk menghentikan tangisannya?"
Shu Zi Jiu langsung menelan ludah melihat wajah Kakek baya itu berkarakter kejam. Kakek itu berbalik, "Ikuti aku."
Bagaimanapun Shu Zi Jiu telah menderita luka cambukan parah, dia tidak akan bertahan lama. Satu-satunya pilihannya adalah mengikuti kakek itu, uluran tangan dewasa untuk merawat bayi yang dia temukan.
Tidak lama kemudian mereka berhenti di gubuk jerami yang tua, kakek itu mengambil perlengkapan herbal. Pertama-tama memberi perawatan pada Shu Zi Jiu sampai semua lukanya kini di penuhi racikan aroma obat-obatan.
Selama beberapa waktu, Shu Zijiu sudah tahu nama kakek itu bernama Shang. "Kakek Shang, trimakasih."
Bayi yang di temukan Shu Zi jiu berhenti menangis, dan kemudian memberikan senyuman lebar. Memegang jari tangannya dan mulai menangis lagi.
Jadi dia bertanya dengan lembut. "Kamu lapar?"
Kakek Shang membuka rebusan nasi yang mendidih, mengambil air kaldunya di mangkuk kecil, lalu memberikannya pada Shu Zi Jiu. "Setelah ini dingin, kau bisa memberinya makan."
Shu Zi Jiu meniupnya agar lebih dingin dan mulai menyuapinya karena dia yang menemukannya, dia akan merawatnya dengan sepenuh hati.
Di reruntuhan tadi dia mengingat melihat tulisan keluarga Luo. Semua keluarganya sepertinya meninggal, dia akan memberikan nama marga aslinya di belakang sebagai tanda Shu Zi Jiu akan menjadi satu-satunya keluarganya untuk seterusnya di masa depan.
__ADS_1
Dan dia memberikan nama Lau. "Sekarang kamu bernama Lau Luo. Aku akan menjadi satu-satunya keluarga mu, aku akan merawat mu mulai dari sekarang dan seterusnya.. aku adalah kakakmu."