KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Berlatih dengan Immortal Shangya II


__ADS_3

"Kau sebenarnya tidak ingin hidup?" Immortal Shangya bertanya padanya sekali lagi. "Kenapa? Apa karena tubuhmu kurus seperti cagak bambu, kau tidak pernah bisa makan dengan baik begitu?"


Setelah diam selama beberapa saat Lau Luo membuka mulutnya dan berkata. "Ralaman, kau mengatakan aku akan membawa malapetaka untuk semua orang."


Dia bertanya pada Immortal Shangya di depannya. "Apa itu juga berlaku untuk orang-orang di sekitar ku?"


Immortal Shangya mengatakan yang sebenarnya. "Ya, tentu saja."


"Biasanya orang yang menyayangi Bintang Malapetaka itu juga akan merasakan penderitaan, mungkin saja dalam hal mereka menyelamatkan mu, menegurmu, biasanya orang seperti itu akan mempercepat kematiannya bagi dirinya sendiri. Atau semua upayanya hanya membawa keburukan di kehidupannya karena rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk melindungi mu."


Immortal Shangya diam selama dua detik sebelum berbicara lagi. "Orang yang bisa menyayangi mu dengan tulus pasti sangat sedikit, mungkin hanya satu dari milenium juta orang."


"Baik, aku mengerti." Saat mendengarkannya, Lau Luo menjawab seadanya dan seolah terlihat acuh tak acuh seperti yang di katakan Immortal Shangya bukan menyangkutnya dengannya sama sekali, juga seakan bukan dari nasib ramalannya mendatang.


Meskipun dia mendengarkannya seperti seseorang dalam kelumpuhan wajah, dia merasakan perasaan yang berkecamuk di dalam jantungnya membuat organ di dalam dirinya, limpanya dan paru-parunya mengalami rasa sakit yang lebih mengerikan dari pada luka berdarah.


Perasaan itu lebih tidak tertahankan daripada luka berkopeng jika dia melihat orang yang ada di sekelilingnya menderita karena nasib ramalannya.


Jika orang yang di sayanginya menderita karena dia, dan jika Shu Zi Jiu orang yang seharusnya dia balas semua kebaikannya menderita karena ramalannya sebagai bintang malapetaka yang membawa kehancuran.


Lebih baik.. dia tidak hidup saja.


Namun jika Lau Luo bisa melindungi Shu Zi Jiu dan beberapa orang yang hanya berarti untuknya, menjadi bintang malapetaka, menjadi kaisar iblis maupun menjadi raja neraka sekalipun, dia akan melakukannya tanpa berpikir dua kali asalkan dia bisa melindungi mereka.


Immortal Shangya menepuk bahu Lau Luo. "Apanya yang kamu mengerti bocah?"


Dia lalu berkata. "Orang yang gemuk ataupun kurus boleh hidup, orang yang kaya dan melarat berhak hidup, dan juga.. orang baik, orang jahat sekalipun harus hidup. Buat keputusan, jika kau ingin kuat aku akan melatih mu. Ramalan hanyalah omong kosong yang tidak akan menjadi kenyataan dan akan berubah di masa depan, kau tidak perlu merasa pesimis."

__ADS_1


Namun sebelum Lau Luo membuat keputusan, Immortal Shangya kembali menepuk pundaknya. "Aku tidak akan melatih mu terlebih dahulu tentang menutupi qi iblis di tubuh mu itu. Tapi sebelumnya kamu harus bisa mengalahkan hewan suci di sini, baru aku akan mengajarimu beberapa teknik."


Hewan suci sering juga disebut Holy Beast atau pemimpin para Magical Beast, mereka merupakan ras tertinggi yang memiliki pola pikir dengan ranah praktisi beladiri. Tidak sedikit dari Jianghu atau dunia persilatan yang menakuti mereka karena mereka sering di pandang sangat berbahaya.


"Kau harus berlatih melawan mereka dengan tangan kosong." Immortal Shangya menunjuk Holy Beast jenis kera setinggi lima meter di depan mereka.


Semua Holy Beast yang di bawa Immortal Shangya merupakan jenis terkecil atau yang masih lemah, meskipun mereka adalah pemimpin ras yang di takuti di Jianghu atau dunia persilatan, jika Holy Beast masih lemah mereka adalah momok yang luar biasa untuk berlatih tanding, tentu saja mereka bukanlah lawan yang mudah untuk di hadapi juga.


Lau Luo menilai kera di hadapannya. "Praktisi dou zhe tingkat tiga?"


Immortal Shangya mengangguk, "Bukan hanya praktisi Dou Zhe tingkat tiga biasa. Kera itu bisa meniru jurus manapun dan melakukannya dengan lebih baik."


Immortal Shangya lalu beradu pukulan kosong dengan kera itu. Hanya dalam satu pukulan, sudah membuat Holy Beast kera itu ketakutan.


Dengan satu pukulan dari Immortal Shangya, kera itu langsung bisa menirunya. Immortal Shangya tersenyum, dia lalu memberi pukulan dengan pola dan gerakan lain. Lagi lagi kera itu bisa menirunya dan melakukannya dengan sama persis. Immortal Shangya berhenti di tiga pukulan.


Immortal Shangya hanya menilai Lau Luo berada di praktisi forqing qi tingkat satu, melawan dou zhe tingkat tiga adalah mustahil dan akan menjadi lelucon untuk kebanyakan orang, tapi untuk seseorang yang berkompeten berlatih qi iblis adalah jenis pengecualian.


Karena qi iblis adalah qi bukan murni, qi sesat dan seringkali di gunakan sebagai cara curang untuk melawan seseorang yang lebih tinggi dari praktisnya sekalipun.


Dia bertanya. "Seberapa yakin kau bisa memenangkannya?"


"Seratus persen, aku bisa mengalahkannya dengan perjuangan yang keras." Lau Luo mengeraskan tangannya, ini sangat sulit untuk melawan kera praktisi dou zhe tingkat tiga, dan lagi kera itu termasuk dalam Holy Beast! Meskipun kera itu masih lemah, dia juga sudah menjadi ancaman oleh kultivator tingkat dou zhe ke atas!


Dou Zhe tingkat tiga, ini sama seperti waktu itu.. melawan Zhang Zihan.


Lau Luo bisa mengalahkan Zhang Zihan saat itu karena menggunakan pedang dan berbagai trik dari senjata lawan, itupun dia tidak mudah mendapatkan kemenangan, dia mendapatkannya dengan luka serius dan beberapa kali serangan telah mengancam nyawanya. Jika Lau Luo di suruh lagi bertarung dengan praktisi yang lebih tinggi darinya, dia akan melakukan segala cara untuk menang, dia bukan mencoba bersikap menyombong tapi jika dia mengalami kekalahan sedikit saja..

__ADS_1


Lalu apa gunanya dia berlatih kultivasi, bahkan jika dia tidak bisa mencoba untuk menang, lalu bagaimana bisa dia melindungi Shu Zi Jiu?


Lau Luo selalu menggunakan parang, panah atau senjata tajam lain sebelum mendapatkan pedang Bi*ch. Tapi, bagaimana cara memenangkan pertarungan tanpa senjata, dia belum pernah bertarung dengan gaya kosong sebelumnya.


"Itu sebabnya, aku jadikan kera itu sebagai lawan bertarung untuk mu. Dan, berhentilah untuk selalu bertarung mengandalkan senjata." Immortal Shangya berkata ringan, dia lalu mengamati Lau Luo dan kera beast itu saling bertukar serangan.


Immortal Shangya hanya diam mengambil jarak dan terus mengamati beberapa kali saat Lau Luo mengalami situasi terdesak. "Bocah, kau jangan menyerang sembarangan. Kau harus mengincar titik vital dan menghindari serangan yang tidak perlu!"


Apa yang di katakan Immortal Shangya adalah hal yang dari tadi Lau Luo lakukan, dia berulang kali mengincar titik vital kera setinggi lima meter tapi selalu berakhir dengan serangan memukul udara. Kera itu memiliki pergerakannya yang gesit meskipun tubuh yang tinggi yang juga menyulitkan Lau Luo untuk menyerangnya di segala sisi karena perbedaan tinggi keduanya sangat jauh.


Lau Luo hanya setinggi lutut kera itu, dia lalu melompat ke atas kepala kera dan langsung mendaratkan tendangan yang keras, dia akan mengalami sedikit merasa nyeri, itu membuktikan kepala Kera Beast memiliki kekerasan setara bebatuan spiritual yang sulit di hancurkan bahkan menggunakan senjata berlapis berlian sekalipun..


Ini lebih sulit dari yang dia kira.


Lau Luo langsung terkejut saat satu pukulan keras mendarat tepat di perutnya. Dia menahannya menggunakan dua tangan dan dia langsung di buat terpental sejauh lima belas meter ke belakang, pohon yang membentur punggungnya langsung rata ke tanah.


Dan dia langsung memuntahkan seteguk darah segar, satu tulang rusuknya patah serta dua lainnya mengalami retak. Dia sedikit mengumpat ke arah Holy Beast di depannya.


Dia kembali muntah darah dari mulutnya, dia melebarkan matanya tidak percaya. "Tapi sudah sehebat ini?"


Memang pantas untuk di takuti para kultivator di seluruh Jianghu. Lau Luo langsung bergedik ngeri saat membayangkan kekuatan Holy Beast yang telah mendapatkan wujud manusianya.


"Bocah! Kau bisa bertarung sampai mampus! Aku akan memberimu pil penyembuhan tingkat tinggi nantinya!"


Immortal Shangya mendukungnya dari jauh dan mengamati pelatihan Lau Luo dengan batu spiritual di tangannya, dia mulai mengeluarkan makanan dari cincin ruang dan dia langsung memakannya, mengunyahnya. Kraus! glek.


"Oh, tapi jangan terlalu mampus juga. Jika kau tidak kuat, kau bisa melihat ke arah kemera spiritual dan melambaikan tangan mu.."

__ADS_1


"Bilang, kamu menyerah lalu aku akan membantumu."


__ADS_2