KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Aku janji, di masa depan kita akan bahagia..


__ADS_3

Shu Zi jiu melihat daging besar di depannya dan dia untuk tersenyum miris, karena bisakah tikus yang menyeramkan dan menjijikkan itu bisa di makan? Dan juga lihatlah dua gigi yang tajam itu. Dia melihat Chuxi yang memainkan gigi tikus Chi untuk di buat mainan, gadis kecil itu tersenyum nyengir beberapa kali dan bahkan terkekeh senang, seolah tidak memperdulikan seberapa menjijikkannya hewan pengerat itu.


Kesenangan berbeda untuk orang berbeda.


"...."


"Apa bisa kita hari ini mengolah daging kelinci saja?" kata Shu Zi Jiu dengan lembut.


Chuxi langsung memberi lirikan ke Shu Zi Jiu dengan tajam, dia selalu menyelamatkan para kelinci yang di bawa Yuan Yi untuk di jadikan makanan, sampai seperti memiliki penangkaran kelinci yang berkembang biak sendiri.


Lebih tepatnya Chuxi tidak mau melahap hewan yang menggemaskan, karena itu dia selalu mengambil hewan buruan yang memiliki wajah jelek dan menyeramkan. Dia selalu berburu ular, buaya, serigala tapi baru kali ini dia mendapat buruan tikus raksasa.


Yuan Yi berkata mencibir, "Tikus Chi adalah tikus pengerat yang berbau busuk! Ini tidak layak di makan dan seleramu benar-benar tidak masuk akal!"


Chuxi berkata seolah-olah tidak perduli. "Kenapa kau begitu repot? Kalau tidak mau ya tidak usah makan!"


Gadis itu kemudian berkata santai untuk Shu Zi Jiu. "Kau cukup mengolahnya menjadi makanan yang lezat Jiu-ge, dan tugas menghabiskan makanannya cukup untuk perutku."


Chuxi juga melirik Yuan Yi dengan mata setajam pedang dan ucapan sedingin es. "Aku tidak akan memaksamu untuk makan ini, biar aku dan Luo-didi yang memakannya sampai mampus."


Lau Luo "...."


Dia tidak yakin bisa memakan daging tikus sampai mampus.


Lau Luo mengambil parang tajamnya dan langsung memotong tikus Chi menjadi beberapa bagian. Jika sudah menjadi potongan daging, itu sudah tidak terlihat menjijikkan, Lau Luo memegang kepala tikus Chi dan berniat membuangnya.


Chuxi melihatnya dan bertanya pada Lau Luo. "Apa yang akan kau lakukan dengan kepala itu? Jangan bilang kau lebih menyukai sup kepala tikus.."


Dia menghela nafas, "Aku akan membuangnya."


Seperti mendapatkan ide, Chuxi menghentikannya. "Jangan, di dalam kepala ada otak yang banyak menyimpan protein, itu sangat bagus untuk Yi ge."


Yuan Yi tersendat ludah jijik. "Jangan bilang kau memberiku bagian kepalanya?!"


Chuxi bertanya, "Kenapa tidak? Kau akan menjadi lebih pintar Yi ge, setelah makan beberapa otak di dalamnya."

__ADS_1


"...."


Sialan! Tahi! Bisakah gadis itu tidak selalu mempermainkan Yuan Yi seperti orang bodoh di setiap ucapan tajamnya!


Shu Zi jiu sudah menyiapkan tempat pembakaran, dan dia juga terlihat sibuk menusukkan potongan daging dengan kayu besar. Lau Luo juga menaruh beberapa daging yang sudah siap di atas arang berapi.


Tidak butuh waktu lama, aroma daging panggang mulai menyebar, Shu Zi Jiu mulai mengolesinya menggunakan berbagai bumbu dari kebun kecilnya dan mulai membuat kuah sup.


Yuan Yi yang melihatnya tidak tahan untuk berliur saat merasakan aroma lezat daging yang terpanggang, melihat potongan yang paling besar, Yuan Yi sudah melupakan jika itu adalah daging tikus. Perutnya sudah mulai bertarung, dan mengeluarkan suara gemuruh pertikaian.


"Aku akan makan dengan porsi yang paling besar." kata Yuan Yi dengan air liur yang sudah terjun dari mulutnya.


Chuxi memukul kepala Yuan Yi keras. "Bagian mu hanya kepalanya saja!"


Yuan Yi merasakan nyeri di pundaknya, dia lalu menatap Chuxi yang sudah memanggang kepala tikus dengan api yang besar membuat kepala itu langsung hitam gosong, lebih tepatnya hitam yang mengerikan dan menjijikkan.


Chuxi tertawa kecil memperlihatkan gigi-giginya. "Khusus untuk mu, aku turun tangan langsung sebagai koki."


Yuan Yi tertawa renyah melihat seberapa gosongnya hasil panggangan Chuxi. "Kau memberiku tidak ada niat untuk meracuniku kan? Aku ingin memakan daging yang lain."


Chuxi membalasnya dengan senang. "Ah, tentu saja aku menyiapkan daging spesial lainnya untuk mu."


Setelah selesai, Shu Zi jiu menatap hidangan di depannya yang berupa jeroan. Sedangkan semua daging untuk Chuxi dan Lau Luo, Yuan Yi? harus memilih antara ekor atau kepala untuk di makan.


Shu Zi Jiu dan Yuan Yi "...."


Chuxi mengangkat tangannya untuk merenggangkan semua otot-ototnya yang kaku, perutnya sudah buncit karena kekenyangan dan dia kemudian berdiri. "Ah! sepertinya aku harus panggilan alam."


Melihat Chuxi yang berjalan pergi, Lau Luo melemparkan daging matang ke arah Yuan Yi yang masih meringis sedih. "Cepat makan, sebelum kakak perempuan Chuxi datang."


Dia kemudian beralih duduk di samping Shu Zi jiu. "Aku ingin menyuapi Ah Jiu-ge makanan lain.."


Saat Shu Zi Jiu membuka mulutnya Lau Luo menaruh makanan di mulutnya, Shu Zi jiu bisa merasakan makanan itu sangat empuk dan di setiap gigitan akan melelehkan.


"Roti?"

__ADS_1


Bukan roti busuk, roti kering atau berjamur, melainkan roti yang sangat segar! Dengan isian coklat yang sangat banyak! Karena mereka di pemukiman primitif, jelas roti jenis ini sangat sulit untuk di dapat!


Lau Luo tersenyum, kini gigi putih rapi yang jarang terlihat mulai membius mata siapapun yang melihatnya. "Aku menemukannya, dan itu terlihat sangat enak. Jadi aku hanya ingin Ah Jiu-ge yang memakannya dan menyimpannya."


Shu Zi Jiu terlihat senang, dia lalu mengacak rambut hitam legam Lau Luo dengan lembut. "Kau sangat baik, berjanjilah kita akan tumbuh bersama dan menua berempat sampai bahagia."


Dan dia kemudian berkata bergumam. "Apapun yang terjadi.. jangan pernah tinggalkan kami."


Mata Lau Luo mulai layu, kesegaran seketika lenyap mendengar ucapan Shu Zi Jiu barusan. Dia lalu memanggil Yuan Yi agar mendekat dan mengeluarkan selembar kertas di dalam pakaiannya.


Kertas pendaftaran beladiri di salah satu perguruan yang hebat, yaitu sekte taois terbesar yang ada di bawah puncak langit, Sekte Pedang Patah.


Shu Zi jiu dan Yuan Yi segera melihat kertas itu yang sekaligus membuat perasaan mereka tiba-tiba memberat. Shu Zi Jiu berkata memastikan. "Ka..kau tidak akan pergikan Luo-didi?"


Yuan Yi menjerit dengan suara tinggi. "Kau akan meninggalkan kami kan?!"


Lau Luo memasang ekspresi semakin lungsut, dia memang ingin pergi berlatih bela diri dan juga untuk menjadi lebih kuat agar melindungi Shu Zi Jiu dan Yuan Yi di masa depan, entah kenapa perasaannya berulang kali memperingatinya akan kehilangan seseorang terdekat dengannya di masa depan.


Apalagi di dalam dirinya, ada sesuatu yang semakin bergejolak tidak terkendali, energi spiritual yang menggelap itu membuat Lau Luo yakin jika itu akan merenggut hal berharga dengan bayaran yang mahal.


Mungkin kelak dia akan di terpa bagaimana perasaan kehilangan seseorang yang berharga untuknya, dan perasaan kehilangan seperti itu sangat menyakitkan, untuk itu dia ingin menjadi kuat, sangat kuat sampai-sampai tidak ada yang perlu dia khawatirkan.


"Percayalah pada ku Ah Jiu-ge, aku akan kembali begitu aku sudah menjadi lebih kuat."


Yuan Yi tersentak, "Kau sekarang sudah hebat Luo didi! Kau sudah pernah menang melawan hewan Chi kan?! Itu artinya kau sudah sangat hebat di antara kami!"


Lau Luo tersenyum tipis, hebat di antara mereka bukan berarti bisa mengalahkan hal bahaya yang akan datang. Apalagi di dunia kultivator ini yang memiliki kekuatan di luar nalar dan mereka belum pernah bertemu seorang kultivator satupun. Dia sekarang, tidak bisa di bandingkan dengan apapun.


Dia lemah, dia bukan seperti seorang kultivator tinggi yang bisa membalikkan dunia dengan jari mereka. Jika Lau Luo memiliki kehebatan itu, dia bisa menjaga hal yang ada di depannya tanpa takut kehilangan. Dia mengepalkan semua jari tangannya sangat kencang, apapun yang terjadi dia harus menjadi seseorang yang kuat, sangat kuat sampai langit tidak akan berani menentangnya!


Dia menatap Shu Zi Jiu dan Yuan Yi dengan mata legam yang lekat.


"Aku akan menjadi seorang kultivator hebat yang tidak akan kehilangan kalian semua. Jadi tunggu aku kembali, kita akan tumbuh bersama berempat seperti apa yang di katakan Ah Jiu-ge, aku janji di masa depan.. kita akan bahagia."


"Apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada kalian.."

__ADS_1


Lau Luo merendahkan suaranya namun tekadnya bergejolak seperti api yang membara dan niatnya yang sangat besar seolah-olah api itu membakar organ di dalam dagingnya sampai terasa sangat panas.


"Aku katakan sekali lagi, kita akan bahagia."


__ADS_2