
Setelah ledakan keras dan panggung di tutupi oleh kabut tebal, perlahan namun pasti sosok berjubah hijau terang perlahan mulai terlihat. Zhan Chen berdiri di atas panggung sendirian, dia menarik kepalanya ke atas untuk melihat ke arah Lau Luo dan dia berdiri sambil tertawa. "Ini seperti rumor! Meskipun kau masih muda, aku akui memang murid puncak Yilin seperti yang di katakan orang-orang yang tidak mudah untuk di lawan!"
Saat perkataan Zhan Chen jatuh cahaya kemerahan melintas di sekitar pedang Zhan Chen dan sebilah pedangnya seolah-olah mengeluarkan energi panas yang membakar.
Zhan Chen kembali memegang pedangnya secara horizontal tetapi kali ini dia mengunakan kedua tangannya dan ujung pedangnya tidak di arahkan tepat ke arah Lau Luo tetapi ke arah langit dan seakan ingin mengunus untuk membelah langit dengan satu ayunan.
Dan tidak lama kemudian energi panas dari Pedang Bintang Jatuh itu berputar-putar hingga terbentuk seperti meteor panas seolah-olah hujan meteor sedang menargetkan kepala Lau Luo dan tekanan udara di sekitar Lau Luo menjadi lebih berat dan panas, jika mampu mengenai sedikit saja kulit seseorang seseorang sudah di pastikan tulang mereka akan retak atau mereka bisa mengalami kebocoran darah.
Dampak dari teknik yang di keluarkan Zhan Chen bukan hanya terjadi di atas panggung tetapi di luar panggung juga merasakan tekanan dari teknik pedang Zhan Chen, dan hiruk pikuk suara meteor menggema tanpa henti membuat gendang telinga orang-orang ingin meledak, dan suara nyaring memekakkan telinga itu biasa menandakan seberapa besar kekuatan serangan yang sedang di layangkan ke arah Lau Luo seolah tidak akan membiarkan siapapun lolos dari kematian.
Di sisi lain dari panggung mata Jie Yanling yang merasa bosan akhirnya menemukan sesuatu yang bisa di lihat dengan menyenangkan. Dia bergumam sendiri entah itu memuji kemampuan Zhan Chen atau untuk menguji kemampuan pita suaranya sendiri tapi suara yang dikeluarkannya hanya deheman yang ringan.
"Hujan Batu Meteor, Zhan Chen menggunakannya lebih awal dari yang aku kira."
Zhan Fething seolah-olah tidak terkejut dan dia tersenyum kecil. "Itu sudah pasti, bagaimanapun lawannya berasal dari Yilin kemampuannya pasti ada yang di unggulkan. Seharusnya adikku lebih tidak meremehkan lawannya di setiap pertarungan apapun."
Antara Zhan Chen dan Zhan Fething mereka memang memiliki nama marga yang sama, tapi kepribadian mereka seperti kaca yang saling bertolak belakang. Jika Zhan Chen adalah orang yang suka bersikap sombong dan merendahkan, Zhan Fething selalu berkebalikannya lebih akan bersikap bersahabat dan tidak pernah merendahkan lawannya bahkan di pertarungan termudah sekalipun.
Zhan Fething mengela nafas sekali kemudian melanjutkan melihat pertarungan di atas panggung.
Saat serangan Zhan Chen berada di titik klimaksnya, seseorang dari Sekte Awan Giok berteriak antusias antara kagum dan ketakutan karena akan berdampak besar dari teknik pedang Zhan Chen kali ini.
"I-itu adalah Hujan Batu Meteor! Kali ini Chen-shixiong akhirnya bersunguh-sunguh dan aku takut orang dari Yilin itu akan mati kering dalam satu serangan!"
__ADS_1
Orang yang berperawakan kurus kemudian melanjutkan berkata. "Hujan Batu Meteor adalah salah satu dari tiga teknik tertinggi Chen-shixiong! Kali ini sudah di pastikan kemenangan untuk Sekte Awan Giok akan di dapat Chen-shixiong adalah seratus persen!"
Kemungkinan yang di katakan orang kurus itu mungkin saja benar, bahkan jika Lau Luo mampu menghindari Hujan Batu Meteor sekalipun, langkah selanjutnya hanya tinggal menunggu kekalahan karena energi qinya akan terkuras drastis saat memblokir setiap serangan.
Melihat para murid Sekte Awan Giok berteriak antusias, Sekta Pedang Patah hanya diam sambil menunggu hal ajaib yang bisa terjadi. Meskipun teknik Lau Luo Angin Meniup Awan terlihat sangat mengagumkan, tapi jika di hadapi dengan teknik legendaris Hujan Batu Meteor tentu saja kedua teknik itu tidak bisa di bandingkan.
Di bawah panggung Jing Yiran juga tidak tahan untuk merajut alisnya menjadi khawatir dan saat dia melihat ke atas pada jubah cyan berwarna putih, sosok Lau Luo terlihat seperti burung bangau dalam keadaan empuk menjadi target tembakan panah dari bawah. Solah Zhan Chen adalah seorang pemanah, dan Pedang Bintang Jatuh adalah sebuah panah yang terbuat dari besi paling berkualitas, menarik busurnya untuk menembak bangau putih yang kebetulan sedang terbang di atas mereka.
Di atas, Lau Luo merubah ekspresi wajahnya menjadi mengerikan. Pedang tanpa merek itu sudah memblokir serangan Zhan Chen lebih dari lima puluh gerakan, dan setiap serangan Zhan Chen pasti berhasil memaksanya jatuh ke bawah setengah langkah menuju ke dasar.
Zhan Chen melihatnya dari bawah, mengamati ratusan meteornya mulai menembaki Lau Luo dari semua arah yang juga terlihat seakan tidak pernah berhenti sebelum targetnya berakhir di hancurkan menjadi hancur dan hangus menjadi berkeping-keping.
Di sisi lain Lau Luo hanya bisa menangkis dan memblokir, sebelum dia di jatuhkan kembali ke panggung.
Melihat lawannya hanya bisa menangkis dan terus menagkis bahkan dari awal pertarungan mereka, Zhan Chen mulai tertawa mencibir. "Teruslah menangkis! Kenapa kau tidak menyerah saja dan mengakhiri pertandingan menjadi lebih cepat?!"
Tapi pihak lain terlihat tidak berminat untuk menjawab perkataanya.
Zhan Chen mendecakkan giginya.
Dengan kekuatan bertarung yang berkobar-kobar dari Zhan Chen dan energi spiritual yang masih melimpah, maka setiap serangan Zhan Chen pasti akan datang dengan sempurna karena memiliki dorongan penuh. Teknik Hujan Batu Meteor menjadi jurus terkuatnya, dan dia menjadi orang yang memukul mundur Lau Luo. Jika dia bisa melukai lawan dengan luka serius terlebih dahulu, maka dia akan menjadi pemenangnya.
Karena itu alasan kenapa Zhan Chen tidak ragu-ragu menggunakan Hujan Batu Meteor di awal pertarungan. Dia hanya mengerakkan satu gerakan, tetapi Lau Luo sudah mengerahkan gerakan lebih dari lima puluh yang menguras spiritual dan staminanya, karena perbedaan jumlah gerakan sekarang respon Lau Luo dalam menghindari serangannya menjadi lebih lambat dan sampai beberapa kali hampir tidak bisa menangkis serangan Zhan Chen.
__ADS_1
"Luo-shidi!" Xian Zi yang menonton hampir tidak bergerak, dia melihat bagaimana Lau Luo di paksa ke dalam keadaan bertahan dan terpukul mundur oleh serangan Zhan Chen, apalagi Hujan Batu Meteor yang menargetkan Lau Luo sepertinya tidak akan berhenti dan habis.
Xian Zi mengepalkan gagang kipas lipatnya kuat-kuat. Bukan kehilangan seribu keping emas di perjudian yang dia takutkan, melainkan jika Zhan Chen melukai Lau Luo sangat parah hingga hidup menjadi tidak berarti dari pada mati. Itu sangat menghawatirkan.
Tentu saja ketakutan Xian Zi bagi Lau Luo adalah hal yang sia-sia.
Meskipun Lau Luo terjebak oleh Zhan Chen, dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan ataupun kelemahannya dengan terengah-engah sedikitpun, dan meskipun dia orang yang berada dalam situasi terpukul mundur, Lau Luo menyimpitkan setengah matanya dan ekspereksinya dalam kelumpuhan wajah.
Dan jika di perhatikan lebih jauh, raut wajah Lau Luo masih tenang, dan matanya tetap hitam juga sedikit dingin seperti di awal pertempuran mereka dan tidak berubah sedikitpun.
Saat Zhan Chen menggunakan teknik tertingginya tiba-tiba panggung itu di penuhi kilat yang berwarna putih dari energi spiritual Lau Luo yang muncul pada bilah di pedangnya, dan energi itu seperti cahaya yang menderu-deru melawan energi kemerahan dari teknik Hujan Batu Meteor.
Keduanya saling bertukar serangan lebih dari sepuluh gerakan, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa memberikan satu luka kecil pada lawannya sampai Zhan Chen menggertakkan gigi-giginya. "Kau lemah dan lebih baik menyerah saja! Aku bertanya kau ingin menang di Konferensi Pedang Tunggal dengan tubuh ceking itu?"
Zhan Chen tertawa terbahak-bahak. "Mimpi!"
Meskipun Zhan Chen tertawa keras tapi dia cukup terkejut dengan kemampuan Lau Luo yang bukan hanya bisa memberikan goresan kecil, tapi bahkan setiap serangannya akan di blokir dan di tangis!
Melihat sosok Lau Luo di hadapannya seperti tidak benar-benar kesulitan, Zhan Chen sekali lagi mengetatkan gigi-giginya. Dan penampilannya berubah menjadi merah tidak tertahankan.
Di bawah pedang Zhan Chen, Pedang Bintang Jatuh. Zhan Chen berniat mengeluarkan seluruh energi spiritualnya saat dia menarik pedangnya ke belakang dengan begitu cepat, kemudian beberapa saat kemudian dampak serangannya di tembakan ke arah Lau Luo secara vertikal dalam kecepatan tercepat.
Serangan itu meledak ke segala arah sampai hampir melewati tabir yang mengelilingi setiap sisi panggung dan tabir itu terlihat bergetar karena menerima dampak serangan Zhan Chen.
__ADS_1
Hujan Batu Meteor kali ini yang lebih mengerikan seolah larva panas menelan setiap area panggung untuk membakar Lau Luo yang ada di dalam sana.