
''Wajahmu akan menjadi masalah.."
Mo Yiyang tidak tahu alasan kenapa wajahnya akan menjadi masalah. Dia melihat ke kanan dan ke kiri kemudian menundukkan kepalanya.
"Cepat sembunyi!" Kata Yuan Yi sambil menarik pundaknya untuk bersembunyi.
Mereka bersembunyi di balik tumpukan sampah saat melihat gerbang pembatas Kekaisaran Yin terbuka, kemudian setelah beberapa lama mulai terlihat beberapa penjaga yang kebetulan sedang membuang gundukan sampah lain dengan gerobak dorong seperti sebelum-sebelumnya.
Mo Yiyang menepis tangan Yuan Yi keras dan menatapnya dingin tidak suka. "Jangan menyentuh ku sembarangan, tanganmu tidak higienis.
Yuan Yi mengangkat kedua tangannya ke atas, sambil berkata seolah merasa bersalah. "Baiklah, kemudian aku akan mencuci tangan ku dengan bunga tujuh rupa."
Shu Zi Jiu melihat mereka berdua, lalu mengangkat telunjuknya mendekatkannya ke bibir. Menegur mereka dengan suaranya yang lembut. "Ssst! Diamlah kalian berdua.."
Lau Luo menatap cermat gundukan baru itu dengan sepasang mata hitamnya yang cerah, bagaimanapun dia harus menemukan makanan segar untuk orang itu yang baru dia pungut.
Setelah penjaga Kekaisaran itu pergi, mata Mo Yiyang terbuka lebar melihat puluhan bocah keluar entah dari mana-mana dan langsung berebut menuju tumpukan sampah yang baru, iris hitamnya menyipit dan tidak percaya ketika melihat sosok tiga orang yang di kenalnya bergumul dengan kerumunan.
Dia langsung melirik ke samping kanan kirinya, dan benar saja tiga kehidupan sudah berlarian ke gundukan sampah.
"Apa yang coba mereka lakukan?"
Shu Zi Jiu, Yuan Yi dan Lau Luo berlari secepat mungkin menuju gundukan itu. Ketika Yuan Yi mengambil satu barang, pakaiannya langsung di tarik bocah lain ke belakang sampai Yuan Yi terjatuh membuat barang yang dia temukan di rebut.
"Eyah, aku bisa makan!" Kata bocah itu melompat senang yang menimbulkan perhatian di sekitarnya, membuat makanan itu di rampok orang lain yang lebih tinggi darinya.
Lau Lou terkekeh kecil, dia tidak akan membiarkan makanan Yuan Yi di ambil bocah lain berulang kali. Dia kemudian melempar telur busuk ke wajah bocah perampok makanan itu. "Rasakan ini dan kembalikan miliknya!"
Bocah perampok makanan merasakan lengket di wajahnya, serta bau anyir busuk di penciumannya. Dia mengusap wajahnya kasar, dia memerintahkan dua temannya di kanan kiri dan berteriak. "Serbu dia!"
Dua bocah yang lain segera mengangguk patuh lalu menatap Lau Luo seperti menatap mangsa mereka.
Dua lawan satu? Sungguh bermain licik membuat Yuan Yi menatap mereka marah. "Luo didi, bantuan pahlawan Yuan Yuan segera datang.."
Dalam helaan nafas membuat pertarungan kecil mereka imbang dua lawan dua. Lau Luo bermain dengan telur busuk di genggaman tangan kakannya, sedangkan bocah lain menarik pakaian Lau Luo sampai robek di beberapa tempat.
__ADS_1
Mo Yiyang mengamati dari kejauhan, sekarang dia mengerti dari mana baju compang-camping ketiga bocah itu berasal dan bau menyengat di dapatkan dari pertarungan kecil seperti ini, dan tempat yang luar biasa seperti ini atau pegunungan yang tidak abnormal dan menakjubkan seperti ini.
Semuanya sampah, tidak sekelilingnya, tidak orang-orangnya semuanya seperti sampah.
Dia menepuk jidatnya kemudian memperhatikan mereka.
Tiba-tiba Yuan Yi mendapatkan pukulan keras di wajahnya, dia mengusap pelan nyeri di pipi kirinya sambil menatap marah bocah yang memukulnya. "Kau! Aku akan memukul mu! Gigi di balas gigi, pukulan di balas pukulan!"
Dia langsung menerjang dan memberi dua pukulan di wajah pihak lawan, bocah perampok itu seketika menendang perut Yuan Yi sampai terjatuh.
"Beraninya kau!" Kata bocah perampok.
Perkataannya keras hingga terdengar di telinga Shu Zi Jiu, matanya langsung menuju ke perut Yuan Yi dan dia langsung merasa khawatir.
Mo Yiyang menepuk pelan jidatnya lagi melihat pertarungan konyol bocah tiga lawan tiga di depan matanya.
Haruskah dia berubah menjadi primitif seperti mereka? Itulah ketakutan terbesar dia saat ini.
Kemudian mata Mo Yiyang menangkap seorang bocah ingin memukul Lau Luo dari belakang, dia menatapnya cemas. Dia kemudian mengambil daging busuk di dekatnya dengan bau bangkai yang sudah menusuk hidungnya, sambil menutup hidung dengan dua jari tangan kiri, dia segera melemparkan daging busuk dengan tangan kanan tepat ke bocah yang ingin menyerang Lau Luo dari belakang.
Senyuman mengambang terukir di wajah putih Mo Yiyang karena baru kali ini dia bermain kotor, tapi kenyataannya tidak seburuk yang dia bayangkan.
Sedikit, hanya sedikit lebih menyenangkan.
Jadi dia semakin mengumpulkan beberapa barang busuk di dekatnya kemudian membangun pertahanan dari sampah, satu benteng kokoh langsung dia bangun.
Ah, lihatlah Yuan Yi bertarung sengit dengan bocah lain maka Mo Yiyang akan membantunya dari belakang, dia lalu melempar makanan busuk ke mereka. Tidak di sangka pertarungan kecil itu bergerak gesit membuat lemparannya mengenai Yuan Yi.
Yuan Yi merasakan makanan busuk mengenai kedua matanya, membuatnya mendengus kesal, melihatnya malah membuatnya semakin tersenyum karena menyenangkan.
Baguslah, Yuan Yi selalu mencibirnya dan mengumpatnya. Dia pantas mendapatkannya.
Itu sempurna!
Meskipun masih berumur sepuluh tahun, Shu Zi Jiu selalu bertindak dewasa diantara ketiganya. Dia berkata tenang pada bocah perampok berumur lima belas tahun itu, menjadi penengah di antara mereka. "Makanan itu milik kami, kenapa kalian bersikeras mengambilnya?"
__ADS_1
Bocah berumur lima belas tahun itu mendengus remeh. "Hah! Kau lupa hukum rimba selalu ada? Bukan yang kuat melainkan yang berhak pantas mendapatkan segalanya!"
Dia berkata pada Shu Zi Jiu. "Dan akulah yang berhak! Karena aku adalah pemimpin para orang-orang di sini!"
Lebih tepatnya pemimpin dari anak-anak kurus yang kekurangan makan, bergizi buruk dan busung lapar.
Shu Zi Jiu menatapnya datar, dia bertanya. "Kamu yang paling berhak?"
Shu Zi Jiu melirik Yuan Yi yang sudah tidak berbentuk sekarang.
"Baiklah kami mengaku kalah." Sambil melemparkan makanan yang di temu Yuan Yi.
Yuan Yi menatapnya sayu dan berkata pelan. "Jiu ge.."
Setidaknya makanan itu bisa mencukupi perut mereka selama tiga hari, Shu Zi Jiu memberikan secara percuma membuat hati Yuan Yi seakan teriris pisau tajam.
Bocah perampok berumur lima belas tahun itu berkata puas. "Kamu memang pintar!"
"Aku memang pintar." Shu Zi Jiu tersenyum lembut, dia memang pintar dan dia mengakuinya sendiri. Mereka tidak tahu jika isinya telah di tukar oleh Shu Zi Jiu sebelum dia terlibat pertempuran Yuan Yi.
Bocah perampok dan dua temannya berjalan pergi dengan puas, namun anehnya kaki mereka seperti terpaku ke dalam tanah tidak bisa berjalan selangkah pun karena mereka menatap ngeri pemandangan di depan mata mereka.
Itu adalah putra mahkota!
Sialan dan sangat mengerikan!
Seketika membuat semua pasang mata menatap ke arahnya. Tidak lama kemudian kini mulai terlihat seorang bocah lelaki yang memiliki kulit putih tepung dengan berbagai riasan di wajahnya. Warna merah di kedua pipi bulatnya dan di bibirnya membuatnya seperti merak yang mencolok, dan yang membuat menarik perhatian adalah kakinya yang sangat kecil terbungkus di sepasang sepatu wanita kecil.
Dia berjalan melenggak-lenggok, dan kemudian berkata melengking menganggu telinga semua orang. Matanya menyapu wajah semua orang satu persatu. "Ah, aku menginginkan seorang pria tampan dan menghancurkan kecantikan yang melebihi kecantikan ku."
"Apa yang terjadi di sini?" Lanjutnya.
Mo Yiyang melihat itu dari kejauhan langsung menatap jijik di mata hitamnya karena dia mulai teringat perkataan Lau Luo jika putra mahkota memiliki paras menyeramkan dengan suara melengking
Sial! Itu pria banci yang merusak rumornya!
__ADS_1
Karena terlalu terkejut dia sampai meludahkan seliter darah di mulutnya.