KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
permainan kontrak kutukan darah II


__ADS_3

Jing Yiran merasakan tengkuk bagian belakangnya berubah dingin dan berat, dia mengusap tengkuknya dengan hati-hati ketika perasaan berat itu datang karena tatapan tajam Chuxi.


Dia mengangkat kedua tangannya, dan berbicara pelan. "Jangan menyalahkan ku, lagipula masalah ini datang karena kau yang telah mengambil Belati Petir Mutan itu kan?"


Chuxi mengendus marah, dia lalu kembali mengamati pertarungan Lau Luo dan Zhang Zihan.


"Ingat! Setiap kali Luo didi mengalami luka, aku akan membalasnya dua kali lebih menyakitkan di tubuhmu!"


"...." Jing Yiran membuka mulutnya menggantung, tiba-tiba kakinya mengalami kesemutan. "Kamu tidak perlu sekhawatir itu, seseorang harus terbiasa dengan medan pertarungan."


"Kau, hanya saja tidak mengerti.." kata Chuxi.


Saat di desa kumuh dulu Lau Luo pernah melawan binatang Chi yang memiliki seni beladiri seperti seorang kultivator di ranah praktisi dou zhe, sedangkan Lau Luo baru-baru belajar qi dan masih di ranah praktisi forqing fi tingkat satu. Lau Luo memang memenangkan perlawanan dengan binatang itu, namun harus berakhir dengan luka kritis yang hampir merenggut nyawa.


Hal itu baru terjadi dan sekarang Lau Luo harus berhadapan dengan Zhang Zihan.


Jing Yiran mulai menyemangati Chuxi. "Tenang saja, Zhang Zihan hanya praktisi Dou Zhe tingkat tiga-


Chuxi langsung berteriak. "Kau!-


Chuxi membentak tidak tahan. "Selamat, Luo-didi hanya forqing qi tingkat awal."


Jing Yiran tentu saja terkejut, apakah matanya yang mengenali bakat telah salah orang? Karena dia melihat Lau Luo memakai senjata dia mengira Lau Luo seorang pendekar kecil, tapi dia tidak menyangka jika orang itu belum belajar tentang kultivasi..


Chuxi tertawa kecil. "Tentu saja dia akan memenangkan permainan ini meskipun lawannya adalah ranah Dou Zhe."


Jing Yiran tidak bisa untuk mempercayainya. Jika Lau Luo kalah di sini, dari pada menjadi budak Zhang Zihan selama satu minggu, sebelum itu Jing Yiran akan memotong kepalanya sendiri daripada mendapat hinaan dan jatuh tanpa nama.


"Kau jangan membuat delusi untuk menghibur ku, lebih baik aku memotong kepalaku sendiri setelah ini berakhir." Jing Yiran berkata dengan sangat pahit.

__ADS_1


Chuxi terkekeh sinis. "Kepalamu akan tetap aman, yang ku prihatinkan kepala Luo-didi sekarang, karena dia selalu melakukan hal apapun untuk meraih kemenangan.. dia sebenarnya sinting."


"Apa yang kau maksud ?" Jing Yiran kembali mengamati pertarungan Lau Luo dengan Zhang Zihan untuk mencari tahu apa yang di maksud oleh Chuxi.


Lau Luo mulai menyarungkan pedangnya, dia kali ini lebih memilih pertarungan menggunakan tangan kosong. Saat Jing Yiran melempar belati ke dua, dia sama sekali tidak melirik arah belati itu. Matanya mulai fokus hanya mengunci Zhang Zihan.


Zhang Zihan kembali memberi tebasan angin ke arah Lau Luo untuk memblokir arah pelarian, Lau Luo berhasil menghindarinya.


Tapi sayangnya setiap kali Lau Luo menghindar, itu akan memicu gerakan yang membuat lukanya semakin parah. Kakinya gemetar hebat karena tulang di persendiannya sudah berderit keras, tapi wajahnya masih menunjukkan ekspresi tenang yang biasa.


Di bandingkan serangan puluhan tebasan sebelumnya, tiga tebasan angin mudah bagi Lau Luo untuk menghindarinya. Dia mengambil jarak pendek lalu menendang pergelangan tangan Zhang Zihan, jika Zhang Zihan masih mempertahankan pedang beratnya pergelangan tangannya akan patah, dia melepaskan pedang itu dan melemparkannya ke arah Lau Luo.


Lau Luo tidak menghindarinya, dia justru membalikkan pedang Zhang Zihan dengan menendang gagangnya, pedang itu kembali melesat ke arah Zhang Zihan, dia mengeluarkan senjata lain dari cincin penyimpanan lalu menangkisnya.


Lau Luo tercekat saat melihat senjata lain muncul dari ruang hampa, dia merajut alisnya di tengah-tengah pukulan.


"Apa kau tidak tahu yang namanya cincin penyimpanan?" Zhang Zihan menangkis beberapa pukulan, keduanya mulai bertukar jurus dengan tangan kosong.


Lau Luo menggerakkan tangannya untuk menahan pukulan, dia terpaksa mundur beberapa langkah ke belakang. Dia berkata tenang dan halus, "Kau semakin banyak bicara omong kosong."


"Haha.." Zhang Zihan tertawa keras. "Aku tahu kau mempunyai sedikit kemampuan."


"Aku akui, aku menghargai bakat muda mu yang bisa menahan serangan ku ranah praktisi dou zhe, tapi perbedaan kemampuan kita sangat jauh nak. Sedangkan aku lihat kau masih praktisi tahap forqing qi!"


Zhang Zihan melemparkan lebih banyak senjata dari cincin penyimpanan, puluhan jarum kini melayang dan menghujami Lau Luo. Lau Luo terpaksa mengeluarkan pedang untuk meracaukannya, memblokir setiap jarum dan menangkisnya dengan semua kekuatan yang dia bisa.


Keduanya saling melesatkan jarum dan menepisnya, Zhang Zihan mengambil beberapa langkah maju untuk lebih mendesak Lau Luo.


Meskipun bocah itu sering terdesak di setiap serangan, tapi wajah bocah itu tidak pernah menunjukkan ketakutan. Lau Luo kembali memperlihatkan serangan lain, saat pukulan dan tangkisan kembali beradu.

__ADS_1


Zhang Zihan diam-diam melilitkan setiap jarum dengan benang setipis rambut, saat Lau Luo memblokirnya dia bisa lebih leluasa membelokkan arah.


Dia melesatkan tiga jarum dan menambah kecepatannya, Zhang Zihan juga mengambil pedang beratnya untuk memberikan tebasan bergelombang.


Lau Luo menaikkan matanya lebih fokus saat di hadapi dua jenis serangan berbeda, angin gelombang Zhang Zihan kali ini lebih berat yang langsung menyalurkan listrik kebas saat bertubrukan dengan pedang Lau Luo, dia mengertakkan giginya sampai berdecit dan dia langsung melompat ke arah belati yang mengudara.


Dia langsung berdecak saat Zhang Zihan tidak tinggal diam, Zhang Zihan langsung menarik benang rambutnya untuk membelokkan tiga benang ke arah Lau Luo.


Lau Luo langsung memukulnya dengan pedangnya dan memotong benang rambut Zhang Zihan.


"Oh?" Zhang Zihan melebarkan matanya saat dia kehilangan kendali tiga jarumnya, dia lalu mengeluarkan jarum yang lain dari cincin penyimpanan dan melilitkan benang yang lebih tipis.


Serangannya datang dalam kedipan mata ketika Lau Luo hampir menyentuh belati, Lau Luo tidak bisa melihat jelas benang yang hampir tidak kasat mata itu, dia langsung mengokohkan kakinya untuk menendang jarum yang mendekat.


Kendali Zhang Zihan sangat lambat saat dia mengendalikan beberapa jarum, kali ini dia melepaskan satu jarum dengan kecepatan ringan. Jika bukan karena jarum itu membentur cahaya untuk mengkilat kecil, Lau Luo tidak akan mampu melihatnya.


Lau Luo melompat tinggi ke arah belati, menekuk tubuhnya sampai melengkung hingga membentuk busur, kedua tangannya memegang kokoh pedangnya untuk melesatkannya seperti sebuah tombak ke arah Zhang Zihan.


Zhang Zihan melepaskan kendali jarumnya dan mengambil pedang berat untuk menahan pedang yang terlempar mengincarnya, tenaga itu sangat kuat sampai dia terpukul mundur ke belakang.


Lau Luo bisa melihat jarum itu yang mengkilat, tapi dia tidak berusaha menangkisnya kerena melihat celah Zhang Zihan kehilangan fokusnya pada belati.


Lau Luo menerima jarum itu menusuk perutnya agar bisa menangkap belatinya, untuk peluang kali ini dia harus mendapatkannya!


Lau Luo menyeruak ke tanah dengan cepat mencabut jarum itu dari perutnya, dia lalu membuka tangannya yang berhasil mendapatkan belati kedua.


Saat benda runcing dan dingin itu menusuk perutnya, itu seperti serangan musim yang sangat menyakitkan. Wajahnya langsung kehilangan semua fitalitas warnanya dan wajahnya juga langsung berubah memutih dan memucat..


Dia juga tidak tahan untuk mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.

__ADS_1


___


☑️ btw kembali baca prolog ya, saya revisi..


__ADS_2