KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Arwah penasaran Nagong Yi


__ADS_3

Sudah hampir setengah bulan Liu Qingge menemani Lau Luo setiap kali dia turun gunung, meskipun tidak ada alasan khusus bagi Liu Qingge untuk melakukannya selain mendapatkan makanan lezat dari Lau Luo, dia sudah seperti ekor yang menempel dan tidak mudah terputus yang selalu mengikuti Lau Luo di belakangnya dan hanya menemaninya melawan sekumpulan perampok.


Seperti sekarang, sama seperti biasanya Liu Qingge menemani Lau Luo melawan segerombolan perampok yang entah tujuannya Liu Qingge sebenarnya tidak tahu, tapi mungkin skala kejahatan di dunia kultivasi ini skalanya bisa di perkecil jika Lau Luo memberikan perhitungan dengan semua perampok yang pernah mengacaukan desanya.


Saat kali ini mereka di terpa pertarungan namun perampok kali ini tidak berbeda dari sebelum-sebelumnya, yang tidak ada bedanya dengan sekawanan keroco jika di bandingkan dengan kultivator awal sampai membuat Lau Luo sendiri tidak sulit untuk mengalahkannya. Namun setiap kali Lau Luo mengalahkan sekawanan perampok dan bandit gunung dia selalu menuliskan sebuah perjanjian yang tidak dia ketahui Liu Qingge dengan kontrak darah, dan setelah kontrak darah itu di sepakati Lau Luo kemudian melepaskan mereka secara bebas.


Liu Qingge tidak bertanya kenapa Lau Luo suka mencari gara-gara dan melepaskan kebanyakan orang dengan cara sangat percuma, dan hal ini sudah terjadi selama satu bulan berturut-turut.


Tapi melihat perkelahian percuma dan pelepasan secara satu bulan penuh, akhirnya Liu Qingge tidak tahan untuk bertanya. "Memang yang selalu kakak Luo kalahkan hanyalah orang jahat. Tapi kakak Luo.. tidak ada jaminan mereka tidak akan melakukan perampokan dan pembunuhan lagi."


"Aku menulis kontrak darah dengan mereka." Lau Luo melihat ke arah perampok yang melarikan diri, tidak ada yang mengetahui kontrak jiwa yang mereka tulis adalah jika kalah akan menjadi budak pihak lain dan selama satu bulan ini bisa di katakan Lau Luo memiliki sekitar dua puluhan budak dari kalangan perampok.


Liu Qingge tidak berpikir bahwa Lau Luo akan membuat kontrak darah hanya untuk mencegah orang lain berbuat kejahatan dan semena-mena di kalangan orang biasa. "Kakak Luo, kamu sangat baik! Memberi orang-orang jahat itu pelajaran!"


Lau Luo tersenyum samar meskipun juga terlihat seolah bukan senyuman.


Dia orang yang baik?


Liu Qingge sedikit merasa aneh meski dia tepis dalam-dalam, beberapa perampok seperti tidak takut dengan kontrak Lau Luo karena mereka masih memburu desa dan mengacaukannya. "Sebagian dari mereka tidak pernah jera! Kakak Luo, kau harus mematahkan kaki dan tangan mereka karena orang jahat seperti mereka tidak akan pernah bisa berubah selain di bunuh."


"Benarkah? Aku tidak mengharap mengubah mereka, semakin kotor mereka.. tidak ada penyesalan." Lau Luo bahkan tidak menganggap dirinya baik, karena saat organisasi miliknya sendiri terbentuk dengan nama Yama dan juga karena terbuat dari orang-orang busuk, dia sendiri tidak akan ada penyesalan untuk memanfaatkan dan menggunakan orang-orang seperti itu.


Dia kemudian segera berpisah dengan Liu Qingge dan segera kembali ke puncak Yilin. Saat sampai di aula Lau Luo bisa melihat beberapa orang sudah berkumpul di sana yaitu semua murid pelantaran Inti, dan juga Shao Yi Chen sedang sibuk memberi penjelasan ke tiga muridnya.


Saat Shao Yi Chen melihatnya, dia hanya mengeryitkan kening setelah melihat Lau Luo yang baru datang. "Kau terlambat?"

__ADS_1


Lau Luo mengangguk, dia berbicara dengan kesopanan. "Maaf Shifu."


Shao Yi Chen tidak menggubris dan hanya mendesah dingin. Detik berikutnya, Shao Yi Chen kemudian mengatakan mereka mendapat misi penyelidikan mayat manusia di keluarga Nagong.


Ceritanya putri pertama keluarga Nagong yang bernama Nagong Yi sudah mengalami kematian tujuh hari. Dan dalam kematian Nagong Yi yang terkesan janggal, rumah keluarga Nagong akhir-akhir ini sering sekali terdengar jeritan seperti suara putrinya, semakin hari ini jeritannya semakin parah dan semakin menakutkan. Bahkan setiap tengah malam, rumah keluarga Nagong hampir satu penghuni tidak bisa tidur setiap kali jam menuju dini hari.


Awal kematian pertama Nagong Yi adalah angin yang kencang yang menyerbu kediaman itu, tiga hari selanjutnya jendela dan pintu tiba-tiba terbuka dan kusen-kusen bergetar menakutkan. Tujuh hari sekarang adalah suara jeritan dan siksaan putri dari keluarga Nagong, yaitu Nagong Yi yang membuat siapapun yang mendengarnya tidak tahan untuk mengigil dingin.


Kejanggalan ini bukan tidak asing, karena setiap kali seseorang meninggal tujuh hari pertama arwah mereka akan tetap tinggal di dunia, sebelum arwah mereka memasuki langit saat tepat genap malam ke empat puluh.


Setelah mendengar runtutan misi yang di jelaskan oleh Shao Yi Chen, jadi Jing Yiran sebagai senior dan shixiong yang paling pertama, dia segera membawa Deng Lun, Xian Zi dan Lau Luo untuk segera menjalankan misi di keluarga Nagong.


Begitu tiba di sana Nyonya Wei segera menyambut empat Xianjun muda yang datang dari Yilin itu tapi hari belum menunjukkan gelap, namun tamu dari Yilin sudah datang lebih cepat dari panggilan mereka.


/Xianjun : panggilan terhormat seorang kultivator taois.


Nagong Wei terlihat pucat, matanya lelah dan kantung hitam di matanya terlihat jelas sekali jika Nagong Wei semingguan ini selalu berjaga karena tidak bisa tertidur. Dan matanya menunjukkan kesedihan akibat kematian putrinya yang bernama Nagong Yi.


Nagong Wei segera menjelaskan dengan suara kelelahan. "Xianjun sekalian, aku sudah cukup membakar dupa dan membakar sejumlah uang untuk ketenangan arwah putriku Nagong Yi.."


"Tapi bukan bertambah tenang, arwah Nagong Yi semakin menjadi-jadi berteriak keras sampai menimbulkan istriku sendiri ketakutan sampai seperti ini."


Jing Yiran mengamati setiap pintu jendela dan juga kusen-kusen rumah yang hampir rata dengan mantra penangkal arwah, saat angin dingin langsung bertiup, semua perabotan bergoyang sampai membuat beberapa atap runtuh di depan mereka.


Jing Yiran segera memerintahkanDeng Lun dan Xian Zi. "Shidi-kedua dan Zi-shidi segera buat dua bendera arwah."

__ADS_1


Deng Lun langsung melompat ke atap keluarga Nagong bersama Xian Zi, mereka kemudian melemparkan sebuah kain yang berwarna putih. Sewaktu keduanya fokus dan mulut mereka terbuka tertutup, bendera putih secara ajaib muncul mantra berwarna merah dan mulai merambat di permukaannya. Formasi yang di lakukan oleh mereka bukanlah mantra penangkal yang seperti di pasang di dinding keluarga Nagong, melainkan mantra pemanggil yang hanya di ketahui oleh Jing Yiran dan mereka yang berada di bawah bimbingan Sekte Pedang Patah.


Jing Yiran akan memanggil arwah Nagong Yi dan menyelidiki kasus kematiannya agar tidak menganggu lagi kediaman keluarga Nagong, saat dia sibuk dengan formasinya dia kemudian memanggil Lau Luo.


"Luo-shidi setelah arwah Nagong Yi muncul segera giring dia ke dalam formasi!"


Saat mengatakannya Jing Yiran melemparkan kertas jimat pada Lau Luo dan ditangkap dengan mulus, kertas jimat itu berisi mantra pemanggil yang lebih kuat, karena Lau Luo belum menguasai mantra pemanggil seperti Deng Lun dan Xian Zi dia akan mengiring arwah Nagong Yi ke dalam formasi mereka.


Meskipun tugas ini lebih mudah dari yang lain, namun kelemahannya adalah kerasukan mayat.


Tidak seperti Deng Lun yang fokus pada bendera pemanggil arwah, Xian Zi terlihat sedikit khawatir, dia mengerutkan keningnya dan sekejap membuka matanya. "Yiran-shixiong, apa Luo-shidi bisa? biar aku saja-


"Tidak ada waktu!" Jing Yiran segera menghentikannya.


Karena memang benar tidak ada waktu, biasanya tugas ini di lakukan oleh Jing Yiran saat ada Shao Yi Chen yang ikut dalam misi mereka. Karena sekarang Shao Yi Chen tidak ada, maka tugas mereka berempat di gantikan dengan kehadiran Lau Luo.


Dengan petunjuk Nagong Wei, Lau Luo kemudian menghampiri peti mati Nagong Yi yang berada di belakang rumah keluarga Nagong. Saat mereka sampai di sama dia bisa melihat sekitar dua peti ada di sana, dua peti mati itu bahkan di penuhi sebagaian besar kertas mantra penangkal arwah, seolah ketenangan mayat Nagong Yi yang di kubur di sebelah mayat suaminya Zao Tian.


Angin di sekitar peti mati Nagong Yi semakin dingin, tapi udara di sekitarnya terasa panas sampai dahi Lau Luo penuh keringat dan debukan kencang membuat peti itu terguncang keras. Begitu peti mati itu terbuka langsung terlihat perempuan pucat berumur sekitar dua puluhan tahun dengan kulit dan daging yang sudah kaku.


Tidak butuh waktu lama arwah Nagong Yi keluar, matanya berwarna hitam kabut, bahkan tidak ada setitik warna putih. Matanya mengeluarkan darah berwarna hitam dan juga terlihat karena darah penyakit yang membusuk.


Lau Luo kemudian langsung melemparkan kertas jimat ke dahi Nagong Yi menggunakan energi spiritual. Kertas itu tertempel keras, dengan cepat tulisan mantra merambat dari wajah arwah Nagong Yi mengikatnya sekaligus memisahkannya dari tubuh fana Nagong Yi.


Kemudian sesuai perintah Jing Yiran, dia lalu mengiringnya ke formasi yang sudah di siapkan Deng Lun dan juga Xian Zi dengan rantai spiritual.

__ADS_1


__ADS_2