KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Pertandingan menentukan puncak IV


__ADS_3

Ketika mereka berdiri di tengah platform, Qiao Nuo tidak tahan untuk terkekeh sinis dengan kata-kata Chuxi bahwa gadis itulah yang akan menjadi pemenang di pertarungan mereka. Qiao Nuo sangat tahu identitas sebenarnya Chuxi, dan nama sebenarnya adalah Su Wan'er sebagai cucu satu-satunya pemimpin sekte yang sepertinya gadis itu di besarkan dengan kasih sayang, yang menjadikan gadis itu sangat angkuh.


Dan jika di pikirkan lagi, bahkan dengan umur muda Chuxi, dia sudah bisa menyamai praktisi Qiao Nuo. Praktisi yang Qiao Nuo raih dengan susah payah, membalikkan tulang ke daging dan daging ke tulang. Hanya dengan modal bakat, Chuxi bisa meraihnya dengan mudah dan hampir melampaui semua usahanya yang keras.


Ketika Qiao Nuo berusaha keras dan mati-matian namun tidak di akui oleh marga Nuo, dia menelan kabut kecemburuan saat melihat Chuxi mengsepelekan hal yang dia inginkan, di akui oleh keluarganya sendiri dan di liputi dengan bakat yang melimpah seperti sungai yang tidak akan pernah mengering.


Dia berkata mencibir. "Aku juga tidak akan menahan serangan ku, untuk kekalahan seorang cucu dari pemimpin sekte."


Ucapan Qiao Nuo sangat pelan dan hanya mampu di dengar oleh Chuxi, ketika mendengarnya Chuxi tidak tahan untuk tersenyum dingin, wajahnya yang cantik menyembunyikan ekspresi terkejut saat senyuman Qiao Nuo sempat membuat tulangnya menggigil sejenak.


Chuxi terlihat tenang, tampilannya sedikit angkuh. "Kalau kamu mampu!"


Ledakan aura pembunuh yang di keluarkan Qiao Nuo membuat seluruh platform menjadi berkabut sampai membuat para penonton tidak bisa melihat jelas bagaimana pertarungan mereka. Qiao Nuo memang tidak ragu mengeluarkan aura pembunuh yang jelas tidak menyembunyikan keinginan membunuh lawannya meskipun di hadapan para penatua dan pemilik puncak sekalipun, keinginan membunuh Su Wan'er tepat di hadapan Gu Hangjun yang notabene sebagai pemimpin sekte.. jelas Qiao Nuo tidak peduli dengan nyawanya sendiri.


Di sisi lain saat ledakan dari Qiao Nuo terjadi, Chuxi terbanting terbang ke sisi platform dan nyaris membuatnya untuk keluar dari arena. Dia menggerakkan giginya keras dan menekuk kakinya, tangan dan jari-jari kaki Chuxi mencakar tanah saat dia terpukul mundur.


Saat dia mempertahankan dirinya agar tidak terjatuh, kesepuluh jari tangan Chuxi berlumuran darah waktu dia mencoba memblokir serangan Qiao Nuo, setidaknya dia mempertahankan sikapnya agar masih berdiri meskipun tulang-tulang di jari tangannya nyaris tidak berbentuk dan terlihat sangat memprihatinkan.


"P*rsetan! Ini sakit..!" Chuxi mengutuk Qiao Nuo pelan saat tangannya mengalami nyeri hebat, semua kulit-kulit di kesepuluh jari tangannya juga tidak tahan untuk sedikit gemetar. "Di nilai dari serangan dengan niat membunuh, apa kau tidak menyukai ku?"


Qiao Nuo tidak menyembunyikan apapun, dia tertawa kecil. "Tidak ada alasan bagiku untuk menyukai mu."


"...."


Chuxi mengerakkan gigi dan mengepalkan tangannya, di bandingkan nyeri di sepuluh jarinya, hatinya jauh lebih sakit.

__ADS_1


Dia seorang gadis yang cantik, bahkan fitur di wajahnya nyaris sempurna tidak ada alasan bagi Qiao Nuo untuk membencinya. Dan meskipun Chuxi memang tidak penggila kecantikan, tapi ketika seseorang memandang nya jelek atau gadis tanpa pesona.


Dia merasa.. sangat di rendahkan!


Semua kaki-kaki Chuxi masih memaku di tanah, dan dia hampir beberapa kali kehilangan memontum untuk menghindari serangan Qiao Nuo. Dan saat serangan Qiao Nuo terjadi, satu tulang rusuknya sedikit retak sampai-sampai membuatnya mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya. Di sisi lain, Qiao Nuo belum mendapatkan satu goresan apapun.


Chuxi mengigit bibir bawahnya dan menggertak keras karena sepertinya dia terlalu meremehkan lawan di depannya. "Aku terlalu meremehkan mu sebelumnya.."


Cukup, kali ini Chuxi terlalu meremehkan lawannya. Dia melupakan efek Racun Panas di tubuhnya yang masih belum sepenuhnya hilang dan menguras staminanya di pertarungan mereka. Qiao Nuo tahu betul jika sekarang Chuxi tidak dalam kondisi prima, dan jika keduanya dalam kondisi yang prima maka mereka akan bertarung imbang dan juga akan sulit untuk menentukan pemenang di antara keduanya.


"Kali ini aku tidak akan menahan lagi!" Chuxi terpaksa mengeluarkan Belati Petir Mutan, dia menyeka mimisan dan darah anyir dari bibirnya.


Qiao Nuo mencibir dan tertawa keras, matanya menyimpit ke kaki Chuxi yang gemetar kemudian dia berkata mencibir. "Kau? Menahan serangan mu, apa kau ingin membuat ku tertawa?"


Kaki Chuxi yang berubah lemah seperti jelly itu sudah kehilangan tenaganya dan akan ambruk sewaktu tertiup angin kecil. "Bahkan untuk berdiri kau hampir tidak mampu! Kau masih menahan serangan mu? Omong kosong!"


Dia tertawa. "Sepertinya nona ini memiliki senjata spiritual tingkat tinggi? Kau terlalu di berkati surga hingga bisa membuat seseorang cemburu, cucu pemimpin sekte.."


Saat mengatakannya, Qiao Nuo mengeluarkan aura pembunuh lebih pekat yang sukses mendominasi gerakan gadis bergigi kelinci itu. Pedangnya juga beberapa kali meninggalkan bekas di kulit seputih giok, terlihat mencolok di tubuh Chuxi yang mengenakan pakaian putih lungsut. Penampilannya menyedihkan dan hanya mampu di lihat Qiao Nuo karena gelombang kabut menutupi pertarungan mereka.


Ketika dia melihat penampilan menyedihkan di depannya, Qiao Nuo bertanya. "Kamu tahu jerih payah orang-orang terbuang hingga sampai sekuat dirimu?"


Chuxi mengeluarkan darah semakin banyak dari kulitnya, dia mencengkram tanah sekuat tenaga. Dia sudah berusaha, meskipun di seringi bermain-main tapi Chuxi memperoleh kekuatannya sampai ke titik ini dengan caranya sendiri. Meskipun dia cucu pemilik sekte, cucu pemimpin sekte sekalipun, Chuxi tidak pernah menerima pelatihan apapun dari kakeknya yang sangat terkemuka dan terkenal itu, padahal dia sudah berusaha keras, tapi begitu mudahnya dia di kalahkan oleh Qiao Nuo sampai menyedihkan ke titik seperti ini.


Chuxi terkekeh geli dengan dirinya sendiri, luka yang di berikan Qiao Nuo juga menjadi semakin dalam dan bertambah robek.

__ADS_1


Qiao Nuo terkejut,ketika Chuxi mampu menghindari serangannya meskipun luka-luka yang dia berikan cukup fatal. Setiap kali Qiao Nuo menyerang, dia akan menggunakan kekuatan penuh dan langsung menusuk ke titik fital lawannya.


Dia mendengus. "Nona Wan'er jika aku membunuhmu, semua orang di sini tidak akan ada yang bisa menyalahkan ku kan?"


Pertarungan ujian ini sangat ekstrim, seseorang di perbolehkan membunuh lawannya untuk kemenangan. Saat Qiao Nuo tidak ragu dengan niat membunuhnya, dia masih tidak melewati batas aturan ujian Sekte Pedang Patah.


Seiring berlalunya pertukaran pukulan mereka, kabut di sekitar keduanya semakin tipis semakin lebar juga senyuman di wajah Qiao Nuo. Gadis angkuh di hadapannya, sekarang akan di permalukan di hadapan publik. Untuk Chuxi, luka adalah aib yang menunjukkan kelemahan. Wajahnya berubah merah pucat, matanya hampir menjadi kabur. Chuxi selalu merapalkan manteranya agar tetap sadar, yaitu mantra yang sama persis seperti kakeknya.."F*ck!"


Saat kabut asap yang menghalangi penglihatan di sekitar mereka semakin tipis dan akhirnya menghilang, kulit adil Chuxi yang penuh luka yang melikuk-likuk di sekujur kulitnya mulai terekspos. Kulit seputih giok yang mengalami sayatan di mana-mana akan menyalurkan perasaan ngeri begitu melihatnya, wajahnya yang pucat menambah kecantikan yang lemah. Dan dia sendiri.. sebagai seorang perempuan atau cucu orang terkemuka sekalipun, baginya, kelemahan adalah aib yang tidak bisa di telolir.


Chuxi selalu mendapat kemenangan di setiap pertarungan, dia tidak pernah terluka sampai separah ini. Dan yang lebih ngeri, darah yang terus menetes dari kesepuluh jarinya seperti sungai itu membuatnya hampir kehilangan di batas kesadaran.


Di sisi lain, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang bersikap gegabah, Lau Luo sekarang melihat datar di mata hitamnya tanpa ekspresi apapun saat kabut dingin terlihat acuh tak acuh dengan apapun yang terjadi di depan matanya.


Jika itu adalah Lau Luo yang dulu, dia tidak akan ragu melompat ke platform untuk memukul Qiao Nuo yang membuat Chuxi sampai terluka parah bahkan jika dia harus mati, dia tidak akan berpikir dua kali saat itu juga untuk memberi perhitungan pada Qiao Nuo.


Tapi ekspresi acuhnya sekarang, dia seperti tidak pernah mengenal Chuxi sedikitpun dan menganggap bahwa siapapun itu adalah orang lain.


"Kau tahu siapa pria itu?"


Zhang Ziyi cukup terkejut dengan perubahan fisik Lau Luo yang berdiri di sebelahnya, tapi perubahan sikapnya yang bisa membuat udara di sekitarnya menjadi berat dengan kabut es yang mengigil, dia berulang kali mengalami sesak saat melihat senyuman Lau Luo yang seolah-olah juga bukan seperti orang yang tersenyum.


"Aku hanya tahu sedikit tentangnya, dia bermarga Nuo, peserta yang lolos nomer delapan. Aku kira saudari Chu akan menang dengan mudah karena dia loloskan teratas. Tidak aku sangka Qiao Nuo.. pria itu menyembunyikan kekuatan sejatinya."


Begitu mendengar ucapan Zhang Ziyi, setengah matanya sedikit menyimpit.

__ADS_1


"Baiklah, yang bernama Qiao Nuo itu.. aku akan mengingatnya."


__ADS_2