
Orang dari Konferensi Pedang Tunggal terkejut dan mereka hampir melupakan bagaimana kemenangan itu tercipta karena banyak dari mereka sangat yakin jika pemenangnya akan menjadi Zhan Chen yang memiliki senjata terbaik Pedang Bintang Jatuh.
Namun, kemenangan itu terjadi di luar perhitungan semua orang ketika pedang tanpa merek bertengger di leher Zhan Chen dalam kecepatan tidak terlihat dan sosok yang memegang pedang itu hanyalah orang yang masih berada di hadapan forqing qi, jubah putih Lau Luo bergerak sedikit dan matanya menyipit dengan tajam.
Mata dalam kelumpuhan ekspereksi itu terlihat jauh lebih dingin dan qinya yang berkobar membuat penampilannya sekan sulit untuk di sentuh.
Saat itu seseorang mulai mengumpulkan energi internal kemudian berteriak keras. "Pe-pemenagnya adalah Lau Luo, puncak Yilin!"
Banyak orang yang tidak memperkirakan kekalahan Zhan Chen dari Sekte Awan Giok, mereka semua tertegun seolah tidak percaya dan mereka akan menyangkal bagaimana pertarungan itu baru saja terjadi di mata mereka jika mereka tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri.
Tapi jelas, kekacauan sebenarnya tidak terjadi di sekitaran panggung yang menonton bagaimana pertarungan itu berlangsung. Melainkan kehebohan besar terjadi di Jurang Emas karena ratusan pejudi sudah bertaruh dengan nama Zhan Chen dengan jumlah uang besar. Ada juga orang yang mempertaruhkan seluruh uangnya, namun mereka tidak berfikir jika mereka harus kehilangan uang mereka di Jurang Emas.
Dan karena kekalahan Zhan Chen yang tidak di prediksi siapapun maka mulai saat itu, semua pejudi yang kalah tidak merelakan uang mereka mulai mengutuk nama Zhan Chen. Sedangkan Jurang Emas terasa seperti tertimpa dewa keberuntungan karena dengan adanya uang Xian Zi, mereka masih untung banyak!
Oleh karena itu jika tidak ada tabir di panggung. Para penjudi yang kebetulan menonton pasti sekarang sudah melemparkan batu atau telur busuk ke arah Zhan Chen dan tidak akan mempedulikan dengan ketenaran Sekte Awan Giok.
Tapi begitu mereka melihat penampilan Jie Yanling yang duduk di platform di sebelah Zhan Fething. Mereka mau tidak mau menguburkan semua pikiran itu untuk melempari Zhan Chen selain diam dan mereka mulai pergi.
Di sebelah lain dengan semua sisa kekuatannya, Lau Luo menggunakannya untuk ilmu meringankan tubuh dan dia segera menjentikkan ujung jari kakinya secara singkat agar bisa keluar dari panggung.
Dan saat kakinya kembali menapaki tanah wajahnya langsung tiba-tiba pucat karena dia terlihat terlalu memaksakan qi spiritual di luar batas, karena tidak ada lagi sisa tenaga untuk membuat Lau Luo bisa berdiri dia akhirnya terbanting dan jatuh ke tanah.
Namun sebelum dia membentur tanah, tangan lain sudah membantunya agar tetap berdiri. Sambil membantunya berjalan, Jing Yiran bertanya khawatir. "Apa kau terluka?"
__ADS_1
Dua orang yang tidak di kenal langsung mendatangi mereka, memberikan obat salep untuk luka luar dan pil untuk luka dalam. "Kami memiliki obat untuk menyembuhkan luka, ini sangat efektif, jika dua Xianjun tidak keberatan menerimanya maka kalian bisa menggunakannya dan juga hanya dengan mengolesinya pada luka luar tidak akan meninggalkan bekas apapun."
Jing Yiran menerimanya tapi tidak berniat menggunakannya, dia menyimpannya di dalam jubah karena tidak bagus jika menerima obat dari orang asing, Orang bisa saja mencampur racun ke dalam obat untuk mencelakai mereka. Bagaimanapun juga Jing Yiran paham betul orang-orang yang ada di dunia beladiri, mereka tidak akan membuat kebaikan yang percuma. Apalagi mereka tidak mengenal satu sama lain.
Jing Yiran segera berkata pada mereka dengan suara yang sopan santun. "Terimakasih."
Dua orang tadi buru-buru memperkenalkan diri. "Kami adalah perwakilan dari Jurang Emas, kami berterimakasih pada Luo-xianjun karena itu kami memberikan obat untuk kemenangannya sebagai rasa terimakasih karena rumah perjudian kami tidak rugi."
Jing Yiran adalah orang yang pintar, dengan kedatangan orang-orang dari Jurang Emas yang berusaha terlihat baik. Dia sudah dapat memperkirakan apa yang terjadi, karena kemenangan Lau Luo perjudian mereka pasti sudah meraup keuntungan yang besar.
Setelah tahu identitas keduanya dan tidak ada yang perlu di curigai lagi Jing Yiran mulai mengoleskan obat salep ke luka bakar di kaki Lau Luo. Dan benar seperti yang di katakan kedua orang itu, semua luka-luka bakar kecil di kaki Lau Luo perlahan sudah sembuh tanpa meninggalkan bekas. Melihatnya Jing Yiran merasa sangat yakin jika obat-obatan itu berkualitas tinggi, jadi dia sekali lagi mengucapkan terimakasih kepada mereka.
Mereka kemudian berpisah. "Jika ada waktu, Xianjun bisa datang ke Jurang Emas untuk menikmati secangkir teh."
Jing Yiran sudah memeriksa menggunakan spiritualnya, meski begitu tidak ada luka dalam apapunpun di dalam tubuh Lau Luo, tapi wajah Lau Luo masih tetap pucat seperti selembar kertas minyak atau seperti wajah orang yang sedang sekarat. Dan saat melihat bagaimana keadaan Lau Luo, Jing Yiran sangat khawatir karena tidak tahu jelas apa yang sebenarnya telah terjadi.
Saat Lau Luo tidak sadarkan diri, Jing Yiran sekali lagi mengambil pergelangan tangan Lau Luo dan dja menggunakan tiga jarinya untuk menyuntikkan energi internalnya melalui pergelangan tangan Lau Luo. Begitu dia memeriksanya, alisnya semakin merajut dan dia semakin khawatir bahwa qi yang seharusnya beredar tenang sekarang sedikit kacau dari aliran qi normal.
Dia langsung menyalurkan energi hangat dari telapak tangannya, untuk membantu memperbaiki aliran qi Lau Luo yang kacau dari luar. Dan setelah beberapa saat dia menarik tangannya kembali tepat setelah wajah Lau Luo berubah menjadi seputih gandum sama seperti biasanya.
Karena kekacauan qi tadi jika Jing Yiran tidak mencoba untuk memeriksanya dia akan sangat kahwatir sekarang ini Lau Luo sudah pasti mengalami kekacauan qi.
Begitu alis dan bulu mata Lau Luo bergetar dan matanya mulai terbuka, Jing Yiran langsung membantunya duduk dan dia bertanya. "Apa ada sesuatu yang tidak enak? Misalnya qi mu apakah sekarang sudah membaik?"
__ADS_1
Mengetahui bahwa Jing Yiran telah merawatnya, Lau Luo mengucapkan terimakasih. Karena baru setengah sadar, dia berkata sedikit lemah. "Lebih baik dari pada sebelumnya."
Kali ini Jing Yiran bisa menghela lega, dia mengambil bubur hangat dan memberikannya pada Lau Luo. "Makanlah dulu, ini masih hangat."
Setelah semangkuk bubur habis, Jing Yiran merendahkan suaranya. "Luo-shidi."
Dia berbicara dengan halus, takut akan menyakiti perasaan pihak lain dan Jing Yiran mulai menjelaskan dengan suara rendah. "Kau seharusnya tidak memaksakan diri saat energi spiritual mu sendiri habis. qi jiwa.. sangat berbahaya jika di gunakan. Kau bisa mengalami penyimpangan qi dan itu tidak baik karena terlalu berbahaya. Coba pikirkan jika ini terjadi di pertempuran yang lain dan tidak ada orang lain yang tahu, itu bisa membahayakan hidup mu."
Lau Luo tertawa kecil. "Jadi maksud mu, kamu lebih ingin aku kalah begitu? Itu yang Yiran-shixiong maksud?"
Jing Yiran mengulanginya. "Bukan, aku hanya khawatir. Jika kau masih menggulaginya di setiap pertarungan, itu akan membahayakan hidup mu. Suatu hari kau bisa mengalami penyimpangan qi, itu bukan hal yang sepele Luo-shidi ini masalah serius."
Lau Luo tahu jika Jing Yiran menghawatirkannya, bukan dia sama sekali tidak merasa tersentuh atau apapun. Dia tiba-tiba merasa kesal bahwa Jing Yiran mengurui-nya, jika bukan menggunakan qi jiwanya dia tidak punya cara lain untuk menang melawan Zhan Chen.
Apa yang dia punya saat itu? Hanya satu teknik Langkah Angin Meniup Awan, tidak lebih!
Dia selalu masih sangat lemah! Sangat dan sangat lemah!
Lau Luo menarik selimutnya, memunggungi orang itu dan dia menghadap dinding sebelum akhirnya dia bergumam dengan dirinya sendiri. "Apa yang bisa aku lakukan saat itu? Jangan berfikir shixiong tahu segalanya tentang aku, bagaimana aku seharusnya. Jika aku tidak menggunakan qi jiwa maka saat ini orang yang terbunuh Zhan Chen adalah aku!"
"Lupakan saja itu, bagaimanapun sekarang aku tidak mengalami penyimpangan qi kau bisa tahu sendiri."
Lau Luo lalu berkata dengan lembut namun matanya yang tidak biasa terlihat jelas terasa dingin seperti sebuah balok es. "Aku ingin istirahat, Yiran-shixiong kau keluar dan tutup pintunya."
__ADS_1