
Zhan Fething entah sejak kapan berdiri di tengah-tengah keduanya, perkataannya sangat tenang dan ekspreksi di wajahnya seperti kedalaman di dalam danau yang menggenang, setelah perkataannya jatuh untuk menghentikan pertarungan Zhan Chen dan Lau Luo, kemudian Zhan Fething mengambil pedang keperakan yang beberapa waktu lalu dia lemparkan dan menancap mulus ke tanah.
Meskipun umur Zhan Fething masih sangat muda sebagai seorang tetua puncak di Sekte Awan Giok namun dia memiliki semacam tekanan yang membuat orang lain melihat ke arahnya akan berdecak hormat ke arahnya, dan menurut kabarnya caranya menilai dalam situasi lebih matang daripada tetua puncak pertama Jie Yanling di Sekte Awan Giok yang biasanya berbuat tanpa berpikir panjang seperti muridnya, Zhan Chen.
Karena sifat Zhan Fething lebih dewasa dan berpikiran luas maka yang lebih menarik adalah orang-orang yang berdiri di belakang Zhan Chen, mereka dengan patuh memberi hormat pada orang yang baru datang pada sosok Zhan Fething itu.
Zhan Fething mengenakan jubah cyan berwarna hijau rumput laut yang enak di lihat, rambutnya di ikat dengan mahkota perak, orang itu tidak memiliki ekspresi apapun, selain jubah cyannya berkibar. Dapat di lihat bahwa jubahnya adalah jubah para petinggi di Sekte Awan Giok, namun dia terlihat sangat muda bisa di katakan Zhan Fething hanya beberapa tahun terlihat lebih tua dari keperawakan Jing Yiran sekarang.
Wajah tanpa ekspresi itu hanya melirik ke arah Lau Luo kemudian beralih ke arah Jing Yiran sebelum Zhan Fething tersenyum tanpa sadar. "Maafkan Didi-ku karena tidak menunjukkan sopan santun karena pertemuan tidak sengaja kali ini."
/Didi : adik.
Xian Zi yang baru datang di sebelah Jing Yiran tidak bisa menahan teriak. "Didi? Jadi orang yang idiot yang otaknya tidak di amplas itu adikmu? Pertemuan tidak sengaja huh?! Lalu kapal apung siapa yang mencoba menabrak kapal apung kami sampai rusak?!"
Zhan Fething bahkan tidak menunjukkan kemarahan setelah di bentak Xian Zi sekalipun, malahan sebaliknya dia seperti tidak mendengarnya. "Itu karena kesalahan ku kurangnya mendisiplinkan Zhan Chen yang menjadikannya memiliki sifat demikian, jika ada orang yang harus di persalahkan atas kegaduhan ini, maka itu akan menjadi aku sendiri."
Melihat bahwa kedatangan Zhan Fething membuat Zhan Chen mengerutkan lehernya, Lau Luo kemudian menyarungkan pedang Embun Beku Mengambang, dia kemudian berdiri di sebelah Jing Yiran untuk memperhatikan interaksi Zhan Fething yang sebagai sosok tetua puncak termuda sepanjang dunia beladiri.
Melihat Zhan Fething, Lau Luo kemudian berbisik dan bertanya pada Jing Yiran dengan suara rendah. "Yiran-shixiong apa kalian saling mengenal?"
__ADS_1
"Ya." Jing Yiran tersenyum sedikit tanpa mengangguk, dia lalu melirik Zhan Fething dan juga di balas dengan senyuman yang penuh sopan santun.
Jing Yiran lalu berkata. "Entah kebaikan apa yang aku lakukan di kehidupan ku sebelumnya sampai aku bisa bertemu dengan pemilik puncak termuda dari Sekte Awan Giok."
Di umurnya yang belum genap dua puluh tahun, Zhan Fething menjadi pemilik puncak ketiga dan kabar itu langsung menggemparkan seluruh dunia beladiri di masanya, apalagi saat pengangkatan Zhan Fething sebagai tetua puncak adalah ketika Sekte Awan Giok masih belum menurunkan tingkatnya dari sekolah beladiri pertama. Ini adalah pengakuan bahwa Zhan Fething menjadi orang terkuat dalam beladiri untuk orang-orang seumuran dengannya, bisa di katakan bahwa dialah bakat luar biasa yang baru muncul dan mungkin seorang jenius yang tidak ada duanya.
Zhan Fething menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Tidak usah terlalu menyanjungku, Xiao-Yiran juga akan menjadi pemilik puncak Yilin selanjutnya kan? Apalagi puncak pertama, itu adalah posisi yang lebih tinggi dariku. Aku bukan apa-apanya jika di bandingkan dengan seberapa luar biasanya dirimu di masa depan."
Semua murid Sekte Awan Giok yang mendengar seorang tetua puncak menyanjung orang lain langsung di buat terbengong, bahkan kabarnya seorang Zhan Fething tidak pernah menyanjung siapapun jadi ketika dia menyanjung Jing Yiran secara blak-blakan, maka orang yang mendengarnya tidak tahan untuk merasa penasaran dengan sosok Jing Yiran yang kekuatannya bisa di akui oleh pemilik puncak termuda itu.
Mengetahui tetua puncak itu menyanjung Jing Yiran di hadapan semua orang, apakah benar Zhan Fething yang berdiri di depan mereka adalah orang yang sama yang selalu tidak peduli dengan sekitarnya, apalagi secara jelas sekarang mengakui orang lain bahkan tidak ragu memujinya?
Meskipun Jing Yiran terlihat dalam kelumpuhan wajah seperti dia yang biasanya, dia merasa senang bisa bertemu dengan teman lama yaitu sosok Zhan Fething, bahkan jika dia ingin menyembunyikannya perasaan senangnya dengan jelas masih ada goresan samar-samar sikap yang tiba-tiba melunak dan dia tanpa sadar tersenyum kecil. "Trimakasih untuk sanjungan tetua Zhan."
Zhan Fething melihat keduanya dan dia langsung bertanya "Dia shidi mu?"
Jing Yiran mengangguk sebagai tanggapan. "Dia Luo-shidi sebagai murid tertutup di puncak Yilin, maka tidak ada lagi murid selanjutnya karena dia murid terakhir Shifu."
Zhan Fething kemudian melihat keperawakan sosok yang menjadi murid tertutup di puncak Yilin itu yang belum genap menjadi seorang remaja, namun di mata Zhan Fething ketika dia melihat Lau Luo, dia merasa sedikit terusik dan dia tidak tahan untuk mengeryitkan keningnya. "Aku katakan ini setelah melihat dari matanya, juniormu orang yang sulit untuk di bimbing di jalan kultivator beradap. Dia orang yang suka membuat pilihan yang salah dan kesalahan yang sulit di perbaiki."
__ADS_1
Setelah mengatakannya Zhan Fething menarik Zhan Chen di tangannya dan mereka kemudian melompat ke kapal apung mereka, Zhan Fething kemudian berkata pada orang-orang yang di bawa oleh Zhan Chen sebelumnya.
"Semuanya segera naik ke atas karena kapal apungnya akan segera bergerak."
Melihat kapal apung semakin bergerak, para orang-orang dari Sekte Awan Giok segera menyusul ke belakang mereka sebelum mereka berkata dengan patuh. "Baik, tentua puncak Zhan."
Memperhatikan punggung orang-orang itu pergi, Xian Zi masih sangat terkejut dengan pertarungan singkat Lau Luo yang bisa menghindari serangan Zhan Chen, bahkan bertarung imbang melawannya. Tapi saat melihat orang-orang itu pergi tanpa kompensasi apa-apa setelah merusak kapal mereka, Xian Zi tidak tahan untuk mendecakkan giginya. "Sial! Mereka pergi begitu saja tanpa memberikan kompensasi!"
"Luo-shidi, jika punya kesempatan untuk bertarung dengan mereka di kompetisi kau harus memberi mereka pelajaran! Apa kau mengerti?!"
Tapi Xian Zi lupa bahwa Lau Luo hanyalah tahap forqing tingkat awal! Mungkin pertarungan tadi terlihat seolah-olah mereka bertarung imbang, namun siapa yang dapat menyangka bahwa Lau Luo sudah mengerahkan semua kemampuan berpedangnya dan dia hampir tidak bisa menangkis setiap serangan, di sisi lain Zhan Chen hanya menggunakan kemampuan berpedangnya sekitar tujuh puluh persen.
Xian Zi mengatakan seolah-olah Lau Luo sangatlah hebat sampai tidak akan kalah dengan Zhan Chen, faktanya Lau Luo bisa menarik Embun Beku Mengambang yang sekarang hampir tidak pernah terlihat di gunakan hanya karena di akui oleh artefak yang sudah memiliki tuan.
Meskipun dia tidak tahu alasannya kenapa dia bisa menggunakan pedang Jing Yiran, namun setelah merasakan bagaimana kekuatan sesungguhnya lawan dari sekte lain, Lau Luo merasa bahwa dia belum sepenuhnya kuat dan apa kultivasi tertutup yang di lakukannya semuanya sia-sia karena tingkat praktisinya tidak pernah naik sedikitpun dan hanya tersendat di forqing qi tingkat awal.
Dia melihat ke arah Jing Yiran dan bertanya. "Shixiong.."
Jing Yiran yang memperhatikan kepergian Zhan Fething kemudian melihat ke arah Lau Luo, dia mengangguk sedikit. "Ada yang ingin kamu katakan?"
__ADS_1
Jika Lau Luo belajar di sekte taois dan berlatih di jalur beradab tidak bisa membuat kultivasinya meningkat sedikitpun dan hanya tersendat di forqing qi.. lalu kenapa dia tidak mencoba untuk melatih qi iblis alih-alih mencoba menutupinya seperti yang di perintahkan Immortal Shangya.
Lau Luo menggelengkan kepalanya dan dia tersenyum. "Yiran-shixiong aku lupa ingin bertanya apa tadi, jadi bukan apa-apa."